home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Dikenal Berkolesterol Tinggi, Ternyata Ini Beragam Manfaat Daging Kepiting

Dikenal Berkolesterol Tinggi, Ternyata Ini Beragam Manfaat Daging Kepiting

Banyak orang menghindari kepiting karena dianggap tinggi kolesterol. Namun ternyata, banyak manfaat kepiting yang diperlukan oleh tubuh. Yuk simak apa saja kandungan kepiting yang penting bagi tubuh.

Kandungan gizi dalam kepiting

Menurut Data Komposisi Pangan Kemenkes, dalam 100 gram daging kepiting segar memiliki kandungan gizi sebagai berikut.

  • Energi: 151 kalori
  • Protein: 13,8 gr
  • Lemak: 3,8 gr
  • Kalsium: 210 mg
  • Fosfor: 250 mg
  • Vitamin A: 61 mcg
  • Vitamin B1: 0,05 mg
  • Kolesterol: 78 mg

Selain beragam nutrisi di atas, kepiting juga mengandung nutrisi penting lainnya seperti asam folat,vitamin B kompleks, serta berbagai mineral (kalium, magnesium, zat besi, yodium, selenium, zinc, dan mangan).

Selain itu, kepiting juga kaya akan lemak menyehatkan dalam bentuk omega-3. Dengan mengonsumsi 100 gram daging kepiting, Anda sudah memenuhi 45% kebutuhan omega-3 dalam sehari.

Omega-3 adalah zat yang tidak diproduksi oleh tubuh. Oleh karena itu, konsumsi kepiting dapat membantu Anda memenuhi kebutuhan asupannya.

Manfaat kepiting untuk kesehatan

Selain lezat, kandungan nutrisi pada kepiting juga memiliki manfaat antara lain sebagai berikut.

1. Membantu memelihara kesehatan jantung

Tidak semua lemak berefek buruk bagi kesehatan. Kepiting justru memiliki lemak yang baik untuk kesehatan jantung.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Harvard Medical School, lemak yang ada pada daging kepiting dapat membantu menjaga kolesterol, sehingga Anda dapat terhindar dari penyakit jantung.

2. Baik untuk kesehatan otak

Seiring bertambahnya usia, daya ingat mulai menurun. Anda dapat mencegahnya dengan mengonsumsi omega-3 yang terdapat pada kepiting.

Menurut penelitian Marianna Mazza dari Catholic University of Sacred Heart, Italia, omega-3 yang ada pada kepiting dapat membantu meningkatkan daya ingat, kecerdasan, serta menjaga kesehatan sistem saraf.

3. Mendorong kinerja sistem kekebalan tubuh

Ternyata, buah dan sayur bukanlah satu-satunya bahan makanan yang dapat menunjang sistem kekebalan tubuh. Seafood seperti kepiting juga memiliki kandungan vitamin C.

Vitamin C dalam kepiting dapat dimanfaatkan oleh tubuh untuk mengganti sel-sel yang rusak dan menjaga sistem kekebalan tubuh.

4. Sebagai antioksidan

Selain karena kandungan vitamin C, manfaat kepiting untuk menjaga kekebalan tubuh juga didukung oleh kandungan selenium yang dimilikinya.

Selenium merangsang aktivitas sistem kekebalan tubuh serta bertindak sebagai antioksidan yang melindungi tubuh dari penyakit akibat peradangan seperti arthritis, asam urat, dan penyakit pada saluran pencernaan.

5. Membantu menurunkan berat badan

Bosan dengan makanan yang itu-itu saja dalam program diet Anda? Kepiting mungkin bisa menjadi alternatifnya.

Makanan laut yang satu ini rendah kalori tapi kaya protein dan lemak baik. Keduanya akan membuat Anda merasa kenyang lebih lama dan mencegah Anda mengonsumsi makanan secara berlebihan.

6. Membantu menjaga kesehatan tulang

Manfaat kepiting selanjutnya adalah untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi. Hal ini karena kandungan zink yang terdapat di dalamnya.

Selain kalsium, zink adalah jenis mineral yang juga dibutuhkan oleh tubuh terutama bagi ibu hamil dan anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.

7. Membantu memperbaiki jaringan tubuh yang rusak

Manfaat kepiting yang tidak kalah penting lainnya adalah sebagai sumber protein. Hal ini karena kepiting memiliki kandungan protein yang sangat tinggi di antara makanan lainnya.

Protein sangat penting bagi tubuh untuk menghasilkan energi, memproduksi hormon dan enzim, serta memperbaiki jaringan tubuh yang rusak.

Konsumsilah kepiting dalam jumlah yang wajar

Meskipun memiliki sejumlah manfaat bagi tubuh, Anda tidak boleh makan berlebihan

Ini karena kepiting memiliki kolesterol yang cukup tinggi. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda mengonsumsi kepiting dalam jumlah yang wajar.

Selain itu, perhatikan pula reaksi alergi yang mungkin dialami oleh sebagian orang akibat mengonsumsi kepiting dan makanan laut lainnya.

Reaksi alergi yang mungkin terjadi antara lain adalah:

  • gatal-gatal,
  • mual dan muntah,
  • diare,
  • hidung tersumbat, dan
  • kepala pusing.

Dalam kondisi yang parah, alergi kepiting bisa menyebabkan sesak nafas dan hilang kesadaran.

Jika mengalami reaksi alergi, sebaiknya Anda berhenti mengonsumsi kepiting dan segera berkonsultasi ke dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Basic Report:  15139, Crustaceans, crab, blue, raw. https://ndb.nal.usda.gov/ndb/foods/show/15139?fgcd=&manu=&format=&count=&max=25&offset=&sort=default&order=asc&qlookup=crab&ds=SR&qt=&qp=&qa=&qn=&q=&ing= Accessed on February 25, 2021.

The nutritional and healthy facts about shellfish. http://www.shellfish.org.uk/files/Healthy-Eating/72471SAGB%20crab%20factsheet%20final.pdf Accessed on February 25, 2021.

7 Incredible Crab Benefits. https://www.organicfacts.net/health-benefits/animal-product/health-benefits-crab.html Accessed on February 25, 2021.

Mazza M. (2007, January 30). Omega-3 fatty acids and antioxidants in neurological and psychiatric diseases: an overview. PubMed. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16938373/ Accessed on February 25, 2021.

Mozaffarian, D. (2011, November 8). Omega-3 fatty acids and cardiovascular disease: Effects on risk factors, molecular pathways, and clinical events. PubMed. Accessed on February 25, 2021.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari
Tanggal diperbarui 3 minggu lalu
x