Herpes di Bibir dan Mulut (Herpes Oral)

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update April 21, 2020
Bagikan sekarang

Definisi Herpes di Bibir dan Mulut (Oral)

Apa itu herpes di bibir dan mulut (oral)?

Herpes di bibir dan mulut, atau juga dikenal dengan herpes oral merupakan kondisi infeksi yang menyerang mulut, bibir, atau gusi akibat virus herpes. Kondisi ini juga disebut dengan herpes simpleks-1 atau HSV-1.

Herpes oral ditandai dengan munculnya pembengkakan di sekitar mulut serta gusi lecet.

Virus ini berasal dari keluarga yang sama dengan virus yang penyebab cacar air, yakni herpes zoster, luka mulut, dan leukemia mononuklear. Kebanyakan infeksi sekunder menyebar melalui kontak dengan penderita herpes di bibir atau oral.

Sebanyak 80% orang dewasa telah terinfeksi dengan virus herpes tipe 1. Sementara, jenis lainnya adalah herpes tipe 2 yang menyebar melalui kontak seksual.

Herpes tipe-2 dapat juga menyebabkan herpes oral jika ada kontak langsung antara permukaan mulut yang luka dengan genital/kelamin yang terinfeksi herpes tipe-2 (melalui oral seks).

Seberapa umumkah kondisi ini?

Herpes mulut biasanya menyerang orang yang terinfeksi HIV atau penyakit menular seksual, seperti gonore dan sifilis. Namun, siapa pun bisa terserang herpes mulut oleh HSV-1 sejak kecil apabila virus masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka.

Anda dapat meminimalkan peluang terserang virus herpes dengan mengurangi faktor risiko. Silakan berdiskusi dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda dan gejala herpes di bibir dan mulut?

Beberapa orang mungkin mengalami sariawan saat pertama kali terinfeksi virus HSV-1, tetapi sebagian orang tidak menunjukkan gejala apa pun.

Umumnya, gejala muncul pada anak-anak usia 1-5 tahun, baik gejala ringan maupun berat. Gejala muncul dalam waktu 1-3 minggu setelah terpapar virus dan penderita dapat bertahan hingga 3 minggu.

Gejala penyakit herpes mulut yang harus diwaspadai, antara lain:

  • Kulit terasa gatal di sekitar bibir atau mulut
  • Tampak bengkak atau melepuh di sekitar area mulut atau bibir
  • Bibir atau mulut terasa kesemutan.

Sebelum bibir atau mulut menjadi melepuh, kemungkinan Anda mengalami:

Sebagai catatan, lecet atau kemerahan bisa muncul pada:

  • Gusi
  • Bibir
  • Mulut
  • Tenggorokan
  • Lecet yang ada bisa berkumpul menjadi satu dan membesar

Kemungkinan terdapat gejala dan tanda lain yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar penyakit ini, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami gejala herpes di bibir dan mulut atau khawatir akan kondisi yang Anda alami, segeralah konsultasikan dengan dokter.

Dikutip dari Web MD, Anda juga perlu menghubungi dokter Anda jika:

  • Buang air kecil jadi lebih sedikit dan jarang 
  • Mengantuk
  • Lebih cepat marah
  • Mulut kering

Jika anak Anda berusia kurang dari 8 minggu, segera hubungi dokter ketika luka muncul. Infeksi parah atau komplikasi penyakit lebih sering terjadi pada bayi. 

Selain itu, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah harus segera menghubungi dokter ketika luka muncul. Sistem kekebalan tubuh bertugas untuk melindungi Anda dari infeksi. Jika melemah, Anda lebih rentan terkena infeksi atau komplikasi penyakit. 

Kondisi tubuh orang berbeda-beda. Selalu diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis, pengobatan dan perawatan terbaik bagi Anda.

Penyebab

Apa penyebab herpes di bibir dan mulut?

Herpes di bibir dan mulut disebabkan oleh herpes virus tipe 1 (HSV-1) yang menyebar melalui air liur orang yang terinfeksi, misalnya seorang anak yang dicium oleh si penderita. Virus juga dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka di kulit atau kulit di sekitar mulut.

Setelah pasien terpapar pertama kali, virus berada dalam keadaan non-aktif. Setelah beberapa waktu akan menyebabkan herpes mulut atau dikenal juga dengan herpes labialis.

Sementara itu, virus herpes tipe 2 (HSV-2) juga bisa menyebabkan kondisi ini. HSV-2 umumnya menyebar melalui kontak seksual dan menyebabkan herpes genital atau kelamin. Namun, kadang-kadang HSV-2 dapat menyerang mulut melalui oral seks dan menimbulkan lepuhan di sekitar mulut.

Faktor-faktor risiko

Apa yang membuat saya berisiko kena kondisi ini?

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko herpes di bibir, antara lain:

  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Infeksi HIV
  • Kanker yang diobati secara kemoterapi
  • Hubungan seksual yang tidak aman.

Meski memiliki beberapa faktor risiko di atas, bukan berarti Anda pasti akan langsung kena kondisi ini. Begitu juga sebaliknya. Konsultasikanlah ke dokter apa yang menjadi kekhawatiran Anda agar mendapatkan jawaban yang lebih pasti sesuai dengan kondisi Anda.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan herpes di bibir dan mulut?

Gejala herpes mulut dapat hilang tanpa pengobatan dalam kurun waktu 1 hingga 2 minggu.

Kemungkinan, dokter akan memberikan resep obat antivirus yang membantu mengurangi rasa sakit serta menghilangkan gejala herpes di bibir yang ada. Obat minum (oral) yang digunakan untuk mengobati herpes di bibir atau mulut, yaitu:

Obat di atas adalah obat oral paling mujarab jika Anda menggunakannya dengan benar berdasarkan gejala yang muncul akibat herpes di bibir.

Salep antivirus juga dapat digunakan untuk mengatasi herpes oral. Namun, harganya cukup mahal serta kurang efektif karena hanya menghilangkan rasa sakit selama beberapa jam saja dalam sehari.

Penciclovir dan krim topikal (salep) acyclovir sangat mungkin menjadi pemicu herpes. Obat-obatan umum seperti pelembab atau lip balm sama sekali tidak ampuh untuk menyembuhkan herpes di bibir atau oral.

Anda dapat menggunakan aspirin, acetaminophen, atau ibuprofen untuk mengurangi rasa sakit yang muncul akibat kondisi ini.

Tes apa yang biasa dilakukan untuk herpes di bibir dan mulut?

Dokter Anda dapat mendiagnosis herpes dengan mengamati kulit melepuh di sekitar bibir atau mulut Anda.

Kadang-kadang, dokter akan mengambil sampel jaringan dan mengirimkannya ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kemungkinan, pengujiannya meliputi:

  • Pengembangbiakan virus
  • Pemeriksaan DNA virus
  • Tes untuk memeriksa Tzanck HSV.

Pengobatan di rumah

Bagaimana cara mencegah dan pengobatan rumahan untuk mengatasi herpes di bibir dan mulut?

Berikut gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mencegah dan mengatasi herpes di bibir.

  • Cuci tangan dengan sabun dan air hangat, terutama setelah menggunakan toilet.
  • Menjaga kulit tetap bersih dan bagian yang melepuh tetap kering. Hindari mencukur area kulit yang terinfeksi.
  • Ketahui bahwa berciuman atau seks oral dapat menyebarkan penyakit.
  • Pelajari cara untuk mendeteksi gejala awal. Menjalani terapi antiretrovirus sedini mungkin dapat mengurangi lamanya penyakit.
  • Hindari menggunakan alat-alat kebersihan pribadi bersama-sama.
  • Hubungi dokter jika gejala semakin parah, Anda mengalami demam atau kencing bernanah dari bagian kulit yang melepuh.
  • Segera hubungi dokter atau pergi ke ruang darurat jika Anda merasa sakit kepala yang parah, sesak napas, sakit mata ringan maupun parah yang membuat Anda merasa tidak nyaman.
  • Hubungi dokter jika penyakit kambuh lebih dari 4-6 kali per tahun. Kemungkinan Anda perlu mengonsumsi obat pencegah setiap hari.
  • Hindari serta pelajari bagaimana mengatasi stres fisik dan mental. Stres dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan penyakit kambuh.
  • Makan makanan yang sehat. Usahakan tidur dan olahraga yang cukup.
  • Hindari terkena sinar matahari langsung. Sinar matahari dapat menyebabkan penyakit kambuh. Selalu gunakan tabir surya.

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik bagi Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Jangan Lakukan Ini pada Luka Bakar Knalpot Atau Setrika

    Mengoleskan odol dan mengompres es batu biasanya jadi pertolongan pertama luka bakar knalpot atau setrika. Tapi apakah cara ini benar-benar aman?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh Irene Anindyaputri

    Herpes

    Herpes adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. Cari tahu gejala, penyebab, cara mengobati, hingga cara mencegahnya di Hello Sehat.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Widya Citra Andini

    Bolehkah Donor Darah Saat Terinfeksi Virus Herpes?

    Tidak semua orang boleh melakukan donor darah. Lantas, bagaimana jika ingin donor darah saat terinfeksi herpes? Berikut ulasannya.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh Widya Citra Andini

    Haruskah Beri Tahu Pasangan Jika Saya Mengidap Herpes Oral?

    Herpes mulut adalah penyakit yang menular. Lantas, perlukah beri tahu pasangan jika Anda memiliki herpes di bibir? Bagaimana menyampaikannya?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Adelia Marista Safitri

    Direkomendasikan untuk Anda

    Hati-hati, Kenali Tanda Luka Anda Telah Terinfeksi

    Hati-hati, Kenali Tanda Luka Anda Telah Terinfeksi

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Winona Katyusha
    Tanggal tayang April 19, 2020
    Jenis-jenis Luka dan Penanganan Pertama yang Sesuai

    Jenis-jenis Luka dan Penanganan Pertama yang Sesuai

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Winona Katyusha
    Tanggal tayang April 19, 2020
    Ternyata, Herpes Bisa Menular Lewat Ciuman

    Ternyata, Herpes Bisa Menular Lewat Ciuman

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh Annisa Hapsari
    Tanggal tayang Februari 4, 2020
    Alasan Kenapa Anda Sariawan Setelah Cabut Gigi Plus Cara Mengatasinya

    Alasan Kenapa Anda Sariawan Setelah Cabut Gigi Plus Cara Mengatasinya

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh Aprinda Puji
    Tanggal tayang September 26, 2019