home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apa Saja Kebiasaan untuk Mencegah Batu Empedu?

Apa Saja Kebiasaan untuk Mencegah Batu Empedu?

Semua orang berpotensi menderita batu empedu. Umumnya, batu empedu disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat, masalah pada kantung empedu, hingga karena keturunan. Oleh karena itu, penting untuk memulai pola hidup sehat guna mencegah batu empedu.

Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah batu empedu

bahaya batu empedu

Memang, tidak ada cara pasti yang benar-benar bisa menghindari Anda dari penyakit ini.

Akan tetapi, langkah-langkah pencegahan batu empedu tetap penting dilakukan tanpa menunggu waktu, terlepas bila Anda memiliki faktor risiko batu empedu atau tidak. Di bawah ini hal-hal yang bisa Anda mulai lakukan dari sekarang.

1. Kontrol berat badan Anda

Obesitas (kegemukan) termasuk faktor risiko dari batu empedu. Orang dengan obesitas umumnya memiliki kadar kolesterol tinggi, sehingga menyebabkan kantung empedu sulit untuk mengosongkan dirinya.

Untuk itu, Anda perlu mengontrol berat badan Anda agar selalu dalam rentang yang sehat untuk mencegah batu empedu. Jika perlu, Anda harus menurunkan berat badan Anda sampai mencapai ideal dengan cara yang sehat dan berat turun perlahan.

Jangan melakukan cara ekstrem seperti membatasi konsumsi asupan kalori harian sampai kurang dari 800 kalori. Alih-alih mencegah, hal ini malah akan memperbesar risiko terhadap batu empedu.

Risiko terkena batu empedu pun akan meningkat ketika Anda menurunkan berat badan dalam waktu singkat tapi berat badan Anda kembali lagi, terutama jika Anda perempuan.

Idealnya, Anda cukup menurunkan berat badan sebanyak 0,5 – 1 kg dalam waktu 1 minggu. Kalori minimal saat diet yang masuk ke tubuh Anda juga sebaiknya tidak kurang dari 1.200 kalori.

2. Terapkan pola makan sehat

Makan dengan jadwal teratur dapat memperkecil risiko Anda terkena batu empedu. Makanlah tiga kali sehari pada jam yang sama setiap harinya.

Juga, pilihlah makanan Anda dengan baik untuk mencegah batu empedu. Bukan dengan cara tidak mengonsumsi lemak sama sekali. Justru, tubuh Anda sebenarnya membutuhkan nutrisi lemak.

Anda bisa mengonsumsi lemak tak jenuh tunggal seperti minyak zaitun dan minyak kanola, atau omega-3 seperti alpukat dan minyak ikan. Sebaliknya, Anda perlu membatasi makanan dengan lemak jenuh tinggi seperti daging berlemak dan mentega.

Konsumsilah serat yang bisa Anda temukan pada sayuran, buah-buahan, dan gandum. Setidaknya Anda harus mengonsumsi sayuran dan buah-buahan sebanyak 5 porsi per hari.

Serat dapat membantu pencegahan batu empedu dengan menurunkan kolesterol dan menurunkan berat badan Anda. Perbanyak juga mengonsumsi kacang-kacangan dan biji-bijian.

3. Lakukan olahraga secara teratur

Olahraga secara teratur dapat membantu Anda mempertahankan maupun menurunkan berat badan. Olahraga juga dapat membantu Anda dalam menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida tinggi, sehingga dapat mencegah batu empedu.

Biasanya durasi olahraga yang disarankan adalah 30 menit per hari atau 150 menit per minggu. Banyak jenis olahraga yang bisa Anda pilih.

Jogging, lari, bersepeda, atau bahkan berjalan dengan jarak jauh sudah termasuk berolahraga, lho!

4. Hindari konsumsi obat tertentu

Beberapa obat dapat meningkatkan risiko batu empedu, seperti obat penurun kolesterol (gemfibrozil dan fenofibrate). Hal ini karena obat meningkatkan jumlah kolesterol yang dilepaskan ke dalam empedu, sehingga batu empedu dapat terbentuk.

Selain itu, terapi hormon, seperti hormon estrogen yang digunakan setelah wanita menopause atau pil KB dosis tinggi yang mengandung estrogen dapat meningkatkan risiko batu empedu.

Perlu Anda ketahui, wanita lebih berisiko terhadap penyakit ini. Sebab, estrogen juga dapat meningkatkan kolesterol dalam empedu. Sedangkan progesteron dapat memperlambat pengosongan kantung empedu.

Selain melakukan langkah-langkah pencegahan batu empedu, Anda juga harus waspada dengan gejala atau berbagai perubahan yang terjadi pada tubuh Anda.

Bila Anda mulai merasakan nyeri di sekitar perut yang tak kunjung hilang, apalagi ditambah dengan demam, mual, dan muntah, segera periksakan kondisi Anda ke dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Gallstones: Treatment, Definition, Risk Factors, & Symptoms. (2019). Cleveland Clinic. Retrieved 8 April 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/7313-gallstones#prevention

Gallstones – Prevention. (2015). National Health Service. Retrieved 8 April 2021, from http://www.nhs.uk/Conditions/Gallstones/Pages/Prevention.aspx

Eating, Diet, and Nutrition for Gallstones. (2017). National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Retrieved 8 April 2021, from https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/gallstones/eating-diet-nutrition

Start a Regular Exercise Program. (2020). Winchester Hospital. Retrieved 8 April 2021, from https://www.winchesterhospital.org/health-library/article?id=21333

Foto Penulis
Ditulis oleh Arinda Veratamala Diperbarui 26/04/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x