Hidup dengan diabetes? Anda tidak sendiri. Ikut komunitas kami sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Nefropati Diabetik, Penyakit Ginjal Kronis Akibat Komplikasi Diabetes

Nefropati Diabetik, Penyakit Ginjal Kronis Akibat Komplikasi Diabetes

Nefropati diabetik adalah jenis penyakit ginjal, yaitu nefropati, yang termasuk ke dalam komplikasi diabetes. Diperkirakan sekitar 20-40% orang dengan diabetes melitus akan mengalami nefropati diabetik jika gula darah tidak dikendalikan dengan baik. Kerusakan ginjal akibat diabetes ini juga bisa berdampak fatal jika Anda mengabaikannya. Lantas, apa yang harus dilakukan?

Apa penyebab nefropati diabetik?

Ginjal tersusun atas ribuan sel-sel kecil bernama nefron yang berfungsi menyaring kotoran atau zat-zat sisa di dalam darah. Selanjutnya, zat sisa akan dibuang ke luar dari tubuh melalui urine. Sementara sel darah merah dan zat lain yang bernutrisi bagi tubuh seperti protein akan dialirkan melalui pembuluh darah.

Kadar gula darah yang tinggi atau tidak dikendalikan dapat membuat ginjal bekerja lebih keras untuk menyaring darah. Perlahan, kemampuan ginjal akan menurun dan menyebabkan nefron menebal, sampai akhirnya bocor. Hal itu dapat mengakibatkan protein, seperti albumin, ikut terbuang di dalam urine hingga menyebabkan nefropati diabetik.

Selain kadar gula darah yang tidak terkendali, faktor lain yang bisa memperbesar peluang penderita diabetes mengalami komplikasi nefropati diabetik adalah:

  • Tekanan darah tinggi
  • Obesitas atau kelebihan berat badan
  • Memiliki riwayat penyakit diabetes tipe 1 sebelum berusia 20 tahun
  • Aktif merokok

Apa gejala nefropati diabetik?

Kelelahan gejala nefropati diabetik

Tahap awal kerusakan ginjal sering tidak menunjukkan gejala yang jelas. Gangguan baru akan muncul dan terasa ketika ginjal benar-benar sudah tidak lagi berfungsi dengan optimal.

Anda mungkin tidak mengalami gejala apa pun sampai komplikasi ginjal akibat diabetes ini telah berkembang ke stadium akhir. Kondisi kerusakan ginjal di stadium akhir ini dikenal dengan penyakit gagal ginjal atau ERSD.

Menurut American Diabetes Association, gejala nefropati diabetik tidak memiliki gejala spesifik atau khas sehingga bisa sulit disadari dengan cepat. Umumnya gejala kerusakan ginjal di stadium akhir meliputi:

  • Kelelahan
  • Perasaan tidak enak badan secara keseluruhan
  • Kehilangan selera makan
  • Sakit kepala
  • Sulit tidur
  • Kulit gatal dan kering
  • Sulit berkonsentrasi
  • Mual atau muntah
  • Pembengkakan lengan dan kaki

Waspada, Ini Gejala Gagal Ginjal yang Harus Segera Ditangani

Bagaimana cara mendiagnosis kondisi ini?

Dokter Anda mungkin akan melakukan tes darah dan urine tahunan untuk memeriksa tanda-tanda awal dari kerusakan ginjal. Pemeriksaan fungsi ginjal yang umum dilakukan untuk mendiagnosis nefropati diabetik meliputi:

1. Tes urine mikroalbuminuria

Tes urine mikroalbuminuria bertujuan untuk memeriksa keberadaan albumin dalam urine Anda. Urine yang normal tidak mengandung albumin. Itu sebabnya, ketika ditemukan protein dalam urine Anda, hal ini menandakan adanya kerusakan ginjal.

2. Tes darah blood urea nitrogen (BUN)

Tes pemeriksaan darah BUN, atau dikenal juga dengan nitrogen urea darah (NUD) memeriksa keberadaan nitrogen urea dalam darah Anda. Nitrogen urea terbentuk ketika protein dipecah. Tingkat normal nitrogen urea yang tinggi dalam darah Anda mungkin merupakan tanda dari gagal ginjal.

3. Tes darah serum kreatinin

Tes darah serum kreatinin berguna untuk mengukur kadar kreatinin dalam darah Anda. Kreatinin adalah limbah kimia hasil metabolisme otot yang digunakan selama kontraksi. Nantinya, ginjal akan menghilangkan kreatinin dari tubuh Anda dan mengeluarkannya bersamaan dengan urine.

Jika rusak, ginjal tidak dapat menyaring dan membuang kreatinin dengan benar dari darah. Kadar kreatinin yang tinggi dalam darah bisa mengindikasikan bahwa ginjal Anda tidak berfungsi dengan benar, tapi tidak selalu.

4. Biopsi ginjal

Dokter juga mungkin saja melakukan biopsi ginjal. Biopsi ginjal adalah prosedur pembedahan untuk mengambil sampel kecil dari salah satu atau kedua ginjal untuk dianalisis di bawah mikroskop.

Bagaimana mengobati nefropati diabetik?

efek samping cuci darah
Tidak ada obat untuk nefropati diabetik, tetapi perawatan yang tepat dapat memperlambat atau menghentikan perkembangan penyakit.
Cek gula darah dan tekanan darah secara teratur, menggunakan dosis insulin yang tepat, dan minum obat seperti yang diarahkan oleh dokter Anda dapat menjaga kadar gula darah dalam kisaran normal.

Dokter juga mungkin meresepkan inhibitor ACE, angiotensin receptor blocker (ARB), atau obat tekanan darah lainnya untuk menjaga tingkat tekanan darah Anda tetap normal.

Jika diperlukan, dokter Anda juga akan merekomendasikan diet khusus yang mempermudah kerja ginjal Anda. Diet ini sering berupa diet rendah lemak, natrium, kalium, fosfor, dan cairan.

Dokter mungkin juga menyarankan rencana olahraga diabetes bagi Anda untuk membantu mengontrol kadar gula darah dan tekenan darah tetap dalam batas normal.

Pengobatan penyakit ginjal stadium akhir

Jika Anda memiliki penyakit ginjal stadium akhir, Anda mungkin akan membutuhkan cuci darah (dialisis) atau transplantasi ginjal.

Dialisis adalah prosedur menggunakan mesin khusus untuk menyaring sisa kotoran dari darah Anda. Banyak orang memerlukan perawatan dialisis 3 kali seminggu selama 4 jam sehari. Anda mungkin perlu perawatan kurang atau lebih dari jadwal ini.

Sementara itu, untuk melakukan transplantasi, ginjal dari pendonor akan ditempatkan ke dalam tubuh Anda. Meskipun begitu, keberhasilan kedua pengobatan ini bisa berbeda untuk setiap orang dan memiliki risiko komplikasinya masing-masing.

Apa dampak lain dari komplikasi ini?

Perkembangan penyakit bergantung pada banyak faktor. Dalam beberapa kasus, nefropati diabetik dapat menyebabkan kerusakan mata akibat diabetes dan penyakit jantung. Apabila sudah berkembang menjadi penyakit ginjal stadium akhir, kondisi ini juga dapat menyebabkan kematian.

Namun, mengikuti rencana pengobatan diabetes tipe 1, tipe 2, dan menjalani gaya hidup sehat yang direkomendasikan dapat memperlambat perkembangan penyakit dan menjaga ginjal Anda sehat lebih lama.

Anda atau keluarga hidup dengan diabetes?

Anda tidak sendiri. Ayo gabung bersama komunitas pasien diabetes dan temukan berbagai cerita bermanfaat dari pasien lainnya. Daftar sekarang!


health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Tuttle, K., Bakris, G., Bilous, R., Chiang, J., de Boer, I., & Goldstein-Fuchs, J. et al. (2014). Diabetic Kidney Disease: A Report From an ADA Consensus Conference. Diabetes Care, 37(10), 2864-2883. https://doi.org/10.2337/dc14-1296

Nephropathy in Diabetes. (2003). Diabetes Care, 27(Supplement 1), S79-S83. https://doi.org/10.2337/diacare.27.2007.S79

American Diabetes Association. (2020). Kidney Disease (Nephropathy). Retrieved 31 August 2020, from https://www.diabetes.org/diabetes/complications/kidney-disease-nephropathy

U.S. National Library of Medicine. (2020). Diabetes and kidney disease. Retrieved 31 August 2020, from https://medlineplus.gov/ency/article/000494.htm

Diabetic Nephropathy (Kidney Disease) – Health Encyclopedia – University of Rochester Medical Center . (2020). Retrieved 31 August 2020, from https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?ContentTypeID=85&ContentID=P00345

 

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Risky Candra Swari Diperbarui 10/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x