5 Cara Penularan Herpes yang Paling Umum Terjadi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 November 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Herpes adalah salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus herpes. Virus herpes yang paling dikenal adalah herpes simpleks yang menjadi penyebab herpes oral dan genital. Namun, sebenarnya terdapat delapan virus herpes yang bisa menginfeksi dan menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Masing-masing virus ini ditularkan dengan cara yang berbeda-beda. Berikut ini adalah cara penularan penyakit herpes yang paling umum.

Berbagai cara penularan penyakit herpes 

Saat ini, herpes kulit adalah jenis penyakit herpes yang kasusnya paling banyak ditemui. Berdasarkan virus penyebabnya, herpes kulit terbagi dari empat jenis yakni herpes oral, herpes genital, cacar air, dan herpes zoster (cacar api).

Gejala utama herpes kulit adalah ruam, lenting (lepuhan berisi cairan), lesi atau luka kulit yang bisa disertai dengan rasa gatal dan nyeri.

Jenis pertama adalah virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1). Jenis herpes ini biasanya menyerang area mulut dan bibir. Infeksi herpes simpleks tipe 2 (HSV-2) menyerang area genital dan anus baik laki-laki maupun perempuan. 

Sementara baik cacar air maupun herpes zoster disebabkan oleh infeksi virus varicella zoster. Virus herpes lainnya bisa menyebabkan penyakit demam kelenjar (mononukleosis), infeksi sel darah dan ginjal, cytomegalovirus, dan kanker sarkoma kaposi.

Semua virus herpes bisa ditularkan satu orang ke orang lainnya. Namun, penularan virus herpes kulit lebih mudah dan cepat dibandingkan virus herpes lainnya. Secara umum, cara-cara penularan virus herpes bisa terjadi melalui:

1. Kontak fisik dengan orang yang kena herpes

Penularan virus herpes berlangsung ketika virus berpindah dari tubuh orang yang terinfeksi ke orang yang sehat. Anda bisa tertular herpes kalau bersentuhan langsung (kulit ke kulit) dengan seseorang yang terkena penyakit herpes kulit.

Menurut CDC, kemungkinan penularan herpes kulit yang paling besar terjadi saat:

  • Ruam kulit baru saja muncul
  • Ruam berubah menjadi lenting yang ditandai dengan kulit melepuh dan terisis cairan atau nanah
  • Lenting mengering dan berubah menjadi luka kering (koreng).

Namun, virus penyebab herpes kulit juga bisa ditularkan semenjak penderita terinfeksi. Meskipun ruam atau lenting pada kulit belum muncul atau Anda tidak merasa sakit sama sekali, Anda tetap dapat menularkan virus herpes pada orang yang sehat melalui kontak antar kulit.

2. Hubungan seksual dan seks oral

Melakukan hubungan seksual yaitu penetrasi seks (penis ke vagina) dengan pasangan yang mengidap herpes bisa membuat Anda tertular virus herpes simpleks tipe 2.

Selain penetrasi, seks oral atau anal juga jadi penyebab penularan herpes oral dan herpes genital. Untuk herpes genital, penularan berlangsung ketika orang yang sehat menerima seks oral dari orang yang terinfeksi herpes oral. 

Risiko penularan akan semakin tinggi apalagi jika Anda berhubungan seks tanpa kondom. Nah, jika Anda atau pasangan Anda mengidap herpes, jangan menggunakan mainan seks secara bergantian. 

Virus herpes simpleks memang umumnya tidak bisa hidup di permukaan benda mati. Namun, mainan seks yang masih basah oleh sperma atau cairan vagina mungkin saja menjadi media perantara virus untuk berpindah ke pasangan.  

3. Berciuman dan air liur

Penularan herpes bisa terjadi lewat sentuhan bibir atau berciuman. Terutama untuk jenis virus herpes yang cara penularan utamanya melalui kontak langsung dengan mulut atau dari air liur.

Virus herpes tersebut adalah penyebab herpes oral (HSV-1) dan demam mononukleosis (virus Eipstein-Barr). Hal ini dikarenakan virus herpes ini sangat mudah ditularkan melalui area yang cukup lembap.

Selain itu, air liur yang dikeluarkan saat bersin dan batuk (droplet) oleh penderita juga dapat menjadi media penularan varicella zoster pada saat gejala awal muncul. Gejala awal ini berupa demam, sakit kepala, dan kelelahan.

Virus herpes ini bisa ditularkan ketika Anda menghirup udara yang terkontaminasi droplet tersebut.

4. Melahirkan normal

ibu terinfeksi coronavirus melahirkan

Sebagian besar virus herpes memiliki kemungkinan untuk ditularkan melalui proses persalinan, seperti sarkoma kaposi dan cytomegalovirus. Jika seorang wanita mengidap virus herpes di vagina, ia berisiko untuk menularkan virus herpes pada bayinya saat melahirkan normal.

Cytomegalovirus yang ditularkan melalui persalinan normal dapat menyebabkan penyakit infeksi bawaan yang bisa memengaruhi proses tumbuh kembang anak. Meskipun begitu, cara penularan herpes ini memang jarang terjadi.

Namun, tak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan Anda untuk melakukan pemeriksaan penyakit herpes. Dengan begitu, Anda dapat mencegah kemungkinan penularan herpes pada bayi saat melahirkan nanti.

5. Memakai alat yang terkontaminasi virus herpes

Cara penularan ini memang tidak umum untuk semua virus herpes, tapi Anda perlu mewaspadainya.

Virus herpes simpleks tidak bisa hidup lama pada permukaan benda mati. Apalagi kalau benda tersebut kering. Namun, virus penyebab herpes oral bisa ditularkan ketika Anda menggunakan lipstik atau alat makan yang sama dengan penderita.

Meski begitu, kemungkinan Anda tertular herpes melalui benda-benda yang habis digunakan oleh pengidap herpes simpleks amat kecil.

Begitupun dengan virus herpes penyebab sarkoma kaposi atau infeksi darah dan ginjal (HHV 6 dan 7), ketiganya lebih umum ditularkan melalui cairan tubuh seperti darah, sperma, dan cairan vagina.

Namun penggunaan alat makan secara bergantian dengan penderita tetap bisa menjadi cara penularan  untuk virus penyebab cacar air, cacar api, dan mononukleosis.

Nah, penularan dengan memakai pakaian yang sama dengan penderita mungkin tidak umum ditemukan. Namun, sebaiknya Anda tetap menghindari dengan mencuci terlebih dulu pakaian sudah dikenakan penderita sebelum Anda gunakan.

Terdapat beberapa cara penularan penyakit herpes, tapi secara umum berkaitan dengan kontak dekat dengan penderitanya. Oleh karena itu, pastikan Anda menghindari interaksi langsung dengan orang yang terinfeksi penyakit ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Trik Sederhana Agar Terbiasa Jalan Kaki Demi Tubuh yang Bugar

Jalan kaki adalah olahraga paling mudah, namun banyak yang malas melakukannya. Yuk, biasakan jalan kaki dengan tips berikut.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Olahraga Lainnya, Kebugaran 1 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Jangan Remehkan Bahaya Debu Polusi! Yuk, Lindungi Diri Dengan Cara Ini

Debu polusi yang tampak kecil dan tak berbahaya bisa jadi musuh besar kesehatan Anda. Ini berbagai bahaya polusi udara dan cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan, Informasi Kesehatan 1 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

5 Manfaat Kulit Manggis untuk Kesehatan Tubuh

Banyak berbagai macam penelitian yang menyatakan bahwa kulit manggis kaya manfaat. Yuk, simak apa saja manfaat kulit manggis yang baik bagi kesehatan.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 1 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

Kenali 5 Ciri Utama “Toxic People”, Racun Dalam Persahabatan Anda

Toxic people merupakan salah satu jenis orang negatif yang harus Anda jauhi. Bagaimanakah ciri-cirinya? Simak jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hubungan Harmonis 1 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sakit perut karena gas dan karena penyakit lain

Tips Membedakan Sakit Perut Karena Gas dan Karena Penyakit Lain

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
cara memilih multivitamin yang tepat

Begini Cara Memilih Multivitamin yang Aman dan Sesuai untuk Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
kutu bulu mata

Sering Tidak Disadari, Bulu Mata Juga Bisa Kutuan! Apa Gejalanya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
penyebab kondom sobek

8 Kesalahan yang Tanpa Disadari Bisa Bikin Kondom Sobek

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit