Jangan Dibiarkan! Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Saraf Terjepit Saat Hamil

    Jangan Dibiarkan! Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Saraf Terjepit Saat Hamil

    Bertambahnya beban tubuh selama kehamilan berisiko menyebabkan saraf terjepit. Rasa nyeri karena saraf terjepit saat hamil bisa bertambah parah apabila kondisi ini tidak ibu tangani dengan baik. Untuk lebih jelasnya, ini penyebab dan cara mengatasi saraf terjepit serta mencegahnya agar tidak bertambah parah.

    Apa penyebab saraf terjepit saat hamil?

    obat nyeri saat hamil

    Mengutip dari Cleveland Clinic, saat kehamilan semakin membesar, hormon relaksin bertambah sebagai persiapan panggul untuk melahirkan.

    Peningkatan hormon relaksin ini mengendurkan ligamen sehingga pusat gravitasi tubuh bergeser dan menyebabkan saraf terjepit.

    Inilah yang memberikan sensasi nyeri yang menusuk pada bagian bokong dan belakang kaki.

    Saraf terjepit saat hamil kerap berhubungan dengan hernia nukleius pulposus (HNP). Ini adalah kondisi pergeseran piringan sendi (diskus) sehingga pecah atau merosot.

    Namun, kejadian HNP penyebab saraf terjepit saat hamil hanya 1:10.000 sehingga kemungkinannya sangat kecil.

    Selain itu, berat badan janin yang semakin bertambah juga memberi tekanan ekstra pada saraf skiatik yang berawal dari tulang belakang dan bercabang sampai ke kaki.

    Kondisi ini membuat sendi dan otot yang sudah tegang menjadi tidak stabil dan mengganggu kenyamanan ibu.

    Bagaimana cara mengatasi saraf terjepit saat hamil?

    meningkatkan kualitas tidur saat hamil

    Masalah saraf terjepit yang masih ringan biasanya dapat diatasi dengan cara alami, seperti menyesuaikan postur tubuh atau berolahraga.

    Akan tetapi, ibu hamil dengan kondisi punggung yang lebih parah mungkin memerlukan penanganan yang lebih spesifik.

    Supaya tidak mengganggu kegiatan harian ibu, berikut adalah beberapa cara mengatasi saraf terjepit saat hamil.

    1. Beristirahat selama 1-2 hari

    Cara paling mudah untuk mengatasi saraf kejepit saat hamil adalah dengan beristirahat. Istirahat dapat meredakan pembengkakan dan nyeri pada bantalan tulang belakang.

    Penanganan yang satu ini juga memberikan kesempatan bagi area tersebut untuk pulih lebih cepat.

    Selama beristirahat, ibu hamil dapat mencoba bed rest sambil menggunakan bantalan kaki.

    Posisi tidur ini akan mengurangi lengkung berlebihan pada pinggang dan pinggul yang menjadi penyebab nyeri serta kejang pada otot punggung.

    2. Melakukan pijatan lembut

    Pijatan lembut pada bagian bawah punggung bisa membantu meredakan peradangan dan rasa tidak nyaman di sekitar saraf skiatik.

    Ibu bisa menggunakan bola tenis untuk memijat punggung.

    Jika pijat dilakukan di masa awal kehamilan, seperti trimester pertama, ibu bisa berbaring telentang dan letakkan bola tenis di punggung bagian bawah.

    Sementara jika perut sudah semakin besar, ibu bisa melakukan pijatan lembut sambil duduk di kursi.

    Namun sebaiknya, ibu menggunakan jasa pijat profesional yang berpengalaman dalam pijat kehamilan.

    3. Tidak duduk terlalu lama

    Duduk terlalu lama saat hamil bisa memicu rasa sakit pada punggung bagian bawah ibu, termasuk akibat saraf terjepit.

    Jika ibu harus duduk di kursi dalam waktu yang lama, misalnya selama 1 jam, cobalah untuk berjalan santai selama 10 menit setelahnya.

    Berjalan kaki beberapa menit bisa meregangkan ketegangan otot pada bagian bokong dan punggung bawah.

    Cara lainnya, ibu bisa menggunakan perekat punggung seperti koyo untuk meredakan nyeri.

    4. Melakukan peregangan

    Beberapa gerakan peregangan dapat meringankan nyeri akibat saraf terjepit saat hamil.

    Pasalnya, peregangan akan membuat otot punggung lebih lentur sehingga mampu menopang bobot tubuh dengan lebih baik.

    Berikut adalah langkah-langkah peregangan sederhana untuk mengatasi saraf terjepit saat hamil:

    Cat-cow

    Tahap gerakan cat-cow adalah sebagai berikut:

    1. Bertumpulah pada kedua lutut dan telapak tangan.
    2. Tarik napas, lalu turunkan perut ibu hingga punggung ke bawah.
    3. Sambil mengembuskan napas, angkat kembali perut ibu hingga punggung melengkung ke atas.

    Bridge

    Tahap gerakan bridge adalah sebagai berikut:

    1. Berbaringlah terlentang dengan kedua lutut menekuk.
    2. Angkat pinggul perlahan sambil menarik napas hingga punggung sedikit melengkung.
    3. Selanjutnya, turunkan kembali sambil mengembuskan napas.

    Lunge

    Tahap gerakan lunge adalah sebagai berikut:

    1. Bertumpu pada kedua lutut, lalu langkahkan kaki kanan ke depan agar telapak kaki memijak lantai.
    2. Sambil mengembuskan napas, dorong tubuh ke depan dan tahan selama 30 detik.
    3. Selanjutnya, kembali ke posisi semula dan ulangi sambil bertumpu pada telapak kaki kiri.

    5. Minum obat pereda nyeri atau kejang otot

    Obat pereda nyeri memang tidak mengatasi penyebab saraf terjepit saat hamil. Namun, cara ini efektif untuk meredakan nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

    Obat pereda nyeri yang aman bagi ibu hamil adalah paracetamol dan ibuprofen.

    Dokter terkadang juga meresepkan obat untuk mengatasi kejang otot dan masalah saraf pada punggung seperti amitriptyline, gabapentin, dan duloxetine.

    Meski efektif, ibu tetap harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mulai mengonsumsinya.

    Pain Research And Treatment melakukan penelitianpada 500 ribu ibu hamil di Amerika Serikat terkait konsumsi obat antinyeri.

    Hasilnya penelitian tersebut yakni sekitar 14% ibu mendapat resep opioid yakni obat antinyeri pada usia kehamilan lebih dari 24 minggu.

    Sementara itu, 6% ibu hamil menerima opioid selama kehamilan.

    Obat ini untuk mengatasi nyeri pada punggung bawah yang menjadi lokasi saraf terjepit saat masa kehamilan.

    6. Suntikan obat steroid

    Jika sudah istirahat, melakukan peregangan, dan minum obat pereda nyeri tidak bisa mengatasi gejala saraf terjepit, ibu hamil dapat menjalani pengobatan secara epidural.

    Dokter dapat melakukan metode ini dengan menyuntikkan obat steroid pada area persarafan tulang belakang.

    Suntikan epidural biasanya dokter pilih apabila rasa nyeri begitu hebat atau tidak terkendali. Cara ini aman bagi ibu hamil pada trimester kedua dan trimester ketiga.

    Namun, dokter tidak menyarankan cara ini dalam jangka panjang karena berdampak pada perkembangan janin.

    7. Terapi listrik (TENS)

    Transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS) adalah terapi menggunakan arus listrik untuk mengatasi nyeri.

    Beberapa kondisi nyeri yang perlu menggunakan TENS yaitu gangguan saraf, operasi, sampai nyeri setelah persalinan.

    Penelitian dari Pain Research And Treatment menunjukkan bahwa TENS aman ibu hamil lakukan di semua trimester kehamilan.

    Terapi ini menggunakan mesin kecil bernama TENS unit yang berperan untuk menghantarkan arus listrik ke sistem saraf.

    Arus listrik masuk ke dalam tubuh lewat dua buah elektroda yang dokter tempelkan pada kulit.

    TENS termasuk terapi untuk mengatasi masalah saraf.

    8. Operasi

    Saraf terjepit saat hamil terkadang karena penyakit pada tulang belakang, seperti skoliosis atau spondilolistesis.

    Pada kasus seperti ini, ibu hamil mungkin perlu menjalani operasi perbaikan tulang belakang untuk bisa mengatasi saraf yang terjepit.

    Tidak hanya penyakit, operasi juga dapat menjadi pilihan apabila ibu hamil mengalami kondisi sebagai berikut:

    • nyeri tidak berkurang meski sudah rutin melakukan peregangan, mengonsumsi obat, dan menjalani suntik epidural,
    • nyeri terus bertambah parah,
    • kesulitan berdiri atau berjalan, dan
    • tidak bisa mengendalikan keinginan buang air kecil dan/atau buang air besar.

    Ada beragam metode yang dapat ibu lakukan untuk mengatasi saraf terjepit saat hamil, baik dengan cara alami maupun secara medis.

    Cara alami biasanya efektif meredakan gejala berupa nyeri dan kram. Namun, cara alami tidak menuntaskan penyebabnya secara langsung.

    Saraf terjepit yang lebih parah atau karena penyakit pada tulang belakang umumnya perlu mendapatkan penanganan obat-obatan, suntikan steroid, hingga operasi.

    Konsultasi dengan dokter akan membantu ibu menemukan metode yang tepat.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Damar Upahita

    General Practitioner · None


    Ditulis oleh Riska Herliafifah · Tanggal diperbarui 19/08/2021

    Iklan
    Iklan
    Iklan
    Iklan