Migrain (Sakit Kepala Sebelah) : Gejala, Penyebab, Obat, dll

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu penyakit migrain atau sakit kepala sebelah?

Migrain adalah salah satu dari beragam jenis sakit kepala. Rasa yang ditimbulkannya terkadang cukup intens hingga membuat penderitanya tak berdaya. Biasanya, jenis sakit kepala yang satu ini menimbulkan rasa sakit seperti berdenyut-denyut atau rasa sakit ekstrem seperti dihantam benda keras. Namun, umumnya rasa sakit ini hanya terasa di salah satu sisi kepala.

Gejala lain yang muncul bersamaan dengan migrain adalah mual, muntah, hingga hipersensitivitas terhadap paparan cahaya dan suara. Serangan migrain adalah kondisi yang dapat bertahan selama berjam-jam hingga berhari-hari. Oleh karena itu, jika Anda mengalaminya, Anda mungkin tidak bisa beraktivitas seperti biasa.

Terkadang, sebelum datang serangan migrain, ada penderita yang akan mendapatkan peringatan yaitu adalah sebuah gejala lain yang dikenal dengan aura. Aura muncul sebelum atau justru bersamaan dengan rasa sakit kepala sebelah.

Aura penanda sakit kepala sebelah biasanya muncul dalam bentuk gangguan penglihatan, seperti adanya kilatan cahaya atau titik-titik pada objek yang Anda lihat. Tetapi, aura juga bisa berupa mati rasa di salah satu sisi wajah, lengan, atau kaki dan kesulitan berbicara.

Rasa sakit kepala yang satu ini bisa muncul kapan saja, namun migrain adalah penyakit yang bisa diredakan dengan menggunakan obat-obatan. Namun, obat-obatan ini hanya digunakan untuk mengurangi frekuensi terjadinya sakit kepala dan tingkat keparahan dari tiap-tiap serangannya. Umumnya, jika Anda telah menginjak usia 60 tahun ke atas, serangan migrain yang Anda rasakan akan semakin berkurang frekuensinya.

Seberapa umumkah migran atau sakit kepala sebelah?

Menurut sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Headache and Pain, migrain adalah penyakit ketiga yang paling banyak dialami oleh populasi di dunia setelah karies gigi dan sakit kepala tegang. Bahkan, jumlah prevalensinya adalah 14,7% atau sekitar satu dari  tujuh orang.

Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa migrain adalah kondisi yang cukup umum terjadi pada banyak orang di dunia.

Tanda-tanda & Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala migrain?

Migrain dapat dialami sejak dini atau migrain pada anak, remaja, atau bahkan saat Anda baru beranjak dewasa. Kondisi ini memiliki beberapa tingkatan; prodromal, aura, serangan migrain (attack), dan post-drome. Namun tidak semua orang yang mengalami kondisi ini akan mengalami semua fase tingkatan tersebut.

Masing-masing fase memiliki pertanda atau gejala yang berbeda. Misalnya, pada fase prodomal, pertanda dan gejala akan muncul beberapa jam hingga beberapa hari sebelumnya. Gejala migrain akan mengirim sinyal atau memberi peringatan bahwa migrain akan segera muncul.

Sebelum mengetahui lebih jauh tentang cara mengatasi rasa sakit kepala sebelah, lebih baik Anda memahami terlebih dahulu apa tanda dan gejala yang mungkin muncul jika mengalaminya.

Fase prodomal migrain

Berikut adalah beberapa tanda-tanda dan gejala yang mungkin muncul saat Anda mengalami fase prodomal dari migrain, di antaranya adalah:

  • konstipasi atau sembelit
  • perubahan suasana hati atau mood, misalnya dari depresi menjadi ceria
  • perubahan nafsu makan
  • Leher terasa kaku
  • Hasrat ingin buang air kecil semakin meningkat
  • Lebih mudah merasa haus
  • Lebih sering menguap

Fase migrain dengan aura

Namun, selain pertanda di atas, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, salah satu pertanda yang mungkin muncul sebelum sakit kepala adalah aura. Gejala migrain dengan aura biasanya berupa gangguan terhadap panca indera, misalnya:

  • Anda melihat kilatan cahaya, melihat bentuk-bentuk tertentu, atau titik-titik cahaya pada objek yang sedang ada lihat
  • Penglihatan mata Anda tiba-tiba menghilang untuk sementara waktu
  • Pada area tangan dan kaki terasa sensasi seperti ditusuk-tusuk oleh jarum
  • Tubuh terasa lemas dan wajah atau salah satu sisi dari tubuh Anda terasa seperti mati rasa
  • Anda tiba-tiba merasa kesulitan berbicara
  • Anda mendengar suara-suara atau musik
  • Gerakan seperti kejang yang tidak bisa Anda kendalikan

Aura bisa muncul sebelum atau bersamaan dengan timbulnya migrain. Setiap gejala biasanya dimulai perlahan sebelum akhirnya rasanya memuncak setelah beberapa menit dan rasa sakit tersebut bertahan hingga 20-60 menit lamanya.

Fase attack atau serangan migrain

Tingkatan selanjutnya adalah serangan migrain atau attack. Fase ini dianggap yang cukup parah karena rasa sakit kepala sebelah ini bisa bertahan hingga 72 jam atau kurang lebih tiga hari tiga malam jika dibiarkan tanpa pengobatan. Jika Anda mengalami kondisi ini, gejala yang akan muncul saat fase attack adalah:

  • Rasa sakit yang amat sangat di salah satu sisi kepala, namun sering kali migrain menyerang kedua sisi kepala secara bersamaan
  • Rasa sakit seperti dihantam oleh benda keras dan sensasi berdenyut-denyut
  • Anda akan lebih sensitif terhadap paparan cahaya atau suara. Bahkan, terkadang Anda juga menjadi sensitif terhadap bau dan sentuhan
  • Anda mudah merasa mual dan muntah

Biasanya, setelah Anda mengalami serangan, Anda akan merasa kehabisan energi dan kebingungan. Fase ini biasanya disebut sebagai post-drome. Saat ini, gerakan kepala yang terlalu tiba-tiba bisa membuat Anda merasakan serangan migrain meski hanya sejenak.

Kapan saya harus periksa ke dokter saat terserang migrain?

Terkadang ada beberapa gejala dari sakit kepala migrain yang sudah terlampau parah sehingga Anda harus memeriksakan kondisi Anda ke dokter. Beberapa gejala migrain yang harus Anda laporkan ke dokter adalah:

  • Anda menjadi kesulitan berbicara, atau wajah Anda cenderung miring ke salah satu sisi kepala
  • Lengan atau kaki Anda terasa lemah, dan hal ini baru terasa setelah Anda mengalami migrain
  • Migrain menyerang secara tiba-tiba dan terasa sangat amat sakit tanpa adanya gejala atau pertanda sebelumnya
  • Migrain disertai dengan demam, leher kaku, kejang, pandangan mata berbayang, tubuh mati rasa, atau Anda merasa kesulitan saat berbicara
  • Muncul aura dan gejala dari migrain ini bertahan lebih dari satu jam
  • Migrain yang Anda alami terasa sakit sekali dan Anda belum pernah mengalami rasa sakit separah itu sebelumnya
  • Anda sampai kehilangan kesadaran saat mengalaminya
  • Migrain yang baru muncul saat Anda sudah berusia 40 tahun ke atas
  • Sakit kepala yang bertambah parah setelah Anda berolahraga, melakukan hubungan seks, batuk, atau bersin
  • Migrain yang bermula setelah Anda mengalami cedera di kepala

Status dan kondisi yang dialami dapat berbeda pada setiap orang. Maka adalah suatu kewajiban bagi Anda untuk selalu berdiskusi dengan dokter tentang metode diagnosis, pengobatan, dan perawatan migrain terbaik bagi Anda.

Penyebab

Apa penyebab migrain atau sakit kepala sebelah?

Sebenarnya, hingga saat ini masih belum bisa dipastikan apa yang menjadi penyebab dari migrain. Namun, migrain mungkin disebabkan aktor genetik dan lingkungan. Selain itu, ada beberapa faktor lain yang dapat menjadi pemicu migrain adalah:

  • Minuman beralkohol seperti wine, serta minuman yang mengandung kafein seperti teh dan kopi merupakan bagian dari minuman dan makanan penyebab migrain.
  • Terlalu banyak pikiran hingga stres.
  • Cahaya yang terlalu terang atau suara yang terlalu keras juga bisa memicu timbulnya migrain. Bahkan, aroma tertentu juga berpotensi menimbulkan reaksi yang sama.
  • Perubahan pada kebiasaan tidur Anda. Misalnya, waktu tidur Anda jadi berkurang atau Anda justru terlalu banyak tidur. Jet lag juga bisa menyebabkan migrain.
  • Kondisi fisik tertentu, misalnya aktivitas seksual juga bisa memicu timbulnya migrain.
  • Terjadi perubahan cuaca
  • Penggunaan obat-obatan seperti nitrogliserin bisa meningkatkan potensi Anda mengalami migrain.
  • Makanan olahan, atau keju yang telah disimpan cukup lama bisa membuat Anda. mengalami migrain. Selain itu, kebiasaan melewatkan jam makan juga bisa memicu kondisi ini.
  • Zat aditif pada makanan seperti pemanis aspartam hingga monosodium glutamat (MSG).

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya mengalami migrain atau sakit kepala sebelah?

Ada beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan kesempatan Anda mengalami migrain sakit kepala sebelah. Berikut adalah penjelasan lengkapnya.

1. Perubahan hormon

Perubahan hormon pada wanita dapat memicu sakit kepala, termasuk migrain. Biasanya, wanita akan mengalami sakit kepala sebelah menjelang periode menstruasi, kehamilan, atau menopause. Pasalnya, pada saat itu, terjadi perubahan hormon estrogen yang dapat menyebabkan migrain. Penggunaan obat-obatan yang mengandung hormon juga berpotensi memperparah migrain yang sedang Anda alami.

2. Riwayat kesehatan keluarga (faktor genetik)

Jika anggota keluarga Anda memiliki riwayat migrain sebelumnya, maka potensi Anda mengalami kondisi ini akan lebih besar dibandingkan orang lain yang tidak memilikinya.

3. Usia

Sebenarnya, setiap orang memiliki risiko mengalami migrain. Namun, kondisi ini lebih rentan dialami oleh remaja. Sementara, jika Anda mengalami migrain, kondisi ini akan berada pada puncaknya saat Anda menginjak usia 30 tahun ke atas dan akan berkurang sedikit demi sedikit setelahnya.

4. Jenis kelamin

Jenis kelamin adalah salah satu faktor yang mungkin memengaruhi risiko Anda mengalami migrain. Meski sakit kepala sebelah juga bisa menyerang laki-laki, wanita memiliki potensi tiga kali lebih besar mengalaminya.

Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak mungkin mengalami kondisi ini, karena Anda masih mungkin terpapar oleh gangguan. Maka dari itu, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara migrain didiagnosis?

Sebenarnya, dokter ahli neurologi tentu sudah terlatih untuk memahami kondisi Anda. Jadi, jika Anda mengalami migrain yang tidak terlalu serius, hanya dari riwayat kesehatan, gejala yang Anda alami, dan pemeriksaan fisik, dokter sudah bisa menentukan diagnosis mengenai kondisi Anda.

Namun, apabila kondisi Anda cukup rumit dan sudah memasuki fase yang cenderung serius, ada beberapa tes kesehatan yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis kondisi tersebut.

1. Magnetic resonance imaging (MRI)

MRI adalah teknik pengambilan foto bagian otak dan pembuluh darah menggunakan medan magnet yang cukup kuat. Hasil dari foto yang dihasilkan menggunakan MRI akan digunakan dokter untuk mendiagnosis tumor, stroke, perdarahan di dalam otak, infeksi, dan masalah lain yang berkaitan dengan otak dan sistem saraf.

2. Computerized tomography (CT)

CT Scan biasanya dilakukan menggunakan X-ray untuk mengambil foto otak dari berbagai sudut. Hasil foto yang didapat dari CT scan akan digunakan dokter untuk mendiagnosis tumor, infeksi, kerusakan otak, perdarahan di dalam otak dan berbagai kondisi kesehatan lainnya yang mungkin menyebabkan sakit di area kepala.

Apa saja pilihan pengobatan untuk migrain atau sakit kepala sebelah?

Ada beberapa pilihan pengobatan migrain yang bisa Anda gunakan untuk meredakan rasa sakit di kepala. Biasanya, pengobatan akan disesuaikan dengan usia Anda, frekuensi Anda mengalami kondisi ini, tingkat keparahannya, hingga kondisi kesehatan lain yang Anda miliki.

1. Obat-obatan pereda rasa nyeri

Biasanya, obat-obatan pereda rasa nyeri yang bisa Anda gunakan untuk meredakan migrain adalah obat yang bisa Anda beli secara bebas di apotek, termasuk acetaminophen, aspirin dan ibuprofen.

Tetapi, jika obat-obatan ini digunakan dalam jangka panjang, Anda justru berpotensi mengalami rebound headache atau sakit kepala akibat terlalu banyak menggunakan obat pereda nyeri.

2. Obat-obatan triptan

Obat-obatan triptan adalah obat resep, sehingga Anda hanya akan menggunakan obat ini jika diresepkan oleh dokter. Obat ini bekerja dengan cara menghalangi sinyal rasa sakit masuk ke otak. Obat-obatan ini bisa berupa pil, obat suntik, atau obat semprot hidung. Namun, obat ini mungkin tidak aman untuk pasien yang menderita stroke atau serangan jantung.

3. Obat anti mual

Jika Anda mengalami sakit kepala sebelah yang disertai dengan aura dan gejala seperti mual dan muntah, obat-obatan anti mual dapat membantu Anda mengatasi kondisi ini. Obat-obatan anti mual termasuk chlorpromazine, metoclopramide, dan prochlorperazine. Obat-obatan ini bisa digunakan bersamaan dengan obat pereda rasa nyeri.

4. Obat opioid

Biasanya, obat opioid adalah obat yang akan digunakan oleh pasien yang tidak bisa mengonsumsi obat migrain lainnya. Namun, obat ini bisa membuat penggunanya adiktif terhadap obat tersebut. Maka dari itu, hanya gunakan obat ini jika obat-obatan lain benar-benar tidak mempan mengatasi kondisi Anda.

5. Obat dihidroergotamin

Obat dihidroergotamin tersedia dalam bentuk obat obat semprot hidung atau obat injeksi. Obat ini biasanya cukup efektif mengatasi gejala migrain, khususnya jika penyakit ini bertahan hingga lebih dari 24 jam.

Tetapi, penderita migrain yang juga memiliki penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, atau gangguan liver lebih baik menghindari penggunaan obat ini karena berpotensi terjadi interaksi. Penggunaan obat ini juga memiliki efek samping, seperti mual dan muntah.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan untuk mengatasi migrain atau sakit kepala sebelah?

Beberapa perubahan gaya hidup sehat dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi migrain adalah:

Bila ada pertanyaan mengenai migrain atau sakit kepala sebelah sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk solusi terbaik dari masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Share now :

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Januari 6, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca