Bursitis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 1 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Definisi bursitis

Apa itu bursitis?

Bursitis adalah salah satu jenis penyakit sendi berupa peradangan atau pembengkakan dari  kantung berisi cairan pelumas yang disebut bursae. Bursae biasanya terletak di sekitar bahu, siku, pinggul, lutut, dan kaki.

Bursae berfungsi sebagai bantalan antara tulang dan organ-organ di sekitarnya seperti otot, tendon, dan kulit untuk mempermudah gerakan.

Gangguan muskuloskeletal ini sering terjadi pada sendi yang sering digerakkan. Bursitis dapat muncul kembali setelah pasien menjalani pengobatan, kecuali apabila penyebab dihentikan.

Perawatan biasanya mengistirahatkan sendi yang terkena dan melindunginya dari trauma lebih lanjut. Dalam kebanyakan kasus, rasa sakit akibat bursitis akan hilang dalam beberapa minggu dengan pengobatan yang tepat, tetapi kambuhnya kondisi ini hingga mengganggu fungsi sistem gerak adalah hal umum.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Peradangan pada kantung bursae ini adalah kondisi umum yang dapat terjadi di semua kalangan usia dan jenis kelamin.

Meski begitu, semakin bertambah usia, semakin tinggi risiko. Khususnya pada orang-orang yang melakukan pekerjaan dengan aktivitas dengan gerakan yang berulang-ulang seperti pelukis, tukang kebun, dan musisi.

Tanda-tanda dan gejala bursitis

Tanda dan gejala dari masalah kesehatan pada sistem gerak manusia  ini sebenarnya cukup sederhana dan mudah dikenali. Gejala khas dari peradangan di kantung bursae ini adalah munculnya rasa sakit dan kemerahan di area sendi yang meradang.

Rasa sakit ini biasanya akan lebih parah apabila Anda bergerak. Selain itu, bursitis juga memunculkan gejala nyeri dan kaku.

Bursitis bisa terjadi di seluruh bagian tubuh. Namun, kondisi ini umumnya terjadi pada sendi yang sering digerakkan, seperti siku, lutut, bahu, dan pinggul.

Kapan harus periksa ke dokter?

Penyakit ini bukan penyakit yang serius. Akan tetapi, jika tidak diobati dengan benar, bursitis dapat menjadi lebih berat. Anda harus segera menghubungi dokter apabila:

  • Rasa sakit berlanjut hingga lebih dari satu minggu tanpa pengurangan.
  • Terlalu bengkak, merah, lebam atau ruam pada area yang terpengaruh.
  • Rasa sakit tiba-tiba, khususnya saat berolahraga.
  • Timbul demam.

Penyebab bursitis

Penyebab paling umum dari bursitis adalah gerakan atau posisi berulang yang memberikan tekanan pada sekitar sendi, misalnya:

  • Melukis.
  • Berkebun.
  • Olahraga seperti tennis dan golf.
  • Jongkok terlalu lama saat menyikat lantai.
  • Postur tubuh yang buruk.
  • Bersandar pada siku untuk waktu yang lama.
  • Melemparkan bola atau mengangkat sesuatu di atas kepala berulang kali.

Tidak hanya itu, kondisi ini juga dapat disebabkan dari luka atau trauma langsung di sendi karena benturan yang terlalu keras. Di samping itu, berbagai jenis peradangan sendi seperti rheumatoid arthritis dan gout atau asam urat, serta infeksi juga bisa menjadi penyebab dari peradangan pada kantung bursae ini.

Faktor-faktor risiko bursitis

Beberapa faktor yang dapat membuat Anda lebih rawan terkena penyakit yang menyerang kantung bursae pada persendian ini adalah:

  • Usia

Semakin tua, semakin tinggi risiko Anda terkena kondisi ini.

  • Pekerjaan dan hobi

Risiko bursitis akan meningkat apabila profesi atau hobi memerlukan gerakan-gerakan berulang, monoton, dan memberi tekanan pada bagian tertentu di synovium.

  • Riwayat penyakit tertentu

Beberapa penyakit seperti rheumatoid arthritis, asam urat, dan diabetes dapat meningkatkan risiko bursitis.

Tidak memiliki faktor-faktor risiko bukan berarti Anda tidak dapat terkena penyakit ini. Faktor-faktor risiko hanya untuk referensi. Konsultasikan pada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Diagnosis & pengobatan bursitis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Untuk mendiagnosis bursitis, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan terhadap riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik. Lalu, ada beberapa jenis tes yang mungkin harus Anda jalani, seperti:

  • X-ray, biasanya dilakukan untuk tidak mengikutsertakan kondisi lain yang tidak berhubungan dengan bursitis, misalnya patah tulang.
  • Ultrasound atau MRI (magnetic imaging resonance) dilakukan untuk mendeteksi pembengkakan pada kantong bursae.
  • Tes darah untuk memeriksa apakah ada infeksi.
  • Tes cairan yang ada di dalam bursa untuk memastikan apakah cairan ikut terdampak.

Apa saja pilihan pengobatan bursitis?

Beberapa pilihan pengobatan yang umum dilakukan untuk bursitis adalah:

1. Penggunaan obat-obatan

Dokter mungkin akan merekomendasikan penggunaan obat pereda rasa sakit atau nyeri seperti acetaminophen atau obat golongan nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID) seperti ibuprofen dan naproksen.

Anda bisa membelinya tanpa resep dokter di apotek terdekat. Namun, jika Anda merasa kondisi tidak kunjung membaik meski sudah mengonsumsi obat tersebut, dokter mungkin akan memberikan resep untuk jenis obat yang memiliki efek lebih keras.

Bahkan, bisa saja dokter meresepkan kortikosteroid yang diberikan dengan cara disuntikkan ke kantong bursae.  Tidak hanya itu, dokter mungkin juga akan meresepkan antibiotik apabila peradangan pada bursae terjadi akibat adanya infeksi.

2. Terapi fisik

Mayo Clinic juga menyarankan agar pasien bursitis menjalani terapi atau latihan fisik yang dapat membantu menguatkan otot di area yang terdampak demi mengurangi rasa sakit dan mencegah bursitis muncul kembali.

Terapi fisik berfungsi untuk meningkatkan kembali kemampuan menggerakkan bagian tubuh yang mengalami bursitis. Saat menjalani terapi fisik, Anda mungkin akan melakukan beberapa hal berikut:

  • Terapi air.
  • Terapi manual untuk jaringan lunak.
  • Program latihan fisik yang disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing pasien.
  • Analisis postur dan cara berjalan.
  • Mempelajari berbagai cara untuk menghindari cedera akibat sendi terlalu banyak digunakan untuk melakukan gerakan yang sama.

3. Penggunaan alat bantu

Saat mengalami bursitis, Anda mungkin akan mengalami kesusahan dalam bergerak. Kondisi ini bergantung pada lokasi terjadinya bursitis. Jika bursitis terjadi pada area kaki, Anda mungkin menjadi kesulitan berjalan.

Sementara itu, jika bursitis terjadi di area siku atau tangan, Anda mungkin kesulitan untuk menggerakkan tangan tersebut. Oleh sebab itu, alat bantu yang bisa digunakan juga disesuaikan dengan area yang terdampak.

Jika Anda mengalami bursitis di area kaki, alat bantu yang bisa digunakan adalah tongkat berjalan, kruk, atau alat apapun yang dapat membantu mengurangi tekanan pada area kaki yang mengalami bursitis.

Apabila kondisi ini terjadi di area siku dan tangan, Anda bisa menggunakan arm sling yang dapat membantu menyokong tangan Anda untuk sementara hingga rasa sakit berkurang.

4. Operasi

Pada tingkatan yang sudah parah, Anda mungkin harus menjalani prosedur operasi. Biasanya, operasi harus dijalankan jika pengobatan untuk mengatasi bursitis tidak memberikan pengaruh setelah enam bulan hingga satu tahun lamanya.

Meski begitu, operasi untuk mengatasi bursitis yang dilakukan dengan cara mengangkat kantong bursa yang mengalami peradangan ini sering kali menjadi pilihan akhir dan masih tergolong jarang dilakukan.

5. Kompres dengan air dingin

Anda juga bisa mengompres area yang terasa sakit dengan handuk yang sudah dibasahi dengan air dingin setidaknya selama 15 menit dan dilakukan selama beberapa kali dalam sehari.

6. Perbanyak istirahat

Jika Anda sudah mengalami bursitis, salah satu alternatif yang bisa dilakukan adalah memperbanyak istirahat. Cobalah untuk menghentikan aktivitas yang berat setidaknya selama dua minggu.

Lakukan kegiatan ringan dan hindari aktivitas yang membuat Anda harus melakukan gerakan berulang, apalagi dengan bagian tubuh yang terdampak.

Pengobatan di rumah untuk bursitis

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang mungkin dapat membantu Anda mengatasi peradangan yang menyerang kantung bursae pada persendian ini adalah:

  • Istirahat dan jangan menggerakkan bagian yang meradang untuk mempercepat penyembuhan.
  • Gunakan es untuk mengurangi pembengkakan.
  • Apabila Anda menderita bursitis pada lutut, taruh bantal di antara kaki saat berbaring di satu sisi untuk mengurangi tekanan pada lutut.
  • Apabila Anda menderita bursitis pada siku, hindari tekanan pada tangan saat sedang bersandar.
  • Gunakan perlengkapan pelindung saat berpartisipasi dalam pertandingan olahraga.
  • Hindari aktivitas yang berulang.

Pencegahan bursitis

Meskipun tidak semua jenis bursitis bisa dicegah, Anda bisa mengurangi risiko dan keparahan kondisi dengan mengubah kebiasaan Anda. Berikut adalah langkah pencegahan bursitis yang bisa Anda lakukan:

  • Gunakan bantalan lutut

Gunakan beberapa jenis bantalan untuk mengurangi tekanan pada lutut Anda jika pekerjaan atau hobi Anda membutuhkan banyak berlutut. 

  • Angkat benda dengan cara yang benar

Tekuk lutut Anda saat Anda mengangkat sesuatu. Jika Anda tidak melakukan hal tersebut, itu berarti Anda memberi tekanan tambahan pada bursae di pinggul. 

  • Dorong beban berat dengan cara yang benar

Membawa beban berat memberi tekanan pada bursae di pundak Anda. Gunakan dolly atau gerobak roda sebagai gantinya. 

  • Sering-seringlah beristirahat

Lakukan istirahat di sela tugas atau kegiatan berulang. 

  • Pertahankan berat badan ideal

Kelebihan berat badan menempatkan lebih banyak tekanan pada persendian Anda. 

  • Berolahraga secara teratur

Memperkuat otot Anda dengan berolahraga dapat membantu melindungi persendian yang sakit. 

  • Pemanasan sebelum aktivitas berat

Lakukan pemanasan dan peregangan sebelum melakukan aktivitas berat untuk melindungi sendi Anda dari cedera. 

Komplikasi bursitis

Pada dasarnya, tidak ada kondisi atau masalah kesehatan serius yang mungkin menjadi komplikasi dari bursitis. Akan tetapi, ada beberapa kondisi yang mungkin menjadi lebih parah akibat peradangan yang terjadi pada kantung bursae ini tidak segera ditangani.

Salah satunya adalah sendi yang menjadi kaku akibat terjadinya peradangan pada kantong bursae. Jika kekakuan sendi terjadi, bagian tubuh yang terdampak mungkin menjadi sulit digerakkan, atau pergerakan yang bisa dilakukan menjadi terbatas.

Selain itu, peradangan yang menyerang kantung bursae pada persendian ini juga bisa menambah tingkat keparahan pada nyeri sendi yang mungkin sebelumnya sudah muncul atau terasa.

Lalu, komplikasi lain yang mungkin terjadi akibat bursitis adalah penyebaran infeksi ke jaringan dan organ tubuh yang lain, yang tidak mengalami peradangan ini. Hal tersebut mungkin saja terjadi apabila peradangan kantong bursae disebabkan oleh infeksi.

Oleh sebab itu, jika Anda mengalami bursitis, segera lakukan pengobatan serta perawatan rumah untuk mengatasi kondisi tersebut. Apabila setelah kurun waktu tertentu kondisi Anda masih tak kunjung membaik, segera periksakan kesehatan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Stomatitis

Stomatitis adalah peradangan yang muncul di mulut. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta pengobatan stomatitis di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 3 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Rubella (Campak Jerman)

Rubella atau campak Jerman adalah penyakit menular yang disebabkan virus. Apa gejala dan penyebabnya? Bagaimana mencegah kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 2 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Mimisan

DefinisiApa itu mimisan? Hidung berdarah atau biasa disebut mimisan adalah gejala umum yang ditandai dengan darah yang keluar dari hidung. Ini disebabkan karena pecahnya pembuluh darah dalam hidung. Biasanya, darah ...

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 2 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Keracunan Matahari

DefinisiApa itu Keracunan Matahari? Keracunan matahari, juga dikenal sebagai fotodermatitis, adalah rasa gatal, bersisik, kemerahan kulit yang melepuh ketika terapar sinar matahari dan sinar ultraviolet A (UVA ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 2 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gejala demam

Jangan Disepelekan, 3 Gejala Demam Ini Perlu Perawatan Serius

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Pseudogout

Pseudogout

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
babesiosis adalah

Babesiosis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
gegar otak adalah

Gegar Otak

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit