Stress dianggap hanya membuat kerugian bagi sebagian orang yang mengalaminya. Salah satunya kerugian yang paling nyata adalah kerugian fisik. Bobot tubuh yang turun drastis, kondisi bawah mata menghitam akibat insomnia, dan bahkan dapat menimbulkan penyakit komplikasi lain yang menjadi dampak buruk stress. Tetapi, siapa sangka di balik semua kerugian tersebut terdapat manfaat stress tersendiri?

Stres yang berlangsung lama atau stres kronis dan stres dengan intensitas tinggi memang tidak baik bagi kesehatan. Namun stres dengan intensitas ringan hingga sedang justru dapat memberikan manfaat bagi tubuh. Ini wajar saja karena tubuh diciptakan dengan respon fight-or-flight (yang secara harfiah berarti bertarung atau kabur).

Respon ini meningkatkan fungsi tubuh menjadi lebih optimal sesuai dengan yang diperlukan manusia saat berada dalam kondisi dimana ia harus bertarung atau harus melarikan diri. Jadi, jangan heran jika ternyata stres dalam kadar tertentu bisa memberikan manfaat pada Anda.

Manfaat stress bagi tubuh

1. Membuat ingatan lebih kuat

Pada tahun 2013 lalu, Univeristas Berkeley di Amerika melakukan sebuah penelitian dengan tikus sebagai bahan uji cobanya. Stress yang terjadi pada tikus nyatanya mampu menumbuhkan sel saraf baru pada otak. Selain itu, efek baik stress pada tikus tidak langsung terjadi begitu saja. Tikus baru bisa mendapatkan hasil ingatan yang meningkat setelah 2 minggu masa uji coba.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan, bahwa terdapat hubungan antara hormon stress dengan kemampuan mengingat seseorang. Jika Anda mengalami kondisi stress yang wajar, misalnya seperti stress menjelang ujian, hormon stress (kortisol) bisa membantu tubuh dan pikiran untuk memusatkan ingatan jangka pendek hingga ujian Anda berakhir. Pada kondisi tertentu, stress juga bisa membantu seseorang untuk lebih berpengalaman mengalami masalah stress lain yang akan dihadapi.

2. Mencegah virus dan penyakit

Manfaat stress yang satu ini berguna untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Pasalnya, sebuah studi yang dilakukan Stanford University di tahun 2012 melakukan eksperimen menarik mengenai stress pada tikus. Setelah tikus mengalami masa stress, hasilnya didapat bahwa stress meningkatkan dan menimbulkan kekebalan tubuh yang dikeluarkan oleh kelenjar adrenal.

Fakta menariknya lagi, ketika stress mendera Anda, tubuh dirancang dan dirangsang untuk menghindar dari ancaman virus dan bakteri, karena stress akan merangsang zat kimia interleukin yang membuat tubuh jadi terlindung dari penyakit, turunnya kekebalan imun, serta peradangan.

3. Membuat diri menjadi tangguh

Jangan salah sangka, stress yang Anda kira akan membuat diri semakin terpuruk, nyatanya bisa membuat Anda lebih tangguh di masa depan. Begini, ketika Anda sedang mengalami situasi yang buruk hingga mengakibatkan stress, Anda akan berpikir tidak tahu bagaimana cara mengatasinya. Tapi nyatanya, hal itu merupakan sebuah cara melatih Anda untuk menghadapi masalah-masalah lainnya yang akan datang.  

University of Buffalo juga telah membuktikan pada survei di tahun 2012. Penelitian yang melibatkan 2.400 orang ini menemukan hasil bahwa orang yang punya pengalaman buruk dan mengakibatkan stress, dapat menghadapi masalah lain lebih tenang dan santai daripada mereka yang belum pernah mengalami stress sekalipun.

4. Membuat anak lebih pintar

Penelitian lain dari Bloomberg School of Public Health pada tahun 2006 juga menemukan bahwa stress saat kehamilan dapat berpotensi melahirkan anak yang lebih cerdas. Mereka menguji dan mendapatkan hasil, kemampuan motorik anak yang dikandung saat stress jauh lebih cepat daripada anak dari ibu yang kehamilannya rileks dan santai.

Meskipun begitu, penelitian tersebut tidak menyarakankan dan menganjurkan ibu hamil untuk memperoleh stress sebanyak-banyaknya. Hanya mengingatkan, jika wanita saat hamil mengalami stress sebaiknya tidak perlu cemas dan panik. Stress bisa menjadi salah satu tanda bahwa terdapat perkembangan baik bagi sistem motorik bayi Anda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca