Hiperglikemia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10/01/2020 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu hiperglikemia?

Hiperglikemia adalah kondisi kadar gula darah tinggi yang umum terjadi pada pengidap diabetes melitus. Banyak ahli kesehatan menyebut bahwa hiperglikemia adalah salah satu komplikasi diabetes yang tidak terkendali.

Dalam jangka panjang, hiperglikemia yang dibiarkan (meski tidak parah) dapat menyebabkan komplikasi yang merusak mata, ginjal, saraf dan jantung. Menangani kadar gula yang tinggi juga sangat penting untuk menurunkan risiko komplikasi serius yang memerlukan perawatan darurat, seperti koma diabetik.

Beberapa faktor yang berkontribusi pada risiko hiperglikemia untuk orang dengan diabetes adalah pilihan makanan yang tidak tepat, kurang aktivitas fisik, penggunaan obat lain, atau tidak minum obat penurun gula darah.

Namun, hiperglikemia tidak selalu berhubungan dengan diabetes. Kondisi ini bisa juga terjadi pada orang-orang yang mengalami gangguan fungsi pankreas atau kelenjar tiroid.

Tanda & gejala

Apa tanda dan gejala hiperglikemia?

Melansir laman Mayo Clinic, hiperglikemia seringkali tidak menunjukkan gejala berarti sampai glukosa darah melonjak lebih dari 200 miligram per desiliter (mg/dL), atau 11 milimol per liter (mmol/L). Bila semakin lama kadar gula darah tetap tinggi, gejala akan semakin serius.

Gejala hiperglikemia umumnya dapat membaik perlahan selama beberapa hari atau minggu. Namun, beberapa orang yang sudah menderita diabetes tipe 2 sejak lama mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun meskipun kadar gula darahnya meningkat.

Mengenali tanda dan gejala awal dari hiperglikemia adalah cara terbaik untuk membantu menangani kondisi. Berikut ini adalah berbagai gejala gula darah tinggi, yang meliputi:

Kapan saya harus pergi ke dokter?

Hiperglikemia sangat membahayakan kesehatan. Untuk itu, segera periksakan diri ke dokter terdekat jika mengalami beberapa hal ini:

  • Anda mengalami diare atau muntah yang sedang berlangsung, tetapi Anda dapat mengonsumsi beberapa makanan atau minuman.
  • Anda mengalami demam yang berlangsung lebih dari 24 jam.
  • Glukosa darah Anda lebih dari 240 mg / dL (13 mmol / L) meskipun Anda telah minum obat diabetes Anda.
  • Anda memiliki kesulitan menjaga kadar glukosa darah Anda dalam rentang yang diinginkan.

Anda juga harus mengunjungi UGD rumah sakit terdekat segera jika hiperglikemia menyebabkan hal ini:

  • Anda sakit dan tidak bisa mengonsumsi makanan atau cairan.
  • Kadar glukosa darah Anda secara terus-menerus di atas 240 mg / dL (13 mmol / L) dan Anda memiliki keton dalam urin Anda.

Penyebab

Apa saja penyebab hiperglikemia?

Setelah makan, tubuh akan memecah karbohidrat dari makanan menjadi molekul yang lebih sederhana, yakni glukosa. Ini adalah sumber energi utama bagi tubuh.

Glukosa kemudian diserap langsung ke dalam aliran darah membuat kadar gula darah jadi naik. Tubuh memberi sinyal pada pankreas untuk melepaskan insulin agar kadar gula darah tetap normal.

Caranya dengan membuka sel-sel dan jaringan sehingga glukosa dapat masuk dan diolah menjadi energi. Glukosa yang tidak terpakai akan disimpan di hati dan otot dalam bentuk glikogen.

Namun, pada orang dengan diabetes atau masalah pankreas akan kesulitan melakukan proses ini karena hormon insulin yang tidak mencukupi atau tidak bekerja secara normal.

Akibatnya, glukosa akan menumpuk dalam aliran dan menyebabkan kadar gula darah tinggi. Jadi, penyebab hiperglikemia adalah terganggunya proses penstabilan gula darah sehingga kadarnya tetap tinggi.

Faktor risiko

Apa saja faktor risiko hiperglikemia?

Orang dengan diabetes sangat rentan mengalami hiperglikemia karena tubuh mereka tidak punya cukup hormon insulin atau tidak bisa menggunakan insulin dengan benar (resistensi insulin). Padahal, insulin dibutuhkan untuk mengendalikan kenaikan gula darah.

Kenaikan kadar gula darah tinggi dapat mencapai tingkat sangat berbahaya jika tidak cepat ditangani. Tahapan inilah yang dimaksud dengan hiperglikemia. Berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko hiperglikemia adalah:

  • Tidak mendapatkan asupan insulin yang cukup
  • Tidak minum obat diabetes secara teratur
  • Tidak menyuntikkan insulin dengan benar atau menggunakan insulin kadaluarsa
  • Tidak mengonsumsi makan makanan yang sehat
  • Memiliki penyakit atau infeksi tertentu
  • Menggunakan obat-obatan tertentu, seperti steroid
  • Mengalami luka atau sedang menjalani operasi
  • Mengalami stress emosional, seperti konflik keluarga atau tantangan kerja

Selain diabetes, ada beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko gula darah tinggi tak terkendali, di antaranya:

  • Pankreatitis (radang pankreas) dan kanker pankreas
  • Hipertiroidisme (kelenjar tiroid yang terlalu aktif)
  • Cushing’s syndrome (terjadinya peningkatan kortisol darah)
  • Tumor yang menghasilkan hormon tertentu, contohnya glucagonoma (tumor di pankreas) dan pheochromocytoma (tumor di sel kelenjar adrenal).

Komplikasi

Apa saja komplikasi dari hiperglikemia?

Hiperglikemia yang tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi penyakit diabetes. Dalam jangka panjang, komplikasi hiperglikemia yang mungkin terjadi adalah:

  • Penyakit kardiovaskular.
  • Kerusakan saraf (neuropati)
  • Kerusakan ginjal (nefropati diabetik) atau gagal ginjal.
  • Kerusakan pada pembuluh darah retina (retinopati diabetik), yang berpotensi menyebabkan kebutaan.
  • Pandangan buram/kabur (katarak).
  • Masalah kaki yang disebabkan oleh saraf yang rusak atau aliran darah yang buruk. Kondisi ini dapat menyebabkan infeksi serius dan, dalam beberapa kasus yang parah, memerlukan amputasi.
  • Masalah tulang dan masalah sendi.
  • Masalah kulit, termasuk infeksi bakteri, infeksi jamur dan luka yang susah sembuh.
  • Infeksi gigi dan infeksi gusi.

Komplikasi gula darah yang tinggi  yang tidak mendapatkan perawatan yang tepat sangat membahayakan. Berikut ini ada dua komplikasi hiperglikemia yang sifatnya sangat darurat adalah:

1. Ketoasidosis diabetik

Ketoasidosis diabetik terjadi ketika kadar insulin dalam tubuh Anda terlalu rendah sehingga tak mampu membakar kelebihan gula sebagai energi. Akibatnya, kadar gula darah Anda meningkat dan tubuh Anda mulai memecah lemak untuk energi.

Proses ini menghasilkan asam beracun yang dikenal sebagai keton. Keton yang berlebihan menumpuk dalam darah dan akhirnya “tumpah” ke dalam urin. Jika tidak diobati, ketoasidosis diabetik bisa menyebabkan koma diabetik dan mengancam nyawa, bahkan kematian.

Gejala-gejala diabetes ketoasidosis akibat hiperglikemia adalah:

  • Napas berbau manis seperti buah
  • Mual dan muntah
  • Sesak napas
  • Mulut kering
  • Lemas tidak bertenaga
  • Linglung
  • Sakit perut

2. Sindrom hiperosmolar hiperglikemik

Sindrom hiperosmolar hiperglikemik adalah komplikasi hiperglikemia yang terjadi ketika tubuh memproduksi insulin tapi tidak bekerja dengan benar.

Akibatnya, tubuh tidak dapat membakar glukosa atau lemak untuk menjadi energi. Hal ini menyebabkan kadar gula darah bisa melonjak sangat tinggi — lebih tinggi dari 600 mg/dL (33 mmol/L).

Tubuh Anda kemudian jadi menyalurkan kelebihan gula darah yang tinggi ke dalam urin, dan menyebabkan kecenderungan bolak-balik buang air kecil.

Jika tidak diobati, diabetes sindrom hiperglikemik hiperosmolar dapat menyebabkan dehidrasi yang mengancam jiwa hingga koma. Pengobatan medis yang secepat mungkin sangat penting untuk dilakukan.

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk hiperglikemia?

Satu-satunya cara untuk mengetahui kadar gula darah tinggi yang tidak terkendali adalah dengan melakukan tes gula darah. Pada pasien diabetes, rekomendasi target gula darah sebelum makan, antara lain:

  • Antara 80 dan 120 mg / dL (4,4 dan 7 mmol / L) untuk orang berusia 59 dan lebih muda yang tidak memiliki kondisi medis mendasar lainnya.
  • Antara 100 dan 140 mg / dL (6 dan 8 mmol / L) untuk orang berusia 60 lebih dan mereka yang memiliki penyakit jantung, paru-paru, ginjal, atau pernah mengalami hipoglikemia.

Selain itu, dokter akan meminta Anda melakukan tes A1C. Tes ini dapat menunjukkan kadar gula darah rata-rata selama dua atau tiga bulan terakhir.

Apa saja pilihan obat untuk hiperglikemia?

Bila hasil HbA1C menunjukkan kadar gula darah di atas target, dokter akan mengubah rencana pengobatan diabetes agar kadar gula darah tidak tinggi terus-menerus. Perubahan ini bisa mengubah jenis dan jumlah dosis obat serta waktu konsumsinya.

Pada kasus darurat, yakni sudah menyebabkan komplikasi hiperglikemia, Anda mungkin perlu menjalani opname. Pengobatan untuk hiperglikemia darurat adalah:

Penggantian cairan

Anda akan menerima cairan pengganti, baik oral maupun melalui vena sampai Anda tidak dehidrasi lagi. Pengobatan ini bertujuan agar tubuh tidak dehidrasi sekaligus membantu menurunkan gula darah yang tinggi.

Penggantian elektrolit

Pengobatan hiperglikemia ini dilakukan dengan meningkatkan asupan mineral dalam darah agar sel dan jaringan dapat berfungsi kembali dengan baik. Cairan elektrolit akan diberikan melalui pembuluh darah.

Terapi insulin

Pemberian insulin lewat suntikan dapat membantu mengurangi penumpukan keton dalam darah. Terapi insulin biasanya dilakukan bersama dengan penggantian cairan dan elektrolit.

Pengobatan rumahan

Apa saja pengobatan rumahan dan perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mengatasi hiperglikemia?

Konsultasikan pada dokter mengenai perawatan di rumah untuk mengendalikan kadar gula darah. Beberapa perawatan hiperglikemia di rumah yang bisa Anda lakukan di rumah adalah:

Olahraga

Olahraga menjadi cara paling efektif untuk mengontrol gula darah yang tinggi. Olahraga dapat membantu menurunkan kadar gula darah Anda. Namun, dalam kondisi tertentu, olahraga dapat membuat gula darah menjadi lebih tinggi. Tanyakan kepada dokter Anda apa jenis olahraga yang tepat untuk Anda.

Perhatian: Jika Anda memiliki diabetes tipe 1 dan gula darah Anda tinggi, Anda perlu melakukan pemeriksaan keton dalam urin Anda. Bila Anda memiliki keton, jangan berolahraga.

Jika Anda memiliki diabetes tipe 2 dan gula darah Anda tinggi, Anda juga harus memastikan bahwa tidak ada keton dalam urin Anda dan bahwa Anda terhidrasi dengan baik. Maka dokter mungkin memberikan izin untuk berolahraga dengan hati-hati selama Anda merasa sanggup melakukannya.

Minum obat sesuai petunjuk

Hiperglikemia dapat terjadi akibat kebiasaan minum obat diabetes tidak teratur atau penyuntikan terapi insulin yang tidak sesuai. Supaya kondisi ini tidak terjadi, selalu minum obat secara rutin dan sesuai dengan resep yang diarahkan dokter.

Dokter Anda dapat mengubah jumlah, waktu, atau jenis obat diabetes yang Anda konsumsi. Jangan melakukan perubahan tanpa berbicara dengan dokter Anda.

Menjaga pola makan

Kadar gula darah yang tinggi dapat dipicu oleh kebiasaan makan yang tidak benar. Oleh karena itu, Anda perlu mengatur kembali pola makan. Ikuti anjuran dokter atau ahli gizi mengenai rencana diet dan menu makanan yang diarahkan.

Rajin cek gula darah

Gula darah yang tidak stabil mengharuskan Anda untuk rajin melakukan cek gula darah di rumah. Memantau gula darah dapat mencegah Anda dari hiperglikemia dan komplikasinya.

Jika Anda memiliki diabetes tipe 1 dan gula darah Anda lebih dari 250 mg/dL, dokter mungkin ingin Anda menjalani uji keton dalam urine atau darah.

Pertolongan pertama untuk mengatasi kadar gula darah tinggi dengan cepat

Jika Anda memiliki diabetes dan mengalami salah satu tanda-tanda awal dari hiperglikemia, lakukan tes gula darah dan hubungi dokter.

Dokter akan meminta hasil dari pemeriksaan tersebut dan merekomendasikan Anda beberapa perubahan sederhana, terutama untuk minum lebih banyak air. Air membantu menghilangkan kelebihan gula dari darah Anda melalui urin, dan membantu Anda menghindari dehidrasi.

Perawatan Darurat untuk Hiperglikemia Parah

Jika Anda memiliki tanda-tanda dan gejala ketoasidosis diabetik dan sindrom hiperglikemik hiperosmolar, Anda mungkin harus dirawat di ruang gawat darurat di rumah sakit. Perawatan darurat dapat menurunkan gula darah Anda ke kisaran normal.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah hiperglikemia?

Untuk mencegah berbagai komplikasi penyakit diabetes, termasuk hiperglikemia, cara paling ampuh dan efektif adalah rutin cek gula darah setiap hari. Hal ini dilakukan supaya para diabetesi dapat mengetahui dengan segera apabila gula darahnya meningkat sewaktu-waktu.

Selain itu, konsistenlah untuk menerapkan pola makan yang lebih sehat, rajin olahraga, serta teratur untuk minum obat yang diresepkan dokter agar tingkat gula darah Anda terkendali.

Jika Anda sudah melakukan berbagai cara di atas namun kadar gula darah Anda masih tetap tidak terkendali selama lebih dari 3 hari, dan Anda tidak tahu mengapa hal tersebut terjadi, segera lakukan tes urin. Tes urin dilakukan untuk adanya kandungan keton dan kemudian hubungi dokter atau perawat Anda segera.

Jika Anda memiliki kesulitan menjaga gula darah Anda dalam rentang yang diinginkan, jangan ragu untuk segera berkonsultasi ke dokter. Dokter dapat membantu Anda membuat rencana perawatan diabetes yang lebih baik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

    Waktu kecil Anda mungkin sering diingatkan bahwa gerimis bikin sakit. Namun, benarkah lebih aman main hujan-hujanan daripada kena gerimis? Cek di sini, yuk!

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 31/05/2020 . Waktu baca 5 menit

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 26/05/2020 . Waktu baca 6 menit

    Tunda Dulu ke Rumah Sakit Selama Wabah, Ini Tips untuk Diabetesi Selama di Rumah

    Diabetesi termasuk golongan yang rentan terjangkit virus COVID-19. Selain lakukan upaya pencegahan, jaga juga kadar gula darah di rumah dengan tips berikut.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Coronavirus, COVID-19 30/04/2020 . Waktu baca 4 menit

    6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

    Penderita diabetes perlu mengontrol diabetesnya. Salah satu yang bisa dilakukan, yaitu jalan kaki. Apa manfaat jalan kaki bagi penderita diabetes?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Diabetes, Health Centers 26/04/2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    arti kedutan

    Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    minyak esensial

    6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit
    sindrom pura-pura sakit

    Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    penyakit kulit diabetes

    5 Penyakit Kulit yang Umum Menyerang Pasien Diabetes

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit