Kenali Gejala dan Bahaya Tekanan Darah Tinggi Setelah Melahirkan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum.

Tekanan darah tinggi setelah melahirkan dalam istilah medis disebut dengan postpartum preeklampsia. Kondisi ini terjadi ketika seorang wanita memiliki tekanan darah tinggi dan kelebihan protein dalam urinenya setelah melahirkan. Postpartum preeklampsia berbahaya bagi ibu dan janin sehingga kondisi ini membutuhkan penanganan medis segera. 

Sekilas tentang postpartum preeklampsia

Selama ini kebanyakan orang menganggap preeklampsia hanya bisa terjadi pada masa kehamilan atau sebelum melahirkan. Padahal tidak demikian. Pasalnya, beberapa orang bisa saja mengalami kondisi ini setelah proses persalinan berlalu. Sebagian besar kasus postpartum preeklampsia dapat berkembang dalam waktu 48 jam setelah persalinan. Dalam beberapa kasus, kondisi ini kadang juga bisa berkembang hingga enam minggu setelah melahirkan.

Postpartum preeklampsia biasanya ditandai dengan gejala mirip preeklampsia pada masa kehamilan, seperti:

  • Tekanan darah naik sampai 140/90 mmHg atau lebih
  • Sering sakit kepala hebat
  • Pandangan menjadi kabur
  • Sakit perut bagian atas (biasanya di bawah tulang rusuk di sisi kanan)
  • Cepat lelah
  • Nyeri otot atau persendian
  • Pembengkakan, terutama pada kaki
  • Jarang buang air kecil
  • Berat badan naik secara mendadak

Preeklampsia setelah melahirkan adalah kondisi yang jarang terjadi. Namun, jika Anda mengalami tekanan darah tinggi setelah melahirkan, Anda membutuhkan pengobatan medis segera. Pasalnya jika tidak segera ditangani, hal ini bisa menyebabkan kejang dan komplikasi serius setelah melahirkan.

Penyebab dan faktor risiko preeklampsia setelah melahirkan

Sampai sekarang, penyebab preeklampsia setelah melahirkan sebenarnya belum diketahui secara pasti. Namun, berdasarkan penelitian terbatas menunjukkan bahwa faktor risiko preeklampsia setelah melahirkan meliputi:

  • Memiliki penyakit hipertensi. Jika sebelum hamil Anda sudah memiliki penyakit darah tinggi atau Anda mengalami tekanan darah tinggi setelah 20 minggu kehamilan (hipertensi gestasional).
  • Kegemukan. Risiko preeklampsia setelah melahirkan akan lebih tinggi jika Anda mengalami obesitas atau kegemukan.
  • Riwayat keluarga. Apabila orangtua ataupun saudara kandung Anda memiliki riwayat preeklampsia, Anda akan berisiko tinggi mengalami kondisi ini juga.
  • Usia. Wanita yang berusia di bawah 20 atau lebih 40 tahun lebih berisiko mengalami preeklampsia.
  • Kehamilan kembar. Pernah hamil bayi kembar dua, tiga, atau lebih juga akan meningkatkan risiko Anda terkena preeklampsia.

Dilansir dari laman Mayo Clinic, studi terbaru menunjukkan bahwa gen ayah juga berperan dalam peningkatan risiko preeklampsia. Dalam banyak kasus, preeklampsia setelah kelahiran umumnya sudah dialami sejak masa kehamilan. Hanya saja, gejalanya baru muncul setelah melahirkan.

Komplikasi yang harus diwaspadai

  • Eklampsia setelah melahirkan. Eklampsia setelah melahirkan pada dasarnya adalah preeklamsia setelah melahirkan yang ditambah dengan kejang. Kondisi ini dapat merusak organ vital secara permanen, termasuk otak, hati dan ginjal Anda. Jika tidak segera diobati, kondisi ini juga dapat menyebabkan koma, bahkan kematian.
  • Edema paru. Kondisi paru yang mengancam nyawa ini terjadi saat kelebihan cairan berkembang di paru-paru.
  • Stroke. Stroke terjadi ketika suplai darah ke bagian otak terputus atau berkurang. Kondisi ini adalah keadaan darurat medis.
  • Sindrom HELLP. Sindrom HELLP (Hemolysis, Elevated Liver Enzimes and Low Platelet Count) atau hemolisis, peningkatan enzim hati, dan jumlah trombosit yang rendah. Sindrom HELLP, bersama dengan preeklampsia, mengakibatkan banyak kematian pada ibu terkait dengan hipertensi.
  • Seperti penyakit preeklampsia, preeklampsia setelah melahirkan juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung di masa depan.

Yang bisa dilakukan untuk mencegah tekanan darah tinggi setelah melahirkan

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah preeklampsia setelah melahirkan, di antaranya:

  • Periksa tekanan darah secara rutin selama masa kehamilan dan setelah bersalin.
  • Jaga berat badan selama kehamilan.
  • Perhatikan asupan makanan dengan menerapkan pola makan sehat dan bergizi seimbang, sehingga semua kebutuhan vitamin dan mineral Anda selama kehamilan terpenuhi.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca