Dislokasi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu dislokasi?

Dislokasi merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang mungkin Anda alami. Ya, gangguan pada sistem gerak memang tak hanya meliputi masalah pada sistem otot dan sistem rangka, tapi juga membahas tentang masalah pada sendi, ligamen, hingga tendon.

Dislokasi adalah kondisi di mana tulang bergeser dari sendi atau posisi yang seharusnya. Contohnya, bagian atas tulang lengan seharusnya menempel pada sendi bahu Anda. Ketika tulang bergeser atau keluar dari sendi tersebut, Anda mengalami dislokasi bahu.

Dislokasi paling sering terjadi pada bahu dan jari. Bagian tubuh lainnya yang biasa mengalami pergeseran tulang adalah siku, lutut, dan panggul. Sendi dan tulang yang pernah mengalami dislokasi memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk mengalami hal yang sama di lain waktu.

Kondisi ini umumnya terjadi akibat adanya pergerakan tiba-tiba pada sendi, atau adanya benturan keras di bagian tubuh tersebut. Penderita umumnya akan merasakan sakit yang luar biasa dan memiliki pergerakan tubuh yang tidak seimbang, bahkan kesulitan untuk bergerak.

Mengingat dalam kondisi ini berarti tulang tidak terletak di posisi normalnya, Anda harus segera mendapatkan pertolongan dan penanganan medis secepat mungkin. Kondisi tulang bergeser yang tidak segera diatasi dapat menyebabkan kerusakan pada ligamen, saraf, atau pembuluh darah.

Seberapa umumkah dislokasi?

Dislokasi adalah masalah kesehatan sendi yang sangat umum. Kondisi ini dapat terjadi pada hampir seluruh bagian sendi di dalam tubuh.

Namun, beberapa jenis sendi yang paling sering mengalami dislokasi adalah:

  • Jari
  • Bahu
  • Lutut
  • Siku
  • Pinggang
  • Rahang

Dislokasi dapat terjadi pada pasien dengan usia berapa saja. Namun, angka kejadiannya lebih banyak ditemukan pada orang tua dan anak-anak.

Orang-orang yang berusia lanjut cenderung memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mudah jatuh. Hal ini disebabkan karena lansia memiliki keterbatasan dalam pergerakan dan kemampuan untuk menjaga keseimbangan tubuh pun menurun.

Selain itu, anak-anak juga lebih rentan dan berisiko terjatuh saat sedang bermain, terutama di area bermain yang tidak aman dan kurang mendapatkan pengawasan orangtua.

Orang-orang yang biasanya melakukan aktivitas fisik yang berat dan mengikuti kegiatan olahraga tertentu, seperti atlet, juga memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami kondisi ini.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala dislokasi?

Gejala-gejala umum dari dislokasi adalah:

  • Tulang terlihat tidak pada tempatnya.
  • Bengkak dan muncul memar.
  • Sendi terasa nyeri saat Anda bergerak.
  • Mati rasa atau kesemutan di sekitar area yang terdislokasi.
  • Tidak dapat bergerak atau pergerakan pada sendi yang terdampak menjadi terbatas.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Tubuh masing-masing penderita akan menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mengetahui seperti apa penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, selalu periksakan apapun gejala yang Anda alami ke dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Penyebab

Apa penyebab dislokasi?

Dislokasi adalah kondisi yang terjadi ketika sendi dipaksa melakukan gerakan ekstrem secara mendadak. Selain itu, benturan yang tidak seimbang juga dapat menyebabkan kondisi ini.

Umumnya, dislokasi terjadi akibat adanya kecelakaan kendaraan bermotor, terjatuh di posisi yang tidak tepat, atau ada trauma lainnya.

Ketika dislokasi terjadi, ligamen dapat mengalami kerobekan. Ligamen adalah jaringan ikat berserat yang bersifat fleksibel. Fungsi dari ligamen adalah menghubungkan tulang-tulang dan jaringan tulang rawan di dalam tubuh.

Contohnya, sendi-sendi yang terdapat di pinggang dan bahu disebut dengan sendi peluru. Apabila terdapat gerakan yang terlalu dipaksakan pada ligamen sendi tersebut, sebagian dari sendi akan terlepas dari tempatnya.

Pada umumnya, kondisi ini dapat terjadi pada semua sendi di dalam tubuh. Namun, bagian tubuh yang paling sering mengalami pergeseran tulang dan sendi adalah bahu.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk mengalami dislokasi?

Dislokasi adalah kondisi kelainan yang dapat terjadi pada hampir semua orang, terlepas dari berapa pun usianya dan apa golongan rasnya. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kondisi ini.

Perlu Anda ketahui bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda pasti akan mengalami suatu kondisi atau penyakit. Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, tidak menutup kemungkinan bahwa seseorang dapat menderita suatu penyakit tanpa adanya satu pun faktor risiko.

Faktor-faktor yang dapat memicu terjadinya dislokasi adalah:

1. Usia

Meskipun dislokasi dapat terjadi pada siapa pun, angka kejadiannya cukup banyak ditemukan pada anak-anak dan  lansia.

Pada anak-anak, kondisi ini sering terjadi akibat pergerakan tubuh yang aktif, berada di tempat yang kurang aman, serta pengawasan orang tua yang kurang.

Sementara itu, orang-orang berusia lanjut juga rentan mengalami kondisi ini karena menurunnya kemampuan menjaga keseimbangan tubuh, serta keadaan sendi tubuh yang tidak lagi fleksibel.

2. Tubuh rentan jatuh

Apabila Anda terjatuh, kesempatan Anda untuk mengalami dislokasi bahu jauh lebih besar, terlebih jika Anda menggunakan salah satu bagian tubuh untuk menahan, seperti lengan atau bahu.

3. Keturunan keluarga

Beberapa orang terlahir dengan ligamen-ligamen tubuh yang lebih longgar, sehingga tubuh mereka cenderung lebih rentan mengalami kecelakaan dan pergeseran sendi hingga akhirnya dislokasi.

4. Berpartisipasi dalam kegiatan olahraga

Kondisi ini sangat sering terjadi pada kegiatan olahraga yang melibatkan kontak fisik, seperti senam, gulat, basket, dan sepak bola.

Maka dari itu, apabila Anda sering atau aktif mengikuti kegiatan olahraga seperti ini, peluang Anda untuk mengalami cedera akibat pergeseran bahu jauh lebih besar.

5. Kecelakaan

Kecelakaan kendaraan bermotor merupakan penyebab paling umum dari dislokasi. Kondisi pergeseran tulang dan sendi pun akan semakin parah apabila tidak mengenakan sabuk pengaman saat berkendara.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana dislokasi didiagnosis?

Dislokasi adalah kondisi yang terkadang sulit untuk didiagnosis. Hal ini dikarenakan pergeseran tulang dan sendi umumnya memiliki gejala yang menyerupai patah tulang.

Apabila dislokasi terjadi, Anda harus segera mendapatkan penanganan medis secepat mungkin. Saat mendiagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh pada area yang mengalami cedera.

Pertama-tama, dokter akan mengecek sirkulasi darah pada area yang cedera. Dokter juga akan memeriksa apakah ada deformitas atau kerusakan pada kulit.

Apabila dokter meyakini Anda mengalami dislokasi atau patah tulang, Anda akan diminta melakukan tes pengambilan gambar atau pencitraan, seperti X-ray dan MRI. Teknik pencitraan yang dipilih tergantung pada bagian tubuh mana yang terdampak.

Berikut adalah beragam tes yang harus dilakukan ketika Anda mengalami dislokasi:

1. X-ray

Prosedur pengambilan gambar dengan x-ray dilakukan untuk melihat apakah ada kerusakan sendi atau patah tulang pada bagian tubuh yang cedera.

2. MRI (magnetic resonance imaging)

Tes ini dapat membantu dokter memeriksa kerusakan pada jaringan lunak yang berada di sekitar sendi yang terdislokasi.

Bagaimana dislokasi ditangani?

Penanganan dan tindakan medis yang diambil tergantung pada di bagian sendi mana dislokasi terjadi. Hal ini juga mungkin akan tergantung pada tingkat keparahan dari kondisi yang Anda alami.

Pertolongan dan tindakan pertama yang harus Anda lakukan adalah metode RICE (Rest, Ice, Compression, and Elevation). Pada beberapa kasus, sendi yang bergeser dapat kembali normal ke posisi semula setelah tindakan RICE ini dilakukan.

  • Rest (istirahat): dianjurkan untuk hentikan aktivitas apapun sesegera mungkin.
  • Ice (kompres es): area yang cedera dikompres dengan air dingin selama 10 menit.
  • Compression (tekanan): teknik ini dilakukan dengan cara memberikan tekanan dengan perban.
  • Elevation (mengangkat): kaki atau tangan yang cedera diangkat dengan posisi atau tinggi melebihi kepala kita saat berbaring.

Apabila teknik tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda cedera akan membaik, Anda harus segera ke dokter dan minta pertolongan medis yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

1. Manipulasi

Pada metode ini, dokter akan memanipulasi atau mereposisi sendi kembali ke tempatnya semula. Anda akan diberikan obat bius agar tidak merasakan sakit dan otot Anda pun lebih rileks. Hal ini dapat membantu mempermudah prosedur.

2. Imobilisasi

Setelah sendi kembali ke tempat normalnya, dokter mungkin akan meminta Anda mengenakan sling, splint, atau bebat selama beberapa minggu. Tujuannya adalah mencegah sendi bergerak dan memungkinkan untuk penyembuhan sempurna.

Waktu yang dibutuhkan untuk sembuh umumnya bervariasi, tergantung pada bagian sendi dan tingkat keparahannya.

3. Obat-obatan

Anda mungkin akan merasakan sakit yang berlebih setelah melakukan prosedur-prosedur di atas. Apabila kondisi ini terjadi, dokter akan memberikan obat pereda nyeri seperti aspirin, ibuprofen, atau naproksen dapat mengurangi rasa sakit   .

4. Operasi

Jika dislokasi telah memengaruhi saraf dan pembuluh darah Anda, dokter akan merekomendasikan prosedur bedah atau operasi. Prosedur ini juga dilakukan apabila dokter tidak dapat mengembalikan tulang ke posisi semula.

Agar pergeseran tulang tidak menjadi semakin parah, tim bedah mungkin akan merekonstruksi sendi dan memperbaiki struktur yang rusak.

5. Rehabilitasi

Rehabilitasi dilakukan setelah prosedur manipulasi atau operasi telah dilakukan dan Anda sudah tidak menggunakan alat bantu apapun untuk berjalan.

Tujuan dari rehabilitasi adalah untuk mengembalikan kekuatan otot dan keseimbangan tubuh.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup untuk mengatasi dislokasi?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi dislokasi:

  • Istirahatkan sendi yang terdislokasi: hindari aktivitas tertentu yang menyebabkan rasa sakit, hindari pergerakan yang menyakitkan.
  • Kompres menggunakan air hangat atau es pada sendi yang terdislokasi: meletakkan es pada sendi yang terdislokasi dapat mengurangi kemerahan dan nyeri. Pada hari pertama atau kedua, gunakan kompres dingin selama 15 hingga 20 menit. Setelah gejala membaik, gunakan kompres hangat selama 20 menit untuk merilekskan otot.
  • Latihan pergerakan: setelah 1 – 2 hari, lakukan beberapa latihan ringan yang membantu menjaga fungsi normal sendi.

Bila ada pertanyaan lain tentang dislokasi, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang diakibatkan oleh dislokasi?

Jika kondisi ini tidak segera diatasi dan mendapatkan pertolongan medis, kemungkinan dapat terjadi beberapa komplikasi kesehatan yang meliputi:

  • Robek pada otot, ligamen, dan tendon di sekitar sendi yang cedera.
  • Kerusakan pada saraf atau pembuluh darah di dalam atau sekitar sendi.
  • Lebih rentan mengalami cedera di lain waktu.
  • Berisiko menderita arthritis pada sendi yang cedera saat Anda bertambah tua.

Pencegahan

Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah dislokasi?

Menurut Intermountain Healthcare, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya dislokasi, seperti:

1. Berhati-hati dan menghindari jatuh

Beberapa cara yang bisa dilakukan agar bisa menghindari jatuh adalah:

  • Singkirkan berbagai benda yang mungkin menyebabkan Anda terjungkal atau tersandung saat berjalan di dalam rumah.
  • Selalu fokus perhatikan jalanan saat sedang berjalan di luar rumah.
  • Gunakan kacamata atau lensa kontak jika memiliki masalah penglihatan agar lebih peka terhadap kondisi sekitar.
  • Pahami setiap efek samping seperti sakit kepala atau pusing dari obat yang Anda gunakan.
  • Gunakan keset untuk lantai yang tidak licin sehingga Anda tidak mudah terpeleset saat di kamar mandi.

2. Menggunakan perlengkapan lengkap saat berolahraga

Gunakan perlengkapan yang tepat saat hendak melakukan olahraga. Biasanya, perlengkapan berolahraga meliputi:

  • Pelindung siku.
  • Pelindung lutut.
  • Pelindung kepala (helm).
  • Masker pelindung wajah.

Anda juga disarankan untuk lebih berhati-hati menggunakan sendi yang sebelumnya pernah mengalami dislokasi. Hal ini penting untuk menghindari cedera yang tidak diinginkan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Psoriasis Arthritis

Psoriasis arthritis adalah penyakit autoimun yang menyerang kulit dan persendian. Seperti apa ciri-ciri psoriasis arthritis, penyebab dan cara mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Ini yang Terjadi Pada Tubuh dan Pikiran Saat Kita Sedang Koma

Pernahkah Anda terbayang seperti apa rasanya koma? Anda juga mungkin penasaran, sebenarnya pasien koma masih sadar tidak? Yuk, cari tahu lebih jauh di sini.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 14 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

10 Jenis Cedera Olahraga yang Paling Sering Terjadi

Saat berolahraga, tubuh Anda akan bergerak dan beraktivitas lebih intens dari biasanya sehingga Anda rawan mengalami 10 cedera olahraga berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kebugaran, Hidup Sehat 11 Juni 2020 . Waktu baca 8 menit

6 Cara Mengatasi Nyeri Otot dan Sendi Bagi yang Sering Naik Transportasi Umum

Berdesakan naik angkutan umum memang bikin pegal. Supaya Anda tak mengalaminya terus, simak cara mengatasi nyeri otot dan sendi akibat naik angkutan umum.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Konten Bersponsor
mengatasi nyeri sendi naik angkutan umum
Nyeri Kronis, Health Centers 5 Juli 2019 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

nyeri sendi

Ketahui Gejala, Penyebab Nyeri Sendi Hingga Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

3 Jenis Obat Keseleo di Apotek dan Perawatannya di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
kram otot

Kenali Penyebab yang Mungkin Membuat Anda Mengalami Kram Otot

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
obat pereda nyeri otot

Obat Nyeri Otot: Mulai dari Obat Resep Dokter Hingga Obat Herbal

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 17 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit