Menyembuhkan Cedera Olahraga Dengan Metode RICE

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Cedera fisik merupakan suatu hal yang dapat mengganggu aktivitas. Meskipun begitu, hal ini merupakan sesuatu yang dapat dialami siapa saja dan kapan saja. Cedera fisik akut seperti keseleo yang diakibatkan otot ditarik terlalu kuat atau memar akibat benturan dapat menyebabkan rasa nyeri. Hal tersebut menandakan ada jaringan yang telah rusak.

Jenis cedera tersebut dapat ditangani sendiri di rumah tanpa harus berobat ke dokter, atau menggunakan metode terapi cedera yang dikenal dengan RICE. Metode RICE merupakan singkatan dari beberapa tahapan yaitu rest, ice, compression, dan elevation.

kompres es setelah cedera

Cara menyembuhkan cedera olahraga dengan terapi RICE

Rest (istirahatkan)

Hentikan aktivitas segera mungkin ketika tubuh merasa nyeri merupakan hal penting, ini karena rasa nyeri adalah pertanda telah terjadi kerusakan pada bagian tertentu. Pada tahapan ini, mengistirahatkan bagian tubuh yang cedera bertujuan untuk menghentikan luka menjadi lebih parah yang akan menghambat pemulihan.

Mengistirahatkan bagian yang mengalami cedera dilakukan dengan tidak memberikan beban yang terlalu berat dan tekanan langsung pada area yang sakit. Dianjurkan untuk menghentikan aktivitas yang menggunakan bagian tubuh dengan cedera selama 24-48 jam. Gunakanlah alat bantu untuk meminimalisir gerakan jika diperlukan.

Ice (kompres es)

Kompres es pada area cedera berguna untuk mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan pada jaringan yang rusak. Suhu dingin membuat area cedera menjadi lebih kebal dari rasa nyeri.

Terapkan metode ini dengan menempelkan kompres es pada area yang cedera. Hindari untuk menempelkannya secara langsung ke permukaan kulit. Anda dapat membalut es dengan handuk atau kain terlebih dahulu sebelum menempelkannya ke area yang nyeri. Ini untuk menghindari radang dingin atau kerusakan jaringan tubuh akibat suhu yang teralu dingin. Kompres bagian luka dengan es selama 10 menit lalu lepas selama 10 menit, ulangi siklus sesering mungkin selama 24-48 jam sejak mengalami cedera.

Compression (berikan sedikit tekanan)

Hal ini dilakukan dengan cara memberikan sedikit tekanan yang merata di area cedera dengan menggunakan perban atau pembalut yang elastis. Cara ini bertujuan untuk mencegah area yang cedera mengalami pembengkakan.

Meskipun demikian, hindari untuk mengaitkan perban terlalu kencang karena dapat menyebabkan gangguan aliran darah yang sangat dibutuhkan oleh area cedera. Jika perban terlalu kencang menekan area cedera, tandanya yaitu muncul rasa seperti kesemutan, kebal terhadap sentuhan, dan terasa sedikit lebih dingin.

Elevation (mengangkat bagian yang cedera)

Mengangkat bagian yang cedera bertujuan untuk meminimalisir pembengkakan dengan membuat cairan terserap dari area yang mengalami cedera. Misalnya jika mengalami cedera pada bagian kaki, maka teknik elevasi dapat dilakukan dengan meletakkan kaki secara lurus dengan dan diganjal dengan bantal ketika duduk di sofa atau tempat tidur.

cedera paha

Kapan metode RICE dapat digunakan?

Terapi RICE hanya efektif untuk menyembuhkan cedera olahraga yang sifatnya ringan hingga sedang. RICE direkomendasikan jika seseorang mengalami keseleo, terkilir, memar, dan cedera lainnya pada jaringan halus. Cedera yang dapat diatasi dengan terapi RICE biasanya disebabkan oleh terjatuh, gerakan yang tidak lazim, cara mengangkat benda berat yang salah, atau gerakan memutar secara tiba-tiba.

Metode RICE juga dapat dilengkapi dengan mengonsumsi obat nonsteroid antiradang yang dijual bebas, seperti ibuprofen atau naproxen. Penggunaan obat ini bertujuan untuk mengendalikan proses peradangan dan mengurangi rasa nyeri.

kaki perban luka
Sumber: Reader’s Digest

Apakah metode RICE selalu efektif?

Metode terapi RICE tidak dapat digunakan untuk menyembuhkan cedera olahraga jika terjadi cedera mendalam yang lebih serius. Misalnya kalau ada kerusakan parah dari jaringan halus atau ada tulang yang patah. Hal tersebut kemungkinan membutuhkan terapi fisik lanjutan.

Segera temui dokter jika cedera menjadi lebih serius meskipun sudah dilakukan metode RICE. Biasanya cedera ringan akan membaik dengan sendirinya dalam hitungan minggu. Cedera yang lebih serius ditandai dengan:

  • Pembengkakan dan bertambah nyeri
  • Bagian tubuh yang mengalami cedera berubah warna
  • Terdapat perubahan bentuk organ yang cedera seperti nampak benjolan besar atau bagian tubuh bengkok ke arah sudut abnormal
  • Persendian terasa tidak stabil akibat cedera
  • Tidak mengangkat benda dengan beban tertentu pada bagian tubuh yang cedera
  • Terdengar suara tulang ketika menggerakan bagian tubuh yang cedera
  • Mengalami demam
  • Mengalami pusing yang parah
  • Mengalami gangguan napas

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Dislokasi

Dislokasi adalah pergeseran yang terjadi pada tulang dan sendi. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta pengobatan dislokasi di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 11 menit

6 Penyebab Muncul Rasa Nyeri pada Bahu dan Cara Mengatasinya

Nyeri pada bahu bisa menghambat kemampuan Anda untuk bergerak bebas jika tidak ditangani dengan baik. Begini cara yang benar untuk obati bahu yang sakit.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal 17 November 2020 . Waktu baca 10 menit

Sederet Kondisi yang Menjadi Penyebab Memar pada Tubuh Anda

Memar (lebam) adalah perubahan warna pada kulit akibat cedera atau benturan. Namun, kondisi ini juga bisa terjadi tiba-tiba. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Penyakit Kelainan Darah, Kelainan Trombosit 16 November 2020 . Waktu baca 8 menit

Mengenal Patah Tulang Selangka (Fraktur Klavikula) yang Bisa Terjadi pada Anda

Patah tulang selangka atau fraktur klavikula adalah kondisi ketika tulang di bahu Anda patah. Kenali tentang gejala, penyebab, dan pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Muskuloskeletal, Patah Tulang 7 November 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

darah beku di kuku

Hematoma Subungual (Kuku Hitam)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 23 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
nyeri sendi

Pseudogout

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Kejang Parsial

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 23 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Penyebab Cedera Testis dan Cara Menanganinya

Penyebab Cedera Testis dan Cara Menanganinya

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 9 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit