home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Menjawab Pertanyaan Tentang Lansia yang Enggan ke Dokter, Plus Cara Menghadapinya

Menjawab Pertanyaan Tentang Lansia yang Enggan ke Dokter, Plus Cara Menghadapinya

Lansia merupakan kelompok usia yang rentan dengan berbagai jenis penyakit, contohnya penyakit degenaratif. Nah, cara terbaik untuk menjaga kesehatan lansia adalah dengan mengajaknya rutin berkonsultasi ke dokter. Sayangnya, tidak semua tidak semua lansia mau berkunjung ke dokter. Yuk, cari tahu jawaban dari pertanyaan, “kenapa lansia enggan periksa ke dokter” dan “bagaimana tipsnya supaya mereka mau periksa ke dokter” berikut ini

Kenapa lansia enggan periksa kesehatan ke dokter?

stroke pada lansia

Apakah Anda khawatir karena orangtua sering menolak konsultasi ke dokter setiap kali Anda mengajaknya? Tenang, Anda tidak sendiri. Pasalnya, keluhan ini juga dialami banyak orang yang juga merawat lansia. Namun, kenapa lansia sering kali menolak periksa ke dokter.

Guna menjawab pertanyaan tersebut, Orlando Health melakukan survei nasional di Amerika Serikat pada lansia, kenapa meraka tidak mau periksa kesehatan ke dokter, dan berikut hasilnya.

  • Terlalu sibuk dan tidak punya banyak waktu untuk mengunjungi dokter, sebanyak 22 persen.
  • Takut setelah tahu seperti apa kondisi kesehatan yang dialaminya, sebanyak 21 persen.
  • Tidak nyaman ketika menjalani serangkaian tes fisik, terutama pemeriksaan kesehatan di sekitar organ intimnya, sebesar 8 persen.
  • Takut nantinya dokter mengajukan berbagai pertanyaan yang membuat mereka merasa tidak nyaman, contohnya ketika lansia masih saja merokok, padahal kebiasaan tersebut merusak kesehatan. Ada 8 persen lansia yang menjawab pertanyaan tentang hal ini.
  • Tidak ingin mengetahui seberapa parah hasil diagnosis dokter terkait kesehatannya, sebanyak 7 persen.

Kemudian, survei tahun 2014 yang dilakukan oleh CDC di AS, menunjukkan bahwa lansia yang lebih banyak menolak untuk pergi ke dokter adalah pria. Dengan kata lain, lansia wanita lebih mudah Anda ajak periksa ke dokter ketimbang lansia pria.

Tidak hanya itu, survei yang dilakukan pada tahun 2016 oleh Cleveland Clinic menemukan jika sebanyak 53 persen pria memilih tidak membicarakan masalah kesehatannya ke orang lain. Survei tersebut juga menemukan sebanyak 22 persen pria bahkan tidak pernah membahas kondisi kesehatannya dengan siapa pun, termasuk pasangan dan anak mereka.

Tips mengajak orangtua berbicara soal masalah kesehatan lansia

memilih perawat lansia

Merawat lansia pasti membuat benak Anda penuh dengan berbagai pertanyaan seputar kesehatan mereka. Anda bisa saja menemukan informasi dari buku maupun internet. Namun, akan lebih baik lagi jika Anda langsung melakukan konsultasi ke dokter.

Jika orangtua Anda sering menolak memeriksakan diri ke dokter, dan sering mengatakan bahwa tidak ada gunanya menemui dokter, hal tersebut mungkin karena mereka merasa tidak nyaman. Sikap keras kepala yang mereka tunjukkan merupakan cara untuk menutupi segala ketakutannya.

Kunci agar Anda berhasil mengajak lansia periksa kesehatan ke dokter adalah harus bisa membujuk dan menjelaskan padanya mengenai kondisi kesehatan tubuhnya. Berikut ini ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mengajak bicara orangtua Anda seputar masalah kesehatan lansia agar mereka lebih peduli terhadap kesehatannya.

1. Tunjukkan fakta terkait kondisi kesehatannya

Saat Anda mengajak lansia periksa ke dokter, mungkin sebagian lansia akan mengajukan pertanyaan, “Kenapa harus ke dokter? Nggak sakit, kok”. Mereka menggunakan kata-kata tersebut, sebagai jurus untuk menghindari pemeriksaan rutin ke dokter.

Oleh karena itu, Anda perlu mengakalinya. Usahakan Anda selalu melakukan percakapan rutin dengan orangtua terkait kesehatannya. Berpeganglah pada fakta yang terlihat dari dirinya. Jika Anda memperhatikan perubahan dalam kesehatan orangtua Anda, tunjukkan secara perlahan fakta-faktanya.

Katakan sesuatu seperti, “Ayah, ini adalah kali kedua Ayah jatuh bulan ini,” atau “Aku lihat-lihat, Ibu jadi sering sesak napas akhir-akhir ini,”. Berbagai fakta yang Anda beberkan tersebut dapat membantu mereka meningkatkan kesadarannya bahwa ada masalah terkait kesehatannya.

Namun, jangan heran jika orangtua Anda berkilah atau mencoba mengubah topik pembicaraan.

Lindungi Lansia dari Risiko Jatuh Dengan 6 Latihan Keseimbangan Ini

2. Ajukan pertanyaan tentang alasan kenapa lansia tidak mau ke dokter

Selain berbagai alasan yang sudah disebutkan di atas, beberapa orang tua mungkin kebingungan masalah biaya dan harus berkonsultasi ke dokter spesialis apa untuk perawatan terbaiknya. Nah,peran Anda sebagai keluarga atau perawat lansia untuk membantu memecahkan masalah tersebut. Perlu diketahui perawatan lansia dapat dilakukan pada dokter spesialis geriatri.

Supaya orangtua lebih yakin untuk periksa ke dokter, segera tawarkan bantuan Anda selembut dan sesopan mungkin. Misalnya ajukan pertanyaan tentang ini pada lansia, “Ibu nggak mau ke dokter, kenapa?” Anda kemudian bisa menambahkan pernyataan berikut untuk menyakinkannya, “Soal biaya, Ibu tidak perlu khawatir lagi. Aku sudah buatkan asuransi kesehatan, nanti ssuransi yang akan meng-cover biayanya.”

3. Minta bantuan orang lain

Kata-kata Anda mungkin memerlukan waktu untuk orangtua Anda resapi. Jangan terburu-buru, tunggulah dengan sabar selama beberapa saat setelah percakapan pertama Anda selesai. Kemudian dengan lembut sampaikan kekhawatiran Anda.

Namun, sebagian orangtua mungkin akan lebih mendengarkan nasihat dari orang yang memang mereka pecayai, bisa pasangannya, kerabat terdekat, guru spiritual, atau sahabat terbaiknya. Jika saran Anda tidak membuat kemajuan apa pun terhadap orangtua Anda, carilah bantuan dari salah satu orang-orang yang berpengaruh buatnya.

4. Bersikaplah bijaksana

Setelah beragam cara sudah Anda lakukan untuk membujuk orangtua Anda pergi ke dokter, Anda tetap harus pahami jika orangtua Anda mampu mengambil keputusan sendiri. Ingat, orangtua meski sudah masuk usia senja tetap ingin menentukan sikap sendiri. Mereka tetap ingin membuat keputusan.

Jadi pada akhirnya, orangtua Anda memiliki hak untuk membuat keputusan perawatan kesehatannya sendiri. Jika mereka tidak ingin mendapatkan pertolongan, Anda tidak bisa memaksanya menemui dokter. Menyarankan untuk perlahan mengubah kebiasaan buruknya bisa jadi solusi lain untuk menjaga lansia sehat dan bugar.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Lyness, D. (Ed.). (2016, August). Talking to your parents (for kids) – nemours kidshealth. Retrieved March 29, 2021, from https://kidshealth.org/en/kids/talk-parents.html.

Survey finds why most men avoid doctor visits. (2016, June 09). Retrieved March 29, 2021, from https://www.sciencedaily.com/releases/2016/06/160609064534.htm.

Koepp, R. (2020, July 07). How to help older adults who refuse to go to the doctor. Retrieved March 29, 2021, from https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-psychology-aging/202007/how-help-older-adults-who-refuse-go-the-doctor.

Summary Health Statistics: National Health Interview Survey. (2014). https://ftp.cdc.gov/pub/Health_Statistics/NCHS/NHIS/SHS/2014_SHS_Table_A-18.pdf.

Help your parents get healthy. Retrieved March 29, 2021, from https://www.hopkinsallchildrens.org/patients-families/health-library/healthdocnew/help-your-parents-get-healthy.

Cleveland Clinic MENtion it Survey Result. Retrieved March 29, 2021, from https://newsroom.clevelandclinic.org/wp-content/uploads/sites/4/2016/08/CC-Mens-Health-Survey-Media-Deck-7-11-16.pdf.

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 21/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x