home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Wanita yang Punya Mata Minus, Apa Bisa Melahirkan Normal?

Wanita yang Punya Mata Minus, Apa Bisa Melahirkan Normal?

Mendekati minggu-minggu terakhir kehamilan, Anda akan dihadapkan dengan pilihan metode melahirkan nanti. Bagi Anda yang memiliki kehamilan sehat atau tidak berisiko, Anda sangat disarankan untuk melahirkan normal. Namun bagi ibu hamil yang punya mata minus, sebaiknya diskusikan dulu dengan dokter kandungan Anda mengenai pilihan metode melahirkan yang aman. Katanya, ibu hamil yang punya mata minus tidak boleh melahirkan normal. Apa alasannya?

Semakin tinggi minus mata, semakin tinggi risiko retina lepas

Semakin tinggi minus mata, semakin tinggi pula risiko retina bisa terlepas dari bola mata. Kondisi ini disebut dengan ablasio retina. Ablasio retina adalah kondisi terlepasnya bagian retina dari jaringan pendukung sekitarnya di belakang bola mata. Ablasio retina dapat menyebabkan penglihatan buram secara tiba-tiba — bahkan mungkin buta mendadak. Kondisi ini termasuk gawat darurat medis.

Rabun jauh terjadi akibat bola mata yang terlalu panjang atau kornea yang melengkung terlalu curam. Hal ini mengakibatkan cahaya yang harusnya jatuh tepat di retina justru berada di depan retina mata. Itu sebabnya orang-orang yang bermata minus tidak dapat melihat benda yang jaraknya jauh dengan jelas.

Nah, orang yang memiliki rabun jauh parah (skor minusnya mencapai 8 atau bahkan lebih) berisiko tinggi mengalami ablasio retina. Hal ini disebabkan oleh bertambahnya perpanjangan bola mata ke bagian depan yang semakin menipiskan periferal retina secara paksa.

Penipisan lapisan retina lama-lama dapat menyebabkan retina sobek sehingga cairan vitreus (cairan di bagian tengah bola mata) akan merembes masuk di celah antara retina dan lapisan di belakangnya. Cairan ini kemudian menumpuk dan menyebabkan seluruh lapisan retina terlepas dari dasarnya. Risiko ablasio retina pada gangguan rabun jauh parah bisa 15-200 kali lebih tinggi daripada orang dengan penglihatan normal.

Ada berbagai hal yang dapat menyebabkan robeknya retina. Mulai dari peradangan, cedera kepala akibat benturan, tumor, komplikasi diabetes, dan preeklampsia. Kondisi ini juga disebabkan karena tipisnya retina sehingga mudah robek. Biasanya semakin bertambahnya usia, bagian retina ini semakin tipis atau rapuh.

Ibu hamil yang punya mata minus tidak boleh melahirkan normal?

Katanya, ibu hamil yang punya mata minus tidak boleh melahirkan normal karena takut menyebabkan kebutaan. Pendapat ini muncul setelah beberapa penelitian menghubungkan risiko kebutaan dengan proses melahirkan normal.

Mengejan (ngeden) membutuhkan banyak tenaga dan dapat menimbulkan ketegangan berat. Hal ini diyakini bisa meningkatkan tekanan pada otot-otot perut, dada, dan mata. Tekanan besar inilah yang dikhawatirkan dapat memicu lepasnya retina mata.

Namun, anggapan bahwa wanita hamil yang punya mata minus tidak boleh melahirkan normal tidak pernah terbukti secara medis. Tidak ada cukup bukti ilmiah yang mampu membuktikan bahwa tekanan kuat yang terjadi saat Anda mengejan bisa merusak retina mata.

Sebuah penelitian terbitan jurnal Graefe’s Archive for Clinical and Experimental Ophthalmology tidak menemukan adanya masalah pada retina mata yang muncul ketika ibu hamil bermata minus melahirkan secara normal. Penelitian ini dilakukan dengan mengamati 10 wanita yang mengalami penurunan gangguan penglihatan tertentu sampai yang memang memiliki riwayat ablasio retina.

Ibu hamil dengan mata minus tetap bisa melahirkan normal, asalkan diperiksakan terlebih dahulu kondisi retinanya. Jika kondisi retina tidak lemah, maka Anda bisa dan sah-sah saja untuk melahirkan secara normal. Namun, jika kondisi retina Anda memang sudah lemah meski minusnya masih rendah, maka jalan keluar terbaik yang disarankan dokter umumnya adalah persalinan caesar demi memastikan kesehatan Anda. Bicarakan lebih lanjut dengan dokter kandungan Anda mengenai hal ini.

health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 hari

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Graefe’s Archive for Clinical and Experimental Ophthalmology. The effect of normal childbirth on eyes with abnormalities predisposing to rhegmatogenous retinal detachment https://link.springer.com/article/10.1007/BF00404712 diakses 14 November 2017.

Canadian Journal of Ophthalmology. Delivery recommendations for pregnant females with risk factors for rhegmatogenous retinal detachment http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0008418214003718 diakses 14 November 2017.

Retinal Detachment http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/retinal-detachment/multimedia/retinal-detachment/img-20006758 diakses 14 November 2017.

Retinal Detachment in severe myopia http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0140673616314076 diakses 14 November 2017.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Andisa Shabrina Diperbarui 23/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x