home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Gangguan Menstruasi, Kenali Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Apa itu gangguan menstruasi?|Tanda dan gejala gangguan menstruasi|Penyebab gangguan menstruasi|Faktor risiko gangguan menstruasi|Diagnosis gangguan menstruasi|Pengobatan gangguan menstruasi|Tips mengobati gangguan menstruasi di rumah
Gangguan Menstruasi, Kenali Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Apa itu gangguan menstruasi?

Gangguan menstruasi adalah istilah yang merujuk pada kelainan pada siklus menstruasi Anda.

Kelainan ini sangat bervariasi, mulai dari pendarahan berlebihan, terlalu sedikit, nyeri hebat saat menstruasi, kacaunya siklus menstruasi, atau bahkan tidak haid sama sekali.

Pada wanita yang sehat, siklus menstruasi akan berlangsung dengan normal dan berhenti dalam waktu yang hampir sama setiap bulannya.

Gangguan yang dirasakan pun terkadang masih dalam batas wajar, seperti kram perut atau suasana hati mudah berubah.

Namun, beberapa wanita melewati siklus menstruasi yang disertai dengan gejala-gejala fisik maupun psikis yang cukup mengganggu, bahkan cenderung berpengaruh pada aktivitas sehari-hari.

Memang, siklus menstruasi yang “normal” berbeda bagi setiap perempuan. Siklus rutin seseorang mungkin tidak normal untuk orang lain.

Penting untuk memahami tubuh Anda sendiri. Bicarakan pada dokter apabila ada perubahan yang cukup mencolok pada siklus menstruasi Anda.

Ada beberapa gangguan menstruasi berbeda yang dapat Anda alami. Beberapa di antaranya adalah:

Seberapa umumkah gangguan menstruasi terjadi?

Gangguan haid atau menstruasi sangat umum terjadi. Tergantung pada apa jenis gangguannya, kondisi ini dapat terjadi pada pasien dari berbagai macam golongan usia.

Gangguan menstruasi adalah kondisi yang dapat diatasi dengan cara mengendalikan faktor-faktor risiko yang ada.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kondisi ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.

haid setelah aborsi

Tanda dan gejala gangguan menstruasi

Gejala-gejala umum pada gangguan menstruasi umumnya bervariasi, tergantung dari apa jenis gangguannya. Berikut adalah gejala-gejala yang gangguan haid yang seringkali dialami oleh wanita.

PMS

PMS atau premenstrual syndrome biasanya terjadi selama 1-2 minggu sebelum haid dimulai.

Kebanyakan perempuan mengalami berbagai gejala fisik maupun emosional. Namun, perempuan lainnya mungkin mengalami gejala yang lebih sedikit atau bahkan tidak sama sekali.

Gejala PMS yang umunya terjadi seperti:

  • perut kembung,
  • mudah emosi,
  • nyeri punggung,
  • sakit kepala,
  • nyeri pada payudara,
  • jerawat,
  • kelaparan,
  • rasa lelah,
  • depresi,
  • gelisah,
  • stres,
  • insomnia,
  • konstipasi,
  • diare, dan
  • kram perut ringan.

Menstruasi berat

Masalah menstruasi umum lainnya adalah menstruasi berat. Gangguan ini disebut juga menorrhagia, menyebabkan Anda mengeluarkan darah kotor lebih dari normal. Masa haid berlangsung lebih dari rata-rata lima sampai tujuh hari.

Absen menstruasi

Pada beberapa kasus, perempuan tidak mendapatkan haidnya. Gangguan ini disebut juga amenorrhea. Amenorrhea primer adalah pada saat Anda tidak mendapatkan haid pertama pada usia 16 tahun.

Hal ini bisa terjadi akibat kelainan sejak lahir pada sistem reproduksi wanita, atau keterlambatan pubertas.

Sementara itu, amenorrhea sekunder terjadi saat Anda berhenti mendapatkan haid reguler Anda selama enam bulan atau lebih.

Tidak semua amenorrhea adalah gejala penyakit, ada pula kemungkinan bahwa menstruasi yang terhenti karena Anda sedang hamil. Untuk memastikannya Anda dapt menggunakan alat tes kehamilan.

Dismenore

Sebagian besar perempuan pasti pernah merasakan kram perut sebelum atau selama menstruasi. Namun, beberapa di antaranya mengalami rasa sakit berlebihan yang berlangsung lebih lama. Kondisi ini disebut dengan dismenore.

Rasa sakit yang dialami ketika seseorang menderita dismenore terkadang juga disertai oleh kondisi pucat, berkeringat, lemas, serta kepala terasa ringan.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Oligomenorrhea

Oligomenorrhea adalah salah satu kelainan haid di mana siklus haid Anda tidak teratur padahal Anda berada dalam usia subur.

Seorang wanita dikatakan mengalami oligomenorrhea jika mengalami hal-hal berikut.

  • Jarak antara satu periode haid ke periode haid berikutnya berlangsung lebih dari 35 hari.
  • Tidak mengalami haid sama sekali selama lebih dari 90 hari.
  • Haid yang dialami kurang dari 9 kali dalam waktu 1 tahun.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang tepat, periksakanlah diri Anda ke dokter atau layanan kesehatan terdekat.

Penyebab gangguan menstruasi

Gangguan haid dapat terjadi karena berbagai penyebab. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Kehamilan atau menyusui.

Menstruasi yang terlewat dapat menjadi tanda awal kehamilan. Menyusui umumnya dapat menunda kembalinya haid setelah kehamilan.

2. Gangguan makan

Gangguan makan seperti anorexia nervosa atau tidak makan karena takut berat badannya naik menjadi salah satu penyebab gangguan menstruasi.

3. Penurunan berat badan ekstrim

Berat badan yang menurun drastis akibat kurang makan atau karena penyakit tertentu dapat menyebabkan gangguan menstruasi

4. Olahraga berlebihan

Meskipun olahraga itu baik, namun meningkatnya aktivitas fisik secara berlebihan dapat mengganggu menstruasi.

5. Polycystic ovary syndrome (PCOS).

PCOS yaitu gangguan sistem endokrin yang menyebabkan munculnya banyak kista pada indung telur. Kondisi ini dapat dilihat melalui pemeriksaan USG.

6. Kegagalan ovarium prematur.

Merupakan hilangnya fungsi normal ovarium sebelum usia 40 tahun. Perempuan yang mengalaminya mungkin mendapatkan haid secara tidak teratur atau hanya sesekali dalam setahun.

7. Penyakit inflamasi panggul

Disebut juga pelvic inflammatory disease (PID). Yaitu infeksi pada organ reproduksi. Hal ini menyebabkan pendarahan menstruasi tidak teratur.

8. Fibroid rahim

Fibrioid rahim adalah kondisi pertumbuhan uterus tanpa sifat kanker. Gangguan ini dapat menyebabkan menstruasi berlebihan atau periode haid yang lebih panjang.

haid tidak teratur setelah menikah

Faktor risiko gangguan menstruasi

Gangguan menstruasi adalah kondisi yang dapat terjadi pada hampir setiap wanita, terlepas dari berapa usia dan apa kelompok ras penderitanya.

Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kondisi ini.

Penting untuk Anda ketahui bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda pasti akan menderita suatu penyakit atau kondisi kesehatan.

Dalam kasus yang jarang terjadi, tidak menutup kemungkinan seseorang dapat terkena penyakit atau kondisi kesehatan tertentu tanpa adanya satu pun faktor-faktor risiko.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang dapat memicu terjadinya gangguan haid:

1. Usia

Usia berperan penting dalam gangguan menstruasi. Anak perempuan yang mulai menstruasi pada usia 11 tahun atau lebih muda memiliki resiko lebih tinggi terhadap nyeri haid, periode haid yang lebih lama, dan siklus menstruasi yang lebih panjang.

Remaja dapat mengalami gangguan amenorrhea sebelum siklus ovulasi mereka teratur. Perempuan dalam masa menjelang menopause (perimenopause) juga dapat mengalami absen haid dan pendarahan yang berlebihan.

2. Berat badan kurang atau berlebihan

Kelebihan berat badan atau kekurangan berat badan dapat meningkatkan resiko nyeri haid yang parah dan absen haid.

3. Siklus dan aliran menstruasi

Siklus menstruasi yang lebih panjang atau lebih berat biasanya diasosiasikan dengan kram dan rasa nyeri.

4. Kehamilan

Perempuan yang mengalami kehamilan lebih sering memiliki risiko lebih tinggi mengalami pendarahan berlebih.

Sementara itu, perempuan yang belum pernah melahirkan memiliki resiko lebih tinggi mengalami dysmenorrhea atau nyeri haid parah.

5. Stres

Stres fisik dan emosional dapat menghalangi lepasnya hormon LH (Luteinizing Hormone) dan menyebabkan amenorrhea sementara.

Diagnosis gangguan menstruasi

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Untuk mendiagnosis gangguan menstruasi, dokter akan bertanya mengenai beberapa hal seperti:

  • gejala-gejala yang Anda rasakan saat haid,
  • sudah berapa lama Anda mengalami gejala tersebut,
  • bagaimana keteraturan siklus menstruasi Anda, dan
  • gejala-gejala lain yang Anda rasakan.

Selain itu, jika diperlukan, dokter juga akan melakukan beberapa pemeriksaan fisik, antara lain sebagai berikut.

1. Tes panggul

Tes panggul memungkinkan dokter Anda untuk menilai organ reproduksi Anda untuk menentukan apakah vagina atau serviks Anda mengalami peradangan.

2. Pap smear

Pemeriksaan pap smear dilakukan untuk mengesampingkan kemungkinan kanker atau kondisi-kondisi penyebab lainnya.

3. Tes darah dan tes urine

Tes ini dapat membantu menentukan keberadaan ketidakseimbangan hormonal yang menyebabkan gangguan menstruasi Anda.

Jika Anda mencurigai kemungkinan hamil, dokter Anda atau perawat akan melakukan tes darah atau tes urine untuk memeriksa kehamilan.

Selain pemeriksaan di atas, pemeriksaan lanjutan mungkin diperlukan untuk mendiagnosis sumber gangguan menstruasi. Antara lain sebagai berikut.

1. Biopsi endometrium

Pada tes biopsi endometrium, dokter akan mengambil sedikit sampel dari jaringan dinding rahim Anda. Tujuannya untuk mendiagnosis adanya gangguan seperti endometriosis, ketidakseimbangan hormon, atau adanya potensi kanker.

2. Laparoskopi

Pada prosedur laparoskopi, dokter memasukkan alat kecil bernama laparoskop melalui sayatan kecil di perut, yang kemudian diarahkan menuju rahim dan ovarium.

3. Histeroskopi

Prosedur ini menggunakan alat kecil bernama histeroskop yang dimasukkan melalui vagina dan serviks.

Dengan alat ini, dokter dapat melihat dengan jelas bagian rahim Anda untuk mengetahui adanya kelainan seperti fibroid atau polip.

4. USG

Tes ultrasonografi atau USG juga dapat dilakukan untuk mendiagnosis gangguan haid. Tes USG menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar rahim Anda.

Tes-tes lainnya yang dapat menjadi bahan pertimbangan diagnosis adalah:

  • MRI scan,
  • kuretase, dan
  • tes hormon tubuh.

Pengobatan gangguan menstruasi

Pengobatan kondisi ini tergantung pada penyebab gangguan siklus menstruasi Anda. Berikut adalah penjelasan mengenai masing-masing jenis penanganan tergantung pada gangguan yang Anda alami.

Memperbaiki siklus menstruasi

Pengobatan hormonal, seperti obat-obatan estrogen atau progestin, mungkin akan diresepkan oleh dokter untuk membantu memperbaiki siklus haid dan pendarahan berlebih saat menstruasi.

Mengurangi rasa nyeri

Jika Anda mengalami rasa nyeri yang luar biasa saat sedang datang bulan, dokter akan meresepkan obat-obatan seperti ibuprofen atau asetaminofen.

Penggunaan obat yang mengandung aspirin sangat tidak disarankan karena justru dapat memperparah aliran darah menstruasi.

Mengontrol pendarahan berlebih

Dokter mungkin akan meresepkan pil atau suntik KB untuk mengontrol pendarahan berlebih.

Mengobati fibroid rahim

Gangguan menstruasi mungkin saja terjadi akibat fibroid rahim. Kondisi ini dapat diatasi dengan obat-obatan atau prosedur operasi.

Prosedur operasi pengangkatan fibroid atau miomektomi dilakukan tergantung pada ukuran, lokasi, serta jenis fibroid.

Pada kasus yang sudah cukup parah, pasien mungkin perlu menjalani prosedur histerektomi. Yaitu pengangkatan fibroid bersamaan dengan rahim.

Alternatif pengobatan lainnya adalah uterine artery embolization atau emboli arteri rahim, di mana aliran darah menuju jaringan fibroid akan dihentikan secara permanen.

Menangani endometriosis

Meskipun endometriosis adalah salah satu gangguan menstruasi yang tidak dapat disembuhkan secara tuntas, terdapat obat-obatan pereda rasa sakit yang dapat Anda konsumsi.

Selain itu, obat-obatan hormon seperti pil KB juga dapat memperlambat pertumbuhan jaringan rahim, serta mengurangi volume darah yang hilang selama menstruasi.

Pada kasus yang cukup parah, dokter akan memberikan obat-obatan hormon pelepas gonadotropin untuk menghentikan menstruasi sementara.

Terdapat pilihan pengobatan lain yang dapat membantu mengatasi pendarahan berlebih saat menstruasi, yaitu alat kontrasepsi IUS (Intrauterine System).

Tips mengobati gangguan menstruasi di rumah

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi gangguan menstruasi.

1. Mengatur pola makan

Pengaturan pola makan dimulai sekitar 14 hari sebelum haid dapat membantu beberapa orang mengatasi masalah menstruasi yang ringan, seperti kram.

Terapkan pola makan sehat seperti: mengonsumsi makanan gandum utuh, buah dan sayuran segar, serta menghindari lemak jenuh dan makanan cepat saji.

Selain itu, membatasi konsumsi garam (sodium), asupan kafein, gula, dan alkohol juga dapat bermanfaat.

2. Mengonsumsi makanan penambah darah

Perbanyak mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi seperti daging merah, ikan, dan kacang-kacangan dapat membantu meningkatkan hemoglobin darah.

Dengan begitu, Anda terhindar dari anemia atau kurang darah saat mengalami haid.

3. Memperbaiki pola tidur

Selain mengonsumsi makanan sehat, memperbaiki pola tidur juga penting untuk mencegah anemia.

Saat mengalami menstruasi, usahakan agar tidur Anda cukup selama kurang lebih 8 jam sehari.

4. Olahraga

Selain beristirahat cukup, olahraga yang cukup juga dapat membantu mengatasi gangguan haid seperti rasa nyeri dan kram.

Namun, pastikan Anda tidak berolahraga berat yang menguras tenaga.

5. Berendam air hangat

Menempelkan kompres hangat pada bagian perut atau berendam air hangat, dapat mengurangi nyeri dan kram akibat haid.

6. Menjaga kebersihan

Ganti pembalut setiap 4-6 jam. Hindari menggunakan pembalut atau tampon berparfum karena dapat mengiritasi bagian kewanitaan Anda.

Tidak disarankan melakukan douching atau pembersihan menggunakan bahan kimia yang dimasukkan melalui selang. Tindakan ini dapat membunuh bakteri alami yang hidup di vagina.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah haid Anda.

Kalkulator Masa Subur

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Berapa lama siklus haid Anda?

(hari)

28

Berapa lama Anda haid?

(hari)

7

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Menstrual Disorders. https://www.healthywomen.org/condition/menstrual-disorders. Accessed March 15, 2021.

Abnormal Menstruation (Periods). https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14633-abnormal-menstruation-periods. Accessed March 15, 2021.

Menstrual cycle: What’s normal, what’s not. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/womens-health/in-depth/menstrual-cycle/art-20047186?pg=1. Accessed March 15, 2021.

Teens Health. (2018, October). PMS, cramps, and irregular periods. Nemours KidsHealth – the Web’s most visited site about children’s health. https://kidshealth.org/en/teens/menstrual-problems.html

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 22/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita