home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kematian Ibu Saat Atau Setelah Melahirkan: Penyebab dan Upaya Pencegahannya

Kematian Ibu Saat Atau Setelah Melahirkan: Penyebab dan Upaya Pencegahannya

Setiap keluarga pasti ingin ibu dan bayinya selamat setelah melalui proses persalinan. Namun, terkadang ibu dapat mengalami kondisi kritis saat melahirkan yang berakibat fatal hingga membuatnya meninggal dunia. Penyebab kematian atau ibu meninggal saat maupun setelah melahirkan bisa karena berbagai hal.

Kondisi ibu saat hamil, selama persalinan, atau dalam waktu 42 hari setelah melahirkan (masa nifas) kerap menjadi penyebab tingginya angka kematian ibu (AKI).

Sebenarnya, mengapa ibu bisa meninggal saat maupun setelah melahirkan? Bisakah hal ini dicegah?

Penyebab ibu meninggal saat dan setelah melahirkan

Angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih terbilang cukup tinggi dan jauh dari target yang ingin dicapai.

Melansir dari Bidang Kesejahteraan Sosial Info Singkat, AKI di Indonesia sampai tahun 2019 masih mencapai angka 305 per 100.000 kelahiran hidup.

Artinya, ada sekitar 305 orang ibu yang meninggal dalam 100.000 kelahiran hidup.

Hadirnya berbagai masalah yang berhubungan dengan kehamilan dan persalinan, termasuk angka kematian ibu, tidak lepas dari berbagai penyebab.

Penyebab ibu meninggal saat dan setelah melahirkan bisa karena kondisi kesehatan, kesiapan untuk hamil, serta pemeriksaan selama kehamilan.

Selain itu, pertolongan dan perawatan setelah persalinan juga turut andil menjadi penyebab meningkatnya angka kematian ibu.

Agar lebih jelas, berikut penyebab ibu meninggal saat dan setelah melahirkan yang umum terjadi:

1. Perdarahan postpartum

perdarahan postpartum perdarahan setelah melahirkan

Perdarahan sebenarnya umum terjadi saat persalinan, tetapi bila tidak ditangani dengan baik dapat semakin parah dan berisiko menyebabkan ibu meninggal setelah melahirkan.

Perdarahan yang tidak ditangani sesegera mungkin setelah melahirkan dan dapat berisiko fatal yakni perdarahan postpartum.

Perdarahan postpartum bisa terjadi saat ibu memilih untuk melahirkan normal maupun melalui operasi caesar.

Perdarahan setelah melahirkan bisa terjadi karena vagina atau leher rahim robek maupun rahim yang tidak berkontraksi setelah melahirkan.

Namun, biasanya perdarahan berat juga disebabkan oleh masalah plasenta selama kehamilan.

Komplikasi persalinan terkait plasenta meliputi atonia uteri, plasenta akreta, dan retensio plasenta.

2. Infeksi postpartum

melahirkan kehamilan dbd saat hamil Proses persalinan coronavirus

Infeksi postpartum bisa terjadi jika ada bakteri masuk ke tubuh dan tubuh tidak bisa melawan.

Beberapa infeksi bisa sampai menyebabkan ibu meninggal saat maupun setelah melahirkan.

Ibu hamil yang terinfeksi kelompok bakteri Streptokokus B dapat mengalami sepsis (infeksi darah).

Sepsis dapat menyerang sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan masalah yang parah sampai kematian.

Terkadang, sepsis bisa menyebabkan penggumpalan darah pada ibu hamil sehingga menghalangi aliran darah ke organ penting ibu, seperti otak dan jantung.

Hal ini kemudian dapat menyebabkan kegagalan fungsi organ dan bahkan kematian.

Secara umumnya, infeksi postpartum biasanya mulai terlihat setelah persalinan ketika rahim terinfeksi bakteri.

Biasanya, penyebab adanya infeksi pada rahim ini dikarenakan kantung ketuban terinfeksi lebih dulu.

Kantung ketuban adalah kantung tipis yang berfungsi untuk membungkus bayi selama kehamilan serta berisi cairan ketuban dan plasenta.

3. Emboli paru

ibu hepatitis melahirkan

Emboli paru adalah gumpalan darah yang menghalangi pembuluh darah di paru-paru.

Hal ini biasanya terjadi ketika gumpalan darah yang ada di kaki atau paha (deep vein thrombosis atau DVT) pecah dan mengalir ke paru-paru.

Emboli paru dapat menyebabkan kadar oksigen dalam darah menjadi rendah sehingga biasanya gejala yang muncul adalah sesak napas dan nyeri dada.

Organ tubuh yang tidak mendapatkan cukup oksigen dapat mengalami kerusakan, dan hal ini kemudian bisa menyebabkan kematian.

Untuk mencegah emboli paru dan DVT, ada baiknya Anda bangun dan berjalan sesegera mungkin setelah melahirkan.

Cara ini dapat membantu membuat darah bisa mengalir dengan lancar sekaligus mencegah agar tidak terjadi gumpalan darah.

4. Kardiomiopati

atonia uteri

Selama kehamilan, fungsi jantung wanita mengalami perubahan yang cukup banyak.

Hal ini membuat ibu hamil yang memiliki penyakit jantung berisiko tinggi untuk mengalami kematian.

Salah satu penyakit pada jantung yang dapat menyebabkan kematian ibu hamil adalah kardiomiopati.

Kardiomiopati adalah penyakit otot jantung yang membuat jantung lebih besar, lebih tebal, atau lebih kaku.

Kardiomiopati bisa membuat jantung lemah sehingga tidak bisa memompa darah dengan baik ke seluruh tubuh.

Pada akhirnya, kardiomiopati bisa menyebabkan masalah, seperti gagal jantung atau penumpukan cairan di paru-paru.

5. Ibu meninggal saat melahirkan karena terbatasnya fasilitas kesehatan

penanganan keracunan makanan di IGD meninggal setelah melahirkan

Akses terhadap fasilitas atau pelayanan kesehatan yang baik, terutama bagi ibu yang berada di daerah tertinggal, terpencil, perbatasan, dan kepulauan (DTPK) menjadi salah satu penyebab kematian ibu.

Kurang meratanya penyediaan fasilitas pelayanan obstetri neonatal emergensi komprehensif (PONEK) dan pelayanan obstetri neonatal emergensi dasar (PONED) juga perlu diperhatikan.

Ini karena terbatasnya fasiltas PONEK, PONED, pos pelayanan terpadu (posyandu), dan unit transfusi darah yang belum menjangkau seluruh daerah bisa berakibat fatal bagi kondisi ibu saat melahirkan maupun setelahnya.

Penyebab lain yang berpengaruh pada tingginya angka kematian ibu yakni akses jalan yang buruk menuju tempat pelayanan kesehatan, khususnya di daerah terpencil.

Hal ini yang membuat ibu sulit menjangkau fasiltas kesehatan tersebut sehingga terlambat mendapatkan pertolongan saat mengalami komplikasi selama kehamilan dan persalinan.

6. Penyebab kematian ibu lainnya

masuk IGD

Berdasarkan Mayo Clinic, masih ada beragam penyebab lain ibu meninggal saat dan setelah melahirkan.

Berikut penyebab kematian ibu yang bisa terjadi saat maupun setelah proses persalinan:

  • Mengalami penyakit kardiovaskular
  • Mengalami stroke
  • Mengalami gangguan tekanan darah tinggi (hipertensi) selama kehamilan
  • Memiliki kondisi medis yang sudah ada sebelum kehamilan dan melahirkan
  • Mengalami komplikasi anestesi (obat bius)
  • Mengalami emboli air ketuban, yakni saat cairan ketuban masuk ke aliran darah ibu

Namun terkadang, penyebab ibu meninggal saat atau setelah melahirkan juga bisa tidak diketahui secara pasti.

Di samping memahami berbagai penyebab ibu meninggal saat atau setelah melahirkan guna mencegah risikonya, jangan lupa persiapkan juga persiapan persalinan dengan baik.

Tak ketinggalan, perlengkapan melahirkan bagi ibu, bayi, dan ayah yang menunggu persalinan juga sebaiknya disediakan sejak jauh-jauh hari.

Jadi, saat tanda-tanda melahirkan mulai muncul, ibu bisa segera pergi ke rumah sakit didampingi pasangan maupun doula bila ada.

Tanda-tanda persalinan meliputi kontraksi persalinan, pembukaan lahiran, dan air ketuban pecah.

Agar tidak keliru, bedakan kontraksi persalinan asli dan kontraksi palsu menjelang waktu kelahiran.

Bisakah mencegah ibu meninggal saat atau setelah melahirkan?

aspirasi mekonium

Sebenarnya, penyebab kematian ibu saat atau setelah melahirkan dapat diminimalisir sedini mungkin.

Cara yang bisa dilakukan misalnya bila terdapat fasilitas kesehatan yang mudah dijangkau oleh semua ibu di berbagai pelosok daerah ditambah dengan biaya yang relatif murah.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan bahwa penting bagi semua wanita usia subur untuk menerapkan gaya hidup sehat.

Gaya hidup sehat ini bisa dilakukan dengan menjaga pola makan, menjaga berat badan ideal, aktif secara fisik, dan menghindari konsumsi obat-obatan terlarang.

Pastikan juga ibu menangani masalah kesehatan apa pun yang dimiliki sebelum hamil agar kehamilan dan persalinan nantinya dapat berjalan dengan lancar.

Ibu juga bisa berupaya untuk memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter saat sedang merencanakan kehamilan dan rutin berkonsultasi sesuai jadwal saat hamil.

Upaya untuk mencegah ibu meninggal saat maupun setelah melahirkan

Langkah-langkah utama yang telah terbukti membantu mengurangi angka mortalitas ibu, meliputi:

  • Memastikan setiap wanita mendapatkan akses mudah, cepat, dan berkualitas tinggi terhadap perawatan prenatal menjelang persalinan.
  • Memastikan setiap wanita mendapatkan akses terhadap tenaga kesehatan yang terampil saat persalinan dan perawatan beberapa minggu setelah proses persalinan usai.
  • Memastikan akses yang mudah terhadap rumah sakit atau klinik persalinan yang berkualitas.
  • Akses dan pemberdayaan program Keluarga Berencana.

Risiko ibu meninggal saat atau setelah melahirkan dapat dikurangi secara signifikan jika masalah pada kehamilan segera ditanggulangi sejak dini.

Usahakan juga untuk menjalani proses melahirkan di rumah sakit atau klinik yang terpercaya bila ibu memiliki kondisi kesehatan tertentu ketimbang melahirkan di rumah.

Hal ini karena bila terjadi komplikasi tertentu selama persalinan di rumah sakit, penanganan bisa segera diberikan.

Sementara saat ibu melahirkan di rumah, peralatan yang ada mungkin tidak begitu memadai seperti di rumah sakit atau klinik.

Perdarahan hebat setelah lahir dapat membunuh seorang ibu yang sehat dalam beberapa jam saja jika dibiarkan tanpa pengawasan.

Menyuntikkan oksitosin segera setelah melahirkan juga secara efektif mengurangi risiko perdarahan.

Bagi masalah infeksi setelah melahirkan bisa dikurangi jika kebersihan yang baik dijaga dengan ketat selama proses kelahiran.

Selain itu, tanda-tanda awal infeksi dapat dideteksi dan ditanggulani secara tepat waktu.

Untuk menghindari kematian ibu, penting juga untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan dan terlalu dini.

Kesehatan ibu dan bayi adalah dua hal yang saling berkaitan satu sama lain.

Sangat penting untuk memastikan bahwa semua kelahiran dapat dibantu oleh tenaga profesional kesehatan yang terampil.

Tujuannya agar jika ditemukan masalah terkait kehamilan dan persalinan akan dapat ditanggulangi tepat waktu.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Angka Kematian Ibu: Faktor Penyebab dan Upaya Penanganannya. Retrieved 14 September 2020, from http://berkas.dpr.go.id/puslit/files/info_singkat/Info%20Singkat-XI-24-II-P3DI-Desember-2019-177.pdf

Postpartum Complications: What You Need to Know. Retrieved 14 September 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/labor-and-delivery/in-depth/postpartum-complications/art-20446702

Maternal Mortality. Retrieved 14 September 2020, from http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs348/en/

Pregnancy-Related Deaths. Retrieved 14 September 2020, from https://www.cdc.gov/reproductivehealth/maternalinfanthealth/pregnancy-relatedmortality.htm

Why Do Women Die in Childbirth?. Retrieved 14 September 2020, from http://www.maternityworldwide.org/the-issues/women-die-childbirth/

Maternal Death and Pregnancy-Related Death. Retrieved 14 September 2020, from https://www.marchofdimes.org/complications/pregnancy-related-death-maternal-death-and-maternal-mortality.aspx

Foto Penulis
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri pada 08/09/2016
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
x