Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Amenore, Kondisi Saat Wanita Tidak Mengalami Haid

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Atifa Adlina · Tanggal diperbarui 22/04/2021

Amenore, Kondisi Saat Wanita Tidak Mengalami Haid

Umumnya, wanita mengalami siklus menstruasi yang teratur setiap bulan. Namun, ada suatu kondisi yang membuat wanita tidak mengalami haid sama sekali pada beberapa waktu atau yang disebut amenore. Apa saja gejala, penyebab dan pengobatan yang bisa dilakukan? Simak penjelasannya di bawah ini, ya!

Apa itu amenore?

Mengutip dari Cleveland Clinic, amenore adalah kondisi ketika Anda tidak mengalami menstruasi bulanan. Ada kemungkinan, Anda bisa melewatkan satu atau lebih periode menstruasi.

Kondisi ini bisa terjadi karena adanya perubahan fungsi atau masalah pada sistem reproduksi wanita.

Apabila amenore atau amenorrhea ini terjadi lebih dari 3 bulan, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter untuk mencegah masalah kesehatan wanita yang lebih kompleks.

Amenore atau amenorea ini terbagi dalam dua jenis, yaitu sebagai berikut.

Amenore primer

Amenore primer adalah kondisi ketika wanita belum juga mengalami menstruasi atau haid di usia 15 tahun atau sejak masa puber sudah dimulai.

Biasanya, penyebabnya adalah perubahan organ, kelenjar, dan hormon yang berhubungan dengan menstruasi.

Amenore sekunder

Berbeda dengan jenis sebelumnya, amenorea sekunder terjadi ketika Anda sudah mengalami menstruasi teratur. Namun, tiba-tiba mesntruasi berhenti selama 3 hingga 6 bulan berturut-turut.

Gejala awal kondisi ini dimulai saat haid jadi tidak teratur. Penyebab dari amenore sekunder termasuk kehamilan, stes, hingga mengalami penyakit tertentu.

Seberapa umum kondisi ini?

Amenore atau amenorrhea cukup umum terjadi pada remaja perempuan yang kekurangan berat badan atau sangat menggemari olahraga.

Mengutip dari Harvard Health Publishing, kondisi ini juga cukup sering terjadi pada wanita yang intensitas olahraganya terlalu tinggi.

Gejala amenore

Tanda atau gejala awal dari amenorea adalah tidak mengalami menstruasi.

Selain itu, mungkin Anda juga akan mengalami gejala amenore lainnnya, seperti:

Kapan sebaiknya ke dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter jika Anda sudah berusia 15 tahun tetapi belum mengalami haid serta saat mengalami keterlambatan dalam jangka waktu 3 periode menstruasi berturut-turut.

Konsultasikan pula ketika Anda mengalami kekhawatiran mengenai beberapa tanda atau gejala amenore yang belum disebutkan di atas.

Penyebab amenore

Ada berbagai penyebab terjadinya amenorea, seperti efek samping pengobatan, masalah kesehatan lainnya, hingga hormon yang tidak seimbang.

Berikut adalah penyebab dari amenorrhea berdasarkan jenisnya.

Penyebab amenore primer

Faktor keturunan atau riwayat keluarga yang mengalami menstruasi terlambat menjadi penyebab paling umum amenorea primer.

Selain itu, berikut adalah penyebab lainnya dari amenore primer:

  • masalah kromosom atau ovarium wanita menahan sel telur,
  • masalah hormonal yang berasal dari hipotalamus atau kelenjar pituitari, serta
  • hilangnya salah satu dari bagian sistem reproduksi.

Penyebab amenore sekunder

Ada cukup banyak hal yang menyebabkan amenorea sekunder, di antaranya adalah:

  • kehamilan,
  • menyusui,
  • menopause,
  • efek dari penggunaan alat KB tertentu,
  • kemoterapi dan terapi radiasi kanker,
  • stres,
  • penurunan atau peningkatan berat badan yang esktrem, serta
  • nutrisi dan gizi buruk.

Masalah kesehatan berikut ini juga bisa menjadi penyebab amenore sekunder, seperti,

  • primary ovarian insufficiency saat Anda menopause dini,
  • amenore hipotamalus fungsional penyebabnya adalah stres atau penurunan berat badan,
  • gangguan hipofisis, tumor atau produksi prolaktin berlebih,
  • masalah hormonal lainnya seperti PCOS atau hipotiroidisme, serta
  • pembedahan untuk mengangkat rahim atau tumor.

Apa saja faktor risiko dari kondisi ini?

Faktor-faktor lainnya yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami amenore, di antaranya adalah:

  • riwayat keluarga yang mengalami amenore atau menopause dini,
  • kondisi kromosom yang memengaruhi siklus menstruasi,
  • mengalami gangguan makan,
  • olahraga terlalu berlebihan, dan
  • diet yang buruk.

Komplikasi amenore

Kondisi amenorrhea tergolong tidak mengancam jiwa. Namun, beberapa penyebab dapat meningkatkan risiko serta efek jangka panjang.

Maka dari itu, kondisi ini harus selalu dievaluasi secara rutin oleh dokter. Berikut adalah sebagian komplikasi dari amenore, yaitu:

Diagnosis amenore

Dokter akan menanyakan terlebih dahulu mengenai riwayat kesehatan serta siklus menstruasi.

Jika belum pernah menstruasi atau haid, ia mungkin akan memeriksa payudara serta vagina apakah Anda telah mengalami perubahan pubertas atau belum.

Sementara itu, apabila Anda sudah mengalami menstruasi, dokter akan melakukan pemeriksaan di area panggul untuk memeriksa apakah ada masalah pada organ reproduksi.

Berikut beberapa tes yang mungkin akan dokter lakukan jika penyebab amenore bukan karena kehamilan.

  • Tes fungsi tiroid, mengukur jumlah hormon perangsang tiroid (TSH) dalam darah.
  • Tes fungsi ovarium, mengukur jumlah hormon perangsang folikel (FSH).
  • Tes prolaktin, kadar yang rendah mungkin merupakan tanda tumor kelenjar pituitari.
  • Mengukur hormon pria saat Anda mengalami pertumbuhan rambut di wajah.

Selain itu, kemungkinan dokter juga akan melakukan USG atau MRI untuk pemeriksaan kelainan organ reproduksi.

Pengobatan amenore

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Perawatan atau pengobatan bergantung dari penyebab amenorea. Jika penyebabnya adalah kehamilan atau menopause, tentu saja Anda tidak perlu pengobatan apa pun.

Namun, jika penyebbanya adalah hal lain, berikut perawatan atau pengobatan amenore.

  • Pil KB atau terapi hormon, untuk mengembalikan siklus menstruasi.
  • Menurunkan berat badan, jika penyebabnya adalah obesitas.
  • Mengembalikan berat badan normal, jika penyebabnya adalah penurunan berat badan ekstrem.
  • Relaksasi diri, untuk meredakan stres.
  • Obat-obatan, jika penyebab amenorea adalah gangguan tiroid.
  • Operasi, jika terdapat tumor atau penyumbatan struktural.

Adapun jenis pengobatan lainnya untuk membantu meredakan efek samping amenore, yaitu sebagai berikut.

  • Terapi estrogen, untuk meredakan hot flashes dan vagina kering.
  • Suplemen kalsium dan vitamin D, untuk menjaga kekuatan tulang.

Cara mencegah amenore

Menjalani gaya hidup sehat dapat membantu mencegah terjadinya amenorrhea sekunder, seperti:

  • mempertahankan berat badan dengan mengonsumsi makanan bernutrisi,
  • memperhatikan siklus menstruasi secara berkala, dan
  • melakukan pemeriksaan panggul secara teratur.

Disclaimer

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Atifa Adlina · Tanggal diperbarui 22/04/2021

Iklan

Apakah artikel ini membantu?

Iklan
Iklan