Embrio dan Tahap Perkembangannya

    Embrio dan Tahap Perkembangannya

    Kehamilan terjadi dengan diawali proses pembuahan sel telur dan sperma. Apabila proses pembuahan berjalan lancar, maka sel telur yang dibuahi akan berkembang menjadi embrio. Keberhasilan kehamilan dapat ditentukan dengan kualitas embrio yang baik.

    Nah, artikel ini akan mengeksplorasi berbagai infromasi seputar embrio dan tahap perkembangannya, simak yuk!

    Apa yang dimaksud dengan embrio?

    perkembangan janin minggu 1 kehamilan

    Embrio adalah sel atau organisme yang hidup pada tahap awal perkembangan manusia di mana organ-organ penting dalam struktur tubuh mulai terbentuk.

    Namun, pada dasarnya, definisi embrio dapat bervariasi tergantung pada sel atau organisme masing-masing.

    Sebagai contoh, pada manusia, embrio adalah organisme yang berkembang biak secara seksual saat sel sperma membuahi ovum (sel telur).

    Hasil dari proses tersebut disebut dengan zigot. Setelah menjadi zigot, kemudian sel-sel itu akan mengalami pembelahan hingga akhirnya terpisah.

    Ketika ratusan sel sudah terpisah, maka fase pembentukan embrio mulai terjadi.

    Sementara itu, dalam tumbuhan, hewan, dan beberapa protista, zigot akan mulai membelah untuk menghasilkan organisme multisel atau embrio.

    Embrio pada manusia terbentuk antara umur 3—5 minggu dalam masa kehamilan.

    Pada rentang waktu tersebut, biasanya telah mulai terbentuk struktur organ-organ penting yang nantinya akan berkembang sebagai janin.

    Lantas, apa perbedaan zigot, embrio, dan janin?

    janin melihat cahaya

    Sebagian besar makhluk hidup pasti akan memulai proses tumbuh dari zigot, kemudian melewati tahap pembentukan embrio, sebelum akhirnya menjadi makhluk hidup yang benar-benar utuh atau dewasa.

    Namun, ada juga yang tidak diketahui tahap awal kehidupannya.

    Dari penjelasan singkat di atas, Anda mungkin menyadari jika zigot, embrio, dan janin sebetulnya memiliki perbedaan dalam setiap fasenya.

    Perbedaan zigot, embrio, dan janin dapat diketahui dari ukuran, jumlah sel, dan banyak hal lainnya.

    Berikut penjelasan lebih rinci mengenai perbedaan zigot, embrio, dan janin.

    1. Zigot

    Zigot dapat didefinisikan sebagai sel tunggal yang terbentuk setelah pembuahan antara sel telur dari wanita dengan sperma dari pria.

    Sel tunggal zigot mengandung sebanyak 46 kromosom yang diperlukan, terdiri dari 23 sel sperma dan 23 dari sel telur.

    Proses pembentukan ziget disebut juga fertilisasi. Sementara itu, fase zigot cenderung berlangsung singkat, yakni hanya sekitar 4 hari.

    Ukuran zigot pun cenderung sangat kecil, yakni kira-kira seukuran kepala peniti dengan bentuk bulat dan memiliki permukaan yang halus.

    Zigot berisi semua informasi genetik (DNA) yang dibutuhkan untuk berkembang menjadi bayi. Biasanya, zigot belum dianggap sebagai kehamilan.

    2. Embrio

    Embrio adalah blastosit yang berkembang dan terbentuk dari pembelahan sel zigot.

    Mengutip Cleveland Clinic, blastosit adalah sekelompok sel yang terbentuk di awal kehamilan atau sekitar 5 —6 hari setelah sperma membuahi sel telur, kemudian tertanam di dinding rahim.

    Ini merupakan tahap multi-seluler yang dalam proses pembentukannya disebut sebagai embrionik.

    Pada manusia, istilah embrio ini dipakai pada calon bayi yang belum lahir atau pada minggu ke-7 setelah pembuahan.

    Setelah berhasil melewati fase tersebut, maka embrio akan mendapatkan nama yang berbeda pada usia-usia awal kehamilan.

    3. Janin

    Janin adalah bayi belum lahir yang berada pada minggu ke-8 setelah pembuahan dan akan terus berkembang di dalam rahim ibu.

    Pada fase ini, janin yang telah berkembang dapat disebut sebagai suatu kehamilan.

    Perkembangan janin tersebut meliputi plasenta dan organ-organ internal yang telah terbentuk, seperti otak, jantung dan paru-paru mulai berkembang.

    Janin memiliki semua informasi genetik yang dibutuhkan untuk berkembang menjadi bayi.

    Perlu Anda Ketahui

    Perbedaan janin dengan zigot dan embrio, yakni ukuran janin jauh lebih besar atau dapat dikatakan seukuran buah semangka. Selain itu, janin lebih panjang dan memiliki permukaan yang berkerut.

    Tahapan perkembangan embrio

    perkembangan janin 6 minggu

    Pada setiap fase perkembangan embrio, terdapat ciri atau karakteristik yang akan membedakan fase satu dengan lainnya.

    Hal itu pastinya juga akan berpengaruh terdapat kehamilan dan kondisi sang ibu. Berikut adalah tahap perkembangan embrio yang perlu Anda ketahui.

    1. Tahap morula

    Setelah mengalami pembuahan, maka akan terjadi proses pembelahan.

    Pembelahan tersebut dilakukan dengan menggunakan proses mitosis untuk mereplikasi genom dan kemudian membagi sel menjadi dua.

    Pembelahan pertama terjadi sekitar satu hari setelah pembuahan dan pembelahan berikutnya terjadi setiap 12—24 jam setelah itu.

    Morula sendiri merupakan tahap perkembangan embrio yang terdiri dari massa padat dengan jumlah 16 sel atau lebih.

    Morula termasuk tahap embrionik pertama di mana sel-sel dapat dikategorikan sebagai internal atau eksternal dan akan terus membelah.

    Ketika morula mencapai tahap 64 sel, maka sel-sel internal dan eksternal menjadi garis keturunan yang terpisah.

    Sel-sel internal disebut massa sel dalam atau disingkat ICM nantinya akan menjadi embrio itu sendiri dan membran sekitarnya. Sementara itu, sel luar disebut sel trofoblas.

    Sel tersebut berperan penting dalam proses implantasi pada dinding rahim, kemudian akan menjadi korion yang merupakan bagian embrionik dari plasenta.

    2. Tahap blastula

    Tahap blastula ditandai dengan proses pembelahan yang telah menghasilkan lebih dari 100 sel.

    Blastula biasanya merupakan lapisan sel berbentuk bola (blastoderm) yang mengelilingi rongga berisi cairan.

    Pada manusia, blastula membentuk blastokista pada tahap perkembangan selanjutnya.

    Di sini sel-sel dalam blastula mengatur diri mereka sendiri dalam dua lapisan, yakni massa sel dalam dan lapisan luar yang disebut trofoblas.

    Massa sel bagian dalam juga dikenal sebagai embrioblas, di mana massa sel ini akan terus membentuk embrio.

    Pada tahap perkembangan ini, massa sel dalam terdiri dari sel puncak embrionik yang akan berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel yang dibutuhkan oleh organisme.

    Sementara itu, trofoblas akan berkontribusi pada plasenta dan memberi nutrisi pada embrio.

    3. Tahap gastrula

    Melansir National Center for Biotechnology Information, fungsi penting dari gastrula adalah untuk menetapkan arah perkembangan embrio.

    Sementara itu, sel-sel dalam blastula mengatur ulang diri mereka sendiri secara spasial untuk membentuk tiga lapisan sel dalam proses yang dikenal sebagai gastrula.

    Dalam proses gastrula, blastula melipat dirinya sendiri untuk membentuk tiga lapisan sel yang disebut lapisan germinal.

    Lapisan tersebut berdiferensiasi menjadi sistem organ yang berbeda, di antaranya sebagai berikut.

    • Ektoderm, membentuk sistem saraf dan lapisan luar kulit.
    • Mesoderm, mengembangkan otot dan jaringan ikat.
    • Endoderm, membentuk lapisan sistem pencernaan dan organ dalam lainnya.

    4. Tahap organogenesis

    Organogenesis adalah proses di mana tiga lapisan jaringan germinal embrio, yaitu ektoderm, endoderm, dan mesoderm, berkembang menjadi organ internal organisme.

    Proses tersebut biasanya terjadi pada minggu ke-6 sampai ke-8 yang ditandai dengan adanya diferensiasi jaringan menjadi organ.

    Selama minggu ketiga, proses gastrulasi terjadi, yang membentuk tiga lapisan sel yang berbeda, yakni mesoderm, endoderm, dan ektoderm.

    Ketiganya adalah lapisan sel germinal utama dari mana organ muncul selama organogenesis, meliputi berikut ini.

    Endoderm, yang membentuk organ-organ sistem pencernaan dan pernapasan, termasuk timus, paratiroid, kandung kemih, dan uretra.

  • Ektoderm, yang bertanggung jawab untuk perkembangan kulit dan pelengkap kulit, sistem saraf, serta bagian dari organ sensorik.

  • Mesoderm, yang membentuk sistem peredaran darah dan darah, sistem limfatik, tulang, tulang rawan, otot, dan banyak organ dalam lain. Misalnya, ginjal, limpa, ureter, dan korteks adrenal yang semuanya berasal dari mesoderm.

    Pada akhir minggu ke-8, sistem organ telah berkembang dan siap untuk pematangan lebih lanjut.

    Sementara di minggu ke-9 kehamilan, periode perkembangan janin dimulai dan berlangsung sampai lahir yang melibatkan pertumbuhan dan diferensiasi struktur anatomi.

    Itulah berbagai informasi terkait pengertian dan tahap perkembangan embrio yang perlu Anda ketahui. Apabila ada penjelasan yang mungkin masih belum jelas, tanyakan lebih lanjut kepada dokter.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Damar Upahita

    General Practitioner · None


    Ditulis oleh Adhenda Madarina · Tanggal diperbarui 30/11/2022

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan