Apa Itu Cerebral Palsy? Bagaimana Dampaknya Pada Perkembangan Anak? Berikut Penjelasan Lengkapnya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu cerebral palsy?

Cerebral palsy adalah nama sekelompok kondisi yang memengaruhi otot dan saraf. Penyakit ini bukan bawaan, tapi dimulai dari tahap awal kehidupan yaitu sejak lahir. Ada tiga jenis cerebral palsy (CP) adalah spastic (paling umum), dyskinetik, dan ataksik.

Cerebral palsy adalah kondisi seumur hidup yang tidak akan memburuk. Kebanyakan anak pengidap CP dapat memiliki aktivitas sehari-hari yang normal pula.

Beberapa orang terkena penyakit taraf ringan dan dapat hidup cukup normal yang lainnya mengalami gejala yang lebih parah. Banyak orang memiliki tingkat kecerdasan yang normal meskipun mengalami cacat fisik yang parah.

Seberapa umumkah cerebral palsy?

Cerebral palsy adalah kondisi yang bisa terjadi pada bayi baru lahir dan anak kecil. Melansir dari Healthy Children, anak-anak dengan CP memiliki gangguan otak untuk mengontrol gerakan motorik.

Kondisi ini menyebabkan berbagai jenis kecacatan motorik yang bervariasi, dari ringan sampai sangat dalam. Anak dengan cerebral palsy cenderung sangat kesulitan dalam berjalan atau mungkin tidak bisa berjalan sama sekali.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala cerebral palsy?

serebral palsi adalah cerebral pasy adalah

Cerebral palsy adalah kondisi yang bisa terjadi dengan tingkat ringan, sedang, atau parah. Pada dasarnya, Cerebral palsy (CP) terjadi ketika perkembangan motorik anak tidak berkembang dengan baik. Berikut beberapa tanda cerebral palsy pada anak sesuai dengan usianya:

Bayi usia di bawah 6 bulan

  • Tidak mengangkat kepala ketika Anda menarik tangannya
  • Tubuhnya terkulai lemas
  • Saat dipeluk, tubuhnya menjauhi Anda
  • Saat tubuhnya diangkat, kaki menjadi kaku dan bentuk kakinya bersilang

Bayi di atas 6 bulan

  • Mengulurkan hanya dengan satu tangan sambil mengepal
  • Sulit mengunyah makanan

Bayi usia di atas 10 bulan

  • Merangkak dengan posisi miring, mendorong pakai satu tangan dan kaki menyeret
  • Menggerakkan bokong dengan kondisi terduduk tanpa merangkak

Jenis cerebral palsy

nutrisi anak cerebral palsy

Pada dasarnya, gejala cerebral palsy adalah termasuk pergerakan lengan dan kaki yang abnormal, bayi sulit makan, bentuk otot yang buruk pada awal kehidupan, perkembangan berjalan dan berbicara yang lambat, postur tubuh abnormal, kejang otot, tubuh kaku, koordinasi yang buruk, dan mata yang terlihat marah.

Dilansir dari Cerebral Palsy Guidance, terdapat 4 jenis CP yang perlu Anda pahami untuk membedakan setiap gejala dan tandanya.

Spastic cerebral palsy

75 persen CP yang diderita oleh anak adalah jenis spastic. Pada anak dengan cerebral palsy spastic, biasanya memiliki otot yang menyempit, dengan pergerakan yang kaku, terutama pada kaki, lengan, dan punggung.

Gerakan motorik yang tidak bisa dikendalikan juga menyebabkan kesulitan mengendalikan otot, sulit bergerak dari posisi satu ke posisi lain, otot kaku dan kejang, dan gerakan yang dibuat tidak normal, dan menghambat gerakan.

Spastic juga memiliki turunan lain yang dibagi sesuai dengan kondisi anak. Seperti quadriplegia spastik yang berdampak pada tubuh bagian atas dan bawah anak yang sangat membatasi gerakan dan mobilitas. 

Ada juga diplegia spastic yang memengaruhi bagian bawah tubuh. Biasanya, anak yang menderita ini masih bisa berjalan tapi memerlukan alat bantu berjalan. 

Terakhir, ada hemiplegia spastic yang hanya mengenai satu sisi tubuh dan biasanya menyerang lengan daripada kaki. Anak yang mengalami ini sebagian besar bisa berjalan.

Dyskinetik cerebral palsy

Jenis ini adalah CP yang paling umum kedua. Gejalanya meliputi:

  • Dystonia, anak melakukan gerakan berulang dan memutar
  • Athetosis, gerakan menggeliat
  • Chorea, gerakan anak yang tidak terduga dan sulit dikendalikan
  • Sulit menelan dan bicara
  • Postur tubuh yang buruk

Ataxic cerebral palsy

Sedangkan cerebral palsy ataksik adalah kondisi yang memengaruhi seluruh tubuh sehingga anak memiliki masalah keseimbangan dan koordinasi. Mereka memiliki pergerakan yang lambat dan tidak terkendali serta bentuk otot yang buruk yang membuat mereka sulit duduk tegap dan berjalan.

Campuran cerebral palsy

Gejala campuran CP adalah kombinasi dari dua atau tiga jenis cerebral palsy yang sudah dijelaskan di atas. Tapi paling umum terjadi yaitu campuran spastic dan dyskinetik.

Mengingat CP melibatkan kinerja otak dan otot, terkadang anak dengan CP bisa memiliki kesulitan belajar, mendengar, atau melihat, atau keterbelakangan mental.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

cerebral palsy

Diagnosis awal dapat membantu mencegah banyak gejala dan mengontrol penyakit dengan lebih baik. Bila Anda melihat adanya tanda dan gejala di atas atau masalah koordinasi dan fungsi otot pada anak Anda, konsultasikanlah kepada dokter.

Penyebab

Apa penyebab cerebral palsy?

Penyebab cerebral palsy adalah karena adanya cedera pada bagian otak yang mengontrol kemampuan untuk menggunakan otot. Cerebral berarti berhubungan dengan otak. Palsy berarti kelemahan atau kesulitan menggunakan otot. Ada beberapa penyebab lain yang bisa menyebabkan anak mengalami cerebral palsy:

  • Mutasi genetik yang menjadi faktor utama perkembangan yang tidak normal
  • Ibu hamil mengalami infeksi yang berpengaruh pada perkembangan janin
  • Janin mengalami stroke yang kemudian pasokan darah ke otak mengalami gangguan
  • Infeksi pada bayi yang menyebabkan peradangan di dalam atau sekitar otak
  • Cedera kepala pada bayi karena kecelakaan atau jatuh ketika masih di dalam kandungan
  • Kurangnya pasokan oksigen ke otak yang berhubungan dengan persalinan

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko cerebral palsy?

gejala cerebral palsy pada bayi lumpuh otak

Selain yang sudah disebutkan di atas, ada sejumlah faktor yang dikaitkan dengan peningkatan risiko CP dari aspek kesehatan ibu, janin, dan kandungan.

Kesehatan ibu hamil

Tanpa disadari, paparan zat kimia berbahaya bisa menjadi racun ketika sedang hamil dan secara signifikan meningkatkan risiko cerebral palsy pada bayi. Infeksi yang perlu menjadi perhatian di antaranya:

  • Herpes. Ini bisa ditularkan dari ibu ke anak selama kehamilan dan memengaruhi rahim juga plasenta. Peradangan pada herpes yang dipicu oleh infeksi, bisa merusak sistem saraf bayi yang belum lahir
  • Toksoplasmosis. Infeksi yang disebabkan oleh parasit yang ditemukan dalam makanan yang tidak matang sepenuhnya, dan sesuatu yang terkontaminasi tanah juga kotoran kucing. 
  • Infeksi virus zika. Ibu yang mengalami infeksi zika, bisa menyebabkan ukuran kepala anak lebih kecil dari normal (mikrosefali) dan bisa menyebabkan cerebral palsy.
  • Ibu mengalami cedera atau infeksi selama kehamilan.
  • Anak tidak mendapatkan cukup oksigen di dalam kandungan.
  • Cedera atau infeksi pada masa awal kanak-kanak.

Penyakit bayi baru lahir

Selain faktor ibu, penyakit yang diderita bayi ketika baru lahir juga bisa meningkatkan risiko CP, yaitu:

  • Bakteri meningitis. Infeksi bakteri ini menyebabkan peradangan pada selaput yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang.
  • Pendarahan pada otak. Kondisi ini disebabkan oleh bayi mengalami stroke di dalam rahim.

Faktor kelahiran

Risiko cerebral palsy bisa meningkat karena faktor kelahiran, beberapa di antaranya:

  • Kondisi bayi sungsang. Bayi yang mengalami cerebral palsy, kepalanya cenderung berada di atas seperti posisi awal. 
  • Berat badan lahir rendah (BBLR). Bayi yang beratnya kurang dari 2,5 kilogram berisiko tinggi terkena CP dan kemungkinan semakin besar ketika berat badan lahir ikut turun.
  • Bayi kembar. Risiko CP juga meningkat ketika seorang ibu hamil lebih dari 1 anak atau kembar. Bila salah satunya meninggal, risiko CP semakin besar. 
  • Bayi lahir prematur. Bayi yang usia kandungannya kurang dari 28 minggu berisiko mengalami CP. Semakin awal lahir, maka semakin besar risiko cerebral palsy.
Selengkapnya

Dampak

Dampak apa yang bisa terjadi akibat cerebral palsy?

1. Cacat kognitif atau cacat intelektual

Sekitar sepertiga hingga setengah dari orang-orang yang mengalami cerebral palsy memiliki cacat kognitif, atau cacat intelektual. Kecacatan ini paling sering terjadi pada mereka yang menderita quadriplegia spastik, di mana beberapa anggota tubuhnya terpengaruh.

Mereka yang memiliki kondisi gabungan cerebral palsy dan epilepsi berisiko tinggi memiliki kecacatan intelektual. Ketidakmampuan belajar juga menjadi komplikasi orang dengan cerebral palsy.

2. Memiliki masalah pendengaran dan penglihatan

Menurut Cerebral Palsy Foundation, sekitar 1 dari 10 orang dengan cerebral palsy memiliki gangguan penglihatan. Lalu, 1 dari 25 orang CP memiliki masalah pendengaran yang parah.

Masalah penglihatan mungkin akan berisiko menimbulkan mata juling. Di mana mata juling dapat memengaruhi kemampuan mata untuk mengetahui seberapa jauh atau dekat sesuatu yang dilihat.

Apabila masalah penglihatannya sekadar mata kabur, mata minus, dan silinder, pakai kacamata atau kontak lens kemungkinan dapat memperbaiki kondisi ini.

Sedangkan  penyakit kuning atau ketika orang dengan CP mengalami kekurangan  oksigen di otak saat proses persalinan, hal ini dapat menyebabkan gangguan pendengaran parsial hingga tuli.

3. Sulit mengendalikan beberapa otot tertentu

Komplikasi orang dengan cerebral palsy bisa mengakibat dirinya tidak mampu untuk mengendalikan beberapa otot tertentu. Umumnya otot seperti seperti otot bibir, rahang, tenggorokan, dan lidah.

Di mana sering kali menyebabkan orang dengan CP tidak bisa menahan air liur mereka, sulit mengunyah, dan sulit menelan.  Masalah-masalah ini seringkali mengganggu kemampuan mereka untuk makan makanan sehat dan berisiko kekurangan gizi.

4. Skoliosis dan tungkai yang pendek

Anak-anak dengan cerebral palsy, setengah tubuhnya akan mengalami pemendekan, bisa pada kaki dan lengan. Perbedaan antara kaki kiri dan kanan sekitar 5 cm dan perlu konsultasi dengan ahli ortopedi bila terjadi pemendekan. Tergantung pada tingkat perbedaan tinggi kedua kaki, kalau parah, akan dilakukan pengangkatan untuk menyamakan tinggi badan.

Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah kemiringan panggul yang bisa menyebabkan melengkungnya tulang belakang atau skoliosis. Terkadang bedah operasi perlu dilakukan untuk memperbaiki skoliosis anak Anda.

5. Masalah pada gigi

Banyak anak-anak dengan CP memiliki risiko terkena penyakit mulut karena kebersihannya yang kurang baik. Kesulitan mengunyah dan kemampuan bicara yang buruk juga menjadi penyebab hadirnya radang gusi dan gigi berlubang untuk anak-anak berkebutuhan khusus.

Tidak hanya itu, anak-anak juga mengalami cacat pada enamel gigi yang membuat gigi lebih rentan rusak. Obat-obatan yang dikonsumsi, seperti obat kejang dan asma, bisa berpengaruh pada pembentukkan lubang di gigi.

6. Gangguan pendengaran

Beberapa anak dengan cerebral palsy mengalami gangguan pendengaran sebagian atau bahkan secara total. Kondisi ini disebabkan oleh penyakit kuning yang parah atau kekurangan oksigen (anoxia) saat lahir.

Tanda pendengaran anak tidak berfungsi dengan baik adalah ketika dia tidak berkedip saat mendengar suara keras ketika usia 1 bulan, tidak menoleh pada sumber suara ketika usia 3-4 bulan, atau tidak mengucapkan sepatah katapun di usia 12 bulan. Jangan lupa untuk diskusikan dengan dokter untuk konsultasi lebih lanjut.

7. Masalah sendi

Pada anak yang mengalami cerebral palsy spastik, sering memiliki masalah dengan sendi. Seperti pengerasan sendi karena tarikan otot yang tidak merata dari otot satu ke otot lain. Anda berkonsultasi dengan fisioterapis untuk meregangkan otot pada anak agar mencegah pengerasan sendi kembali terjadi. 

8. Masalah dengan reflek tubuh

Setengah dari anak-anak CP mengalami masalah dengan reflek tubuh. Seperti, tidak bisa merasakan ketika tangan, kaki, atau lengan disentuh atau terkena sesuatu. Contoh kasusnya, ketika tangan anak sedang rileks, ia tidak bisa menggerakkan jari tangan tanpa melihat jarinya.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk cerebral palsy?

cerebral palsy

Cerebral palsy adalah kondisi yang tidak dapat disembuhkan, tapi gejala dan cacat dapat dibantu dengan terapi fisik, terapi okupasi, konseling psikologi, dan operasi.

Terapi fisik membantu anak mengembangkan otot yang lebih kuat dan bekerja dengan keahlian seperti berjalan, duduk, dan keseimbangan. Alat tertentu seperti penyangga logam untuk kaki, atau pembebat, mungkin juga bermanfaat bagi anak.

Dengan terapi okupasi, anak mengembangkan kemampuan motorik yang baik, misalnya untuk memakai baju, makan, dan menulis.

Terapi bicara dan bahasa membantu anak dengan kemampuan berbicara. Anak dan keluarga dibantu dengan pendukung, pendidikan khusus, dan servis yang terkait.

Terapi untuk anak cerebral palsy

Meski cerebral palsy adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan, ada beberapa terapi yang bisa dilakukan agar kemampuan anak lebih baik, dilansir dari Mayo Clinic:

Latihan fisik

Bentuk terapi latihan fisik bisa membantu kekuatan otot, fleksibilitas, keseimbangan, perkembangan motorik, dan mobilitas anak. Bentuk latihannya seperti menggenggam sesuatu benda, menggulung, mengontrol gerak kepala, dan badan. Setelah itu, terapis akan melatih anak untuk pemakaian kursi roda.

Dalam latihan bersama terapis yang sudah ahli, Anda bisa belajar cara merawat dengan aman dan nyaman untuk kebutuhan sehari-hari anak di rumah. Seperti mandi, memberi makan, dan lainnya. 

Terapi wicara dan bahasa

Anak dengan CP mengalami kesulitan dalam bicara. Untuk melatih kemampuan bicara anak, Anda membutuhkan ahli bahasa yang bisa meningkatkan kemampuan berkomunikasi, setidaknya dengan bahasa isyarat. 

Bila kesulitan dalam berkomunikasi, mereka juga akan mengajarkan anak menggunakan alat komunikasi lain, seperti komputer dan ponsel. Terapi wicara juga bisa mengatasi kesulitan mengunyah dan menelan. 

Terapi rekreasi

Maksud dari terapi ini yaitu aktivitas di luar ruangan yang membuat anak lebih banyak bergerak agar motoriknya terlatih. Seperti, menunggang kuda, berjalan di rerumputan. Jenis terapi ini bisa membantu anak dalam meningkatkan keterampilan motorik, bicara, dan emosional anak.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk cerebral palsy?

Dokter akan memeriksa fisik dan pergerakan anak dengan hati-hati. Dokter mungkin menyuruh tes untuk memastikan CP, termasuk CT dan MRI otak, ultrasound, dan tes konduksi saraf.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi cerebral palsy?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin membantu mengatasi cerebral palsy:

  • Hindari risiko seperti campak Jerman selama kehamilan.
  • Hubungi dokter tentang pengobatan yang membantu mengurangi gejala.
  • Cari tahu sekolah dengan pendidikan khusus dan layanan yang terkait untuk anak
  • Bersikap positif tentang orang dengan CP.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca