home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

8 Obat Herbal untuk Mengatasi Batu Empedu Secara Alami

8 Obat Herbal untuk Mengatasi Batu Empedu Secara Alami

Nyeri perut di kanan atas, mual, muntah, dan terkadang demam bisa menjadi gejala batu empedu. Batu di empedu biasanya dapat dihancurkan dengan minum obat-obatan dari dokter. Jika sudah parah, operasi kolesistektomi perlu dilakukan agar batu empedu tidak menimbulkan komplikasi yang membahayakan. Namun, ada juga beberapa bahan alami yang bisa dijadikan obat herbal untuk mengatasi penyakit batu empedu. Apa saja?

Obat herbal untuk mengatasi batu empedu secara alami

Terlalu banyak kolesterol atau bilirubin di dalam kantong empedu adalah penyebab terbentuknya batu empedu. Adanya batuan ini, akan menyebabkan penyumbatan dan peradangan pada kantong empedu (kolesistitis). Jika tidak disembuhkan, kondisi tersebut dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa.

Pilihan pengobatan batu empedu, tak hanya lewat obat medis atau operasi saja. Anda juga bisa memanfaatkan bahan alami sebagai obat herbal untuk meredakan gejala batu empedu.

Beberapa tanaman yang memiliki potensi sebagai obat alami untuk batu empedu, antara lain:

1. Artichoke

obat alami herbal batu empedu

Bagian daun, batang, dan akar dari artichoke (Cynara scolymus) dipercaya dapat digunakan sebagai obat herbal untuk meringankan gejala batu empedu. Seperti yang ditemukan oleh sebuah penelitian di Inggris yang dimuat dalam jurnal Cochrane Database of Systematic Reviews (CDSR) tahun 2009.

Penelitian itu menemukan suplemen ekstrak artichoke dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah hingga 18,5 persen. Sementara itu, kadar kolesterol kelompok partisipan yang diberi pil plasebo (obat kosong) hanya menurun sekitar 8,6% saja.

Kesimpulannya, tanaman alami ini bukan sebagai obat herbal yang ampuh menghancurkan batu empedu. Namun, hanya sebatas membantu menurunkan kolesterol yang dapat menjadi penyebab batu empedu.

Ketika kadar kolesterol berhasil diturunkan, artinya risiko penggumpalan batu lebih lanjut dapat diperlambat atau dihentikan sama sekali. Pada akhirnya, efek inilah yang dipercaya membantu meringankan kemunculan gejalanya.

2. Cuka apel

mandi dengan <a data-event-category=cuka apel” width=”640″ height=”427″ srcset=”https://cdn.hellosehat.com/wp-content/uploads/2019/05/mandi-dengan-cuka-apel-700×467.jpg 700w, https://cdn.hellosehat.com/wp-content/uploads/2019/05/mandi-dengan-cuka-apel-400×267.jpg 400w, https://cdn.hellosehat.com/wp-content/uploads/2019/05/mandi-dengan-cuka-apel-90×60.jpg 90w, https://cdn.hellosehat.com/wp-content/uploads/2019/05/mandi-dengan-cuka-apel-45×30.jpg 45w, https://cdn.hellosehat.com/wp-content/uploads/2019/05/mandi-dengan-cuka-apel-300×200.jpg 300w” sizes=”(max-width: 640px) 100vw, 640px” />

Cuka apel dapat menjadi pilihan obat alami lainnya untuk meringankan gejala batu empedu. Meski manfaatnya belum benar-benar dibuktikan oleh penelitian ilmiah yang valid, banyak orang percaya cuka apel dapat menyembuhkan nyeri perut karena sifat antiradangnya.

Untuk mencobanya, larutkan 2 sendok makan cuka apel dengan air hangat. Anda bisa minum 2-3 kali dalam sehari seperlunya, sampai rasa sakit mereda. Jangan langsung minum sari cuka apel murni tanpa dilarutkan dulu dengan air, karena asamnya dapat merusak gigi.

3. Bunga dandelion

manfaat dandelion

Menurut studi dalam jurnal National Center for Complementary and Integrative Health, bunga dandelion sudah lama digunakan sebagai obat herbal untuk mengobati masalah saluran empedu dan hati.

Beberapa orang percaya bahwa akar dari bunga dandelion dapat merangsang produksi cairan empedu di kantong empedu. Mereka biasanya menyeduh bunga dandelion kering untuk mendapatkan manfaat ini.

Kandungan polifenol dalam dandelion dilaporkan oleh beberapa penelitian dapat membantu mengurangi peradangan sementara juga meningkatkan daya tahan tubuh. Namun, sejauh ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa bunga dandelion benar bermanfaat sebagai obat alami untuk penyakit batu empedu.

4. Minyak jarak

<a data-event-category=minyak jarak mengatasi sembelit obat alami herbal batu empedu” width=”640″ height=”438″ srcset=”https://cdn.hellosehat.com/wp-content/uploads/2017/04/ThinkstockPhotos-519829708-1024×700.jpg 1024w, https://cdn.hellosehat.com/wp-content/uploads/2017/04/ThinkstockPhotos-519829708-300×205.jpg 300w, https://cdn.hellosehat.com/wp-content/uploads/2017/04/ThinkstockPhotos-519829708-88×60.jpg 88w, https://cdn.hellosehat.com/wp-content/uploads/2017/04/ThinkstockPhotos-519829708-45×31.jpg 45w, https://cdn.hellosehat.com/wp-content/uploads/2017/04/ThinkstockPhotos-519829708-683×467.jpg 683w” sizes=”(max-width: 640px) 100vw, 640px” />

Sebagai obat herbal alternatif untuk mengobati penyakit batu empedu, minyak jarak sering digunakan dengan cara kompres. Anda dapat mencelupkan kain bersih ke dalam minyak jarak hangat dan tempelkan di sisi kanan atas perut yang terasa sakit. Biarkan kain di atas perut hingga satu jam.

Minyak jarak diketahui bersifat antiradang yang dapat meringankan rasa sakit. Meski begitu, tidak ada penelitian ilmiah yang bisa membuktikan manfaat minyak jarak sebagai obat herbal batu empedu.

Penggunaan obat batu empedu alami ini hanya untuk pemakaian luar, tidak untuk diminum atau dimakan.

5. Teh daun peppermint

daun mint

Teh daun peppermint sudah sejak lama digunakan untuk meredakan sakit perut, melancarkan pencernaan, dan meredakan mual. Ini karena daun peppermint mengandung mentol, senyawa yang dapat mematikan rasa (membuat kebas) dan meredakan nyeri.

Anda bisa menggunakan tanaman alami ini sebagai obat herbal untuk batu empedu dengan menyeduh beberapa helai daun mint dengan air hangat. Minum teh ini secara teratur untuk membantu mengurangi jumlah kekambuhkan nyeri di daerah kandung empedu.

6. Kunyit

teh <a data-event-category=kunyit herbal jamu” width=”640″ height=”427″ srcset=”https://cdn.hellosehat.com/wp-content/uploads/2018/10/turmeric-tea-copy-700×467.jpg 700w, https://cdn.hellosehat.com/wp-content/uploads/2018/10/turmeric-tea-copy-400×267.jpg 400w, https://cdn.hellosehat.com/wp-content/uploads/2018/10/turmeric-tea-copy-90×60.jpg 90w, https://cdn.hellosehat.com/wp-content/uploads/2018/10/turmeric-tea-copy-45×30.jpg 45w, https://cdn.hellosehat.com/wp-content/uploads/2018/10/turmeric-tea-copy-300×200.jpg 300w” sizes=”(max-width: 640px) 100vw, 640px” />
Sumber: Keri Brooks

Kunyit adalah salah satu bahan alami yang berpotensi baik sebagai obat herbal untuk membantu mengurangi gejala batu empedu. Kunyit mengandung zat curcumin yang dikenal karena sifat antiradang dan penyembuhannya.

Anda dapat mengolah kunyit dengan cara menyeduhnya dan diminum sebagai teh herbal. Minum air rebusan kunyit setiap hari untuk melihat sampai sejauh mana perbaikan kondisinya.

7. Chia seeds

minyak jarak mengatasi sembelit obat alami herbal batu empedu

Chia seeds atau biji chia adalah biji-bijian yang mengandung banyak nutrisi bermanfaat untuk tubuh. Sebut saja kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, asam lemak omega-3, dan bahkan sejumlah antioksidan penting.

Mengonsumsi biji chia yang tinggi omega 3 diyakini dapat membantu mengatasi rasa sakit yang diakibatkan peradangan pada kantung empedu. Anda bisa mendapatkan manfaat biji chia ini sebagai obat alami untuk batu empedu dengan menambahkannya pada oatmeal atau masakan.

8. Milk thistle

obat alami herbal batu empedu

Milk thistle (Silybum marianum) adalah tanaman yang juga diyakini berpotensi sebagai obat herbal untuk batu empedu. Menurut kutipan jurnal dari American Family Physician, milk thistle tampak mampu melindungi organ hati dan empedu dari efek racun yang bisa menyebabkan peradangan.

Zat aktif di dalam milk thistle yang berperan dalam perlindungan tersebut adalah silymarin. Silymarin paling banyak ditemukan dalam biji milk thistle.

Silymarin dilaporkan bekerja merangsang pembaharuan sel-sel hati yang sudah rusak (regenerasi). Hati yang didukung sel sehat dapat bekerja lebih efektif untuk memproduksi cairan empedu yang lebih sehat (minim kolesterol).

Obat alami untuk meredakan gejala batu empedu umumnya tersedia dalam bentuk pil suplemen. Namun, hati-hati apabila Anda memiliki batu empedu dan diabetes di waktu yang bersamaan. Jangan mengonsumsi milk thistle karena dapat menurunkan kadar gula darah secara drastis pada orang dengan diabetes tipe 2.

Obat alami belum tentu mujarab obati batu empedu

Penting untuk dipahami bahwa manfaat sejumlah obat herbal di atas untuk penyakit batu belum dapat dibuktikan secara valid pada manusia.

Berbagai penelitian yang ada hanya sebatas memperlihatkan potensi masing-masingnya untuk meredakan gejala tertentu yang mungkin timbul akibat batu empedu, tapi tidak menghilangkan batu tersebut. Sederhananya, kemanjuran obat alami di atas belum terbukti benar untuk menyembuhkan batu empedu.

Maka sebelum mencoba obat alami apa pun jika punya batu empedu, konsultasi dan periksakan diri dulu ke dokter. Minta pendapat dokter untuk memastikan keamanan menggunakan obat herbal jenis apa pun.

Ingatlah bahwa obat herbal sifatnya hanya membantu meredakan gejala penyakit dan menjaga kesehatan tubuh secara umum, tapi tidak menyembuhkan sampai tuntas.

Cara aman memilih obat batu empedu alami

Jika Anda berniat mencoba konsumsi obat herbal untuk meredakan gejala batu empedu, tanyakan pada dokter produk mana yang paling tepat dan aman buat kondisi Anda. Jika dokter sudah memperbolehkan memakai obat herbal, tanyakan juga dosis dan cara pakainya yang tepat.

Selain itu, penting untuk selalu mengecek keaslian produk obat herbal yang akan Anda coba untuk mengatasi batu empedu. Anda bisa cek status obat herbal yang ingin Anda gunakan lewat situs https://cekbpom.pom.go.id/ dari BPOM RI.

Di situs tersebut, Anda bisa mengetahui apakah obat herbal itu sudah lolos uji keamanan, efektivitas, khasiat, dan juga sudah terdaftar resmi di BPOM. Ikuti dosis dan cara pakai yang tertera di kemasan untuk penggunaan yang aman di tubuh Anda. Terakhir, jangan lupa untuk cek juga tanggal kedaluwarsanya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Wider, B., Pittler, M. H., Thompson-Coon, J., & Ernst, E. (2009). Artichoke leaf extract for treating hypercholesterolaemia. Cochrane Database of Systematic Reviews.doi:10.1002/14651858.cd003335.pub2. Diakses pada 16 Juli 2019.

Dandelion https://nccih.nih.gov/health/dandelion diakses pada 16 Juli 2019.

What to do about gallstone https://www.health.harvard.edu/womens-health/what-to-do-about-gallstones diakses pada 16 Juli 2019.

Gallstone cleanse http://static1.1.sqspcdn.com/static/f/746362/21703173/1358792106653/Nutritional+Approaches+to+Gallstones.pdf?token=zBkVz0Kt%2BHLFZvHr%2BbztJ2qc4HU%3D diakses pada 16 Juli 2019.

Gallbladder cleanse https://www.healthline.com/health/gallbladder-cleanse#claimed-benefits diakses pada 16 Juli 2019.

How to get rid gallstone https://www.healthline.com/health/how-to-get-rid-of-gallstones#naturaltreatment diakses pada 16 Juli 2019.

Natural way to get rid gallstone https://www.medicalnewstoday.com/articles/321026.php diakses pada 16 Juli 2019.

Gallbladder pain relief https://www.healthline.com/health/gallbladder-pain-relief#peppermint-tea diakses pada 16 Juli 2019.

Chia seed superfood https://columbiasurgery.org/news/2014/02/21/cheers-chia-ancient-superfood diakses pada 16 Agustus 2019.

Milk thistle  https://www.aafp.org/afp/2005/1001/p1285.html diakses pada 16 Agustus 2019.

How to get rid gallstonhttps://www.healthline.com/health/how-to-get-rid-of-gallstones#naturaltreatment diakses pada 16 Agustus 2019.

Foto Penulis
Ditulis oleh Novita Joseph pada 25/09/2019
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
x