Cara Menghitung Ukuran Lingkar Perut Ibu Hamil

Cara Menghitung Ukuran Lingkar Perut Ibu Hamil

Selama kehamilan, wajar bagi ibu hamil untuk mengalami perubahan fisik, salah satunya pada ukuran perut. Pertambahan ukuran lingkar perut menjadi tanda janin dalam kandungan berkembang dengan baik.

Tabel lingkar perut ibu hamil

Saat hamil, lingkar perut ibu hamil normalnya akan bertambah 1–2 cm setiap minggunya. Sebagai contoh, ketika usia kehamilan 24 minggu, ukuran lingkar perut akan bertambah sekitar 22–26 cm.

Penambahan lingkar perut ini terjadi seiring bertambah besarnya ukuran janin dalam kandungan. Berikut tabel lingkar perut ibu hamil berdasarkan usia kehamilan.

Tabel di atas tidak bisa dijadikan pedoman pasti dalam menentukan lingkar perut ibu hamil. Namun, jika ukuran perut saat hamil tidak sesuai, konsultasikan ke dokter kandungan.

Cara mengukur lingkar perut ibu hamil secara mandiri

Beragam cara dapat dilakukan untuk menghitung lingkar perut saat hamil. Selain memeriksakan diri ke dokter, Anda juga bisa melakukan penghitungan sendiri di rumah.

Cara mengukur lingkar perut ibu hamil secara mandiri dapat menggunakan rumus berikut.

  • Lingkar perut minimal = lingkar perut sebelum hamil + (usia kehamilan dalam minggu – 2)
  • Lingkar perut maksimal = lingkar perut sebelum hamil + (usia kehamilan dalam minggu + 2)

Sebagai contoh, Anda memiliki lingkar perut sebelum hamil sebesar 90 cm dan sudah hamil selama 30 minggu. Maka, cara menghitung lingkar perut minimalnya yaitu 90 + (30 – 2) = 118 cm.

Sementara itu, untuk lingkar perut maksimalnya yakni 122 cm. Hasil tersebut didapat dari 90 + (30 + 2).

Nantinya, Anda bisa membandingkan hasil tersebut dengan mengukur lingkar perut menggunakan pita ukur. Apabila tidak sesuai tabel, konsultasikan dengan dokter kandungan.

Cara dokter menghitung lingkar perut ibu hamil

mengukur lingkar perut ibu hamil

Untuk menghitung lingkar perut ibu hamil, dokter biasanya akan melakukan USG kandungan. Metode ini memiliki tingkat akurasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan pengukuran manual.

Selain mendapatkan ukuran lingkar perut, Mayo Clinic menyebut bahwa USG juga bisa memberikan informasi lain seputar kehamilan Anda, seperti:

  • perkembangan janin dalam kandungan,
  • gejala komplikasi kehamilan,
  • jenis kelamin calon bayi,
  • detak jantung janin,
  • potensi kelainan bawaan atau cacat lahir,
  • posisi janin,
  • kondisi cairan ketuban,
  • ukuran janin, hingga
  • perkiraan berat badan janin.

Jika ukuran lingkar perut dianggap tidak normal, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan lanjutan. Tindakan ini bertujuan untuk memastikan kondisi janin dan ibu hamil baik-baik saja.

Bagaimana jika lingkar perut ibu hamil tidak sesuai tabel?

ukuran perut ibu hamil

Apabila lingkar perut tidak sesuai tabel, ibu hamil tidak perlu khawatir. Hal pertama yang harus dilakukan yaitu memeriksakan diri ke dokter kandungan untuk mencari tahu penyebabnya.

Berikut beberapa faktor yang menyebabkan lingkar perut tidak sesuai tabel saat hamil.

  • Ukuran janin lebih kecil atau besar dari normal.
  • Air ketuban dalam rahim terlalu sedikit atau banyak.
  • Janin sudah turun ke panggul.
  • Masalah pada pertumbuhan janin.
  • Adanya fibroid rahim.
  • Ibu hamil mengalami obesitas.
  • Janin dalam kandungan berjumlah lebih dari satu (kembar).
  • Berat badan janin di bawah atau atas rata-rata.
  • Janin dalam posisi sungsang.

Setelah penyebabnya diketahui, dokter akan melakukan penanganan sesuai kondisi yang mendasari. Dengan begitu, risiko komplikasi akibat kehamilan dapat dikurangi.

Serba-serbi perhitungan ukuran lingkar perut ibu hamil

  • Pertambahan ukuran lingkar perut normal biasanya kurang atau lebih 2 cm dari usia kehamilan.
  • Tabel lingkar perut ibu hamil bukan merupakan pedoman pasti untuk menentukan kondisi kehamilan Anda.
  • USG dapat menunjukkan lingkar perut ibu hamil secara akurat.
  • Beberapa faktor yang berpengaruh pada lingkar perut ibu hamil mulai dari ukuran janin, jumlah air ketuban dalam rahim, hingga posisi calon bayi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Bayu Galih Permana · Tanggal diperbarui 30/12/2022

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan