Ct Scan Kepala

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu ct scan kepala?

Computed tomography (CT) scan menggunakan X-ray untuk merontgen kepala dan wajah.

Selama tes, Anda akan berbaring pada sebuah meja yang diletakkan pada CT scanner, alat yang berbentuk seperti donat raksasa. Kepala Anda akan diposisikan di dalam scanner. Scanner memancarkan X-ray ke kepala Anda. Setiap rotasi scanner menangkap foto bagian kepala dan wajah Anda. Satu bagian scanner dapat menangkap foto rontgen dari posisi yang lain. Foto-foto tersebut akan disimpan dalam satu folder dan akan dicetak kemudian. Dalam beberapa kasus, sebuah cairan pewarna khusus akan diinjeksikan dalam pembuluh vena lengan Anda atau ke tulang belakang. Cairan tersebut memudahkan struktur dan organ tubuh untuk dirontgen oleh CT scan. Cairan tersebut juga mungkin digunakan untuk untuk memeriksa aliran darah dan memeriksa tumor, area inflamasi, atau kerusakan saraf. CT scan kepala menginformasikan tentang kondisi mata, tulang rahang, sinus hidung, dan bagian dalam telinga. Jika area ini menjadi perhatian, CT scan khusus perlu dilakukan. CT scan kepala mungkin juga dilakukan untuk memantau sakit kepala.

Kapan saya harus menjalani ct scan kepala?

CT scan kepala direkomendasikan untuk membantu dokter mendiagnosis atau memonitor kondisi berikut:

  • kelahiran dengan cacat kepala atau otak (congenital)
  • infeksi otak
  • tumor otak
  • penumpukan cairan dalam otak (hydrocephalus)
  • craniosynostosis
  • luka (trauma) pada kepala dan wajah
  • stroke atau pendarahan di otak

CT scan kepala juga dilakukan untuk memantau penyebab:

  • perubahan sikap atau pikiran
  • pingsan
  • sakit kepala, ketika terjadi gejala lain
  • kehilangan pendengaran (pada beberapa pasien)
  • gejala kerusakan bagian otak, misalnya masalah penglihatan, otot lemah, mati rasa, kehilangan pendengaran, masalah bicara, atau pembengkakan.

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani ct scan kepala?

Kadang-kadang hasil CT scan bisa berbeda-beda tergantung jenis rontgen yang Anda lakukan, magnetic resonance imaging (MRI), atau ultrasound scan karena CT scan menghasilkan sudut yang berbeda. Anak-anak yang akan melakukan CT scan membutuhkan instruksi khusus untuk rontgen. Jika anak masih terlalu kecil atau merasa takut, dokter mungkin akan memberikan obat khusus untuk membuat anak Anda merasa rileks (sedatif). Jika anak-anak dijadwalkan untuk melakukan CT scan,hubungi dokter tentang untuk informasi lebih lanjut. MRI mungkin akan memberikan informasi setelah rontgen kepala dan wajah.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani ct scan kepala?

Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda sedang hamil, karena rontgen X-ray tidak dianjurkan untuk wanita hamil. Jika berat badan Anda lebih dari 150 kg, cari tahu batas berat badan mesin CT scan karena beberapa alat mempunyai batasan sendiri. Anda akan diminta untuk melepaskan perhiasan dan mengenakan pakaian khusus dari rumah sakit selamat rontgen. Jika diperlukan, cairan khusus akan diinjeksikan, dan Anda harus memerhatikan pencegahan ekstra. Contohnya orang-orang yang mengonsumsi obat-obatan diabetes seperti metformin (glucophage) harus mengambil langkah tertentu, beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat tersebut. Beri tahu juga dokter Anda jika Anda mengalami reaksi terhadap cairan itu.

Bagaimana proses ct scan kepala?

CT scan biasanya dilakukan oleh ahli radiologi. Hasil rontgen biasanya dibaca oleh radiologi yang akan menulis laporan hasil scan. Dokter lain juga akan meninjau hasil CT scan Anda. Anda mungkin akan diminta untuk melepaskan perhiasan, kacamata, dan alat pendengaran. Pakailah pakaian longgar yang nyaman. Selama tes dilakukan, Anda akan diminta berbaring di atas meja rontgen. Strap akan menahan kepala Anda, namun wajah Anda tidak akan ditutup.

Meja rontgen ini berputar sesuai arah scanner, dan scanner akan berputar pada tubuh Anda. Meja rontgen ini akan berputar sembari scanner menangkap gambar. Anda akan mendengar bunyi klik atau dengungan dari alat scanner. Sangat penting untuk berbaring saat rontgen dilakukan. Selama rontgen dilakukan, Anda mungkin akan sendirian di dalam ruang itu. Tapi ahli radiologi akan memantau Anda melalui jendela. Anda tetap mampu berkomunikasi dengan ahli radiologi melalui interkom dua arah. Rontgen dilakukan selama 30 sampai 60 menit. Waktu lama dihabiskan untuk persiapan rontgen. Proses scanning yang sebenarnya hanya berlangsung beberapa detik saja.

Apa yang harus saya lakukan setelah menjalani ct scan kepala?

Anda dapat melakukan aktivitas normal seperti sedia kala. Melakukan beberapa olahraga mungkin dibutuhkan dan dokter akan menjelaskan alasan mengapa olahraga tersebut penting.

Penjelasan dari Hasil Tes

Apa arti hasil tes yang saya dapat?

Hasil rontgen lengkap biasanya sudah diterima dokter dalam waktu 1-2 hari.

CT scan wajah dan kepala
Normal: Otak, pembuluh darah, tengkorak, dan wajah memiliki ukuran, bentuk dan posisi yang normal
Tidak ada benda asing yang tumbuh atau menetap
Tidak terjadi perdarahan
Abnormal: Pertumbuhan tumor atau rendarahan terjadi di otak. Terdapat benda asing seperti kaca atau logam. Tulang tengkorak atau tulang wajah rusak atau terlihat tidak normal. Saraf rusak atau terasa sakit.
Terjadi penumpukan cairan, bisa jadi pendarahan di luar atau di dalam
Muncul aneurysm
Pembukaan ventrikel otak menuju cerebrospinal tempat mengalirnya cairan membesar. Satu bagian dalam otak mengalami pembengkakan (edema) atau terjadi perubahan lain yang bisa jadi itu adalah stroke.
Sinus penuh dengan cairan dan menumpuk.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    3 Manfaat Menangis Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

    Orang dewasa sangat normal untuk menangis, bukan hanya bayi atau anak. Bahkan, menangis bisa memberi manfaat untuk Anda. Apa saja manfaat menangis?

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Hidup Sehat, Fakta Unik 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    5 Efek Musik Terhadap Kinerja Otak Manusia

    Manfaat musik bukan hanya sebagai hiburan saja. Tahukah Anda bahwa salah satu efek musik adalah mempermudah otak belajar bahasa baru? Apa lagi?

    Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
    Hidup Sehat, Fakta Unik 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Cek Menu Harian Anda: 9 Makanan Ini Membuat Anda Tampak Cepat Tua

    Ingin terus terlihat awet muda hingga bertahun-tahun ke depan? Hindari makanan yang ada di dalam artikel ini jika tidak ingin tampak cepat tua!

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Hidup Sehat, Fakta Unik 29 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    9 Jenis Susu Anak dan Tips Memilihnya Sesuai Kebutuhan

    Ada banyak jenis susu yang dijual di pasaran, mulai dari susu bubuk sampai susu UHT yang bisa langsung minum. Namun, apa susu yang tepat untuk anak?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Parenting, Nutrisi Anak 28 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    perut kosong hindari makan pedas dan asam

    Kenapa Makanan Pedas Tidak Boleh Dimakan Saat Perut Kosong?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 30 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
    cara pijat bayi

    Ketahui Manfaat dan Cara Melakukan Pijat Bayi di Rumah

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 30 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
    mitos tentang tidur

    Mengenal 4 Tahapan Tidur: Dari “Tidur Ayam” Hingga Tidur Pulas

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
    pria sulit menangis

    Alasan Psikologis Mengapa Pria Lebih Sulit Menangis Dibanding Wanita

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 29 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit