Sakit Kepala Sebelah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu sakit kepala sebelah?

Sakit kepala sebelah adalah jenis sakit kepala primer yang terjadi hanya di salah satu sisi kepala dalam satu waktu. Jenis sakit kepala ini juga sering disebut sebagai unilateral headache.

Sakit kepala sebelah dapat berupa:

Seseorang dapat mengalami sakit kepala sebelah yang cukup parah sehingga tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari, seperti pergi bekerja atau sekolah.

Seberapa umum kondisi ini?

Sakit kepala termasuk keluhan nyeri paling umum. Menurut World Health Organization (WHO), hampir setengah masyarakat dunia pernah mengalaminya.

Sakit kepala sebelah bisa menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga dewasa dan lanjut usia (lansia). Baik wanita dan pria memiliki kesempatan yang sama untuk mengalami gejala ini.

Namun, Anda bisa mencegah mengalaminya dengan menghindari faktor-faktor risiko yang mungkin terjadi. Untuk informasi lebih lanjut, diskusikan dengan dokter.

Tanda & Gejala

Apa tanda dan gejala sakit kepala sebelah?

Gejala sakit kepala sebelah dapat berupa denyut tumpul atau sakit dan nyeri tajam pada salah satu sisi kepala. Intensitasnya berkisar dari ringan hingga yang hebat. Rasa sakit biasanya terpusat pada satu mata, satu pelipis, atau satu sisi dahi.

Rasa sakitnya dapat datang secara bertahap atau tiba-tiba, dan dapat berlangsung kurang dari satu jam hingga berhari-hari lamanya. Sakit kepala sebelah dapat terjadi terus menerus atau bersifat kambuhan (datang dan pergi), tergantung dari penyebabnya.

Secara umum, gejala sakit kepala sebelah lainnya dapat meliputi:

  • Rasa sakit yang berlangsung sepanjang hari.
  • Sakit kepala saat bangun tidur atau bangun dari tiduran.
  • Kelelahan.
  • Kesulitan berkonsentrasi.
  • Sedikit sensitif terhadap cahaya silau dan suara.
  • Pandangan kabur.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Rasa sakit terletak di belakang satu mata atau daerah mata, dan tidak berganti sisi.

Mungkin ada gejala lain yang tidak disebutkan di atas. Gejala yang mungkin muncul pada setiap orang bisa berbeda-beda, sebab jenis sakit kepala yang berbeda memiliki gejala yang juga tak sama.

Sakit kepala sebelah adalah salah satu jenis kepala yang termasuk dalam gangguan cephalgia otonom trigeminal, dan kondisi ini memiliki empat sakit kepala yang berbeda:

Sakit kepala cluster

Serangan sakit kepala ini dapat terjadi sekitar musim tertentu. Mereka bertahan 15 hingga 180 menit.

Hemicrania continua headache

Sakit kepala ini menyebabkan rasa sakit terus menerus di satu sisi kepala selama 24 jam, sementara juga menyebabkan serangan rasa sakit yang tajam. Pengidapnya akan mengalami hidung beringus dan mata berlinang.

Paroxysmal hemicrania headache

Mirip dengan hemicrania continua, tetapi pengidapnya mengalami serangan lebih pendek yang berlangsung kurang dari 24 jam, dan mereka akan bebas rasa sakit di antaranya.

SUNCT dan SUNA

Ini adalah sakit kepala jangka pendek yang jarang menyebabkan serangan parah hanya dalam beberapa detikdi satu sisi kepala, dengan mata berkaca-kaca dan pilek.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Biasanya sakit kepala tidak berbahaya dan dapat pulih sendiri seiring waktu. Namun, beberapa kasus sakit kepala sebelah mungkin menjadi pertanda dari penyakit yang lebih serius seperti nyeri kepala pertanda tumor otak atau stroke.

Oleh karena itu, segera hubungi dokter jika Anda mengalami beberapa kondisi berikut:

  • Mengalami rasa sakit yang amat sangat dan tidak pernah Anda rasakan sebelumnya.
  • Merasakan sakit yang tiba-tiba menyerang di area kepala.
  • Rasa sakit yang diikuti oleh rasa linglung dan kesulitan untuk memahami ucapan orang lain.
  • Pingsan atau kehilangan kesadaran.
  • Demam tinggi, lebih tinggi dari 39-40 derajat celcius.
  • Leher yang kaku.
  • Mengalami gangguan penglihatan sehingga kesulitan melihat sesuatu.
  • Mengalami gangguan berbicara atau berjalan.
  • Mual dan muntah, kecuali jika Anda sedang flu atau mabuk.

Jika Anda mengalami sakit kepala satu sisi, penting untuk mencari evaluasi oleh ahli saraf atau spesialis sakit kepala.

Pemeriksaan sangat penting dan pencitraan otak sering diperlukan untuk menyingkirkan penyebab sekunder.

Penyebab

Apa saja penyebab sakit kepala sebelah?

Sakit kepala sebelah dapat disebabkan oleh gaya hidup atau kondisi medis tertentu. Anda juga bisa mengalami sakit kepala sebelah karena beberapa penyebab yang berbeda.

Berikut beberapa hal yang secara umum bisa jadi penyebab sakit kepala sebelah:

1. Pelebaran pembuluh darah

Adanya pelebaran pembuluh darah yang memasok darah ke otak pada salah satu sisi kepala dapat menyebabkan sakit kepala sebelah. Pelebaran ini memberikan tekanan pada saraf trigeminal yang menghidupkan sensasi sensorik dari wajah ke otak. Namun, tidak diketahui mengapa pelebaran ini terjadi.

2. Pelepasan histamin

Sakit kepala jenis ini dapat disebabkan oleh pelepasan histamin yang terjadi secara tiba-tiba. Histamin merupakan suatu senyawa amina nitrogen organik yang berfungsi sebagai neurotransmiter dalam otak, sumsum tulang belakang, juga rahim Anda.

Senyawa ini juga berfungsi untuk melawan alergen atau serotonin yang mengatur suasana hati.

3. Gangguan saraf

Dalam banyak kasus, sakit kepala sebelah juga bisa disebabkan oleh masalah saraf. Beberapa gangguan saraf yang bisa menyebabkan sakit kepala sebelah adalah:

  • Neuralgia occipital: tekanan besar pada saraf occipital yang berada di atas sumsum tulang belakang dan memanjang ke leher hingga ke dasar tengkorak.
  • Giant cell arteritis: peradangan dan kerusakan arteri yang membawa aliran darah ke otak. Giant cell arteritis sering disebut juga sebagai arteritis temporalis atau penyakit Horton. Umumnya giant cell arteritis dialami oleh seseorang yang berusia 50 tahun ke atas.
  • Neuralgia trigeminal: kelainan yang menyebabkan rasa sakit pada saraf trigeminal. Saraf tersebut merupakan saraf utama pada wajah yang berada pada bagian pelipis. Neuralgia trigeminal adalah penyakit kronis yang dapat menyebabkan rasa sakit kepala sebelah cukup parah dan melemahkan seluruh tubuh.

3. Faktor gaya hidup

Penyebab sakit kepala sebelah kanan juga paling sering terjadi karena faktor-faktor seperti:

  • Stres.
  • Kelelahan.
  • Kebiasaan makan tidak teratur (telat makan atau melewatkan waktu makan).
  • Masalah otot leher.
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri dalam jangka panjang.
  • Minum minuman keras berlebihan.
  • Kurang tidur
  • Makan makanan kurang sehat, seperti makanan berpengawet, berpemanis buatan, kafein, daging olahan, dan makanan asin.

4. Migrain

Migrain adalah serangan sakit kepala ekstrem yang hanya terasa di salah satu sisi kepala. Hingga saat ini masih belum bisa dipastikan apa yang menjadi penyebab dari migrain. Namun, migrain mungkin berasal dari kombinasi faktor genetik, perubahan hormon, dan lingkungan.

5. Sakit kepala cluster

Sakit kepala cluster adalah jenis sakit kepala sebelah yang paling parah dan merupakan bagian dari gangguan sakit kepala trigeminal autonomic cephalalgia.

Sakit kepala cluster adalah serangkaian serangan sakit kepala yang relatif singkat tetapi sangat parah dan menyakitkan. Penyebab sakit kepala cluster tidak diketahui, tetapi pola sakit kepala cluster menunjukkan ada peran dari kelainan hipotalamus otak.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya mengalami sakit kepala sebelah?

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan kesempatan Anda mengalami sakit kepala di satu sisi, yaitu:

1. Usia

Semua orang bisa saja mengalami sakit kepala di satu sisi. Namun, beberapa jenis sakit kepala pemicunya lebih rentan dialami oleh kelompok orang tertentu.

Ambil contoh, cluster headache yang lebih sering terjadi pada orang berusia 20-50 tahun sementara migrain lebih sering dialami oleh remaja dan perempuan dewasa.

2. Gaya hidup

Kebiasaan merokok, kurang olahraga, stres, makan tidak teratur, keseringan minum alkohol, hingga terlalu banyak tidur atau kurang tidur membuat Anda lebih mudah mengalami sakit kepala sebelah.

3. Riwayat masalah kesehatan lain

Memiliki riwayat cedera pada satu sisi kepala, glaukoma pada salah satu sisi mata, tumor otak, hipertensi, dan stroke dapat meningkatkan risiko Anda mengalami sakit kepala di sisi yang terdampak.

4. Genetik

Jenis sakit kepala migrain dan kluster dilaporkan berhubungan dengan faktor genetik.

Jika ada anggota keluarga Anda yang memiliki riwayat migrain atau sakit kepala cluster, potensi Anda mengalami kondisi ini akan lebih besar dibandingkan orang lain yang tidak memilikinya.

Diagnosis dan pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara dokter mendiagnosis kondisi ini?

Dokter awalnya akan memeriksa gejala yang Anda alami, sudah berapa lama Anda mengalaminya, serta meninjau ulang riwayat kesehatan Anda pribadi dan keluarga.

Apabila kondisi Anda tampak cukup rumit dan dicurigai penyebabnya serius, dokter umum dapat merujuk Anda kepada spesialis neurologi yang sudah lebih terlatih untuk memahami kondisi Anda.

Ada beberapa tes kesehatan yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis kondisi tersebut.

1. Magnetic resonance imaging (MRI)

MRI adalah teknik pengambilan foto bagian otak dan pembuluh darah menggunakan medan magnet yang cukup kuat.

Hasil dari foto yang dihasilkan menggunakan MRI akan digunakan dokter untuk mendiagnosis tumor, stroke, perdarahan di dalam otak, infeksi, dan masalah lain yang berkaitan dengan otak dan sistem saraf.

2. Computerized tomography (CT)

CT Scan biasanya dilakukan menggunakan X-ray untuk mengambil foto otak dari berbagai sudut.

Hasil foto yang didapat dari CT scan akan digunakan dokter untuk mendiagnosis tumor, infeksi, kerusakan otak, perdarahan di dalam otak dan berbagai kondisi kesehatan lainnya yang mungkin menyebabkan sakit di area kepala.

Apa saja pilihan pengobatan untuk sakit kepala sebelah?

Ada beberapa obat yang bisa Anda gunakan untuk meredakan sakit kepala sebelah.

Sakit kepala sebelah taraf ringan dapat mudah diatasi dengan obat sakit kepala di apotek, termasuk paracetamol, aspirin, dan ibuprofen.

Namun, obat-obatan ini berpotensi menyebabkan rebound headache jika digunakan dalam jangka panjang.

Pemilihan obat juga harus disesuaikan dengan jenis sakit kepala yang menyerang. Jika Anda mengalami sakit kepala yang lebih kuat, dokter akan meresepkan obat pereda sakit yang lebih kuat.

Contohnya obat dihidroergotamin untuk mengatasi gejala migrain yang bertahan lebih dari 24 jam. Obat lain seperti verapamil dan opioid harus ditebus dengan resep dokter bila ingin digunakan.

Lebih jauh, pilihan pengobatan biasanya akan disesuaikan lagi dengan usia, frekuensi Anda mengalami kondisi ini, penyebab, tingkat keparahannya, hingga kondisi kesehatan lain yang Anda miliki.

Sakit kepala yang dipicu oleh masalah pada saraf, cedera, atau kondisi kesehatan lainnya (seperti hipertensi atau stroke) kemungkinan harus terlebih dahulu ditangani penyebab mendasarnya.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasinya?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi sakit kepala sebelah adalah:

  • Jagalah jadwal tidur Anda agar tetap cukup dan teratur.
  • Menguragi konsumsi alkohol
  • Berhenti merokok.
  • Hindari beraktivitas saat cuaca terlalu panas.
  • Jaga pola makan teratur.
  • Gunakanlah obat yang telah diresepkan dokter.
  • Periksakan selalu diri Anda ke dokter untuk mengetahui perkembangan kesehatan Anda.

Hal-hal di atas setidaknya membantu mengurangi rasa sakit, sakit kepala jadi lebih jarang terjadi, atau bahkan sampai benar-benar hilang sepenuhnya.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Migrain

    Migrain adalah sakit kepala hebat di satu sisi. Cari tahu gejala, penyebab, pengobatan, serta cara mengatasi, dan mencegah kondisi ini di Hello Sehat.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 14 April 2020 . Waktu baca 13 menit

    Meningitis (Radang Selaput Otak)

    Meningitis adalah peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang (meninges). Bagaimana gejala dan cara mengobatinya?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 9 April 2020 . Waktu baca 9 menit

    Mengapa Mati Rasa di Kepala Bisa Terjadi? Kenali Yuk Apa Saja Penyebabnya!

    Mati rasa di kepala memang termasuk kondisi yang langka, tetapi tidak boleh disepelekan. Oleh karena itu, kenali apa saja yang menjadi penyebab kondisi ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Hidup Sehat, Fakta Unik 16 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit

    Apa Bedanya Sakit Kepala Akibat Tumor dengan Sakit Kepala Biasa?

    Salah satu gejala dari tumor otak adalah sakit kepala. Tapi, sakit kepala ini sering dianggap sakit kepala biasa. Memang, apa sih bedanya?

    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Hidup Sehat, Fakta Unik 29 November 2019 . Waktu baca 6 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    obat migrain alami

    10 Obat Alami yang Mampu Redakan Migrain

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Dipublikasikan tanggal: 17 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit
    obat sakit kepala sebelah kanan atau kiri

    6 Obat yang Ampuh Redakan Sakit Kepala Sebelah

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Dipublikasikan tanggal: 16 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
    cara menghilangkan sakit kepala

    14 Cara yang Bisa Dicoba untuk Menghilangkan Sakit Kepala

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Atifa Adlina
    Dipublikasikan tanggal: 15 Mei 2020 . Waktu baca 8 menit
    Konten Bersponsor
    cara cepat mengatasi sakit kepala

    Cara Cepat Mengatasi Sakit Kepala Saat Kerja Lembur

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 20 April 2020 . Waktu baca 5 menit