Obat Tekanan Darah yang Diresepkan Dokter untuk Preeklampsia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Mengontrol tekanan darah tinggi merupakan bagian penting dalam pengobatan preeklampsia. Perlu diingat, menurunkan tekanan darah tinggi tidak akan mencegah preeklampsia menjadi semakin parah. Hal ini karena tekanan darah tinggi hanyalah salah satu gejala preeklampsia, bukan penyebabnya. Akan tetapi, tekanan darah yang stabil dan normal tentu baik bagi kesehatan ibu dan kandungannya. Jadi, ketahui berbagai pilihan obat tekanan darah tinggi untuk membantu mengatasi preeklampsia dalam artikel ini.

Sekilas tentang preeklampsia

Preeklampsia adalah suatu kondisi di mana tekanan darah dan protein dalam urine naik setelah 20 minggu (akhir trimester ke-2 atau ke-3) kehamilan. Seorang wanita bisa mengalami kondisi ini meskipun sebelumnya tidak memiliki riwayat hipertensi atau darah tinggi. Setidaknya 5-8 persen ibu hamil mengalami preeklampsia.

Sampai saat ini, penyebab utama preeklampsia masih belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli percaya bahwa kondisi ini terjadi karena kelainan pada pertumbuhan serta perkembangan plasenta yang menganggu aliran darah ke janin maupun ibu. Kondisi ini biasanya ditandai dengan tekanan yang naik sampai 140/90 mmHG atau lebih, pembengkakan pada tangan, kaki dan wajah, serta berat badan naik secara mendadak dalam 1-2 hari.

Preeklampsia adalah kondisi serius yang membutuhkan penanganan medis segera. Masalah yang sering muncul pada janin akibat ibu mengalami preeklampsia adalah kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah.

Pilihan obat tekanan darah untuk membantu mengatasi preeklampsia

Mengendalikan tekanan darah tinggi merupakan bagian penting dalam pengobatan preeklampsia. Anda mungkin perlu obat tekanan darah jika tekanan darah Anda mencapai tingkat tinggi. Selain untuk menurunkan tekanan darah, pemberian obat tekanan darah juga dapat diresepkan untuk mencegah kejang.

Beberapa obat yang mungkin akan diresepkan dokter untuk menurunkan tekanan darah dan melindungi Anda dari komplikasi di antaranya:

1. Magnesium sulfat

Apabila Anda mengalami kejang yang berhubungan dengan kehamilan (eklampsia) dan mengalami preeklampsia sedang hingga berat, magnesium sulfat mungkin diresepkan dokter. Obat ini biasanya mulai diminum sebelum bersalin dan dilanjutkan selama 24 jam setelah melahirkan.

2. Methyldopa (Aldomet)

Obat ini adalah alpha-adrenergic, yang mempengaruhi sistem saraf pusat dan menghambat medulla oblongata di otak dari mengirimkan sinyal ke pembuluh darah untuk mengerut (yang akan meningkatkan tekanan darah). Dosis harian yang Anda perlukan adalah 500 miligram (mg) sampai 2 gram, dibagi menjadi dua sampai empat dosis. Methyldopa juga dapat diberikan lewat infus jika diperlukan.

3. Labetalol (Normodyne atau Trandate)

Obat ini juga menahan impuls vasoconstricting dan aman untuk digunakan selama kehamilan. Dosis umumnya 100 mg, dua kali sehari, dan dapat ditingkatkan mingguan sampai total 800 mg, tiga kali sehari. Labetalol juga aman untuk digunakan lewat infus ke pembuluh darah.

4. Nifedipin (Procardia)

Obat ini merupakan penghalang saluran kalsium yang dapat melunakkan pembuluh darah dan mengurangi denyut jantung. Nifedipine dilaporkan aman selama kehamilan, meskipun tidak digunakan dalam waktu lama seperti metildopa dan labetalol. Ketika digunakan selama kehamilan, long-acting formula (Procardia XL, Adalat CC) lebih sering jadi pilihan.

Obat ini dikonsumsi hanya sekali sehari, biasanya 30 mg. Jika perlu, dosis dapat ditingkatkan sampai 90 mg setiap hari.

5. Atenolol (Tenormin) dan clonidine (Catapres)

Atenolol dan clonidine merupakan pilihan lain, tetapi belum pernah digunakan secara rutin oleh wanita hamil seperti obat-obatan lain yang tercantum di atas.

6. Hydralazine (Apresoline)

Obat ini lebih sering digunakan dalam cairan infus untuk mengontrol tekanan darah tinggi pada kehamilan.

7. Kortikosteroid

Jika Anda memiliki preeklampsia berat, obat kortikosteroid dapat meningkatkan fungsi hati dan trombosit secara sementara untuk membantu memperpanjang kehamilan Anda. Kortikosteroid juga dapat membantu paru-paru bayi Anda menjadi lebih matang dalam waktu 48 jam, sebuah langkah penting dalam mempersiapkan bayi prematur untuk hidup di luar rahim.

Beberapa obat tekanan darah tinggi berbahaya jika diminum selama kehamilan. Jika Anda mengonsumsi obat tekanan darah tinggi, bicarakan dengan dokter mengenai keamanan obat Anda. Diskusikan hal ini sebelum Anda hamil atau segera setelah Anda mengetahui sedang hamil. Pastikan bahwa dokter Anda memiliki daftar lengkap dari semua obat-obatan yang Anda konsumsi.

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Lebih Baik Kompres Dingin atau Hangat untuk Menurunkan Demam?

Mana yang lebih baik untuk menurunkan demam: kompres dingin atau hangat? Simak masing-masing penjelasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Apa yang Terjadi pada Pasien Setelah Stroke Berlalu?

Setelah kondisi stroke, terdapat beberapa dampak yang mungkin muncul pada tubuh. Berikut adalah hal yang dapat terjadi pasca stroke.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 10 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Barium Enema

Barium enema adalah prosedur pemberian cairan ke dalam usus besar untuk mendeteksi masalah pencernaan. Pelajari proses dan efek sampingnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pencernaan, Gangguan Pencernaan Lainnya 4 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

5 Manfaat Kesehatan Daun Dewa yang Sayang Dilewatkan

Daun dewa yang punya nama lain Tanaman Sambung Nyawa di Malaysia ini dipercaya bisa mengobati kanker payudara. Apa lagi manfaat daun dewa untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 4 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

oral thrush

Meski Tampak Sama, Ini Beda Oral Trush, Lidah Peta, dan Oral Hairy Leukoplakia (OHL)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
tekanan darah naik turun

Penyebab Tekanan Darah Naik Turun: Ketahui yang Normal dan yang Mengkhawatirkan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
sindrom pura-pura sakit

Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
komplikasi stroke

13 Komplikasi yang Mungkin Terjadi Akibat Stroke, Apa Saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 12 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit