home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Cedera Otot Paha Setelah Berolahraga? Begini Cara Mengobatinya

Cedera Otot Paha Setelah Berolahraga? Begini Cara Mengobatinya

Cedera otot merupakan salah satu risiko yang paling umum dan harus Anda hadapi saat berolahraga. Salah satu cedera yang mungkin Anda hadapi ada cedera otot paha, sebab bagian tubuh ini cenderung paling banyak digunakan saat beraktivitas fisik sehingga rentan mengalami cedera. Lantas, bagaimana cara mengobati cedera otot paha dengan metode yang benar dan aman?

Bagaimana cara mengobati cedera otot paha saat berolahraga?

Dikutip dari American Academy of Orthopaedic Surgeons, paha terdiri dari tiga bagian otot yang kuat, yakni hamstring, quadriceps, dan adductor. Kelompok otot hamstring dan quadriceps lebih berisiko mengalami ketegangan atau cedera, karena keduanya akan bergerak aktif saat Anda berolahraga, misalnya sepak bola, basket, atau berlari.

Apabila otot paha mengalami cedera, Anda mungkin akan mengalami beberapa tanda dan gejala, seperti rasa nyeri tiba-tiba, memar, bengkak, sensasi “meletus” saat otot robek, hingga kesulitan menggerakkan kaki secara normal.

Sebagai penanganan darurat, yang harus pertama kali Anda lakukan adalah mengurangi nyeri dan bengkak dengan prinsip RICE (Rest, Ice, Compress, dan Elevation). Minum obat-obatan pereda nyeri juga bisa membantu menangani rasa sakit yang Anda alami.

1. Istirahatkan otot paha yang cedera

Setelah mengalami cedera, segera istirahat dari segala aktivitas yang bisa memicu ketegangan pada otot paha Anda. Beristirahat juga bisa mengurangi tekanan dan nyeri, serta hindari keadaan yang bisa memperparah atau menghambat proses pemulihan cedera.

Anda bisa berhenti melakukan aktivitas fisik selama 24 hingga 48 jam, tergantung dari kondisi cedera otot paha yang dialami. Pada beberapa kondisi, dokter juga akan menyarankan penggunaan alat bantu tongkat kruk untuk menghindari beban pada kaki Anda.

2. Gunakan kompres es

Suhu dingin dari kompres es bisa membantu Anda mengatasi cedera otot paha dengan cara mengurangi rasa sakit dan bengkak yang ditimbulkan. Gunakan kompres es selama 10 hingga 20 menit, sebanyak 3 kali atau lebih dalam sehari.

Hindari mengoleskan es secara langsung ke kulit Anda, hal ini untuk menghindari radang dingin yang bisa memicu kerusakan jaringan akibat suhu terlalu dingin. Anda bisa menggunakan handuk untuk membungkus bongkahan es atau celupkan pada air dingin.

Jika pembengkakan hilang setelah 48 hingga 72 jam, Michigan Medicine memperbolehkan Anda memakai kompres hangat untuk melancarkan aliran darah kembali di sekitar area cedera setelahnya.

3. Mencegah pembengkakan dengan perban

Pemberian perban akan memberikan sedikit tekanan pada sekitar area cedera yang bertujuan untuk mencegah adanya pembengkakan tambahan. Anda bisa menggunakan perban atau pembalut elastis untuk cedera yang umumnya tersedia di apotek.

Saat mengobati cedera otot paha, perhatikan untuk tidak membungkusnya terlalu erat. Hal ini malah bisa memperparah pembengkakan. Jika Anda merasakan tanda-tanda perban terlalu kencang, seperti mati rasa, kesemutan, atau rasa sakit yang meningkat, lebih baik segera longgarkan.

Perban hanya efektif maksimal hingga 72 jam. Apabila lebih dari itu, konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan dan mencegah masalah yang lebih serius.

4. Angkat paha yang terasa sakit

Menjaga kaki Anda tetap terangkat atau ditopang di atas bantal selama 48 jam setelah cedera bisa membantu mengurangi pembengkakan. Selama istirahat dan berbaring, Anda sekaligus bisa menggunakan kompres es secara berkala untuk mengurangi rasa nyeri.

Usahakan agar area yang mengalami cedera sejajar atau lebih tinggi dari jantung Anda. Hal ini sebagai salah satu cara mengobati cedera otot paha yang bertujuan untuk mengurangi pembengkakan pada area cedera.

5. Minum obat pereda nyeri

Anda bisa meminum obat pereda nyeri biasa, seperti paracetamol yang membantu meredakan rasa nyeri. Minum obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen atau naproxen juga tergolong aman, tetapi bisa menimbulkan efek samping bagi beberapa orang.

Oleh karena itu, sebelum mengonsumsi obat sebaiknya Anda membaca dan mengikuti anjuran pemakaian yang tertera pada label. Mungkin juga Anda perlu konsultasi ke dokter terlebih dulu apabila memiliki kondisi medis tertentu atau sedang minum obat lain.

Kapan Anda perlu pemeriksaan ke dokter?

pengobatan cedera paha

Jika kondisi bengkak dan rasa sakit berlangsung lebih dari 48 hingga 72 jam, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Dokter akan menanyakan tentang riwayat cedera dan kondisi kesehatan Anda.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu dengan menekuk atau meluruskan lutut untuk memastikan diagnosisnya. Tes pencitraan seperti sinar X (rontgen) dan scan MRI mungkin diperlukan untuk mengetahui kemungkinan cedera lain, termasuk patah tulang.

Tergantung tingkat keparahannya, pengobatan terhadap kondisi cedera otot paha mungkin bisa sembuh sendiri dalam hitungan hari atau butuh waktu berbulan-bulan apabila terdapat robekan otot yang parah dan komplikasi lainnya.

Setelah rasa sakit dan pembengkakan mereda, terapi rehabilitasi fisik perlu Anda lakukan untuk membantu dalam tahapan pemulihan berikutnya. Anda bisa memulai dengan latihan ketahanan dan peregangan lembut untuk melatih jangkauan gerak dan kekuatan kaki.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Mulcahey, M., & Fischer, S. (2019). Muscle Strains in the Thigh – OrthoInfo. American Academy of Orthopaedic Surgeons. Retrieved 4 June 2021, from https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases–conditions/muscle-strains-in-the-thigh/

Thigh Muscle Strains: Symptoms, Treatment and Prevention. Illinois Bone & Joint Institute. (2015). Retrieved 4 June 2021, from https://www.ibji.com/blog/sports-medicine/thigh-muscle-strains-symptoms-treatment-and-prevention/

Felman, A., & Murrell, D. (2018). Pain in upper thigh: Causes, treatment, and prevention. MedicalNewsToday. Retrieved 4 June 2021, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/321001

Hamstring injury. NHS. (2018). Retrieved 4 June 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/hamstring-injury/

Rest, Ice, Compression, and Elevation (RICE). Michigan Medicine. (2020). Retrieved 4 June 2021, from https://www.uofmhealth.org/health-library/tw4354spec

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Thendy Foraldy Diperbarui 21/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan