Berbagai Penyebab Mood Swings, Gejolak Suasana Hati yang Bukan Sekadar Bad Mood

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 30/05/2018 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Yang namanya suasana hati alias mood, pasti akan berubah-ubah tergantung situasi dan kondisi yang Anda alami di saat itu. Mungkin pagi ini Anda merasa bete setengah mati karena terjebak macet, tapi menjelang sore mood Anda membaik karena habis ditraktir makan siang oleh sang pujaan hati. Perubahan mood seperti ini normal dan wajar saja terjadi pada setiap orang. Namun ketika perubahan mood itu terjadi tiba-tiba, berubahnya sangat cepat, dan sangat bertolak belakang 180 derajat, ini mungkin menandakan mood swing.

Tanda-tanda Anda mengalami mood swing

Mood yang berubah-ubah sebenarnya wajar hingga taraf tertentu. Meski begitu, tidak selalu demikian dengan mood swing. Dalam kasus tertentu, perubahan suasana hati bisa terjasi sangat ekstrem, serius, dan tanpa alasan atau rangsangan yang jelas sehingga mengganggu kehidupannya sehari-hari.

Mood swing ekstrem terjadi mendadak dan melibatkan kondisi emosional yang naik-turun, bergantian antara merasa bahagia dan sejahtera, kemudian dihinggapi oleh perasaan marah, tersinggung, atau depresi, dalam waktu yang relatif singkat.

Selain perubahan suasana hati yang mendadak, mood swings juga ditandai dengan:

  • Kecemasan dan mudah marah.
  • Kebingungan dan mudah lupa.
  • Sulit fokus dan konsentrasi.
  • Kecenderungan minum alkohol; minum-minum alkohol.
  • Halusinasi.
  • Depresi.
  • Mudah berprasangka buruk.
  • Mudah menyerah.
  • Sembrono.
  • Berperilaku tidak pantas.
  • Bicara dengan cepat.
  • Sulit memahami dan menyampaikan informasi.
  • Perubahan nafsu makan dan berat badan; bisa turun atau naik.
  • Kelelahan.
  • Menstruasi tidak teratur.
  • Mual.
  • Gangguan tidur.

Apa penyebab mood swing?

Salah satu kemungkinan penyebab mood swing adalah ketidakseimbangan kimia otak yang berhubungan dengan pengaturan suasana hati dan perubahan hormon yang dihasilkan tubuh. Ketidakseimbangan ini pun bisa terjadi tergantung pada banyak faktor berbeda. Umumnya adalah:

  • Cuaca: Sinar matahari dapat memicu otak memproduksi hormon endorfin yang membuat kita merasa senang dan bahagia. Kurangnya paparan sinar matahari dalam jangka waktu panjang membuat tubuh kekurangan banyak endorfin, menyebabkan banyak orang mengalami depresi musiman alias SAD (Seasonal Affective Disorder).
  • Makanan: Selain menyediakan energi untuk kita beraktivitas, makanan dapat memengaruhi mood dengan merangsang produksi dopamin. Dopamin adalah senyawa kimia dalam otak yang membuat kita merasa senang, bahagia, dan puas, untuk mendorong kita mengulang perilaku menyenangkan tersebut.
  • Sistem imun: Sistem kekebalan tubuh juga bisa memainkan peran naik turunnya mood kita. Saat kita sakit, hal ini bisa membuat tubuh kita merasa tertekan dan akhirnya juga mempengaruhi mood kita.
  • PubertasPre Menstrual Syndrome (PMS)menopause, dan kehamilan: Perubahan mood bisa terkait dengan naik turunnya kadar hormon estrogen sepanjang siklus menstruasi. Estrogen mulai naik secara perlahan setelah siklus menstruasi berakhir, kemudian mencapai puncaknya dua minggu kemudian. Setelah itu, kadar estrogen dalam tubuh mulai menurun tajam sebelum mulai naik perlahan dan turun lagi menjelang siklus baru dimulai.
  • Stres. Stres berat dapat memengaruhi susunan otak yang berpotensi memicu ketidakseimbangan materi otak. Hal ini kemudian memengaruhi bagaimana seseorang berpikir dan berperilaku — bahkan hingga memicu gangguan jiwa.
  • Kondisi kesehatan lainnya seperti masalah paru-paru, sistem kardiovaskular, penyakit tiroid, dan sistem saraf dapat menyebabkan mood swings.
  • Ketergantungan atau kecanduan obat-obatan dan alkohol juga dapat memicu perubahan mood ekstrem.

Kapan perlu ke dokter soal ini?

Mood swings dapat menjadi masalah kesehatan, apabila perubahan suasana hati sering terjadi dan mengganggu fungsi dan kinerja diri Anda. Contohnya, jika suasana hati Anda bersifat destruktif dan dapat memicu Anda melukai diri sendiri atau sampai menunjukkan kecenderungan bunuh diri, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Pasalnya, mood swings dapat menjadi pertanda dari banyak gangguan mental seperti gangguan bipolar, depresi mayor (depresi berat), skizofrenia, gangguan kepribadian ambang (Borderline Personality Syndrome/BPS), dan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

Maka, sangat penting bagi Anda untuk memperhatikan apa yang terjadi ketika Anda mengalami mood swings untuk memudahkan dokter menemukan pemicunya.

Bagaimana penanganan untuk mood swings?

Perubahan suasana hati yang disebabkan oleh kondisi medis dapat dicegah dengan mengobati kondisi medisnya. Obat-obatan, terapi, dan gaya hidup yang positif merupakan salah satu cara dalam menangani mood swings. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi mood swings yaitu:

  • Ikuti jadwal dengan teratur.
  • Rajin berolaharaga.
  • Tidur yang cukup.
  • Konsumsi makanan sehat.
  • Melakukan yoga atau meditasi.
  • Hindari stres.
  • Temukan solusi atas emosi Anda.
  • Berbincang dengan orang yang dipercaya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran, diagnosis, maupun perawatan medis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Tanpa Anda sadari, pernikahan mungkin menjadi penyebab Anda stres dan tertekan. Ayo cari tahu berbagai sumber stres dalam pernikahan dan cegah dampaknya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 19/06/2020 . 5 menit baca

Memanfaatkan Hipnoterapi untuk Menyembuhkan Trauma Psikologis

Bagi orang yang memendam trauma psikologis yang serius, dampaknya begitu terasa dalam hidup sehari-hari. Untungnya, metode hipnoterapi bisa membantu Anda.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18/06/2020 . 5 menit baca

Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Antidepresan bisa membantu penderita depresi agar pulih, tapi ada efek samping yang perlu diwaspadai. Pahami pro dan kontra antidepresan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Psikologi 18/06/2020 . 5 menit baca

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Benarkah frozen yogurt memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit dari es krim? Cari tahu di sini untuk memastikan apakah frozen yogurt memang lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 17/06/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

mual karena gugup

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . 6 menit baca
Berpikir negatif demensia

Sering Berpikir Negatif Bisa Tingkatkan Risiko Demensia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 4 menit baca
psikoterapi

Keluar dari Lubang Hitam Anda Lewat Psikoterapi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 5 menit baca
mata plus pada anak

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 5 menit baca