Jus tomat dan wortel bisa jadi pilihan jus lezat dan praktis untuk dikonsumsi sehari-hari. Perpaduan tomat dan wortel yang kaya gizi juga membuat minuman ini berkhasiat bagi kesehatan. Lantas, apa saja manfaat minum jus tomat dan wortel?
Jus tomat dan wortel bisa jadi pilihan jus lezat dan praktis untuk dikonsumsi sehari-hari. Perpaduan tomat dan wortel yang kaya gizi juga membuat minuman ini berkhasiat bagi kesehatan. Lantas, apa saja manfaat minum jus tomat dan wortel?

Buah tomat dan wortel dikenal menyehatkan karena kandungan gizi yang beragam seperti serat, protein, fosfor, zat besi, vitamin C, serta beta-karoten.
Berkat kandungan gizi tersebut, wortel dan tomat bisa memberikan manfaat berikut ini.
Jus tomat dan wortel dapat menjaga daya tahan tubuh. Hal ini karena wortel dan tomat kaya akan vitamin C.
Sebagai antioksidan, vitamin C mampu menangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan pada sel imun tubuh.
Selain itu, vitamin C dapat membantu meningkatkan produksi sel darah putih untuk melawan bakteri atau virus penyebab penyakit, sehingga tubuh tetap sehat.

Wortel dikenal bermanfaat untuk kesehatan mata. Manfaat wortel ini di dapat dari kandungan beta-karotennya.
Saat masuk ke tubuh, beta-karoten akan diubah menjadi vitamin A. Nah, vitamin A dibutuhkan oleh mata untuk memproduksi pigmen tertentu agar retina berfungsi dengan baik.
Selain itu, tomat mengandung senyawa lutein yang berpotensi mengatasi degenerasi makula. Ini karena lutein dari wortel memiliki sifat antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas dan mencegah perkembangan degenerasi makula.
Manfaat jus tomat dan wortel selanjutnya adalah melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit. Hal ini karena wortel dan tomat mengandung serat.
Serat yang terdapat di dalam jus ini bersifat menyerap air sehingga melembutkan konsistensi feses. Dengan begitu, feses mudah dikeluarkan dan BAB lebih rutin.
Selain itu, studi dalam The American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa makanan kaya serat dapat berpotensi mengurangi risiko kanker kolorektal (usus besar).
Jus tomat dan wortel juga memiliki manfaat menjaga kesehatan jantung karena kandungan kalium.
Kalium mampu merilekskan otot pembuluh darah sehingga menurunkan tekanan darah tinggi, kondisi yang merupakan faktor risiko penyakit jantung.
Tidak hanya itu, buah tomat juga mengandung likopen yang diketahui mampu mengontrol tekanan darah.
Studi dalam European Journal of Preventive Cardiology mengungkapkan bahwa rutin mengonsumsi tomat dapat menurunkan tekanan darah tinggi dan mengurangi risiko hipertensi hingga 36 persen.
Selain dapat menyehatkan jantung, jus wortel dan tomat bisa menjadi salah satu pilihan jus untuk diet.
Manfaat jus tomat dan wortel ini berasal dari kandungan serat yang dapat membuat perut kenyang lebih lama dan mengurangi asupan kalori berlebih.
Untuk mendapatkan manfaat tomat dan wortel ini, pilihlah jus yang tidak mengandung gula tambahan. Minuman tinggi gula justru dapat menaikkan berat badan.
Manfaat selanjutnya adalah jus tomat dan wortel membantu menurunkan kolesterol tinggi.
Potensi manfaat just ini berasal dari kandungan senyawa antioksidan seperti beta-karoten, flavonoid, likopen, dan polifenol pada buah tomat
Penelitian dalam jurnal Phytotherapy Research menyebutkan kandungan senyawa antioksidan pada tomat dapat menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida serta meningkatkan kolesterol baik (HDL).
Selain itu, wortel mengandung serat larut. Jenis serat ini mampu mengurangi penyerapan kolesterol dan berkontribusi menurunkan kadar kolesterol.
Minum jus tomat juga dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Manfaat ini disebutkan dalam studi yang diterbitkan oleh Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition.
Dalam studi tersebut, wanita yang mengonsumsi jus tomat atau makan tomat 30 menit sebelum makan makanan berkarbohidrat mengalami penurunan kadar gula darah setelah makan.
Hal ini karena tomat mengandung serat yang mampu memperlambat penyerapan karbohidrat sehingga tidak membuat gula darah melonjak drastis.
Tak hanya itu, kandungan beta-karoten pada wortel juga dapat mengurangi resistensi insulin. Alhasil, tubuh dapat mengubah gula darah menjadi energi dengan lebih efektif.

Manfaat jus tomat dan wortel selanjutnya adalah berpotensi menurunkan risiko penyakit kanker.
Beta karoten dan likopen dalam jus ini memiliki sifat antioksidan yang melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas yang bisa memicu pertumbuhan sel kanker.
Namun, para ahli masih perlu melakukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikkan manfaat tomat dan wortel dalam mengurangi risiko kanker.
Jus tomat dan wortel juga bermanfaat untuk meningkatkan fungsi otak. Manfaat jus tomat dan wortel ini berasal dari kandungan flavonoid.
Mengutip Harvard Health, buah dan sayuran yang mengandung flavonoid dapat membantu melindungi sel-sel otak dari kerusakan akibat radikal bebas.
Selain itu, flavonoid mampu meningkatkan aliran darah ke otak serta menghentikan penumpukan plak beta-amiloid pada otak yang menjadi salah satu penyebab penyakit Alzheimer.
Tidak hanya mampu meningkatkan kesehatan tubuh, minum jus tomat dan wortel membantu menjaga kesehatan kulit.
Salah satu manfaat jus tomat dan wortel yakni mencegah penuaan kulit karena kandungan vitamin C yang tinggi.
Vitamin C dapat bertindak sebagai antioksidan untuk melindungi sel kulit dari radikal bebas, yang menjadi faktor pemicu munculnya tanda penuaan kulit.
Selain itu, vitamin ini dapat merangsang pembentukan kolagen yang berperan dalam memperbaiki jaringan kulit dan meningkatkan elastisitas kulit, sehingga kulit tampak kencang.
Artikel terkait

Untuk mendapatkan manfaat dari minuman ini, ikuti langkah berikut untuk membuat jus wortel dan tomat.
Bahan
Cara membuat
Meski memiliki banyak manfaat, jadikan jus buah dan sayuran ini hanya sebagai camilan. Lengkapi kebutuhan nutrisi harian Anda dengan mengonsumsi makanan padat lainnya seperti ikan, daging, ayam, atau telur.
Ringkasan
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Feng, L., Nie, K., Jiang, H., & Fan, W. (2019). Effects of lutein supplementation in age-related macular degeneration. PLoS One, 14(12), e0227048.
Kunzmann, A. T., Coleman, H. G., Huang, W. Y., Kitahara, C. M., Cantwell, M. M., & Berndt, S. I. (2015). Dietary fiber intake and risk of colorectal cancer and incident and recurrent adenoma in the Prostate, Lung, Colorectal, and Ovarian Cancer Screening Trial. The American journal of Clinical Nutrition, 102(4), 881-890.
Murcia-Lesmes, D., Domínguez-López, I., Laveriano-Santos, E. P., Tresserra-Rimbau, A., Castro-Barquero, S., Estruch, R., … & Lamuela-Raventós, R. M. (2024). Association between tomato consumption and blood pressure in an older population at high cardiovascular risk: observational analysis of PREDIMED trial. European Journal of Preventive Cardiology, 31(8), 922-934.
Li, H., Chen, A., Zhao, L., Bhagavathula, A. S., Amirthalingam, P., Rahmani, J., … & Yin, X. (2020). Effect of tomato consumption on fasting blood glucose and lipid profiles: a systematic review and meta‐analysis of randomized controlled trials. Phytotherapy research, 34(8), 1956-1965.
Saito, Y., Nitta, A., Imai, S., Kajiyama, S., Miyawaki, T., Ozasa, N., … & Fukui, M. (2020). Tomato juice preload has a significant impact on postprandial glucose concentration in healthy women: A randomized cross-over trial. Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition, 29(3), 491-497.
The thinking on flavonoids. (2023). Retrieved 04 June 2024, from https://www.health.harvard.edu/mind-and-mood/the-thinking-on-flavonoids
Lampousi, A. M., Lundberg, T., Löfvenborg, J. E., & Carlsson, S. (2024). Vitamins C, E, and beta-carotene and risk of type 2 diabetes: a systematic review and meta-analysis. Advances in Nutrition, 100211.
Versi Terbaru
11/06/2024
Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala
Ditinjau secara medis oleh
dr. Patricia Lukas Goentoro
General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)