7 Tanda Stres yang Sering Tidak Anda Sadari

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Aktivitas yang padat sering membuat kita tidak menyadari jika kondisi psikologis kita terganggu. Dr. Steve Peters, profesor dan psikiater dari Sheffield Medical School, mencatat kondisi yang mungkin sering dialami namun tak disadari merupakan tanda stres. 

Sejumlah kondisi ini biasa dianggap normal terjadi. Tapi ternyata hal tersebut menandakan bahwa psikologis kita sedang terganggu dan stres berlebih. Apa saja tanda-tanda tersebut?

1. Merasa terlalu emosional

Dalam waktu yang senggang, sering kali kita memikul banyak beban pikiran dan masalah di kepala, hingga semuanya turun ke perasaan dan membuat kita menjadi emosional bahkan menangis. Namun, hal tersebut sering kita anggap sebagai sesuatu yang normal, hanya sekadar keadaan diri yang sedang rapuh.

Jangan meremehkan kondisi seperti itu. Hal ini ternyata bisa menjadi cikal bakal gangguan emosional berkepanjangan pada diri Anda.

2. Lembur padahal tak perlu

Dalam hal ini, lembur bukan hanya diartikan sebagai kerja melewati batas waktu normal karena kewajiban. Beberapa orang memilih untuk tetap tinggal di kantor dan menunda pulang karena alasan yang bersifat pribadi.

Misalnya, mereka memilih lembur karena hal tersebut dapat dijadikan pelarian atas situasi yang ingin dihindari, seperti masalah keluarga, hubungan asmara, mencoba show off pada atasan, dan lain-lain. Sepintas, hal tersebut dinilai jadi jalan pintas untuk mencegah stres namun lembur justru bisa mendatangkan stress dan gangguan emosional.

Kerja berlebih hingga lebih bisa saja jadi pelarian dari stres untuk sementara namun berpotensi mendatangkan stres lbih dalam. Maka dari itu, berpikirlah dua kali jika Anda memaksakan lembur saat menghadapi banyak masalah pribadi. 

3. Sensitif/cepat marah

Dalam kondisi-kondisi tertentu kita bisa menjadi sangat mudah tersinggung. Hal-hal kecil yang mengusik kenyamanan bisa kita balas dengan amarah yang tidak sebanding.

Seringkali amarah tersebut lebih mudah kita lampiaskan kepada orang-orang terdekat dan kita sayangi. Hal ini jelas menggambarkan bahwa kita sedang stres dan terganggu stabilitas emosinya.

Bagi para atasan, hati-hati dengan gejala ini. Staff atau bawahan jangan selalu dijadikan sasaran emosi karena dampaknya bisa lebih buruk dari yang dibayangkan. Mengontrol diri dalam keadaan seperti ini memang merupakan tantangan yang cukup sulit. 

4. Mood swing

Mood swing adalah kondisi di mana jarak antara kebahagiaan, kesedihan, dan kemarahan terasa begitu dekat. Ketiga hal tersebut terjadi bergantian secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas. Jika ini terjadi pada Anda, mungkin ada yang salah kondisi psikologis Anda.

Solusi yang bisa dicoba untuk mengatasi mood swing akibat stres, yakni bicaralah. Cobalah untuk berbagi dan menumpahkan perasaan Anda pada seseorang yang Anda pikir dapat memberi sebuah perspektif lain dalam memandang hidup. Akan lebih baik jika orang ini dirasa dapat menjadi solusi atau memiliki solusi untuk masalah-masalah yang sedang Anda hadapi.

Kemudian, hal ini juga dapat membuka dan menunjukkan apa yang terjadi pada diri kita kepada diri kita sendiri. Maksudnya, terkadang dengan berbicara dengan orang lain kita baru sadar apa yang sedang terjadi pada diri kita.

5. Hilang tujuan

Hidup dengan memiliki tujuan yang jelas berdampak baik untuk diri kita. Kita akan menjalani hari-hari penuh dengan percaya diri dan merasa memiliki harga diri. Namun stres terkadang membuat kita merasa hilang tujuan. Tanda stres seperti ini patut diwaspadai. 

Mengerjakan hal-hal sekecil apapun itu namun Anda memahami tujuan yang hendak akan membuat Anda senang dalam menjalaninya. Maka ketika tujuan itu hilang atau kita tidak tahu apa yang sedang kita tuju, akan sirna pula kesenangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh stres dan bisa mengakibatkan gangguan emosional berkepanjangan. 

6. Selalu merasa tidak dihargai

Ketika seseorang merasa segala perlakuannya tidak dihargain meskipun faktanya tak seperti itu, barangkali orang tersebut sedang mengalami masalah psikologis. Rasa tidak dihargai dapat berdampak pada spektrum emosi lainnya seperti frustrasi, amarah, rendah diri, bahkan hilangnya kepercayaan diri.

Hal yang paling tepat dilakukan adalah mengambil alih mind set tersebut dengan berpikir positif. Karena, keadaan seperti itu tidak bisa ditolong siapapun kecuali oleh orang tersebut mengontrol pikirannya sendiri.

7. Selalu ingin memegang kendali

Tanda atau gejala stres lainnya yang kerap dialami adalah terobsesi untuk mengendalikan segala sesuatu termasuk hal-hal di luar diri kita. Kecenderungan tersebut amat lumrah terjadi. Intinya, kita berusaha sebagaimana mungkin untuk mengubah semua hal menjadi seperti apa yang kita inginkan.

Untuk mengatasi gejala ini, sebaiknya kita berusaha untuk menerima realita dan fokus pada hal-hal dalam diri kita sendiri.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Langkah yang Perlu Dilakukan Saat Timbul Keinginan Bunuh Diri

Beragam masalah dapat membuat Anda merasa terhimpit, sehingga timbul pikiran buruk. Apa yang perlu dilakukan jika timbul rasa ingin bunuh diri?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Kesehatan Mental, Cegah Bunuh Diri 1 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Kenali 5 Ciri Utama “Toxic People”, Racun Dalam Persahabatan Anda

Toxic people merupakan salah satu jenis orang negatif yang harus Anda jauhi. Bagaimanakah ciri-cirinya? Simak jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hubungan Harmonis 1 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

Mengapa Susah Berpikir Jernih Saat Stres Melanda?

Pernah merancang suatu rencana penting saat sedang stres? Hasil yang diharapkan mungkin tidak akan sebaik ketika pikiran sedang jernih. Kenapa, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 26 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Benarkah Patah Hati Dapat Sebabkan Kematian?

Ketika patah hati atau ditinggalkan pasangan, rasanya dunia tidak lagi berwarna bahkan tidak bermakna. Namun, benarkah patah hati bisa sebabkan kematian?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

main boneka saat dewasa

Masih Suka Main Boneka Saat Dewasa, Apakah Normal?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
avoidant personality tidak mau bergaul

Takut Berinteraksi dengan Orang Lain? Mungkin Itu Tanda Avoidant Personality Disorder

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
takut pada anjing

Takut Berlebihan Terhadap Anjing, Tanda Gangguan Cynophobia

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
keuntungan jadi jomblo

7 Keuntungan Jadi Jomblo dari Sisi Psikologis

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit