Batu Empedu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30/04/2020 . 1 menit baca
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu penyakit batu empedu?

Batu empedu adalah gumpalan material atau kristal padat yang terbentuk dalam kantong empedu.

Kantong empedu berfungsi untuk membantu tubuh mencerna lemak dengan cara menyimpan dan melepaskan empedu ke usus kecil.

Kantong empedu terletak di bawah hati dan berbentuk seperti buah pir. Empedu juga dapat membantu menghilangkan kolesterol dalam tubuh.

Batuan dalam kantung empedu biasanya terbentuk akibat tersumbatnya kandung empedu atau saluran empedu Anda. Batu empedu bisa tersusun dari campuran senyawa tertentu ataupun kolesterol.

Terdapat 2 jenis batu empedu, di antaranya:

  • Batu kolesterolJenis batu empedu yang paling umum, sering juga disebut dengan batu kolesterol karena warnanya yang terlihat kekuningan. Batu kolesterol mengandung kumpulan kolesterol yang tidak dapat dicerna dan beberapa senyawa lainnya.
  • Batu pigmen. Berbeda dengan batu kolesterol, batu empedu jenis ini berwarna coklat tua dan hitam karena mengandung bilirubin yang berlebihan.

Ukuran batuan di kantong empedu berbeda pada setiap orang. Beberapa orang mungkin memiliki batu empedu yang hanya berukuran seperti sebutir pasir, sementara beberapa lainnya bisa sebesar bola golf.

Jumlah batu yang terbentuk pun dapat bermacam-macam. Ada yang hanya memiliki satu buah batu, dan ada juga yang banyak.

Adanya batuan yang terbentuk dalam kantong empedu dapat menimbulkan rasa nyeri dan dapat menyebabkan komplikasi jika tidak segera ditangani. Inilah yang disebut dengan penyakit batu empedu.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Penyakit batu empedu adalah salah satu penyakit yang sering terjadi. Kondisi ini biasanya terjadi pada orang tua, wanita, dan orang dengan berat badan berlebih (obesitas).

Wanita lebih cenderung lebih rentan mengalami penyakit ini karena pengaruh hormon estrogen. Pada wanita, hormon estrogen yang dimiliki wanita dapat meningkatkan jumlah kolesterol dalam empedu dan menurunkan kontraksi kandung empedu untuk mengosongkan empedu.

Dalam banyak kasus, penyakit batu empedu ini lebih sering ditemukan terjadi pada penduduk asli Amerika dan orang Meksiko di Amerika Latin. Meski begitu, ada beberapa faktor risiko yang mungkin dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit ini meski bukan berasal dari wilayah tersebut.

Anda dapat menghindari penyakit satu ini dengan mengurangi faktor risiko yang ada. Silakan konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala batu empedu?

Sebagian besar kasus pembentukan batuan empedu tidak menunjukkan gejala yang khas. Gejala baru akan tampak jika ukuran batu empedu cukup besar sehingga menyumbat saluran kantong empedu ataupun sistem pencernaan lainnya.

Gejala sakit batu empedu sangat beragam. Namun, umumnya orang yang terserang penyakit ini akan mengalami gejala seperti:

  • Nyeri mendadak dan terus-menerus pada perut kanan atas
  • Sakit perut bagian tengah, di bawah tulang dada
  • Nyeri punggung di antara tulang bahu Anda
  • Nyeri di bahu kanan
  • Demam
  • BAB dempul, berwarna putih atau pucat
  • Mual dan muntah

Gejala nyeri akibat penyakit satu ini dapat berlangsung selama beberapa menit hingga berjam-jam. Biasanya kemunculan gejala jika Anda mengonsumsi makanan tertentu dengan kadar lemak yang tinggi.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, jangan ragu untuk melakukan konsultasi dengan dokter Anda.

Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mencari tahu penyebab dan memantapkan diagnosis. Dengan begitu, dokter akan mengetahui pengobatan terbaik sesuai dengan kondisi Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Nyeri perut hebat dan terus-menerus sehingga Anda tidak dapat duduk, atau bahkan melakukan aktivitas sehari-hari
  • Badan atau mata berwarna kuning
  • Demam tinggi atau menggigil
  • Nafsu makan yang menurun

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, segera konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab batu empedu?

Batu empedu adalah kondisi yang belum diketahui penyebabnya. Namun, dokter menyatakan ada beberapa faktor yang berpengaruh, di antaranya:

Kantong empedu Anda berisi kolesterol yang berlebihan

Biasanya, kantong empedu berisi kandungan yang cukup untuk memecah kolesterol yang dikeluarkan dari hati. Namun jika hati mengeluarkan kolesterol lebih banyak dari yang dapat dipecah kantong empedu, kolesterol tersebut akan mengkristal dan menjadi batu di kantong empedu.

Cairan empedu Anda mengandung bilirubin yang berlebihan

Bilirubin merupakan kandungan hasil pemecahan sel darah merah. Beberapa penyakit menyebabkan hati memproduksi lebih banyak bilirubin. Penyakit ini misalnya sirosis dan infeksi bilier. Bilirubin yang berlebihan dapat menyebabkan batu empedu.

Kandung empedu tidak dapat kosong secara sempurna

Kantong empedu seharusnya kosong dari cairan empedu secara alami dan bertahap. Namun, beberapa orang tidak dapat mengosongkan kantong empedu dengan benar. Alhasil, cairan empedu akan jadi lebih pekat, mengeras, dan membentuk batuan.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena penyakit batu empedu?

Berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit batu empedu adalah:

  • Berusia di atas 40 tahun.
  • Mengalami obesitas ataupun kelebihan berat badan (overweight).
  • Sedang hamil.
  • Terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi lemak, tinggi kolesterol dan rendah serat.
  • Memiliki anggota keluarga, seperti orangtua, saudara kandung, kakek, dan nenek dengan riwayat penyakit ini.
  • Memiliki kondisi medis tertentu seperti diabetes, infeksi hati atau sirosis.
  • Konsumsi obat-obatan penurun kolesterol, obat yang mengandung estrogen, atau antibiotik tertentu yang digunakan untuk mengobati infeksi.
  • Mengalami penurunan berat badan secara drastis.
  • Tidak aktif bergerak.
  • Berjenis kelamin wanita.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk penyakit ini?

Dokter akan lebih dulu melihat riwayat medis, melakukan pengecekan fisik, dan menganjurkan anda jalani tes urin. Pengecekan dengan x-ray atau ultrasound juga bisa dilakukan jika dibutuhkan.

Ultrasound atau computerized tomography (CT) scan daerah perut adalah pemeriksaan terbaik untuk melihat gambaran kantong empedu serta mendeteksi penyakit lain yang bisa menyebabkan gejala serupa dengan penyakit batu empedu.

Dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan saluran empedu dengan melakukan pemeriksaan Hepatobiliary iminodiacetic acid (HIDA), magnetic resonance imaging (MRI), atau endoscopy retrograde cholangiopancreatography (ERCP).

Apa saja pilihan pengobatan untuk batu empedu?

Batuan empedu yang tidak menyebabkan gejala tidak membutuhkan terapi. Namun, tetap membutuhkan pengawasan yang ketat.

Jika Anda memiliki riwayat penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi pada hati (hipertensi portal), atau sirosis hati, dokter mungkin akan menganjurkan Anda untuk melakukan pengobatan.

Berbagai kondisi medis tertentu dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi jika batuan empedu yang Anda miliki tidak diobati dengan tepat.

Beberapa pengobatan untuk meredakan gejala batuan empedu di antaranya:

1. Obat asam empedu

Jika gejala tidak terlalu parah dan kristal yang terbentuk di dalam empedu belum begitu besar, penggunaan obat-obatan bisa membantu.

Selain obat pereda nyeri, dokter mungkin juga akan memberikan resep obat asam empedu.

Obat asam empedu mengandung beberapa bahan kimia tertentu seperti ursodiol atau chenodiol yang telah terbukti mampu melarutkan batu empedu. Obat ini tersedia dalam pil asam empedu oral.

Obat-obatan ini bekerja dengan cara mengikis empedu sehingga memungkinkan batu empedu pecah lalu larut terbawa urin. Bagi banyak orang pil ini dapat ditoleransi dengan baik oleh pasien.

Namun, jika Anda tidak memiliki gejala, pengobatan yang paling umum adalah “tunggu dan lihat perkembangannya”. Bahkan jika batu empedu kambuh berulang kali, dokter mungkin menunda perawatan atau pembedahan karena masalah kesehatan lainnya.

Jika operasi Anda tertunda, Anda harus tetap berada di bawah perawatan dokter dan segera melaporkan jika gejalanya kambuh lagi.

2. Suntikan MTBE

Pilihan perawatan satu ini  melibatkan penyuntikan pelarut yang dikenal sebagai metil tersier-butil eter (MTBE).

Pelarut tersebut akan disuntikkan ke kantong empedu untuk melarutkan batu empedu. Penelitian telah menunjukkan bahwa MTBE cepat melarutkan kristal yang terbentuk di empedu.

Akan tetapi sama seperti prosedur medis lainnya, suntik MTBE juga memiliki beberapa efek samping. Bahkan efek samping yang paling serius bisa menyebabkan rasa terbakar parah.

Oleh karena itu, jika Anda ingin menggunakan metode suntik MTBE sebagai perawatan batu empedu, pastikan untuk mencari tahu semua informasi tentang prosedur ini.

Tanyakan pula pada dokter terkait manfaat serta efek samping yang mungkin muncul.

3. Terapi Extracorporeal Shock Wave Lithotrips (ESWL)

Extracorporeal Shock Wave Lithotrips (ESWL) adalah pilihan pengobatan batu empedu lainnya yang tanpa operasi. Terapi ini paling efektif jika batu empedu soliter masih berdiameter kurang dari 2 sentimeter.

Tujuan pengobatan ini adalah untuk memecah atau menghancurkan batu empedu dengan mengirimkan gelombang kejut (shockwave) melalui jaringan lunak tubuh.

4. Endoscopic retrograde cholangio-pancreatography (ERCP)

Penyumbatan akibat batu pada saluran empedu bisa ditangani dengan prosedur Endoscopic Retrograde Cholangio Pancreatography (ERCP).

Prosedur ini bertujuan untuk menghilangkan batu empedu tanpa mengangkat kantong empedu bagi mereka yang kondisinya tidak cukup kuat untuk menjalani prosedur operasi.

Prosedur ini bisa memakan waktu sekitar 30-60 menit, atau lebih cepat. Lamanya waktu prosedur akan tergantung pada kondisi pasien serta tingkat kesulitan yang dialami dokter ketika melakukan prosedur.

Setelah menjalani prosedur ini, pasien umumnya harus menginap satu malam di rumah sakit untuk pemantauan kondisi.

5. Operasi

Operasi biasanya menjadi pilihan terbaik apabila berbagai cara di atas tidak juga membuat kondisi Anda membaik dan gejala batu empedu yang Anda alami cenderung serius.

Biasanya prosedur medis satu ini dianjurkan jika batu empedu terus kembali terbentuk. Jika kantong empedu Anda diambil, cairan empedu akan mengalir langsung dari hati ke usus kecil Anda.

Metode operasi pengangkatan kantung empedu yang paling sering dilakukan dokter adalah kolesistektomi laparoskopik, alias operasi lubang kunci.

Prosedur ini tidak akan melibatkan sayatan besar. Dokter hanya akan membuat satu sayatan kecil di sekitar pusar, dan dua atau tiga sayatan lainnya dengan ukuran yang lebih kecil di kanan perut. Meski begitu operasi ini tetap membutuhkan bius total, sehingga Anda tidak akan berada dalam kondisi sadar selama tindakan.

Berisikokah jalani operasi batu empedu?

Anda tak perlu khawatir ketika ingin melakukan operasi pengangkatan kantung empedu. Pengambilan kantung empedu tidak akan memengaruhi kondisi Anda sehari-hari.

Kantung empedu bukan termasuk ke dalam organ penting yang harus Anda miliki agar bisa bertahan hidup.

Perlu dipahami bahwa setiap orang memiliki kondisi yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, selalu konsultasi ke dokter Anda untuk menentukan pilihan pengobatan terbaik sesuai dengan kondisi Anda.

Pencegahan

Apa yang harus saya lakukan untuk mencegah batu empedu?

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi risiko terkena penyakit batu empedu, di antaranya:

Jangan menunda makan

Cobalah berusaha untuk makan tepat pada waktunya. Menunda atau justru melewatkan makan dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit satu ini.

Turunkan berat badan secara perlahan

Jika Anda memiliki berat badan berlebih atau obesitas, berusahalah untuk menurunkan berat badan guna mencapai berat yang ideal. Namun ingat penurunan berat badan yang Anda lakukan harus diimbangi dengan olahraga dan asupan makanan yang tepat.

Jangan pilih cara instan dengan menggunakan obat diet abal-abal yang banyak dijual di pasaran. Selain tidak terjamin keamanannya penggunaan obat diet abal-abal juga justru akan meningkatkan risiko Anda terkena penyakit lainnya.

Perhatikan asupan makanan

Penyakit batu empedu dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan sehat dan kaya akan serat, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran.

Kemudian, hindari makanan yang memicu batuan empedu terbentuk, seperti makanan berlemak. Menjaga berat badan dengan melakukan diet sehat juga dapat menurunkan risiko penyakit ini.

Olahraga teratur

Olahraga secara rutin memegang peranan penting untuk menjaga kesehatan Anda secara keseluruhan, termasuk agar terhindar dari penyakit satu ini. Seperti yang sudah disebutkan di atas, obesitas adalah salah satu faktor risiko penyebab batu empedu.

Dengan memperbanyak aktivitas fisik dan melakukan olahraga secara teratur, risiko Anda mengalami obesitas pun akan menurun. Hal ini pada akhirnya juga menurunkan risiko Anda terkena penyakit batu empedu.

Mengonsumsi minyak zaitun

Dilansir dari laman WebMD, penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi minyak zaitun sekitar 2 sendok makan sehari dapat menurunkan risiko terbentuknya batuan empedu.

Ya, para peneliti telah menemukan bahwa orang-orang yang rutin mengonsumsi minyak zaitun berisiko lebih rendah terkena penyakit batu empedu. Senyawa yang terkandung dalam minyak zaitun terbukti membantu mengurangi kadar kolesterol dalam darah dan kandung empedu.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

GERD adalah penyakit yang berhubungan dengan asam lambung. Apa gejala dan penyebabnya? Bagaimana cara mengatasi kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 13/04/2020 . 1 menit baca

Gastritis

Gastritis adalah istilah medis untuk radang lambung, berbeda dari maag. Cari tahu penyebab, gejala, dan cara mengatasinya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 13/04/2020 . 1 menit baca

Maag (Dispepsia)

Sakit maag adalah penyakit yang tak boleh disepelekan. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, serta cara mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 13/04/2020 . 1 menit baca

Beragam Pilihan Obat Asam Urat dan Kolesterol Tinggi yang Ampuh

Kolesterol tinggi termasuk faktor risiko sakit asam urat. Begitu juga sebaliknya. Lantas, adakah obat tertentu untuk mengatasi asam urat dan kolesterol?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 27/01/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

minyak esensial

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 4 menit baca

Anak Sering Sakit Perut, Apakah Orang Tua Harus Khawatir?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020 . 4 menit baca
obat penghancur batu empedu

Pilihan Obat untuk Menghancurkan Batu Empedu

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020 . 6 menit baca
sakit perut setelah buka puasa

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020 . 3 menit baca