Infeksi Saluran Kemih

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 04/05/2020 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu infeksi saluran kemih?

Infeksi saluran kemih atau infeksi saluran kencing (ISK) terjadi ketika ada bakteri pada organ saluran kencing. Bakteri penyebab infeksi saluran kemih dapat memengaruhi ginjal, kandung kemih, dan tabung yang menghubungkan keduanya.

Saluran kemih atau kencing dapat dibagi menjadi dua, yakni saluran kemih atas dan bawah. Saluran kemih bagian atas terdiri dari ginjal dan ureter (saluran dari ginjal ke kandung kemih). Sementara itu, saluran kemih bagian bawah terdiri dari kandung kemih dan uretra (saluran dari kandung kemih untuk mengalirkan urine keluar tubuh).

Seberapa umumkah kondisi ini?

Infeksi saluran kemih ini bisa terjadi pada semua orang tanpa memandang usia dan jenis kelamin. Namun, wanita lebih sering terkena infeksi saluran kemih dibanding laki-laki, karena wanita memiliki uretra yang lebih pendek sehingga wanita lebih rentan infeksi.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala infeksi saluran kencing?

Gejala infeksi saluran kemih yang paling umum, yaitu sering buang air kecil tapi merasa tidak puas (anyang-anyangan), nyeri saat kencing, urine keruh atau berbau, nanah atau darah dalam urine.

Pasien infeksi saluran kemih, khususnya wanita akan merasa nyeri pada pubis (tulang di depan tulang pinggul, dekat kelamin). Dilansir dari Mayo Clinic, tergantung dari organ yang terinfeksi, gejala infeksi saluran kencing adalah:

  • Jika infeksi terdapat pada ginjal, pasien dapat demam, mual, dan muntah atau menggigil atau nyeri punggung.
  • Jika infeksi terdapat pada kandung kemih, pasien akan merasakan tekanan pada pelvis depan (perut bawah), sering buang air kecil, dan kencing berdarah
  • Jika infeksi terdapat pada uretra, pasien akan merasakan nyeri saat kencing dan keluarnya cairan dari uretra

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami gejala di atas, khususnya saat buang air kecil, Anda harus pergi ke dokter. Hubungi dokter jika tetap demam dalam 48 jam meski telah minum antibiotik atau gejala muncul kembali setelah konsumsi obat.

Meskipun memiliki penyakit yang sama, gejala yang muncul antara Anda dengan orang lain bisa berbeda. Itu sebabnya, konsultasikanlah dengan dokter untuk mendapatkan jawaban pasti.

Penyebab

Apa penyebab infeksi saluran kemih?

Seringnya, penyebab infeksi saluran kemih adalah bakteri Escherichia coli (E.coli) yang ditemukan pada usus. Namun, penyakit ini juga bisa disebabkan oleh bakteri jenis lain.

Saat E. coli terdapat pada kulit atau dekat anus, bakteri ini dapat masuk ke saluran kencing dan berpindah ke tempat lain. Pada wanita, karena saluran kencing dan anus terletak berdekatan, risiko infeksi menjadi lebih tinggi.

Bakteri juga mampu memasuki saluran kencing melalui kateter yang digunakan pada terapi medis. Selain itu, hubungan seksual juga dapat menyebabkan infeksi saluran kemih. Namun, bukan berarti Anda yang tidak aktif berhubungan seksual tidak bisa kena penyakit ini.

Infeksi saluran kemih juga bisa terjadi akibat adanya infeksi dari area lain ke ginjal.

Infeksi saluran kencing umumnya tidak menular, tapi berhubungan seksual saat Anda sedang terinfeksi dapat menyebabkan nyeri. Untuk itu, Anda harus menghindarinya.

Faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk kondisi ini?

Ada banyak faktor risiko yang menjadi penyebab infeksi saluran kemih, yaitu:

1. Jenis kelamin

Wanita lebih rentan terkena infeksi ini karena uretranya yang lebih pendek dibanding laki-laki. Artinya, jalur bakteri menuju ke kandung kemih juga lebih singkat. Faktor jenis kelamin inilah yang meningkatkan Anda memiliki risiko penyebab infeksi saluran kemih.

2. Melakukan hubungan seksual yang tidak aman

Melakukan hubungan seksual dengan tidak pakai kondom bisa menyebabkan wanita atau bahkan pria terkena infeksi saluran kemih. Pasalnya, bakteri penyebab ISK bisa berada di kulit kelamin dan menyebar atau berpindah saat berhubungan seksual.

3. Penggunaan kontrasepsi

Wanita yang menggunakan alat pencegah kehamilan, seperti spermisida, berisiko lebih tinggi terkena penyakit ini.

4. Menopause

Setelah menopause, penurunan kadar estrogen menyebabkan perubahan tubuh dalam berkemih, sehingga lebih rentan terhadap infeksi.

5. Saluran kencing yang tidak normal

Bayi yang terlahir dengan malformasi (pertumbuhan arteri dan vena yang tidak normal) saluran kencing, umumnya tidak dapat mengeluarkan urine dengan normal. Selain itu, malformasi saluran kencing juga dapat menyebabkan seseorang mengalami atau retensi urine pada uretra.

6. Penyumbatan saluran kencing

Adanya batu atau pembesaran prostat dalam saluran kencing, dapat menyebabkan infeksi di saluran kandungan kemih.

7. Sistem imun lemah

Diabetes dan kondisi lain menyebabkan sistem imun menjadi lemah dan meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.

8. Pemakaian kateter

Infeksi saluran kemih ini sering terjadi pada orang yang tidak dapat berkemih dan harus menggunakan kateter untuk berkemih. Hal ini dapat terjadi pada pasien di rumah sakit dengan kondisi seperti neuropathy uncontrolled urinary function, dan kelumpuhan.

9. Arah membersihkan saluran kencing salah

Bila membersihkan anus terlebih dahulu, kemudian membersihkan saluran kencing, bakteri dari anus dapat berpindah ke saluran kencing dan menyebabkan infeksi pada saluran kencing. Itu sebabnya, agar terhindar dari risiko penyebab infeksi saluran kemih, pastikan Anda membersihkan vagina dari depan ke belakang.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang bisa terjadi akibat infeksi saluran kencing?

Ketika kondisi ini dirawat dengan cepat dan tepat, infeksi saluran kemih bagian bawah jarang menyebabkan komplikasi. Akan tetapi, jika tidak diobati, kondisi ini bisa mendatangkan komplikasi serius.

Komplikasi infeksi saluran kemih dapat meliputi:

  • Infeksi berulang, terutama pada wanita yang mengalami dua atau lebih ISK dalam periode enam bulan atau empat atau lebih dalam setahun.
  • Kerusakan ginjal permanen akibat infeksi ginjal akut atau kronis (pielonefritis) karena Infeksi saluran kemih yang tidak diobati.
  • Pada wanita hamil, ada peningkatan risiko untuk melahirkan dengan berat badan lahir rendah atau bayi prematur.
  • Penyempitan uretra (striktur) pada pria akibat uretritis berulang, yang sebelumnya terlihat dengan uretritis gonokokal.
  • Sepsis, suatu komplikasi infeksi yang berpotensi mengancam jiwa, terutama jika infeksi berjalan dengan cara naik ke saluran kemih ke ginjal Anda.

Infeksi saluran kemih juga berisiko pada kesehatan jantung

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa respons peradangan tubuh terhadap infeksi dapat memicu pembentukan gumpalan di arteri, tak terkecuali infeksi di saluran kemih.

Hal ini dapat berujung menghalangi aliran darah ke jantung atau otak. Maka penting untuk diobati secara tuntas infeksi pada saluran kemih Anda.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk infeksi saluran kemih?

Untuk mengobati infeksi saluran kemih, pasien akan diresepkan obat antibiotik selama 3-10 hari. Jangan lupa juga untuk minum banyak air untuk membantu mengeluarkan urin. Dianjurkan untuk mengonsumsi jus buah dan vitamin C untuk meningkatkan keasaman urine yang akan akan membantu proses penyembuhan.

Dokter juga akan memberikan obat pereda nyeri ketika Anda mengalami rasa sakit saat berkemih, seperti phenazopyridine. Obat ini akan mengubah warna urine Anda menjadi jingga kemerahan. Obat antinyeri seperti paracetamol atau ibuprofen juga dapat digunakan.

Pasien dapat berendam pada air hangat untuk mengurangi rasa tidak nyaman. Beristirahatlah yang cukup hingga demam dan nyeri mereda.

Untuk beberapa kasus ISK ini, seseorang mungkin hanya perlu minum antibiotik selama 3 hari. Akan tetapi, biasanya orang dengan ISK perlu tetap minum obat selama 7 hingga 14 hari.

Pastikan Anda meminum antibiotik hingga yang diresepkan habis. Jangan berhenti minum obat lebih cepat dari anjuran dokter. Banyak orang berhenti minum obat ketika mereka mulai merasa lebih baik, tetapi ini malah bisa  meningkatkan risiko infeksi akan muncul kembali.

Jika Anda telah didiagnosis dengan ISK dan gejala berlanjut setelah Anda menggunakan semua obat Anda atau jika gejala Anda tidak jauh lebih baik setelah 2-3 hari perawatan, hubungi dokter Anda.

Cara lain mengobati ISK

Selain menggunakan obat-obatan, cara alami berikut ini juga dapat membantu mempercepat proses penyembuhan infeksi saluran kemih, yaitu:

1. Melatih kandung kemih

Pelatihan kandung kemih adalah program untuk menyehatkan kandung kemih. Di sini Anda akan dilatih memperkuat otot kandung kemih, belajar banyak minum dan banyak berkemih, dan makan makanan yang mengandung serat.

Untuk anak-anak, pelatihan ulang kandung kemih akan membutuhkan waktu, pemahaman dan kesabaran. Mungkin butuh enam berbulan-bulan hingga setahun untuk mencapai hasil yang diinginkan.

2. Penting untuk banyak minum di siang hari

Penting untuk mengonsumsi banyak cairan di siang hari. Air dapat membantu menyiram ginjal dan kandung kemih secara alami. Minum banyak cairan di pagi hari membantu memastikan volume urine yang cukup di kandung kemih

3. Pastikan makan makanan berserat

Saat mengalami ISK, tak jarang beberapa orang juga mengalami sembelit. Apabila Anda mengonsumsi cukup serat, ini dapat membantu Anda buang air besar teratur meskipun mengalami ISK.

Contoh makanan yang tinggi serat adalah buah-buahan, sayuran, biji-bijian dan kacang-kacangan. Minum banyak air saat makan makanan berserat tinggi ini penting karena air akan membantu mendorong tinja melalui usus.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk kondisi ini?

Untuk mendeteksi infeksi saluran kemih, umumnya akan dilakukan tes urine (urinalisis lengkap) dapat dilakukan. Sampel urine harus murni berasal dari urin Anda, tidak tercampur dengan cairan tubuh lainnya.

Untuk mendapatkan sampel urin, pasien harus mengambil aliran tengah, yaitu aliran saat di tengah-tengah kencing (bukan aliran di awal ataupun di akhir proses buang air kecil).

Urinalisis terkadang berhubungan dengan implantasi urin yang menggunakan sampel urin untuk implantasi bakteri di laboratorium. Tes ini akan menjelaskan jenis bakteri penyebab infeksi saluran kemih dan obat yang paling ampuh.

Jika dokter curiga infeksi saluran kemih menyebabkan penyakit saat ini, Anda akan disarankan untuk melakukan  pemeriksaan USG atau CT scan untuk diagnosis yang lebih jelas.

Pada beberapa keadaan, dokter akan menggunakan cairan kontras untuk mendapatkan tampilan struktur saluran kencing yang lebih jelas. Tes lainnya juga bisa dilakukan dengan intravena pyelonefritis atau yang biasa disebut BNO IVP atau IVP. Tes ini menggunakan x-ray dan pewarnaan untuk mendapatkan gambar struktur sistem kemih Anda.

Sebelumnya, tes ini sering digunakan untuk merekam gambar saluran kencing, namun secara bertahap digantikan dengan ultrasound dan CT scan. Jika Anda mengalami kekambuhan infeksi saluran kemih, dokter dapat menggunakan saluran panjang dan tipis dengan lampu untuk melihat dalam uretra dan kandung kemih. Lampu dimasukan ke uretra dan kandung kemih.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi infeksi saluran kencing?

Saat mengalami infeksi pada saluran kencing, ada beberapa hal yang bisa membantu Anda mengatasi masalah tersebut.

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi infeksi saluran kemih:

  • Minumlah 6-8 gelas air per hari. Air dan jus cranberry yang telah disaring dapat membantu mengobati ISK.
  • Jangan lupa untuk jaga kebersihan alat kelamin.  Setelah buang air kecil, wanita harus membersihkan bagian kelamin dari depan ke belakang agar bakteri dari anus (belakang) tidak terbawa ke saluran kencing (depan).
  • Hindari douching, yaitu membersihkan vagina dengan menyemprotkan air atau cairan pembersih lainnya ke dalam vagina. Mandilah di bawah shower dan kurangi mandi secara berendam.
  • Kurangi risiko. Wanita harus buang air kecil dan cebok sebelum dan sesudah berhubungan seks. Hindari pemakaian diafragma sperma dan spermisida.
  • Jangan menahan rasa ingin buang air kecil, segera kosongkan kandung kemih.
  • Beri tahu dokter Anda jika Anda menggunakan kontrasepsi oral. Beberapa antibiotik dapat berinteraksi dengan pil pengontrol kehamilan.
  • Konsumsi antibiotik hingga sembuh total. Dokter Anda dapat memberikan obat antibiotik untuk mencegah penyakit. Selalu habiskan antibiotik meskipun gejala sudah tidak dirasakan untuk menghindari resistensi antibiotik yang dapat mempersulit penanganan infeksi di kemudian hari.
  • Jika anak Anda gemar mandi dengan  bubble bath atau menggunakan sabun yang kuat, pastikan bahwa area kelamminya bersih dibilas sepenuhnya. Pasalnya, area kelamin yang tidak bersih sering menyebabkan anak terkena ISK.  Setelah iritasi dimulai, akan terasa sakit saat buang air kecil, menyebabkan anak menahan kencingnya.
  • Jaga agar bagian bawah anak Anda bersih dan kering. Ganti popok (untuk anak-anak) setiap kali basah atau kotor.
  • Ganti celana dalam setiap hari dan setiap celana dalam basah atau kotor.Pakailah celana dalam terbuat dari katun dan hindari celana ketat.
  • Bersihkan penis dengan air setiap hari. Jika penis tidak disunat tarik kembali kulupnya untuk membersihkan dari kerak atau bakteri. Membersihkan kulup penis ini umumnya harus dibersihkan sekali dalam sehari.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ragam Vitamin dan Mineral yang Baik untuk Sistem Imun Lansia

Kebutuhan vitamin dan mineral harian terus perlu dipenuhi. Apa saja kebutuhan nutrisi pada lansia dan bagaimana cara memenuhinya? Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Nutrisi, Hidup Sehat 22/05/2020 . Waktu baca 6 menit

5 Cara Efektif Mencegah Infeksi Saluran Kemih Saat Hamil

Ibu hamil rentan terkena infeksi saluran kemih atau ISK yang dapat menimbulkan risiko kesehatan. Lalu, bagaimana mencegah infeksi saluran kemih saat hamil?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 02/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Masalah Tidur Lansia: Sering Mengantuk dan Banyak Tidur Siang

Lansia sering memiliki masalah tidur, terlihat mengantuk dan banyak tidur di siang hari. Kalaupun tidak tertidur, lansia sering menguap dan terlihat lesu.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Hidup Sehat, Perawatan Lansia 27/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Gastritis

Gastritis adalah istilah medis untuk radang lambung, berbeda dari maag. Cari tahu penyebab, gejala, dan cara mengatasinya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 13/04/2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit katup jantung

Penyakit Katup Jantung

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 13 menit
mengobati isk tanpa antibiotik

Bisakah Infeksi Saluran Kemih Bisa Diobati Tanpa Antibiotik?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 26/06/2020 . Waktu baca 7 menit
persiapan puasa untuk lansia

3 Hal yang Harus Diperhatikan Lansia Saat Sahur dan Berbuka Puasa

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020 . Waktu baca 6 menit
mengajak orang tua pindah

Tips Mengajak Orang Tua Pindah ke Tempat yang Baru

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 25/05/2020 . Waktu baca 4 menit