Berdiskusi Dengan Orangtua Seputar Masalah Kesehatan Lansia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Salah satu cara untuk menjaga kesehatan lansia (orang lanjut usia) adalah dengan mengajaknya rutin berkonsultasi ke dokter. Sayangnya, tidak semua lansia mau berkunjung ke dokter. Jika Anda khawatir dengan kondisi kesehatan orangtua Anda, mulailah sebuah percakapan yang bisa mendorongnya untuk berkonsultasi ke dokter, mengubah kebiasaannya, atau menganjurkan mereka agar lebih memerhatikan kesehatannya. Bagaimana caranya? Ketahui tipsnya dalam artikel ini.

Kebanyakan lansia enggan ke dokter terkait kesehatannya

Jika Anda khawatir karena orangtua sering menolak konsultasi ke dokter setiap kali Anda mengajaknya, Anda tidak sendiri. Pasalnya, kebanyakan orang juga sering mengeluhkan jika orangtuanya menolak untuk melakukan konsultasi ke dokter.

Dilansir dari laman Verywell, hasil survei nasional di Amerika Serikat (AS) yang dilakukan oleh Orlando Health, ada beberapa alasan utama orangtua, terutama pria, menolak menemui dokter. Beirkut alasan-alasan yang paling umum.

  • 22 persen lansia beralasan mereka terlalu sibuk sehingga tidak ada waktu untuk berkunjung ke dokter.
  • 21 persen lansia mengaku takut mengetahui kondisi kesehatan yang dialaminya.  
  • 8  persen lansia merasa tidak nyaman untuk melakukan rangkaian tes fisik yang dilakukan oleh dokter terutama pemeriksaan seputar daerah genitalnya.
  • 8 persen lansia merasa takut nantinya dokter mengajukan berbagai pertanyaan yang membuat mereka merasa tidak nyaman untuk menjawabnya (misalnya merasa bersalah karena punya kebiasaan tidak sehat seperti merokok).
  • 7 persen lainnya mengatakan jika mereka tidak ingin mengetahui seberapa parah hasil diagnosis yang diberikan dokter terkait kesehatannya.

Ayah dinilai lebih tertutup dengan soal kesehatannya dibandingkan ibu

Berdasarkan survei tahun 2014 yang dilakukan oleh CDC di AS, diketahui bahwa lansia yang lebih banyak menolak untuk pergi ke dokter biasanya pria dibandingkan wanita. Dengan kata lain, lansia wanita lebih mudah diajak periksa ke dokter dibandingkan lansia pria.

Tidak hanya itu, survei yang dilakukan pada tahun 2016 oleh Cleveland Clinic menemukan jika sebanyak 53 persen pria memilih tidak membicarakan masalah kesehatannya ke orang lain. Survei tersebut juga menemukan sebanyak 22 persen pria bahkan tidak pernah membahas kondisi kesehatannya dengan siapa pun, termasuk pasangan dan anak mereka.

gejala penyakit Alzheimer

Tips mengajak orangtua berbicara soal masalah kesehatan lansia

Seperti yang sudah disebutkan di atas, jika orangtua Anda sering menolak diajak ke dokter, dan sering mengatakan bahwa tidak ada gunanya menemui dokter, hal tersebut mungkin sebagai jawaban karena mereka tidak nyaman menemui dokter. Sikap keras kepala yang mereka tunjukkan merupakan cara untuk menutupi segala ketakutannya.

Meski begitu, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengajak bicara orangtua Anda seputar masalah kesehatan lansia agar mereka lebih peduli terhadap kesehatannya.

1. Tunjukkan fakta terkait kondisi kesehatannya

Bila orangtua Anda menolak untuk bicara seputar kesehatannya, bisa jadi karena Anda tidak menawarkan solusi yang tepat kepada mereka. Namun, dalam kasus lainnya orangtua menolak diajak bicara seputar kesehatannya karena mereka masih belum menerima bahwa kemampuan tubuhnya memang mulai menurun sering bertambahnya usia.

Usahakan Anda selalu melakukan percakapan rutin dengan orangtua terkait kesehatannya. Berpeganglah pada fakta yang terlihat dari dirinya. Jika Anda memperhatikan perubahan dalam kesehatan orangtua Anda, tunjukkan secara perlahan fakta-faktanya.

Katakan sesuatu seperti, “Ayah, ini adalah kali kedua Ayah jatuh bulan ini,” atau “Aku lihat-lihat, Ibu jadi sering sesak napas akhir-akhir ini,”. Berbagai fakta yang Anda beberkan tersebut dapat membantu mereka meningkatkan kesadarannya bahwa ada masalah terkait kesehatannya.

Namun, jangan heran jika orangtua Anda berkilah atau mencoba mengubah topik pembicaraan.

2. Tanyakan apa yang membuatnya ragu untuk memeriksakan diri ke dokter

Selain berbagai alasan yang sudah disebutkan di atas, beberapa orang tua mungkin kebingungan masalah biaya dan harus berkonsultasi ke dokter spesialis apa untuk perawatan terbaiknya. Nah, di sini peran Anda untuk membantu memecahkan masalah tersebut.

Supaya orangtua lebih yakin untuk periksa ke dokter, segera tawarkan bantuan Anda selembut dan sesopan mungkin. Misalnya, “Ibu sudah aku buatkan asuransi kesehatan. Soal biaya, Ibu tidak perlu khawatir lagi. Asuransi yang akan meng-cover.”

3. Minta bantuan orang lain

Kata-kata Anda mungkin memerlukan waktu untuk orangtua Anda resapi. Jangan terburu-buru, tunggulah dengan sabar selama beberapa saat setelah percakapan pertama Anda selesai. Kemudian dengan lembut sampaikan kekhawatiran Anda lagi di kemudian hari.

Namun, sebagian orangtua mungkin akan lebih mendengarkan nasihat dari orang yang memang mereka pecayai, bisa pasangannya, kerabat terdekat, guru spiritual, atau sahabat terbaiknya. Jika saran Anda tidak membuat kemajuan apa pun terhadap orangtua Anda, carilah bantuan dari salah satu orang-orang yang berpengaruh buatnya.

4. Bersikaplah bijaksana

Setelah beragam cara sudah Anda lakukan untuk membujuk orangtua Anda pergi ke dokter, Anda tetap harus pahami jika orangtua Anda mampu mengambil keputusan sendiri. Ingat, orangtua meski sudah masuk usia senja tetap ingin menentukan sikap sendiri. Mereka tetap ingin membuat keputusan.

Jadi pada akhirnya, orangtua Anda memiliki hak untuk membuat keputusan perawatan kesehatannya sendiri. Jika mereka tidak ingin mendapatkan pertolongan, Anda tidak bisa memaksanya menemui dokter. Menyarankan untuk perlahan mengubah kebiasaan buruknya bisa jadi solusi lain untuk menjaga kesehatan lansia.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Manfaat Daun Mimba (Intaran), Tanaman Obat yang Serba Guna

Pohon mimba ternyata memiliki sejuta mnfaat, bukan hanya daun mimba saja lho. Yuk simak apa saya manfaat daun mimba dan bagian lainnya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Herbal A-Z 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Makanan dan Minuman Sehat yang Mengandung Bakteri Asam Laktat

Tahukah Anda kalau makanan yang mengandung bakteri asam laktat menyehatkan? Makanan apa saja itu? Mari simak jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Penyebab Kumis dan Jenggot Tidak Tumbuh pada Sebagian Pria

Tak semua pria itu sama. Ada yang brewokan dan kumisan, tapi ada juga yang tidak tumbuh jenggot dan kumis di wajahnya. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Obat Kumur Bisa Mengobati Sariawan?

Banyak orang menggunakan obat kumur sebagai pengganti obat sariawan. Apa saja kandungan dalam obat kumur? Benarkah bisa mengobati sariawan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

jenis tambal gigi

4 Jenis Tambalan Gigi dan Prosedur Pemasangannya di Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Apa Fungsi Obat Methylprednisolone

Obat Penambah Tinggi Badan, Apakah Benar Bisa Membuat Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
luka gatal mau sembuh

Kenapa Biasanya Luka Terasa Gatal Kalau Mau Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
luka di vagina

Cara Aman Mengobati Luka dan Lecet di Vagina

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit