backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

1

Tanya Dokter
Simpan

Rekomendasi Aktivitas Lansia agar Tetap Aktif, Aman, dan Lebih Percaya Diri!

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Adelia Dwitasari · Tanggal diperbarui 27/06/2023

Rekomendasi Aktivitas Lansia agar Tetap Aktif, Aman, dan Lebih Percaya Diri!

Setelah menginjak usia lanjut, kebanyakan orang mengurangi aktivitas sehari-hari, karena stamina sudah jauh berkurang, punya kondisi kesehatan tertentu, atau tidak ada kesempatan. Padahal, orang lanjut usia (lansia) justru harus tetap aktif dengan melakukan beragam aktivitas yang berguna setiap hari agar lansia sehat dan bugar. Apa manfaat dari melakukan aktivitas bagi lansia dan aktivitas apa saja yang bisa dilakukan?

Pentingnya melakukan aktivitas bagi lansia

Aktivitas, baik fisik, sosial, maupun kegiatan berguna lainnya, bisa memberikan beragam manfaat pada kesehatan lansiaBerikut adalah ragam manfaat yang bisa lansia peroleh bila tetap aktif dan melakukan aktivitas.

1. Melatih keseimbangan tubuh

berat badan ideal lansia

Lansia lebih rentan kehilangan keseimbangan dan terjatuh yang berakibat pada patah tulang atau masalah kesehatan lain. Hal ini membuat Anda perlu melakukan aktivitas fisik agar membantu melatih refleks keseimbangan tubuh.

2. Menurunkan risiko penyakit

Berbagai penelitian menunjukkan, lansia aktif memiliki sistem imun yang lebih baik, dan berisiko lebih rendah terhadap penyakit, seperti hipertensi, penyakit jantung, diabetes, hingga osteoporosis.  

3. Meningkatkan fungsi kognitif

Aktivitas lansia, baik fisik, sosial, atau kegiatan mengasah otak, bisa membantu meningkatkan fungsi kognitif lansia yang perlahan menurun dan mencegah penyakit lain, seperti demensia atau penyakit Alzheimer.  

4. Menjaga kesehatan mental

Aktivitas fisik, seperti olahraga, bisa melepaskan hormon endorfin yang bertindak sebagai pereda stres dan memunculkan perasaan bahagia.

5. Memiliki tidur yang berkualitas

Lansia yang aktif secara fisik maupun sosial pun cenderung memiliki kualitas tidur yang lebih baik atau nyenyak. 

6. Meningkatkan hubungan sosial

Aktivitas lansia dalam bersosialisasi dapat menjaga suasana hati tetap positif dan terhindar dari rasa kesepian. Hal ini bisa membantu memperluas jejaring sosial serta mencegah gangguan mental pada lansia, termasuk depresi.

Bagaimana memilih aktivitas yang tepat untuk lansia?

peregangan untuk lansia

Lansia dapat menentukan kegiatan yang cocok dengan mempertimbangkan hobi dan minat, menyadari kondisi fisiknya, serta memahami tuntutan fisik yang diperlukan.

Ambil contoh, lansia tidak mungkin melakukan kegiatan pendakian jika memiliki sakit lutut. Sebaliknya, orang dengan kondisi ini mungkin masih dapat melakukan olahraga jalan kaki setiap pagi.

Aktivitas fisik untuk lansia

Aktivitas lansia, terutama fisik, sebaiknya dilakukan sesuai kemampuan dan tidak berlebihan.

Bila perlu konsultasikan dengan dokter demi menjaga keselamatan lansia. Selain itu lansia juga bisa mempertimbangkan rekomendasi berikut.

  • Paling sedikit 150 menit aktivitas fisik berintensitas sedang atau 75 menit aktivitas fisik berintensitas berat selama seminggu.
  • Setiap beraktivitas fisik, pastikan durasinya berlangsung selama paling sebentar 10 menit.
  • Jika sudah terbiasa dengan anjuran minimal tersebut, biasakan untuk beraktivitas fisik sedang selama 300 menit atau beraktivitas fisik berat selama 150 menit dalam seminggu.
  • Lansia yang memiliki masalah koordinasi tubuh sebaiknya melakukan latihan keseimbangan paling sedikit 3 kali seminggu.
  • Latihan otot paling sedikit 2 kali seminggu.

Ragam pilihan aktivitas untuk lansia

Berdasarkan pertimbangan tersebut, berikut beragam pilihan aktivitas yang umumnya aman untuk lansia.

1. Olahraga

Olahraga untuk lansia, baik yang dilakukan sendiri atau bersama dengan orang lain bisa jadi pilihan, seperti:

  • jalan kaki,
  • berenang, 
  • yoga, 
  • senam lansia atau 
  • latihan peregangan.
  • Lansia juga bisa ikut kelas olahraga bersama, seperti kelas yoga, komunitas gerak jalan, atau bersepeda. 

    Kelas olahraga bersama bermanfaat agar lansia tidak merasa kesepian dan lebih bersemangat karena melakukan olahraga bersama-sama.

    2. Kerajinan tangan

    Lansia juga bisa melakukan kerajinan tangan untuk mengisi waktu luang agar tidak bosan dan kesepian.

    Beberapa aktivitas kerajinan tangannya seperti, melukis, menggambar, merajut, atau yang lebih kompleks, membuat tembikar. 

    3. Berkebun

    Berkebun dengan kegiatan seperti, menanam, menyiram tanaman, dan membersihkan dedaunan kering, bisa memenuhi kebutuhan gizi lansia akan vitamin D dari sinar matahari.

    4. Membaca dan menulis

    Jika menyukai buku, membaca bisa menjadi pilihan kegiatan yang tepat. Kegiatan ini dapat dilakukan sendiri di rumah atau klub buku tertentu sambil meningkatkan hubungan sosial.

    Selain itu, menulis juga bisa menjadi alternatif lansia yang suka bercerita dan bermanfaat untuk mengasah kemampuan berpikir serta kreativitasnya.

    5. Memasak

    makanan untuk lansia atau orang tua lanjut usia

    Aktivitas masak bisa menjadi solusi yang menyenangkan, terlebih jika dapat berkreasi membuat berbagai menu makanan sehat lansia untuk menunjang kebutuhan gizinya.

    6. Menari dan bermain musik

    Musik telah terbukti dapat memberi dampak positif terhadap siapapun. Oleh sebab itu aktivitas lansia, seperti mendengarkan musik, memainkan alat musik, atau menari, cocok jadi pilihan yang tepat.

    7. Memelihara hewan

    Dilansir dari laman UMH, penelitian telah menunjukkan bahwa memelihara hewan bisa membantu meningkatkan kesehatan fisik dan mental secara keseluruhan. Memelihara kucing, anjing, burung, atau ikan pun bisa menjadi ragam opsi aktivitas lansia.

    8. Menjadi relawan

    Menjadi sukarelawan dapat mengatasi perasaan tidak lagi aktif berperan yang mungkin lansia rasakan, sehingga dengan bergabung dalam berbagai kegiatan, acara, atau komunitas sosial dapat menjadi pilihan aktivitas bagi lansia. 

    9. Game mengasah otak

    Memainkan permainan atau game mengasah otak bisa menjadi solusi bagi lansia yang tak bisa bepergian keluar rumah.

    Contoh permainan yang bisa dicoba seperti catur atau kartu, yang bermanfaat untuk mencegah penurunan fungsi otak pada lansia.

    Dengan beragam pilihan aktivitas tersebut, tidak ada alasan bagi lansia untuk bermalas-malasan. 

    Walaupun sudah tak seenergik dulu, aktivitas tetap perlu diterapkan sebagai salah satu gaya hidup sehat untuk lansia

    Dalam beraktivitas sehari-hari terkadang lansia mengalami kendala akibat penyakit atau kondisi yang dialami. Salah satunya adalah inkontinensia urine atau disebut juga dengan kebocoran urine.

    Kebocoran urine adalah kondisi melemahnya otot kandung kemih yang mengakibatkan penderitanya tidak dapat menahan/mengontrol buang air kecil. 

    Namun Anda tidak perlu khawatir! Anda bisa memilih popok dewasa yang didesain khusus untuk menanggulangi kebocoran urine.

    Pilihlah popok yang mengandung SAP antibakteri yang tidak menimbulkan iritasi dan nyaman digunakan seharian.

    Nah, perlu diingat juga bahwa lansia hanya perlu memilih aktivitas yang tepat sesuai kondisinya agar mendapat manfaat yang optimal.

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Carla Pramudita Susanto

    General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


    Ditulis oleh Adelia Dwitasari · Tanggal diperbarui 27/06/2023

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan