Periode Perkembangan

Minum Kopi Saat Hamil, Adakah Pengaruhnya Pada Janin?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Saat hamil kita harus lebih memperhatikan bahan-bahan makanan yang kita konsumsi, karena apa yang ibu makan juga menjadi apa yang janin makan. Begitu juga halnya dengan kafein. `

Apa itu kafein?

Kafein adalah suatu substansi yang dapat menstimulasi metabolisme tubuh. Kafein dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah. Kafein juga dapat meningkatkan produksi urine, sehingga konsumsi kafein yang tidak diimbangi dengan konsumsi cairan yang banyak dapat menyebabkan dehidrasi. Selain itu, kafein juga menstimulasi produksi asam di lambung, sehingga dapat menimbulkan gangguan pencernaan seperti sakit maag maupun diare. Kafein sebaiknya tidak dikonsumsi berbarengan dengan makanan, karena kafein menurunkan kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi dari makanan.

Apa efeknya jika seorang wanita minum kopi saat hamil?

Kafein dapat menembus plasenta dengan mudah. Metabolisme kafein dalam tubuh ibu saat hamil lebih lama dibandingkan dengan saat tidak hamil. Tubuh ibu mampu mencerna dan mengeluarkan kafein dari tubuh, namun tidak demikian halnya dengan janin. Kemampuan metabolisme janin masih belum sempurna, sehingga pembuangan kafein dari tubuh janin sangat lambat. Akibatnya, efek kafein pada janin menetap lebih lama pada janin dibandingkan dalam tubuh ibu.

Seperti halnya efek kafein pada orang dewasa, kafein juga dapat menstimulasi dan mempengaruhi pola tidur janin. Denyut jantung janin meningkat, janin pun menjadi terlalu aktif dan sulit tidur. Konsumsi kafein dalam kehamilan perlu dibatasi karena jumlah konsumsi kafein yang tinggi diduga memiliki kaitan dengan keguguran dan berat badan bayi rendah saat lahir.

Ingat, kafein tak hanya terkandung dalam kopi

Kafein tidak hanya didapatkan  pada kopi, melainkan juga terdapat pada teh, minuman bersoda, cokelat, minuman energi, maupun obat-obatan. Para ahli menyarankan ibu hamil untuk tidak mengonsumsi kafein lebih dari 200 mg perhari.

Kandungan kafein dalam berbagai produk makanan berbeda-beda. Kandungan kafein dalam produk minuman kopi yang satu dengan yang lain juga bisa berbeda. Sangat penting untuk selalu memeriksa kandungan bahan makanan terlebih dahulu sebelum Anda konsumsi.

Berikut ini adalah rata-rata kandungan kafein yang terdapat dalam produk makanan yang sering kita temui. Ingat, konsumsi per hari tak boleh melebihi 200 mg.

  • Kopi seduh (1 gelas): 137 mg
  • Kopi instan (1 gelas): 76 mg
  • Es krim atau yogurt rasa kopi: 2 mg
  • Teh seduh (1 gelas): 48 mg
  • Teh instan (1 gelas): 26-36 mg
  • Minuman bersoda (1 kaleng): 37 mg
  • Minuman energi (1 kaleng): 100 mg
  • Dark chocolate (batang kecil): 30 mg
  • Cokelat susu (batang kecil): 11 mg

Ibu hamil sebaiknya menghindari minuman soda dan minuman energi karena selain mengandung kafein, kandungan gulanya juga sangat tinggi, tidak baik untuk kehamilan. Lebih baik perbanyak minum air putih, susu, atau jus buah segar.

Banyak obat-obatan bebas yang mengandung kafein, contohnya obat pilek, obat sakit kepala, maupun obat alergi. Bila Anda sakit saat hamil, berhati-hatilah dalam mengonsumsi obat. Anda sebaiknya selalu berkonsultasi telebih dahulu dengan dokter.

Bagaimana cara mengurangi konsumsi kafein saat hamil?

Bila Anda sudah terbiasa mengonsumsi banyak kafein setiap harinya, untuk menghentikan konsumsi kafein sama sekali akan sangat sulit. Langkah-langkah berikut dapat Anda lakukan untuk membantu mengurangi konsumi kafein harian :

  • Persingkat waktu seduh teh. Jika Anda ingin minum teh, menyeduh teh selama 1 menit (dibandingkan 5 menit seperti pada umumnya) dapat mengurangi kadar kafein hingga setengahnya.
  • Ganti konsumsi kopi seduh dengan kopi instan. Kandungan kafein dalam kopi instan umumnya lebih rendah. Lebih baik lagi jika Anda juga mengubah takaran kopi instant menjadi lebih encer.
  • Pilihlah produk kopi decaf.

Bolehkah minum kopi saat menyusui?

Selain saat hamil, konsumsi kafein saat ibu menyusui juga berpengaruh pada bayi. Kemampuan bayi untuk membuang kafein dari dalam tubuh masih sangat lambat. Kandungan kafein yang tinggi pada air susu ibu dapat menyebakan bayi menjadi gelisah, rewel, dan sulit tidur. Terkadang juga menimbulkan gangguan pencernaan pada bayi.

Jika ibu ingin mengonsumsi produk berkafein, sebaiknya konsumi segera setelah bayi selesai menyusui, sehingga pada waktu menyusui berikutnya kandungan kafein dalam air susu ibu sudah berkurang. Konsumsi kafein  kurang dari 5-6mg/kgbb/hari masih masuk dalam kategori aman baik bagi ibu hamil maupun ibu menyusui.

BACA JUGA:

Sumber
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca