Minum Jus Buah Setiap Hari Belum Tentu Sehat. Kenapa Begitu?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bagi sebagian masyarakat, jus buah merupakan satu minuman favorit. Hal ini disebabkan karena rasanya yang menyegarkan dan dianggap sehat bagi kebanyakan orang. Namun, tidak banyak orang yang sadar bahwa jus buah memiliki kadar gula yang tinggi. Bahkan ada beberapa jus yang mungkin memiliki kandungan gula dan kalori yang mendekati minuman bersoda pada umumnya. Kadar vitamin dan antioksidan pada jus tidak dapat menutupi tingginya kadar gula pada minuman tersebut.

Hati-hati dengan jus buah yang kadar gulanya tinggi

Saat Anda makan buah yang tidak dijus, maka butuh usaha untuk mengunyah dan menelan buah tersebut. Kadar gula yang ada pada buah juga berikatan dengan struktur serat yang akan pecah ketika dicerna secara perlahan pada saluran pencernaan. Karena berbagai alasan tersebut, kadar gula yang terdapat pada buah akan diserap ke organ hati dalam jumlah yang tidak terlalu banyak dan bisa dicerna oleh hati dengan baik.

Namun, bila Anda mengonsumsi jus buah, Anda mungkin mengonsumsi beberapa buah sekaligus dalam segelas jus buah. Hal ini menyebabkan gula yang diserap akan berlebihan dan diolah oleh hati dalam jumlah yang besar.

Gula yang terdapat pada buah-buahan adalah fruktosa. Hati adalah satu-satunya organ yang dapat mengolah fruktosa dalam jumlah besar. Saat hati mengolah fruktosa dalam jumlah berlebihan, sebagian dapat diubah menjadi lemak.

Di samping kadar fruktosa dalam buah, saat membuat jus, Anda mungkin menambahkan pemanis seperti gula pasir atau susu kental manis. Nah, hal inilah yang diam-diam membuat jus buah Anda jadi kurang sehat.

Walaupun jus buah dalam jumlah yang sedikit dapat terbilang aman bagi orang sehat dan aktif, bila dikonsumsi berlebihan hal ini dapat berdampak buruk bagi orang yang obesitas atau memiliki penyakit metabolik lainnya seperti diabetes (kencing manis), karena kadar gula pada jus buah yang tinggi dapat memperberat penyakitnya.

jus buah sehat

Efek jus buah terhadap berat badan

Berbagai macam makanan dan minuman yang Anda konsumsi bisa memberikan berbagai macam efek terhadap rasa lapar. Saat Anda mengonsumsi makanan padat, maka otak akan bereaksi dengan menimbulkan rasa kenyang.

Namun, menurut penelitian, saat Anda minum minuman yang cair seperti jus buah, hal ini tidak memengaruhi rasa kenyang. Akibatnya, meskipun jus buah Anda sudah tinggi kalori, Anda tidak akan merasa kenyang seperti makan makanan padat. Hal ini bisa membuat Anda akhirnya minum lebih banyak atau ngemil makanan lain. Tentu akibatnya adalah Anda akan menerima asupan kalori yang lebih banyak.

Terlalu banyak asupan kalori yang tidak dibakar menjadi energi akan berdampak pada penambahan berat badan. Jadi, alih-alih menurunkan berat badan, minum jus secara berlebihan justru bisa membuat berat badan Anda bertambah.

Makan buah asli lebih baik daripada minum jus buah

Secara keseluruhan, minum jus buah aman bagi sebagian orang. Namun, bagi orang lain dengan penyakit tertentu seperti diabetes dan berat badan berlebih, lebih baik mengonsumsi buah asli secara utuh daripada mengonsumsi jus buah. Hal ini bertujuan agar Anda dapat tetap mengonsumsi vitamin dan antioksidan yang terdapat dalam buah dengan aman dan terhindar dari kadar gula berlebih.

Tips sehat untuk minum jus buah

Tenang saja, bukan berarti Anda sama sekali tidak boleh minum jus buah. Untuk menyiasati bahaya terselubung dari jus buah, Anda bisa terapkan tips-tips berikut.

  • Buat sendiri jus buah favorit Anda di rumah supaya Anda tahu betul komposisinya.
  • Hindari pakai gula atau pemanis buatan.
  • Tambahkan bahan alami untuk menambah cita rasa. Misalnya dengan madu, kayu manis, daun mint, atau jahe

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Manfaat Daun Mimba (Intaran), Tanaman Obat yang Serba Guna

Pohon mimba ternyata memiliki sejuta mnfaat, bukan hanya daun mimba saja lho. Yuk simak apa saya manfaat daun mimba dan bagian lainnya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Herbal A-Z 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Makanan dan Minuman Sehat yang Mengandung Bakteri Asam Laktat

Tahukah Anda kalau makanan yang mengandung bakteri asam laktat menyehatkan? Makanan apa saja itu? Mari simak jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Penyebab Kumis dan Jenggot Tidak Tumbuh pada Sebagian Pria

Tak semua pria itu sama. Ada yang brewokan dan kumisan, tapi ada juga yang tidak tumbuh jenggot dan kumis di wajahnya. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Obat Kumur Bisa Mengobati Sariawan?

Banyak orang menggunakan obat kumur sebagai pengganti obat sariawan. Apa saja kandungan dalam obat kumur? Benarkah bisa mengobati sariawan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit


Direkomendasikan untuk Anda

jenis tambal gigi

4 Jenis Tambalan Gigi dan Prosedur Pemasangannya di Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Apa Fungsi Obat Methylprednisolone

Obat Penambah Tinggi Badan, Apakah Benar Bisa Membuat Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
luka gatal mau sembuh

Kenapa Biasanya Luka Terasa Gatal Kalau Mau Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
luka di vagina

Cara Aman Mengobati Luka dan Lecet di Vagina

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit