Minum Jus Setiap Hari, Apa Efeknya bagi Kesehatan?

Minum Jus Setiap Hari, Apa Efeknya bagi Kesehatan?

Bagi sebagian orang, jus buah jadi salah satu minuman favorit karena rasanya yang menyegarkan dan dianggap sehat. Namun, benarkah minum jus setiap hari baik untuk kesehatan? Ketahui faktanya dalam penjelasan berikut.

Apakah sehat minum jus setiap hari?

Minum jus buah setiap hari tidak sesehat yang Anda kira, bahkan kebiasaan ini berisiko menimbulkan masalah kesehatan.

Risiko kesehatan ini utamanya akibat konsumsi jus buah yang tinggi gula, terutama jus yang ditambahkan banyak gula cair, susu kental manis, atau pemanis lainnya.

Meski jus mengandung vitamin dan antioksidan, jumlah gula atau pemanis tambahan yang besar tak lagi membuat jus menyehatkan.

Konsumsi jus buah tinggi gula setiap hari bisa sama berbahayanya dengan terlalu sering minuman bersoda atau kemasan.

Minuman manis bisa menyebabkan masalah gigi dan mulut, mulai dari gigi berlubang, gigi menguning, hingga gigi sensitif.

Jika Anda diet dengan menjadikan jus sebagai pengganti makanan utama, cara ini justru bisa menambah berat badan.

Dampak yang paling serius dari konsumsi jus buah manis setiap hari adalah meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan kanker.

Risiko minum jus buah setiap hari

Berikut ini penjelasan lengkap seputar risiko minum jus buah setiap hari.

1. Meningkatkan risiko diabetes

cek gula darah saat puasa glukosuria

Buah-buahan sebenarnya sudah mengandung gula alami. Gula alami yang terdapat pada buah-buahan adalah fruktosa.

Sebagian fruktosa akan diolah menjadi glukosa sebagai sumber energi, sebagian yang berlebih akan diubah menjadi lemak oleh hati.

Jika menambahkan pemanis pada jus, seperti gula cair atau susu kental manis, minum jus pun jadi memberikan asupan gula berlebih.

Asupan gula yang berlebihan dapat membuat kadar gula darah melonjak.

Apabila minum jus tinggi gula Anda jadikan kebiasaan setiap hari, Anda berisiko mengalami penyakit metabolik, seperti diabetes.

2. Meningkatkan berat badan

Meski kaya mineral dan vitamin, jus buah sebenarnya lebih rendah serat dibandingkan buah utuh.

Proses pembuatan jus bisa menghancurkan serat dalam buah. Alhasil, buah jadi lebih cepat dicerna dan diserap oleh tubuh.

Anda pun jadi cepat lapar saat diet dan sulit mengontrol nafsu makan, apalagi jika jus buah menjadi makanan utama Anda.

Minum jus buah tidak membuat Anda merasa kenyang lebih lama selayaknya makan buah-buahan utuh.

Jika gampang lapar saat diet, Anda cenderung untuk ngemil atau makan lebih banyak sehingga asupan kalori berlebih.

Jadi, minum jus buah setiap hari saat diet malah berisiko membuat berat badan bertambah.

3. Merusak gigi

Minum jus buah yang diberi pemanis tambahan atau buatan. berisiko meningkatkan kerusakan gigi permanen.

Menurut American Dental Association (ADA), kebanyakan minuman manis dapat membuat gigi menjadi kekuningan, gigi berlubang, dan gigi sensitif.

Minuman asam seperti jus apel dan jeruk bahkan dapat menyebabkan erosi email gigi, yakni lapisan terluar pelindung gigi.

Anda sebaiknya hanya menjadikan jus buah dengan gula sebagai camilan sesekali daripada mengonsumsinya setiap hari.

4. Meningkatkan risiko kanker

Sebuah riset dari dalam BMJ (2019) mengamati pengaruh konsumsi minuman bergula, termasuk jus buah 100%, pada 2.193 orang yang rata-rata berusia 59 tahun.

Hasil riset mengungkapkan konsumsi 100 ml minuman manis setiap hari meningkatkan risiko kanker hingga sebesar 18 persen.

Sementara itu, risiko terjadinya kanker payudara bisa meningkat sebesar 22 persen.

Peneliti juga menganalisis risiko minum jus buah 100% secara terpisah.

Peneliti mencatat bahwa kebiasaan minum jus buah setiap hari meningkatkan risiko kanker secara keseluruhan, termasuk kanker payudara.

Tips sehat untuk minum jus buah

obat impotensi

Tenang saja, bukan berarti Anda sama sekali tidak boleh minum jus buah.

Untuk menghindari bahayanya, Anda sebaiknya tidak minum jus buah setiap hari, dan terapkanlah tips berikut ini.

  • Buat sendiri jus buah di rumah supaya Anda tahu betul komposisinya.
  • Hindari menambahkan gula, susu kental manis, atau pemanis buatan.
  • Tambahkan bahan alami untuk menambah cita rasa, contoh madu, kayu manis, daun mint, atau jahe.
  • Minum jus buah hanya sesekali saja sebagai camilan.

Utamakan mengonsumsi buah-buahan utuh dibandingkan jus buah.

Buah utuh dan segar kaya zat gizi juga serat. Kandungan serat ini dapat membantu Anda merasa kenyang lebih lama.

Serat dalam buah juga dapat membantu mengurangi kolesterol dan dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Patricia Lukas Goentoro

General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)


Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana · Tanggal diperbarui 14/11/2022

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan