Kejang

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Definisi

Apa itu kejang?

Kejang adalah gangguan listrik yang tiba-tiba dan tidak terkendali di otak. Kondisi ini dapat menyebabkan perubahan dalam perilaku, gerakan atau perasaan Anda, dan tingkat kesadaran Anda. Jika Anda mengalami dua kali atau lebih kondisi ini, Anda mungkin mengidap epilepsi

Ada banyak jenis kondisi ini yang dibedakan berdasarkan tingkat keparahannya. Variasi jenis kondisi ini berdasarkan di mana dan bagaimana prosesnya di otak. Gangguan ini biasanya terjadi sekitar 30 detik sampai dua menit. Jika terjadi hingga lima menit, Anda butuh pertolongan darurat. 

Seberapa umum kondisi ini?

Kondisi tersebut tergolong umum dan dapat mempengaruhi pasien dalam semua usia. Mayo Clinic menyebut kondisi ini lebih umum daripada yang Anda pikirkan. 

Gangguan tersebut bisa terjadi setelah stroke, cedera kepala tertutup, dan infeksi seperti meningitis atau penyakit lainnya. Penyakit ini mampu teratasi dengan mengurangi faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Gejala

Apa saja gejala kondisi ini?

Tanda dan kejang dari kondisi ini bisa bervariasi menurut jenisnya. Gangguan tersebut pun bisa diurutkan dari yang ringan hingga parah. Gejala umum kondisi ini adalah:

  • Kebingungan sementara
  • Bengong
  • Pergerakan lengan dan kaki tidak terkendali
  • Kehilangan kesadaran atau kewaspadaan
  • Gejala psikis
  • Gejala kognitif atau emosional, seperti ketakutan, gelisah, atau deja vu. 

Dokter umumnya membagi kondisi ini menjadi yang fokus dan umum, berdasarkan bagaimana dan di mana aktivitas otak abnormal dimulai. Gangguan otak tersebut juga bisa diklasifikasikan sebagai serangan tidak diketahui, jika awal mula kondisi itu tidak diketahui. 

Kejang fokus

Kondisi ini merupakan hasil dari aktivitas listrik tak normal di sebuah area di otak Anda. Gangguan tersebut bisa muncul dengan atau tanpa kehilangan kesadaran:

  • Kesadaran terganggu

Kondisi jenis ini melibatkan perubahan atau kehilangan kesadaran. Anda mungkin akan bengong ke sebuah area dan tidak akan merespon aktivitas di lingkungan Anda atau mungkin Anda akan melakukan gerakan berulang, seperti menggosok tangan, mengunyah, menelan, atau berjalan dalam lingkaran. 

  • Tanpa kehilangan kesadaran

 Pada kondisi ini, Anda mungkin akan mengalami perubahan emosi atau cara pandangan Anda terhadap penampilan, bau, rasa atau suara, tapi Anda tidak kehilangan kesadaran. 

Gangguan ini juga dapat mengakibatkan Anda menyentak bagian tubuh dengan tidak sengaja, seperti lengan atau kaki, dan gejala sensorik spontan, seperti kesemutan, dan pusing. 

Gejala dari gangguan listrik di otak ini mungkin sulit dibedakan dengan gangguan neurologis seperti migrain, narkolepsi, atau penyakit mental

Kejang umum

Kejang yang melibatkan semua area otak disebut kejang umum. Berbagai jenisnya meliputi:

  • Absen

Kondisi ini tadinya dikenal sebagai kejang petit mal. Biasanya ini muncul pada anak-anak yang ditandai dengan bengong atau gerakan tubuh yang halus, seperti mata berkedip. Gangguan ini dapat menyebabkan hilangnya kesadaran singkat. 

  • Tonik

Kondisi ini menyebabkan otot menjadi kaku. Gangguan tersebut biasanya mempengaruhi otot-otot di punggung, lengan, dan kaki Anda dan dapat menyebabkan Anda tak sadarkan diri. 

  • Atonik

Kondisi ini juga dikenal sebagai kejang jatuh. Ini menyebabkan hilangnya kontrol otot, yang mungkin bisa menyebabkan Anda pingsan atau jatuh secara tiba-tiba. 

  • Klonik

Kondisi ini berhubungan dengan gerakan otot yang tersentak-sentak atau berirama. Gangguan ini biasanya menyerang leher, wajah, dan lengan. 

  • Mioklonik

Kondisi ini biasanya muncul sebagai sentakan singkat yang tiba-tiba. Anda mungkin juga merasakan kedutan pada lengan dan kaki.

  • Tonik-klonik

Sebelumnya dikenal sebagai kejang grand mal, yaitu jenis epileptik yang paling dramatis. Kondisi ini bisa menyebabkan kehilangan kesadaran yang tiba-tiba, tubuh menjadi kaku dan gemetar.

Kapan harus pergi ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda atau gejala apapun di atas atau ingin bertanya, konsultasikan dengan dokter. Setiap tubuh berfungsi berbeda satu sama lain. Diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik dalam situasi Anda.

Segera cari pertolongan medis jika Anda mengalami tanda-tanda di bawah ini:

  • Mengalami kejang lebih dari lima menit
  • Bernapas atau kesadaran tidak kembali setelah kejang berhenti
  • Kejang kedua datang dengan cepat
  • Anda mengalami demam tinggi
  • Anda melukai diri Anda sendiri karena kondisi tersebut.

Penyebab

Apa penyebab kejang?

Sel-sel saraf (neuron) di otak membuat, mengirim, dan menerima impuls listrik, yang memungkinkan sel-sel saraf otak untuk berkomunikasi. Apapun yang mengganggu jalur komunikasi ini dapat menyebabkan gangguan listrik yang tiba-tiba dan tidak terkendali di otak. 

Penyebab paling umum kondisi ini adalah epilepsi. Namun, tidak semua orang yang mengalami gangguan tersebut punya epilepsi. Ada banyak kemungkinan penyebabnya, yaitu:

  • Kelainan genetik
  • Kekebalan terhadap obat
  • Kadar tinggi neurotransmiter rangsangan secara abnormal atau kadar rendah neurotransmiter penghambat secara abnormal
  • Kerusakan otak karena tumor otak, alkohol, dan Alzheimer
  • Meningitis, AIDS, encephalitis karena virus, infeksi parasit otak bernama neurocysticercosis dan penyakit infeksi lainnya
  • Kelainan perkembangan dan metabolisme, contohnya, cerebral palsy, neurofibromatosis, ketergantungan pyruvate, tuberous sclerosis, sindrom Landau-Kleffner, dan autisme
  • Paparan timbal, karbon monoksida, narkoba, overdosis antidepresan dan banyak racun lainnya
  • Kurang tidur, konsumsi alkohol, stres, atau perubahan hormon
  • Ketergantungan alkohol
  • Gigitan
  • Sengatan
  • Tekanan darah yang sangat tinggi
  • Demam
  • Cedera kepala parah
  • Gagal ginjal atau hati
  • Kadar gula darah rendah
  • Stroke yang membatasi jumlah oksigen menuju otak yang secara tidak sengaja menyebabkan koneksi saraf yang abnormal.

Apa yang meningkatkan risiko kejang?

Ada banyak faktor risiko kondisi ini, yaitu:

  • Bayi yang saat lahir tergolong kecil bagi usia mereka
  • Bayi yang mengalami kejang dalam bulan pertama hidup mereka
  • Bayi yang terlahir dengan area abnormal dalam otak
  • Perdarahan otak
  • Pembuluh darah abnormal dalam otak
  • Cedera otak parah atau kekurangan oksigen dalam otak
  • Tumor otak
  • Infeksi otak: abses, meningitis, atau encephalitis
  • Stroke karena penyumbatan arteri
  • Cerebral palsy
  • Kondisi dengan gangguan kecerdasan dan perkembangan
  • Kejang muncul dalam beberapa hari setelah cedera kepala (“kejang pascatrauma”)
  • Riwayat epilepsi atau kejang yang terkait dengan demam dalam keluarga
  • Penyakit Alzheimer 
  • Kelainan spektrum autisme
  • Kejang yang terkait dengan demam (febrile) yang berlangsung lama
  • Penggunaan narkoba macam kokain
  • Cedera kepala ringan, seperti benturan disertai dengan pingsan dalam waktu sangat singkat, tidak menyebabkan epilepsi. Namun, efek cedera kepala ringan dan epilepsi yang berulang kali tidak diketahui.

Diagnosis

Setelah mengalami gangguan listrik yang tiba-tiba dan tidak terkendali di otak, dokter akan menanyakan gejala dan riwayat medis Anda. Dokter juga mungkin akan meminta beberapa pemeriksaan untuk menentukan penyebab kondisi tersebut dan menilai apakah Anda akan mengalaminya lagi nanti. 

Pemeriksaan tersebut mungkin meliputi: 

  • Pemeriksaan neurologis
  • Tes darah
  • Tusukan lumbal
  • Electroencephalogram (EEG)
  • Computerized tomography (CT)
  • Magnetic resonance imaging (MRI)
  • Positron emission tomography (PET)
  • Single-photon emission computerized tomography (SPECT)

Pengobatan

Bagaimana cara mengobati kejang?

Kondisi ini dapat diobati dengan mudah dan terjangkau, tergantung penyebab kejang. Dengan pengobatan teratur, Anda mampu mengurangi atau menghentikan gejala gangguan listrik yang tiba-tiba dan tidak terkendali di otak. Pengobatan tersebut mungkin meliputi:

Obat-obatan

Perawatan kondisi ini seringkali melibatkan obat-obatan anti-kejang. Beberapa pilihan tersedia untuk obat tersebut, termasuk lorazepam, divalproex sodium, phenytoin, clonazepam, lamotrigine, pregabalin, gabapentin, carbamazepine, diazepam. 

Tujuannya adalah untuk menemukan obat yang bekerja dengan baik untuk Anda dan menyebabkan paling sedikit efek samping. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin merekomendasikan Anda lebih dari satu obat. 

Operasi dan terapi lain

Jika obat anti-kejang tidak bekerja secara efektif, Anda mungkin bisa melakukan pilihan perawatan di bawah ini: 

  • Operasi

Dokter akan menempatkan dan menyingkirkan area dalam otak Anda yang memulai kejang. Operasi bisa bekerja maksimal pada orang yang mengalami kondisi tersebut pada tempat yang sama dalam otaknya. 

  • Stimulasi saraf vagus

Sebuah alat ditanam di bawah kulit dada Anda akan merangsang saraf vagus di leher, yang mengirimkan sinyal ke otak Anda yang menghambat kondisi gangguan listrik yang tiba-tiba dan tidak terkendali di otak. 

  • Neurostimulasi responsif

Dalam prosedur ini, sebuah alat ditanam di permukaan otak Anda atau di dalam jaringan otak yang dapat mendeteksi aktivitas gangguan listrik yang tiba-tiba dan tidak terkendali di otak dan memberikan stimulasi listrik ke daerah yang terdeteksi untuk menghentikan gangguan tersebut.

  • Stimulasi otak dalam

Dokter menanamkan elektroda di area tertentu di area tertentu di otak Anda untuk menghasilkan impuls listrik yang mengatur aktivitas otak yang tidak normal. Elektroda menempel pada alat seperti alat pacu jantung yang ditempatkan di atas dada Anda. 

  • Terapi diet

Melakukan diet tinggi lemak dan rendah karbohidrat, atau dikenal dengan diet keto, bisa mengurangi kemungkinan kejang.

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat mengatasi kondisi ini?

Jika Anda mengalami epilepsi, hindari kemungkinan pemicunya—misalnya kurang tidur, cahaya terang, video game, penggunaan heroin atau kokain, dan berhenti minum obat atau alkohol secara mendadak. Penderita diabetes bisa mencegah kejang dengan mengawasi gula darah dengan ketat.

Yang juga perlu Anda baca