home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Manfaat yang Bisa Didapatkan dari Konsumsi Buah Duwet

5 Manfaat yang Bisa Didapatkan dari Konsumsi Buah Duwet

Sebagian dari Anda mungkin belum familiar dengan buah duwet. Buah yang juga dikenal sebagai buah jamblang ini bentuknya menyerupai buah anggur, dengan rasa yang sepat dan cenderung asam. Simak kandungan gizi dan manfaat dari buah duwet berikut ini.

Kandungan nutrisi dalam buah duwet

kandungan dan manfaat buah duwet atau jamblang atau java plum

Meski tidak terlalu dikenal, buah ini mengandung banyak zat gizi yang tentunya dapat memberikan khasiat yang menyehatkan. Dalam penyajian sebanyak 100 gram, inilah kandungan gizi yang ditemukan pada buah duwet.

  • Air: 80,2 gram
  • Energi: 80 kalori
  • Karbohidrat: 18,2 gram
  • Serat: 0,9 gram
  • Protein: 0,5 gram
  • Lemak: 0,6 gram
  • Vitamin C: 130 miligram

Buah duwet juga mengandung berbagai mineral yang esensial untuk tubuh seperti kalsium, fosfor, dan kalium. Anda bisa menikmati buah ini dengan langsung memakannya, dijadikan jus, atau dicampur dengan makanan lainnya.

Manfaat buah duwet untuk kesehatan

ilustrasi masalah dan penyakit diare atau mencret

Di bawah ini merupakan berbagai manfaat yang bisa Anda dapatkan dari konsumsi buah duwet.

1. Membantu mengatasi diare

Buah duwet sering digunakan sebagai pengobatan tradisional untuk mengatasi masalah pencernaan, termasuk diare. Ini karena kandungan astringennya yang bersifat antibakteri, sehingga dapat menghambat bakteri dan mengurangi selaput lendir dalam usus.

Untuk penggunaan sebagai obat diare yang akut, biasanya buah ini diambil dagingnya lalu dimasak menjadi selai kental.

2. Membantu menurunkan tekanan darah

Manfaat selanjutnya, buah duwet juga dipercaya dapat membantu menurunkan tekanan darah. Sebab, biji dari buah ini mengandung asam ellagic, salah satu jenis polifenol yang bersifat antioksidan.

Perlu diketahui, stres oksidatif yang disebabkan oleh jumlah radikal bebas yang tidak seimbang dapat memicu naiknya kolesterol LDL. Hal ini dapat berujung pada meningkatnya tekanan darah.

Keberadaan antioksidan dapat mencegah stres oksidatif dengan memproduksi nitrit oksida serta meningkatkan fungsi pembuluh darah sehingga akan menurunkan tekanannya.

Tak hanya antioksidannya, kandungan kalium dalam buah ini juga dapat membuat dinding pembuluh darah lebih rileks dan mencegah Anda dari kram otot.

3. Membantu mengendalikan diabetes

Studi yang dimuat di National Library of Medicine menunjukkan potensi buah duwet dalam mengendalikan diabetes melitus karena kandungan mineralnya yang dapat membantu produksi insulin.

Dalam studi lain yang dipublikasikan pada 2013, ekstrak dari biji buah ini juga memperlihatkan kinerja yang efektif dalam mencegah hiperglikemia dan komplikasi pada hewan-hewan yang memiliki diabetes.

Memang, kemampuan buah duwet untuk menurunkan gula darah masih harus diteliti lebih lanjut. Meski demikian, buah ini bisa menjadi kudapan yang akan membantu mengendalikan gejala diabetes.

4. Menjaga kesehatan kulit

Seperti buah-buahan lainnya, manfaat dari kandungan vitamin C yang ada dalam buah duwet juga akan membantu menjaga kecantikan kulit Anda.

Vitamin C mampu melindungi kulit Anda dari efek stres oksidasi dengan mengirimkan elektron yang akan menetralkan radikal bebas. Selain itu, vitamin C berperan penting dalam produksi kolagen yang akan mempertahankan elastisitas kulit sehingga tampak lebih muda.

5. Menjaga kesehatan gusi dan gigi

Ternyata, kandungan astringen dalam buah duwet tak hanya baik untuk pencernaan tapi juga untuk gusi dan gigi.

Astringen sendiri telah banyak digunakan sebagai perawatan gigi untuk membersihkan, mengencangkan gusi, serta menghilangkan plak dari gigi. Sifat antibakterinya juga dapat membantu mencegah perdarahan gusi.

Anda dapat memanfaatkan kulitnya sebagai ramuan untuk obat kumur. Untuk menyajikannya, Anda bisa merendam kulit buah duwet dan berkumur dengan airnya.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Jambolan. (n.d.). Retrieved 11 February 2021, from https://www.hort.purdue.edu/newcrop/morton/jambolan.html

Potassium Lowers Blood Pressure. (2017). Harvard Health Publishing. Retrieved 11 February 2021, from https://www.health.harvard.edu/heart-health/potassium-lowers-blood-pressure

Naga Raju, G., Sarita, P., Ramana Murty, G., et al., 2006. Estimation of trace elements in some anti-diabetic medicinal plants using PIXE technique. Applied Radiation and Isotopes, 64(8), pp.893-900. Retrieved 11 February 2021.

Radke, U., et. al., 2014. Evaluation of Effect of Astringent on Oral Mucosa as a Non-surgical Preprosthetic Treatment Modality in Edentulous Patients: An In Vivo Study. The Journal of Indian Prosthodontic Society, 14(S1), pp.93-97. Retrieved 11 February 2021.

Shivashankara, A., Prabhu, A., Dsouza, P., Baliga, B., Baliga, M. and Palatty, P., 2013. Antidiabetic and Hypoglycemic Effects of Syzygium cumini (Black Plum). Bioactive Food as Dietary Interventions for Diabetes, pp.537-554. Retrieveed 11 February 2021.

Telang, P., 2013. Vitamin C in dermatology. Indian Dermatology Online Journal, 4(2), p.143. Retrieved 11 February 2021.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui 09/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x