home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Makan Buah Segar vs Minum Jus Buah, Mana yang Lebih Sehat?

Makan Buah Segar vs Minum Jus Buah, Mana yang Lebih Sehat?

Tidak diragukan lagi, tentunya akan banyak manfaat yang Anda dapatkan jika rutin makan buah. Tetapi sekarang ini lebih banyak orang yang lebih memilih minum jus ketimbang memakan buah. Entah karena praktis, tidak merepotkan, atau bisa Anda dapatkan di mana pun. Namun, benarkan minum jus buah itu baik? Mana yang lebih sehat minum jus atau makan buah segarnya langsung?

Minum jus buah lebih sehat daripada makan buah segar, apakah benar?

Jus buah memang sangat praktis, bisa diminum di mana pun dan bahkan tidak susah untuk didapatkan. Selain itu, banyak orang yang lebih menyukai minum jus karena rasanya yang manis dan mempunyai kandungan yang sama seperti buah yang asli.

Tapi tahukah Anda bahwa jus buah yang Anda minum tidak sesehat yang Anda pikirkan? Berikut adalah alasan mengapa Anda harus memilih makan buah segar dibanding minum jus buah.

Rasa jus buah memang seperti buah aslinya, tetapi bisa jadi dari perasa buatan

Hampir semua produk jus buah yang dijual di pasar swalayan menyatakan bahwa produk tersebut adalah ekstrak alami yang didapatkan dari buah, bukan hanya sekadar perasa makanan tambahan.

Ya, jus dalam kemasan memang mengandung eksrak buah asli. Akan tetapi pertanyaannya, berapa banyak kandungan ekstrak tersebut?

Ternyata, tidak 100% kandungan dalam jus kemasan merupakan esktrak dari buah aslinya. Semua ditambahkan zat aditif untuk menguatkan rasa buah.

Zat aditif yang ada dalam jus kemasan juga lebih banyak dan beragam, contohnya seperti zat pengawet.

Sudah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa terlalu sering mengonsumsi zat aditif dalam makanan atau minuman dapat meningkatkan risiko terhadap penyakit jantung koroner, kanker, dan penyakit degeneratif lain.

Jus buah mengandung sedikit serat, tetapi banyak gula

Salah satu alasan mengapa Anda harus makan buah karena buah mengandung lebih banyak serat daripada minum jus. Serat sangatlah baik untuk kesehatan, khususnya kesehatan pencernaan.

Nah, bila Anda menggantikan buah segar dengan minum jus kemasan, serat yang akan Anda dapatkan tidak akan sebanding dengan serat yang ditemui dalam buah segar.

Salah satu zat terbesar yang ada pada jus buah kemasan adalah gula. Dalam sekitar 350 ml jus apel, terdapat kandungan gula sebesar 39 gram atau setara dengan 10 sendok teh.

Padahal, anjuran konsumsi gula dalam sehari paling banyak hanya mencapai enam sendok teh saja. Sehingga, tidak heran minum jus buah hanya akan membuat kondisi kesehatan Anda memburuk dan meningkatkan risiko penyakit diabetes mellitus tipe 2.

Hal ini bahkan telah dibuktikan dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Harvard School of Public Health.

Dalam penelitian itu, ditemukan bahwa orang yang lebih memilih minum jus daripada makan buah asli, kian berisiko mengalami penyakit diabetes. Sedangkan kebiasaan makan buah segar justru menurunkan risiko diabetes tipe 2.

Lalu apakah jus buatan sendiri lebih sehat jika dibandingkan dengan makan buah?

Tetap saja, masih lebih baik untuk memakan buahnya langsung ketimbang dengan minum jus buah, meskipun jus buah yang Anda buat sendiri menggunakan sumber buah yang segar dan tanpa gula sedikit pun. Mengapa begitu?

Jawabannya karena jika Anda makan buah, Anda diharuskan mengunyah semua potongan buah tersebut.

Dengan mengunyah buah perlahan, maka zat-zat gizi, termasuk gula yang terkandung di dalam buah akan dicerna dan dipecah secara bertahap.

Pemecahan gula akan terjadi pertama di mulut, lalu di lambung, dan berakhir pada penyerapan di usus kecil. Hal ini membuat gula lebih lama diserap dan tidak begitu cepat berubah menjadi gula darah.

Sedangkan, bila Anda memilih minum jus daripada makan buah, semua zat gizi akan mudah masuk ke dalam sistem pencernaan dan diserap oleh tubuh lebih cepat.

Kondisi tersebut membuat gula darah sangat cepat naik dan berubah. Gula darah yang sering naik bisa membuat kadar lemak Anda juga meningkat. Hal ini tentu saja bisa menyebabkan penyakit jantung, diabetes, serta penyakit degeneratif lainnya.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Skip the juice, go for whole fruit. (2013). Harvard Gazette. Retrieved 25 June 2021, from at: http://news.harvard.edu/gazette/story/2013/08/reduce-type-2-diabetes-risk/

What’s more nutritious, orange juice or an orange? It’s complicated. (2015). The Salt: NPR. Retrieved 25 June 2021, from http://www.npr.org/sections/thesalt/2015/01/22/378920980/for-more-nutrients-drink-oj-or-eat-an-orange-it-s-not-so-clear-cut

aeh, D., Minehira, K., Schwarz, J. M., Periasamy, R., Park, S., & Tappy, L. (2005). Effect of fructose overfeeding and fish oil administration on hepatic de novo lipogenesis and insulin sensitivity in healthy men. Diabetes, 54(7), 1907–1913. Retrieved 25 June 2021.

Holt, S. H., Miller, J. C., Petocz, P., & Farmakalidis, E. (1995). A satiety index of common foods. European journal of clinical nutrition, 49(9), 675–690. Retrieved 25 June 2021.

Stanhope, K. L., Schwarz, J. M., et al. (2009). Consuming fructose-sweetened, not glucose-sweetened, beverages increases visceral adiposity and lipids and decreases insulin sensitivity in overweight/obese humans. The Journal of clinical investigation, 119(5), 1322–1334. Retrieved 25 June 2021.

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M Diperbarui 2 hari lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro