Hepatitis autoimun

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu hepatitis autoimun?

Hepatitis autoimun adalah penyakit kronis di mana sistem imun tubuh menyerang sel-sel hati. Ini menyebabkan hepatitis, atau peradangan hati (pembengkakan).

Hepatitis autoimun adalah penyakit serius yang dapat berujung ke cirrhosis (pengerasan) dan gagal hati apabila tidak diobati dengan baik. Hepatitis autoimun tidak menular dan tidak dapat dicegah.

Seberapa umumkah hepatitis autoimun?

Siapapun dapat terkena hepatitis autoimun, namun wanita memiliki risiko lebih tinggi. Sekitar 70% dari pasien hepatitis autoimun adalah wanita, banyaknya yang berusia di antara 15-40 tahun. Anda dapat mengurangi risiko Anda terkena hepatitis autoimun dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala hepatitis autoimun?

Hepatitis autoimun dapat menyebabkan gejala-gejala yang berbeda pada setiap orang. Namun demikian, kelelahan adalah gejala yang paling umum. Gejala lain mungkin termasuk:

  • Nyeri sendi
  • Mual
  • Urin kuning pekat
  • Feses pucat
  • Jaundis (kulit kuning)
  • Pembengkakan hati (hepatomegaly) yang menyebabkan perasaan kurang nyaman

Gejala-gejala berkisar dari ringan ke berat. Pada beberapa kasus, pasien tidak melihat gejala apapun saat bertemu dengan dokter, lalu kemudian gejala mulai terlihat.

Orang-orang dengan penyakit yang sudah parah mungkin akan memiliki gejala seperti cairan pada abdomen (ascites) dan kebingungan mental. Pada titik ini, pasien juga mungkin akan memiliki gejala gagal hati atau cirrhosis.

Mungkin ada gejala-gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda mempunyai kekhawatiran mengenai suatu gejala, konsultasikanlah pada dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Apabila Anda memiliki tanda-tanda atau gejala yang tersebut di atas atau memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter Anda. Tubuh masing-masing orang bekerja dengan cara yang berbeda. Baiknya diskusikanlah dengan dokter untuk solusi kondisi Anda.

Penyebab

Apa penyebab hepatitis autoimun?

Penyebab hepatitis autoimun adalah karena sistem imun dari pasien tidak dapat membedakan jaringan tubuh yang sehat dengan yang berbahaya. Hingga saat ini, para ilmuwan belum menemukan jawaban pasti akan kondisi kesehatan ini, yang mungkin disebabkan oleh faktor-faktor genetik atau dampak dari lingkungan.

Apa yang dapat memicu atau memperparah hepatitis autoimun?

Beberapa faktor yang dapat memicu atau memperparah hepatitis autoimun di antaranya:

  • Mengabaikan efek samping obat-obatan, seperti:
  • Turunnya berat badan
  • Kecemasan
  • Kebingungan
  • Penipisan rambut dan kulit
  • Hipertensi
  • Penglihatan yang rabun
  • Mengonsumsi alkohol. Mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar dapat merusak hati
  • Mengabaikan gejala-gejala abnormal atau tanda-tanda dari penyakit
  • Tidak berkonsultasi ke dokter dari awal saat gejala-gejala mulai muncul
  • Tidak mau bekerja sama dengan pengobatan dokter, seperti: tidak meminum obat sesuai dengan ajuran; tidak mengikuti jadwal pertemuan dengan dokter, atau tidak setuju dengan terapi

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk

hepatitis autoimun?

Ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko hepatitis autoimun, di antaranya:

  • Gender: walaupun pria dan wanita dapat terkena hepatitis autoimun, penyakit ini lebih umum diderita oleh wanita
  • Riwayat terkena infeksi tertentu: hepatitis autoimun dapat berkembang setelah infeksi bakteri atau virus
  • Penggunaan obat-obatan tertentu seperti antibiotik minocucline (dynacyn, minocin, dsb). Obat kolesterol atorvastatin (Lipitor) telah dihubungkan pada penyebab hepatitis autoimun
  • Turunan: bukti-bukti menunjukkan bahwa kecenderungan hepatitis autoimun menurun dalam keluarga
  • Memiliki penyakit autoimun. Orang-orang dengan penyakit autoimun lebih memiliki kemungkinan untuk terkena hepatitis autoimun

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk hepatitis autoimun?

Pengobatan utama untuk kedua tipe adalah dengan obat (corticosteroid yang disebut prednisone) untuk memperlambat sistem imun yang terlalu aktif.

Penyakit ini dengan pengobatan yang tepat akan masuk ke dalam masa remisi pada banyak orang, namun mungkin akan terjadi kembali. Pada beberapa kasus, pengobatan seumur hidup mungkin diperlukan.

Orang-orang yang tidak merespon terapi standar atau yang memiliki efek samping yang parah mungkin dapat dibantu dengan obat-obatan immunosuppressive lain seperti Azathioprine (Azasan, Imuran) dan 6-mercaptopurine.

Orang-orang yang gagal hati mungkin akan membutuhkan transplantasi hati, pengobatan yang menjanjikan dengan tingkat kelangsungan hidup dalam 5 tahun sebesar 70-80%.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk hepatitis autoimun?

Dokter akan membuat diagnosis berdasarkan:

  • Gejala-gejala dan tes-tes
  • USG atau CT scan dari hati untuk mengesampingkan penyebab-penyebab lain.
  • Biopsi hati

Tes darah untuk enzim hati dan autoantibodi juga diperlukan. Tes-tes juga membantu membedakan hepatitis autoimun dengan hepatitis dari virus (hepatitis A, B, atau C) atau penyakit-penyakit metabolisme.Dokter akan membuat diagnosis berdasarkan:

  • Gejala-gejala dan tes-tes;

  • USG atau CT scan dari hati untuk mengesampingkan penyebab-penyebab lain.

  • Biopsi hati

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hepatitis autoimun?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan berikut dapat membantu Anda mengatasi hepatitis autoimun:

  • Tepati jadwal pertemuan Anda dengan dokter untuk mengikuti perkembangan gejala-gejala dan kondisi kesehatan Anda
  • Ikuti anjuran dokter, jangan mengonsumsi obat tanpa persetujuan dokter atau berhenti mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan
  • Hindari alkohol, karena minuman beralkohol sangat merusak hati
  • Lakukan diet sehat, olahraga rutin, dan istirahat untuk merasa lebih baik.

Ingat bahwa penting untuk memantau kondisi Anda. Apabila Anda memiliki gejala-gejala baru atau apabila gejala-gejala tidak membaik, segera hubungi dokter.
Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Berbagai Perawatan untuk Menjaga Kesehatan Kulit

Walaupun tidak punya masalah atau penyakit, sebaiknya kulit dirawat sejak dini. Intip ragam perawatan untuk kulit agar lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Kulit 18 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Transplantasi Ginjal

Pelajari hal-hal yang perlu Anda ketahui sebelum menjalani transplantasi ginjal, mulai dari persiapan, proses, pemulihan, sampai risikonya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Urologi, Ginjal 15 September 2020 . Waktu baca 11 menit

Akantosis Nigrikans, Saat Kulit Menebal dan Menghitam Akibat Diabetes

Akantosis nigrikans adalah gangguan kulit yang ditandai dengan kulit menebal dan menggelap. Kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda diabetes.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 8 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

nyeri atau sakit punggung

Nyeri Punggung, Ketahui Penyebab Hingga Pengobatan yang Efektif

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
atrofi otot

Informasi Lengkap Atrofi Otot, Mulai dari Gejala Hingga Pengobatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 18 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
pencegahan anemia

7 Cara Mencegah Anemia yang Perlu Anda Lakukan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit