Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenal Lanugo, Rambut Halus yang Muncul pada Bayi Baru Lahir

Mengenal Lanugo, Rambut Halus yang Muncul pada Bayi Baru Lahir

Saat bayi baru lahir, mereka memiliki rambut-rambut halus pada bagian tubuhnya. Rambut-rambut halus tersebut bernama lanugo. Apakah rambut berlebih pada tubuh bayi itu normal dan bisa hilang? Perlukah orangtua khawatir dengan pertumbuhan rambut halus ini? Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa itu lanugo?

Lanugo adalah sejenis rambut halus yang tumbuh di tubuh janin saat masih dalam kandungan selama masa kehamilan.

Rambut halus ini umumnya bisa hilang seiring dengan perkembangan bayi yang semakin besar.

Berdasarkan buku dari Embroyologi, Lanugo dari Stat Pearls, lanugo berperan penting dalam mengikat vernix caseosa pada kulit janin.

Vernix caseosa adalah lapisan pelindung pada kulit bayi baru lahir yang terbentuk sejak ia dalam kandungan. Fungsinya untuk mencegah kulit kehilangan air dan melindungi kulit dari kerusakan.

Kombinasi antara rambut lanugo dan vernix caseosa ini ada kemungkinan berperan dalam produksi hormon yang berbeda pada janin.

Rambut halus yang tidak berpigmen (berwarna) ini tumbuh sejak bayi berada dalam kandungan, terutama setelah usia janin melewati empat bulan atau kehamilan 20 minggu.

Awal pertumbuhan rambut halus ini mulai dari kulit kepala sekitar alis, hidung, dahi, dan lanjut sampai kaki.

Menjelang kelahiran, sebagian rambut halus akan berguguran dan berganti dengan bulu halus atau vellus seperti pada anak-anak dan orang dewasa pada umumnya.

Pada 30 persen bayi baru lahir, lanugo masih menempel dan ini adalah kondisi normal yang tidak perlu ibu khawatirkan.

Apakah lanugo pada bayi perlu pengobatan tertentu?

Pada dasarnya hadirnya rambut-rambut halus pada bayi ini sendiri bukanlah masalah kesehatan untuk si kecil. Namun, bisa menjadi respons biologis alami terhadap kondisi kesehatan dan tahapan hidup tertentu.

Maka dari itu, tumbuhnya rambut halus ini bukan sesuatu yang membutuhkan perawatan langsung. Pada bayi, lanugo biasa terjadi dan tidak menimbulkan dampak negatif lainnya.

Bayi akan kehilangan rambut secara alami selama beberapa hari atau minggu setelah kelahiran.

Lanugo pada orang dewasa

Jika rambut-rambut halus masih tumbuh di beberapa bagian tubuh pada orang dewasa, ini bisa menjadi tanda kondisi kesehatan yang serius. Berikut dua masalah yang bisa orang dewasa alami.

Anoreksia nervosa

Lanugo pada orang dewasa terbilang sangat jarang terjadi. Kalau orang dewasa masih memiliki lanugo, ia bisa mengalami gangguan makan seperti anoreksia nervosa.

Mengutip dari UR Medicine Children’s Hospital, adanya rambut halus pada tubuh sering terlihat pada pasien anorexia nervosa terutama pada remaja.

Rambut halus ini akan hilang saat mereka pulih melalui nutrisi yang lebih baik. Meski begitu, belum ada penelitian lebih spesifik tentang hubungan rambut halus dengan gangguan makan ini.

Penyakit celiac

World Journal of Gastroenterology menerbitkan penelitian yang menunjukkan bahwa lanugo tumbuh pada sebagian besar pasien dengan penyakit celiac.

Celiac adalah penyakit gangguan pencernaan karena kandungan gluten yang ibu atau bayi konsumsi.

Orang dewasa dengan penyakit celiac memiliki rambut halus yang tumbuh paling banyak pada area wajah. Wanita memiliki kemungkinan mengalaminya 3 kali lebih besar daripada pria.

Meski begitu, peneliti melakukan penelitian tersebut pada tahun 2006. Butuh penelitian lebih lanjut dan terbaru mengenai hubungan antara lanugo dengan penyakit celiac.

Lanugo pada orang dewasa juga berbeda dengan rambut vellus seperti pada bayi. Namun, sebagian rambut baru dan halus tumbuh dalam jumlah lebih banyak pada area tubuh yang tak terduga.

Pertumbuhan rambut pada orang dewasa bisa ibu anggap sebagai upaya tubuh untuk menghangatkan diri saat merespons kondisi yang berdampak negatif terhadap suhu tubuh.

Namun, jika lanugo membuat anak minder, konsultasikan ke dokter untuk mencari tahu penanganannya.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Verhave, B., Nassereddin, A., & Lappin, S. (2020). Embryology, Lanugo. Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK526092/

Lanugo Hair | Center for Academic Research and Training in Anthropogeny (CARTA). (2021). Retrieved 9 April 2021, from https://carta.anthropogeny.org/moca/topics/lanugo-hair

Symptoms – Child and Adolescent Eating Disorder Program – Adolescent Medicine – Golisano Children’s Hospital – University of Rochester Medical Center . (2021). Retrieved 9 April 2021, from https://www.urmc.rochester.edu/childrens-hospital/adolescent/eating-disorders/look-for.aspx

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 14/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x