home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Manfaat Daging Kalkun yang Jarang Diketahui

5 Manfaat Daging Kalkun yang Jarang Diketahui

Konsumsi kalkun di Indonesia belum begitu populer, terutama karena unggas ini jarang dijual di pasaran. Padahal, jika ditilik lebih jauh, kandungan daging kalkun sebenarnya memiliki manfaat yang berlimpah bagi kesehatan. Simak selengkapnya berikut ini!

Kandungan gizi daging kalkun

Kalkun merupakan jenis unggas berukuran besar yang berasal dari Amerika Utara. Di wilayah asalnya, hewan ini kerap diburu di alam liar atau dikembangbiakkan dalam jumlah besar di peternakan.

Ada dua macam daging kalkun, yakni daging yang berwarna putih dan daging yang lebih gelap. Daging putih berasal dari bagian dada dan sayap, sedangkan daging yang lebih gelap diambil dari bagian paha dan kaki yang lebih berotot.

Meskipun padat gizi, sayangnya tidak banyak informasi rinci mengenai kandungan gizi ayam kalkun. Di bawah ini kandungan gizi yang telah diketahui dari sepotong dada kalkun seberat 100 gram.

  • Energi: 107 kkal
  • Protein: 19,6 gram
  • Lemak: 1,8 gram
  • Karbohidrat: 0 – 3,6 gram
  • Natrium: 821 miligram
  • Kolesterol: 45 miligram

Sebagai perbandingan, daging kalkun yang gelap cenderung lebih padat dibandingkan daging putih. Berikut kandungan gizi yang ada dalam 100 gram daging kalkun gelap.

  • Energi: 203 kkal
  • Protein: 27,6 gram
  • Lemak: 6 gram
  • Karbohidrat: 0 gram

Selain zat gizi yang telah disebutkan di atas, daging kalkun juga mengandung sejumlah vitamin dan mineral. Beberapa di antaranya yakni vitamin B3, B6, B12, selenium, kolin, dan zinc.

Manfaat daging kalkun bagi kesehatan

daging kalkun

Selain lezat dan mengenyangkan, daging kalkun juga memiliki sejumlah khasiat bagi tubuh. Berikut berbagai kebaikan yang bisa Anda dapatkan dari mengonsumsi bahan makanan ini.

1. Membentuk dan memelihara jaringan tubuh

Kalkun adalah salah satu contoh makanan tinggi protein. Saat Anda makan satu potong daging kalkun seberat 50 gram, ini sudah dapat memenuhi sekitar 25% kebutuhan protein harian Anda.

Protein merupakan zat gizi penting dalam pertumbuhan dan pemeliharaan berbagai jaringan tubuh, mulai dari otot, tulang, darah, hingga saraf pada otak. Kecukupan asupan protein akan menjaga kesehatan seluruh jaringan ini berikut fungsi-fungsinya.

2. Membantu menurunkan berat badan

Rupanya bukan hanya makanan tinggi serat yang bisa membantu menurunkan berat badan. Daging kalkun pun memiliki manfaat serupa. Kandungan protein di dalamnya berperan sebagai cadangan energi bagi tubuh Anda selama diet.

Selain itu, makanan padat protein seperti daging kalkun juga membuat Anda kenyang lebih lama sehingga Anda tidak makan berlebihan. Supaya manfaat lebih optimal, pastikan daging kalkun yang Anda pilih berasal dari bagian dada yang bebas lemak.

3. Menjadi alternatif bagi daging merah

Daging merah merupakan salah satu sumber terbaik dari vitamin B12. Namun, banyak penelitian menunjukkan bahwa konsumsi daging merah dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker usus besar.

Guna memperkecil risiko kedua penyakit tersebut, sesekali cobalah mengganti daging merah dengan alternatif yang lebih sehat seperti kalkun. Pilihlah daging tanpa kulit agar Anda bisa meraup manfaat kalkun tanpa mendapatkan asupan lemak berlebih.

4. Manfaat daging kalkun sebagai penambah energi

Daging kalkun kaya akan vitamin B kompleks, khususnya vitamin B3, B6, dan B12. Dua potong tebal daging kalkun dapat memenuhi 61% persen kebutuhan vitamin B3, 49% kebutuhan vitamin B6, dan 29% kebutuhan vitamin B12.

Semua vitamin B mempunyai satu fungsi utama, yakni membantu proses pembentukan energi. Sementara protein pada daging kalkun berubah menjadi cadangan energi, tubuh Anda tetap mendapatkan energi utama berkat adanya vitamin B kompleks.

5. Membantu menstabilkan mood

Daging kalkun mengandung triptofan, salah satu asam amino yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Senyawa ini tergolong sebagai asam amino esensial. Ini berarti tubuh tidak bisa membuatnya sendiri dan harus mendapatkannya dari makanan.

Fungsi triptofan yaitu membantu pembentukan vitamin B3 dan serotonin, dua zat yang berperan dalam menstabilkan mood. Selain itu, serotonin juga menimbulkan perasaan bahagia, meredakan kecemasan, dan bisa membantu mengatasi stres.

Daging kalkun merupakan salah satu sumber terbaik dari protein, vitamin B kompleks, serta berbagai mineral. Bahan makanan ini membantu memelihara jaringan tubuh dan berperan penting dalam pembentukan energi.

Meski begitu, perlu diingat bahwa kalkun yang sudah diproses biasanya mengandung lebih banyak lemak dan garam. Agar tubuh tetap sehat, sebisa mungkin pilihlah kalkun yang masih segar dan hindari konsumsi yang berlebihan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Turkey breast. (2019). Retrieved 5 March 2021, from https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/588951/nutrients

Berg JM, Tymoczko JL, Stryer L. Biochemistry. 5th edition. New York: W H Freeman; 2002. Chapter 3, Protein Structure and Function. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK21177/

Te Morenga, L., & Mann, J. (2012). The role of high-protein diets in body weight management and health. The British journal of nutrition, 108 Suppl 2, S130–S138. https://doi.org/10.1017/S0007114512002437

Aykan N. F. (2015). Red Meat and Colorectal Cancer. Oncology reviews, 9(1), 288. https://doi.org/10.4081/oncol.2015.288

Meyer-Ficca, M., & Kirkland, J. B. (2016). Niacin. Advances in nutrition (Bethesda, Md.), 7(3), 556–558. https://doi.org/10.3945/an.115.011239

Jenkins, T. A., Nguyen, J. C., Polglaze, K. E., & Bertrand, P. P. (2016). Influence of Tryptophan and Serotonin on Mood and Cognition with a Possible Role of the Gut-Brain Axis. Nutrients, 8(1), 56. https://doi.org/10.3390/nu8010056

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari
Tanggal diperbarui 3 minggu lalu
x