Sakit Pinggang Saat Hamil, Penyebab Hingga Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Sakit pinggang saat hamil menjadi salah satu keluhan paling umum. Merasakan nyeri pinggang tentu membuat aktivitas jadi tidak nyaman. Lantas, apa saja penyebab dan bagaimana cara mengatasi nyeri atau sakit pinggang saat hamil? Ini penjelasannya.

 

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Apa saja tanda dan gejala sakit pinggang saat hamil?

Berikut tanda serta gejala sakit pinggang saat hamil yang umum terjadi, yaitu:

  • Nyeri yang konstan atau hilang timbul pada satu sisi bokong atau kaki.
  • Nyeri tajam dan sensasi panas di pinggang.
  • Nyeri dari bokong ke bagian bawah belakang paha dan menjalar ke kaki.
  • Pegal sampai terasa kram sampai kaki.
  • Rasa baal atau kesemutan seperti tertusuk-tusuk, atau kaki terasa lemah.
  • Kesulitan berjalan, berdiri, atau duduk.

Sakit pinggang bisa terasa pegal dan tumpul pada awalnya lalu terasa menusuk dan tajam seperti kram.

Nyeri juga mungkin datang dan pergi dalam kondisi bertahap. Lambat laun, rasa sakitnya dapat membuat Anda jadi sulit bergerak dan berdiri tegak.

Segera hubungi dokter jika Anda merasa mengalami gejala nyeri pinggang yang tidak biasa.

Tanda yang tidak biasanya ini misalnya disertai perdarahan, demam, dan rasa kram amat parah dari perut dan punggung bawah.

Gejala-gejala tersebut juga dapat menjadi tanda serta ciri dari kondisi lainnya, seperti:

Apa penyebab sakit pinggang saat hamil?

Banyak wanita yang mengalami pinggang sakit saat hamil seiring dengan pertumbuhan bayi di dalam perut.

Apalagi, perut semakin membesar serta tulang belakang semakin tegang karena beban ekstra.

Dikutip dari American Pregnancy Association, faktanya sekitar 50-80% wanita mengalami sakit pinggang selama kehamilan yang mengakibatkan rasa tidak nyaman.

Hal-hal yang memicunya pun beragam dan dapat berbeda pada setiap calon ibu.

Meski demikian, kebanyakan kasus nyeri pinggang saat hamil berkaitan dengan perubahan tubuh dan naik turunnya hormon selama 9 bulan mengandung.

Berikut berbagai penyebab sakit pinggang pada ibu hamil, baik saat hamil muda maupun hamil tua:

1. Berat badan bertambah

Sepanjang masa kehamilan, berat badan wanita bisa bertambah sekitar 11-15 kilogram dari sebelum mengandung.

Pertambahan berat badan ini dapat semakin menekan tulang belakang yang dapat mengakibatkan sakit pinggang.

2. Perubahan hormon

Selama kehamilan, wanita akan mengeluarkan lebih banyak hormon relaksin.

Hormon ini menyebabkan ligamen dan struktur-struktur yang menempelkan tulang dengan persendian di bagian panggul jadi meregang.

Peregangan tersebut membuat jaringan otot tidak mampu mendukung beban dan postur tubuh sama seperti sebelum hamil.

Akibatnya, ibu hamil dapat lebih sering merasakan nyeri pinggang.

3. Perubahan postur tubuh

Kehamilan dapat membuat perubahan pada postur dan juga cara bergerak.

Hal ini dapat menambah ketegangan yang membuat pinggang nyeri  saat hamil.

Nyeri pinggang saat hamil muda dapat menjadi lebih parah jika postur tubuh Anda salah, misalnya saat berdiri atau duduk.

Terlalu lama duduk atau berdiri dalam jangka waktu lama juga rentan membuat sakit pinggang kambuh.

Jadi, pastikan Anda membiasakan diri untuk banyak bergerak dan mengubah posisi sepanjang hari.

4. Stres

Perubahan hormon saat hamil juga dapat mengakibatkan emosi yang berubah-ubah sehingga menyebabkan stres.

Hal ini pula yang meningkatkan ketegangan otot sehingga menimbulkan nyeri atau sakit pinggang saat hamil muda.

5. Saraf kejepit

Salah satu penyebab sakit pinggang saat hamil, baik hamil muda maupun tua, adalah saraf panggul (punggung bawah) terjepit. Kondisi ini disebut nyeri sciatica (saraf kejepit).

Umumnya, nyeri ini disebabkan oleh piringan (diskus) sendi yang menonjol ke tulang belakang dan menekan saraf.

Saraf terjepit umum dialami oleh ibu hamil karena berat kandungan yang semakin bertambah memberikan tekanan berlebih pada persendian panggul.

Terkadang, perubahan posisi bayi juga dapat menambah tekanan pada saraf panggul sehingga menyebabkan nyeri pinggang saat hamil.

Cara meredakan sakit pinggang saat hamil

Penanganan sakit pinggang saat hamil bisa meliputi pemijatan, terapi chiropractic, dan fisioterapi.

Selain itu, Anda juga dapat mencoba metode berikut untuk mengurangi pinggang nyeri atau sakit saat hamil, seperti:

1. Melakukan olahraga ringan

Apabila Anda terlalu banyak duduk atau tidur, otot akan tegang sehingga bisa mengakibatkan pinggang atau punggung semakin terasa sakit.

Nah, cobalah untuk melakukan peregangan rutin sendiri di rumah. Sebagian penderita merasa lebih baik setelah melakukan berbagai olahraga untuk ibu hamil. 

Olahraga atau peregangan dapat membantu meregangkan otot-otot kaki, bokong, dan pinggul agar tekanan pada saraf pinggang berkurang.

Selain dengan peregangan sederhana, nyeri pinggang pada ibu hamil juga bisa diatasi dengan memperbanyak aktivitas fisik.

Cobalah melakukan kegiatan yang aman seperti senam hamil, berjalan kaki, yoga, hingga berenang saat hamil.

Perlu diketahui bahwa saat berenang, air di sekitar tubuh membantu menopang berat dari bayi di dalam kandungan.

2. Memperbaiki postur tubuh

Terlalu banyak membungkuk dapat meregangkan tulang belakang. Cobalah untuk melatih postur tubur yang baik guna mengatasi sakit pinggang saat hamil,

Sebagai contoh, saat tidur miring tambahkan bantal di antara kedua lutut. Lalu, ketika duduk coba untuk tambahkan ganjalan di belakang pinggang atau punggung.

Mengenakan sabuk pendukung saat beraktivitas juga bisa membantu mengatasi nyeri pinggang pada ibu hamil.

3. Mengompres bagian pinggang

Anda bisa mencoba cara lainnya untuk meredakan nyeri pinggang saat hamil seperti mengompres dengan menggunakan handuk hangat maupun dingin.

Letakkan kompres pada area pinggang maupun punggung selama 20 menit. Usahakan untuk menaruhnya tepat di bagian pinggang Anda. 

Anda juga bisa mengompres pinggang yang nyeri dengan heating pad di bagian yang mengalami nyeri saja, misalnya pada pinggang, pinggul, atau punggung.

Hindari suhu panas yang terlalu tinggi serta jangan menggunakannya tepat di perut Anda.

Selain meredakan nyeri, mengompres tubuh dengan kompres hangat bermanfaat untuk:

  • Meningkatkan sirkulasi darah.
  • Mengantarkan pasokan oksigen serta nutrisi dalam darah.
  • Melancarkan kerja otot yang kaku.
  • Meredakan nyeri otot.

4. Terapi alternatif

Penelitian dalam jurnal Pregnancy Related Low Back Pain menunjukkan bahwa akupuntur dan chiropractic dapat meredakan nyeri pinggang saat hamil.

Namun, apabila Anda memilih melakukan perawatan ini, konsultasi terlebih dulu kepada dokter dan pastikan ahli terapis mengetahui kondisi kehamilan Anda.

5. Minum obat

Apabila sakit pinggang saat hamil tidak juga mereda, konsultasikan pada dokter untuk mengetahui bagaimana cara tepat mengatasinya.

Sebaiknya, jangan minum obat pereda sakit apapun sebelum bertemu dengan dokter.

Biasanya, parasetamol merupakan obat pereda nyeri yang aman untuk sebagian besar wanita hamil.

Apabila tidak disarankan mengonsumsi obat pereda nyeri, Anda pun bisa mencoba obat lain seperti relaksan otot yang aman.

Intinya, obat yang Anda minum saat hamil haruslah atas rekomendasi dokter.

Selain hal di atas, Anda juga bisa mengatasi nyeri pinggang saat hamil dengan berbagai cara berikut:

  • Saat akan mengangkat benda berat, hindari melakukannya secara tiba-tiba. Artinya, mulailah dengan berjongkok, baru kemudian bangun perlahan.
  • Hindari mengangkat bawaan barang yang terlalu berat.
  • Gunakan sepatu yang nyaman serta mampu menopang tubuh Anda.
  • Lakukan pemijatan khusus ibu hamil untuk merelaksasikan otot yang terasa tegang serta menghilangkan stres.

Cara mencegah sakit pinggang saat hamil

Ada kalanya pinggang sakit saat saat hamil muda tidak bisa dihindari karena merupakan hal yang umum terjadi.

Namun, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan sebagai langkah pencegahan, seperti:

  • Melakukan latihan yang aman untuk memperkuat pinggang bagian bawah.
  • Menjaga berat badan dengan cara tepat.
  • Berolahraga yang sudah disetujui dokter.
  • Menghindari berdiri terlalu lama.
  • Menghindari mengangkat barang yang berat.

Cobalah untuk lebih peka terhadap tubuh Anda dan hentikan aktivitas yang membuat nyeri pinggang saat hamil.

Selalu konsultasikan terlebih dulu dengan dokter Anda sebelum melakukan olahraga apapun.

Jika kondisi nyeri pinggang saat hamil disertai dengan pusing, nyeri kepala, atau perdarahan jangan lanjutkan berolahraga dan segera hubungi dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ciri-Ciri Hamil dari yang Paling Sering Muncul Sampai Tak Terduga

Telat haid dan mual-mual adalah tanda-tanda hamil yang paling umum. Namun, tahukah Anda, mimisan dan sakit kepala juga termasuk ciri-ciri hamil muda?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit

Kapan Kehamilan Bisa Mulai Terdeteksi dengan Test Pack?

Meski Anda mungkin sudah hamil dua hari setelah berhubungan seks, beberapa test pack pengecek kehamilan mungkin belum bisa langsung mendeteksinya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Cara Menggugurkan Kandungan Ketika Kehamilan Bermasalah

Aborsi boleh saja dilakukan apabila ada indikasi medis. Apa saja pilihan cara menggugurkan kandungan yang aman? Simak selengkapnya di halaman ini. 

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Positif Hamil Atau Gejala Mau Haid? Begini 10 Cara Membedakannya

Mungkin Anda sedang harap-harap cemas menunggu jadwal mens selanjutnya. Membedakan tanda hamil atau haid itu susah-susah gampang, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 14 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perbedaan sakit pinggang haid dan hamil

Cara Membedakan Sakit Pinggang Karena Haid dan Hamil

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
bercak darah tanda hamil atau menstruasi

Apa Bedanya Bercak Darah Tanda Hamil atau Menstruasi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
program dan cara cepat hamil

7 Cara Cepat Hamil yang Perlu Dilakukan Anda dan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
garis hitam di perut linea nigra

Kenali Linea Nigra, Garis Hitam “Khas” di Perut Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit