Chlorpromazine

Oleh

Chlorpromazine Obat Apa?

Untuk apa Chlorpromazine?

Chlorpromazine adalah obat yang digunakan untuk mengatasi masalah mental atau suasana hati tertentu, seperti:

  • skizofrenia
  • gangguan psikotik
  • fase mania dari gangguan bipolar
  • masalah perilaku yang parah pada anak-anak, seperti ADHD

Chlorpromazine adalah obat yang bisa membantu Anda untuk berpikir lebih jernih, tidak gugup, dan beraktivitas normal dalam kehidupan sehari-hari.

Efek dari chlorpromazine dapat mengurangi perilaku agresif dan keinginan untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain. Chlorpromazine juga dapat membantu untuk mengurangi halusinasi (mendengar atau melihat hal-hal yang tidak ada).

Chlorpromazine adalah obat psikiatri yang termasuk kelas obat yang disebut antipsikotik fenotiazin. Chlorpromazine bekerja dengan membantu mengembalikan keseimbangan zat alami tertentu dalam otak.

Chlorpromazine juga digunakan untuk mengontrol gejala-gejala seperti:

  • mual
  • muntah
  • meredakan cegukan berkepanjangan
  • meredakan kegelisahan
  • kecemasan sebelum operasi
  • mengatasi gejala tetanus.

Bagaimana cara penggunaan Chlorpromazine?

Chlorpromazine adalah obat yang bisa dikonsumsi dengan atau tanpa makanan, biasanya 2-4 kali sehari atau seperti yang diarahkan oleh dokter Anda.

Dosis chlorpromazine didasarkan pada kondisi medis Anda, usia, dan respon terhadap pengobatan. Pada anak-anak, dosis chlorpromazine didasarkan pada berat badan.

Untuk mengurangi risiko efek samping, dokter mungkin mengarahkan Anda untuk memulai obat chlorpromazine pada dosis rendah dan secara bertahap meningkatkan dosis Anda. Ikuti petunjuk dokter dengan hati-hati.

Gunakan obat chlorpromazine secara teratur untuk mendapatkan manfaat paling banyak. Untuk membantu Anda mengingat, gunakan chlorpromazine pada waktu yang sama setiap hari.

Meskipun Anda mungkin merasakan beberapa efek chlorpromazine segera setelah penggunaan, untuk beberapa kondisi mungkin diperlukan beberapa minggu sebelum Anda mendapatkan manfaat penuh dari obat chlorpromazine.

Jangan berhenti minum chlorpromazine tanpa berkonsultasi dengan dokter Anda. Beberapa kondisi mungkin menjadi lebih buruk ketika chlorpromazine tiba-tiba dihentikan.

Selain itu, Anda mungkin mengalami gejala seperti sakit perut, mual, muntah, pusing, dan gemetar. Untuk mencegah gejala-gejala ini saat Anda menghentikan pengobatan dengan chlorpromazine, dokter dapat mengurangi dosis secara bertahap.

Konsultasikan dengan dokter atau apoteker untuk lebih jelasnya. Laporkan jika muncul gejala baru atau gejala memburuk.

Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan. Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Bagaimana cara penyimpanan Chlorpromazine?

Chlorpromazine adalah obat yang baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan.

Merek lain dari chlorpromazine mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan chlorpromazine atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.                            

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk chlorpromazine bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang produk Anda.

Dosis Chlorpromazine

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis Chlorpromazine untuk orang dewasa?

Berikut adalah dosis chlorpromazine yang dianjurkan untuk orang dewasa:

1. Dosis orang dewasa untuk psikosis:

  • IM (intra muscular) atau disuntikkan ke otot dengan dosis awal 25 sampai 50 mg. Dosis dapat diulang dalam satu jam. Dosis selanjutnya dapat ditingkatkan dan diberikan setiap 2 sampai 4 jam sesuai kebutuhan.
  • Untuk oral, gunakan dosis awal sekitar 10 sampai 25 mg secara oral sebanyak 3 kali sehari. Total dosis harian harus ditingkatkan di 20 sampai 50 mg setiap kenaikan 3 atau 4 hari sampai gejala dikendalikan.

Dosis pemeliharaan biasa bisa digunakan 200 mg / hari secara oral. Beberapa pasien memerlukan dosis yang lebih tinggi (misalnya, 800 mg sehari tidak jarang pada pasien penyakit jiwa).

Tingkatkan dosis secara bertahap sampai gejala dapat dikendalikan. Perbaikan maksimum baru akan terlihat setelah beberapa minggu atau bahkan berbulan-bulan.

Lanjutkan dosis selama 2 minggu, kemudian secara bertahap kurangi dosis ke tingkat terendah yang efektif.

2. Dosis orang dewasa untuk mania (gangguan bipolar):

  • Penggunaan oral: gunakan 10 mg secara oral 3 sampai 4 kali sehari atau 25 mg oral 2 sampai 3 kali sehari. Untuk kasus yang lebih berat gunakan 25 mg secara oral 3 kali sehari.Setelah 1-2 hari, dosis dapat ditingkatkan dengan 20 sampai 50 mg / hari pada interval setengah mingguan.
  • Kontrol yang cepat dari gejala berat sebanyak 25 mg dengan suntikkan satu kali. Jika perlu, ulangi dalam 1 jam. Dosis berikutnya harus oral, 25 sampai 50 mg tiga kali sehari.
  • Gunakan suntikkan 25 mg injeksi satu kali. Jika perlu, dapat memberikan tambahan 25 sampai 50 mg injeksi dalam 1 jam.Tingkatkan dosis selanjutnya secara bertahap selama beberapa hari sampai 400 mg setiap 4 sampai 6 jam dalam kasus yang sangat parah.

Biasanya pasien menjadi tenang dan kooperatif dalam waktu 24 hingga 48 jam dan dosis oral bisa diganti.

Untuk obat oral sebanyak 500 mg / hari umumnya cukup. Tingkatkan dosis secara bertahap sampai 2000 mg / hari atau lebih jika diperlukan.

3. Dosis orang dewasa untuk mual dan muntah

  • Oral: 10 sampai 25 mg setiap 4 sampai 6 jam sesuai kebutuhan. Dapat meningkat, jika perlu.
  • Stuntik injeksi IM: 25 mg satu waktu. Jika tidak terjadi hipotensi, berikan 25 sampai 50 mg setiap 3 sampai 4 jam sesuai kebutuhan, kemudian beralih ke sediaan oral.
  • Lewat dubur: Satu supositoria 100 mg setiap 6 sampai 8 jam sesuai kebutuhan. Pada beberapa pasien, setengah dosis ini akan diberikan.

4. Mual dan muntah selama pembedahan

  • Suntik injeksi IM: 12,5 mg satu kali. Dapat diulang setelah 30 menit jika perlu dan jika tidak terjadi hipotensi.
  • IV (infus): 2 mg pada interval 2 menit. Jangan melebihi 25 mg. Encerkan sampai 1 mg / mL.

5. Dosis orang dewasa untuk bius ringan

Untuk bius ringan sebelum prosedur medis atau bedah:

  • Oral: 25 sampai 50 mg, 2 sampai 3 jam sebelum operasi.
  • Injeksi IM: 12,5-25 mg, 1 sampai 2 jam sebelum operasi.

6. Dosis orang dewasa untuk cegukan

  • Oral: 25 sampai 50 mg 3-4 kali sehari.
  • Injeksi IM: Jika gejalanya menetap selama 2 sampai 3 hari, berikan 25 sampai 50 mg IM.
  • IV infus: Jika gejalanya menetap, gunakan infus IV lambat: 25 sampai 50 mg dalam 500 sampai 1000 mL salin.

Bagaimana dosis Chlorpromazine untuk anak-anak?

1. Dosis Anak-anak biasa untuk Opiate Withdrawal:

Untuk usia kurang dari 1 bulan dengan sindrom abstinence neonatal (kecanduan penggunaan opioid ibu; mengontrol SSP dan gejala gastrointestinal) gunakan dosis berikut:

Untuk penggunaan intramuskular atau disuntik ke otot, gunakan dosis awal 0,55 mg / kg / dosis diberikan setiap 6 jam; ubah ke oral setelah sekitar 4 hari, turunkan dosis secara bertahap selama 2 sampai 3 minggu. Catatan: Chlorpromazine jarang digunakan untuk sindrom abstinence neonatal karena efek samping seperti hipotermia, disfungsi cerebellar, penurunan ambang kejang, dan eosinofilia; agen lain yang lebih disukai.

2. Dosis Anak-anak biasa untuk Skizofrenia:

  • Untuk anak usia 6 bulan dan lebih tua gunakan dosis berikut:

Untuk oral gunakan 0,5-1 mg / kg / dosis oral setiap 4 sampai 6 jam; anak yang lebih tua mungkin memerlukan 200 mg / hari atau lebih tinggi

Untuk disuntik (intramuskular atau intravena) gunakan 0,5-1 mg / kg / dosis setiap 6 sampai 8 jam

  • Dosis yang dianjurkan maksimal:

kurang dari 5 tahun (kurang dari 22,7 kg): 40 mg / hari

5 tahun dan lebih tua: (22,7-45,5 kg): 75 mg / hari

3.  Dosis anak-anak Biasa untuk mual dan muntah:

  • Untuk Mual dan muntah:

Oral: 0,5-1 mg / kg / dosis setiap 4-6 jam sesuai kebutuhan

intramuskular atau intravena: 0,5-1 mg / kg / dosis setiap 6 sampai 8 jam;

  • Dosis yang dianjurkan maksimal:

Untuk kurang dari 5 tahun (kurang dari 22,7 kg): 40 mg / hari

5 tahun dan lebih tua (22,7-45,5 kg): 75 mg / hari

Dalam dosis apakah chlorpromazine tersedia?

Chlorpromazine adalah obat yang tersedia dalam sediaan tablet dan cairan injeksi.

Efek samping Chlorpromazine

Efek samping apa yang dapat dialami karena Chlorpromazine?

Chlorpromazine adalah obat yang dapat menyebabkan efek samping. Dapatkan bantuan medis darurat jika Anda memiliki tanda-tanda reaksi alergi chlorpromazine: mual, muntah, berkeringat, gatal-gatal, gatal, kesulitan bernapas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan, atau merasa seperti Anda akan pingsan.

Hentikan menggunakan chlorpromazine dan hubungi dokter jika Anda memiliki salah satu dari efek samping yang serius berikut ini:

  • berkedut atau gerakan tak terkendali dari mata, bibir, lidah, wajah, lengan, atau kaki;
  • tremor (gemetar tak terkendali), air liur, kesulitan menelan, masalah dengan keseimbangan atau berjalan;
  • merasa gelisah
  • perasaan seperti Anda akan pingsan;
  • kejang  (blackout atau kejang);
  • mual sakit perut bagian atas, gatal, dan penyakit kuning (menguningnya kulit atau mata);
  • kulit pucat, mudah memar atau pendarahan, demam, sakit tenggorokan, gejala flu;
  • demam tinggi, otot kaku, kebingungan, berkeringat, detak jantung cepat atau tidak rata, napas cepat;
  • pikiran atau perilaku yang tidak biasa;
  • penurunan penglihatan malam, tunnel vision, mata berair, peningkatan kepekaan terhadap cahaya;
  • kencing lebih sedikit dari biasanya atau tidak sama sekali;
  • nyeri sendi atau bengkak dengan demam, kelenjar bengkak, nyeri otot, nyeri dada, muntah, dan warna kulit merata; atau
  • denyut  jantung lambat, denyut nadi lemah, pingsan, napas lambat (pernapasan mungkin berhenti).

Efek samping chlorpromazine yang tidak begitu serius mungkin termasuk:

  • Pusing , mengantuk, kecemasan, masalah tidur (insomnia);
  • Payudara  bengkak atau keluar cairan
  • Perubahan  di periode menstruasi;
  • Berat badan bertambah  bengkak di tangan atau kaki;
  • Mulut kering atau hidung tersumbat, penglihatan kabur;
  • Sembelit; atau
  • Impotensi  kesulitan mengalami orgasme.

Tidak semua orang mengalami efek samping chlorpromazine berikut ini. Mungkin ada beberapa efek chlorpromazine yang tidak disebutkan di atas.

Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker Anda.

Peringatan dan Perhatian Obat Chlorpromazine

Apa saja yang harus diketahui sebelum menggunakan Chlorpromazine?

Chlorpromazine adalah obat yang tidak untuk digunakan dalam kondisi psikotik yang berhubungan dengan demensia. Chlorpromazine dapat menyebabkan gagal jantung, kematian mendadak, atau pneumonia pada orang dewasa yang lebih tua dengan kondisi demensia terkait.

Jangan gunakan Chlorpromazine jika Anda memiliki kerusakan otak, depresi tulang sumsum, atau juga menggunakan alkohol dalam jumlah besar atau obat-obatan yang membuat Anda mengantuk.

Jangan gunakan jika Anda alergi terhadap Chlorpromazine atau fenotiazin lain seperti fluphenazine (Permitil), perphenazine (Trilafon), proklorperazin (Compazine, Compro), promethazine (Adgan, Pentazine, Phenergan), thioridazine (Mellaril), atau trifluoperazine (Stelazine).

Untuk memastikan Anda dapat dengan aman mengonsumsi chlorpromazine, beritahu dokter Anda jika Anda memiliki salah satu dari kondisi lain:

  • Penyakit hati  atau penyakit ginjal;
  • Penyakit jantung atau tekanan darah tinggi;
  • Asma, emfisema, atau masalah pernapasan lainnya yang parah;
  • Glaukoma ;
  • Pernah mengalami atau sedang mengalami kondisi kanker payudara
  • Tingkat  kalsium dalam darah Anda rendah  (hipokalsemia);
  • tumor kelenjar adrenal (pheochromocytoma);
  • prostat membesar atau masalah  buang air kecil;
  • riwayat kejang;
  • Penyakit Parkinson; atau
  • jika Anda pernah memiliki efek samping yang serius saat menggunakan Chlorpromazine atau fenotiazin lain

Katakan kepada dokter Anda jika Anda akan terkena panas atau dingin ekstrem, atau jika Anda akan bersentuhan dengan insektisida racun saat Anda menggunakan Chlorpromazine.

Bicarakan dengan dokter Anda sebelum memberikan chlorpromazine untuk anak yang telah sakit dengan gejala demam atau flu. Orang dewasa yang lebih tua mungkin lebih cenderung memiliki efek samping dari chlorpromazine.

Interaksi Obat Chlorpromazine

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan Chlorpromazine?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat chlorpromazine atau meningkatkan risiko efek samping yang serius.

Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker.

Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat chlorpromazine tanpa persetujuan dokter.

Walau beberapa obat tidak boleh dikonsumsi bersamaan sama sekali, pada kasus lain beberapa obat juga bisa digunakan bersamaan meskipun interaksi mungkin saja terjadi.

Pada kasus seperti ini, dokter mungkin akan mengganti dosis chlorpromazine, atau melakukan hal-hal pencegahan lain yang dibutuhkan. Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat lain baik yang dijual bebas maupun dari resep dokter.

Beritahu dokter Anda tentang semua obat-obatan lain yang Anda gunakan, terutama:

  • Atropin (Atreza, Sal-tropine)
  • Lithium (Eskalith, Lithobid)
  • Fenitoin (Dilantin)
  • Sntibiotik
  • Pil KB atau pengganti hormon estrogen
  • Obat tekanan darah
  • Pengencer darah seperti warfarin (Coumadin, Jantoven)
  • Obat asma tertentu atau bronkodilator
  • Obat inkontinensia
  • Insulin atau obat diabetes yang diminum
  • Obat untuk mual, muntah, atau mabuk
  • Obat untuk mengobati atau mencegah malaria
  • Obat yang digunakan untuk anestesi umum
  • Obat yang digunakan untuk mencegah penolakan transplantasi organ
  • Obat penghilang rasa sakit seperti Lidocaine atau Novocaine
  • Stimulan atau obat ADHD
  • Obat iritasi usus besar
  • Obat untuk mengobati penyakit Parkinson, sindrom kaki gelisah, atau tumor kelenjar pituitari (prolaktinoma)

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan Chlorpromazine?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi chlorpromazine dapat terjadi.

Mengonsumsi alkohol atau tembakau dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan chlorpromazine dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan Chlorpromazine?

Adanya masalah kesehatan lain di tubuh Anda dapat mempengaruhi penggunaan chlorpromazine. Beri tahukan dokter Anda bila Anda memiliki masalah kesehatan lain.

Overdosis Chlorpromazine

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (112) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Gejala overdosis chlorpromazine mungkin termasuk:

  • Mulut kering
  • Sembelit
  • Kembung atau kram perut
  • Merasa gelisah atau gelisah
  • Demam
  • Kejang
  • Kekakuan otot
  • Gerakan otot terganggu
  • Perubahan denyut jantung
  • Rasa kantuk ekstrem
  • Pingsan

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat chlorpromazine, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis chlorpromazine.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Share now :

Direview tanggal: Januari 1, 1970 | Terakhir Diedit: Maret 24, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca