Janin di Dalam Kandungan Bisa Bermain, Lho! Ini Penjelasannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 April 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Perkembangan dan pertumbuhan janin di dalam kandungan ibu tentu sangat penting. Karena itulah perkembangan janin akan selalu dipantau. Namun, selain perkembangan fisiknya, ada satu lagi yang bisa Anda pantau. Tak lain adalah aktivitas atau kegiatan janin selama berada di kandungan. Ya, bayi Anda sudah bisa beraktivitas, lho. Apa saja aktivitas janin di dalam kandungan ibu? Simak di bawah ini.

1. Tidur dan terbangun

Pada awal kehamilan, janin dalam kandungan Anda beraktivitas layaknya bayi yang baru lahir. Janin tidur, bergerak, mendengarkan suara-suara, membangun pikiran dan ingatan. Namun, memang sekitar 90% kegiatan bayi adalah tidur sepanjang hari.

Bayi mengalami siklus tidur lelap, REM (Rapid Eye Movement) di mana bayi bisa bermimpi layaknya orang dewasa, dan tidur ayam (antara terbangun dan tertidur).

Para ahli dari Friedrich Schiller University di Jerman melakukan penelitian pada janin domba yang memiliki kemiripan dari segi ukuran dan berat dengan janin manusia. Peneliti menemukan bahwa bayi bisa memasuki kondisi tidur bermimpi selama seminggu sebelum REM pertama terlihat.

REM pertama terlihat pada sekitar usia 7 bulan. Perubahan siklus antara REM sleep dengan non-REM sleep pada otaknya berlangsung setiap 20 hingga 40 menit. Namun, fungsi dari siklus tidur tersebut masih menjadi perdebatan para ahli di dunia.

2. Bergerak dan bermain

Bayi Anda pertama kali melakukan gerakan pada minggu kesembilan dari kehamilan. Pada minggu ke-13 bayi Anda dapat memasukkan ibu jari ke dalam mulutnya meskipun otot mengisapnya belum berkembang dengan sempurna. Gerakan otot sadar (yang disengaja oleh bayi) pertama kali terjadi sekitar minggu ke-16.

Bayi bergerak sebanyak 50 kali setiap jamnya. Bayi menggerakkan kepala, wajah, lengan, menyentuh tangan yang satu dengan yang lainnya atau menyentuhkan kakinya ke tangannya. Pada minggu ke-37 bayi telah berkembang koordinasi gerakannya sehingga ia dapat menggenggam dengan jarinya.

Bayi juga dapat bereaksi terhadap gerakan ibu. Pada tes USG, bayi terlihat bergerak ke atas dan ke bawah saat ibunya tertawa. Bayi juga akan bergerak lebih kencang saat ibunya juga tertawa lebih keras. Dengan cara ini, ibu dan ayah pun bisa mengajak bayi dalam kandungan bermain dan bercanda bersama.

3. Mendengar dan belajar

Bayi mulai mendengar secara utuh pada trimester ketiga. Namun, beberapa studi menunjukkan bahwa bayi juga dapat mendengar suara-suara paling awal pada usia 20 minggu dan bisa terkejut karena suara keras pada usia 25 minggu. Suara yang sangat keras dapat mengubah ritme jantung bahkan dapat menyebabkan kekosongan kandung kemih mereka. Maka, hati-hati dengan suara yang mengagetkan, misalnya bunyi alarm atau nada dering ponsel ibu.

Menurut Robert Abrams, ahli fisiologi janin dari University of Florida, suara-suara dari luar tubuh Anda memang agak teredam, tapi masih bisa terdengar oleh bayi dengan jelas.

Pernyataan yang dilansir dari WebMD tersebut menjelaskan bahwa suara dengan frekuensi rendah cenderung lebih terdengar daripada frekuensi yang tinggi. Suara laki-laki misalnya, lebih jelas dari wanita dan lebih mudah dikenali oleh sang bayi.

Selain itu, bayi dalam kandungan bisa mengenali pola dan intonasi suara secara spesifik meskipun mereka tidak mengenali kata-kata tersebut. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi setelah lahir akan mengenali dan merasa nyaman dengan sebuah cerita yang diulang-ulang diceritakan kepada mereka saat dalam kandungan. Begitu juga dengan lagu-lagu tertentu seperti lagu pembuka dari acara TV yang rutin Anda tonton selama kehamilan.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perkembangan Janin di Usia Kehamilan 10 Minggu

Kini usia kehamilan Anda sudah memasuki usia 10 minggu. Bagaimana perkembangan janin 10 minggu kehamilan? Cari tahu semua informasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Trimester 1, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 1 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Amankah Minum Antibiotik Saat Hamil? Ini Penjelasannya

Ada yang bilang minum antibiotik saat hamil berbahaya. Padahal dalam kasus tertentu, ibu hamil boleh kok, minum antibiotik. Tapi perhatikan hal-hal ini, ya.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 4 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

Stres saat hamil memang normal. Tetapi jika ibu hamil mengalami stres hingga mengganggu aktivitasnya, dampak stres tersebut bisa memengaruhi janin.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Bagaimana Cara Bayi Bernapas Saat Masih dalam Kandungan?

Pernapasan pertama yang bayi lakukan adalah saat bayi menangis ketika dilahirkan. Lalu bagaimana caranya bayi bernafas dalam kandungan?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Trimester 2, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 1 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pembukaan persalinan

Kenapa Gerakan Janin Berkurang Menjelang Persalinan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
perawatan tali pusat

5 Cara Perawatan Tali Pusat Bayi Baru Lahir agar Cepat Kering

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
janin berhenti bergerak

Janin Berhenti Bergerak, Apakah Harus Periksa ke Dokter?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
virus rubella penyakit campak jerman

Rubella (Campak Jerman)

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit