Ayo, ke Toilet! Ini Alasan Ibu Hamil Tidak Boleh Menahan Kencing

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 November 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Banyak wanita memilih untuk menahan kencing saat hamil. Ibu hamil mungkin memilih untuk menahan kencing karena takut repot atau karena malas ke kamar mandi di malam hari saat sedang tidur. Akan tetapi, apakah ibu hamil boleh menahan diri untuk buang air kecil? Simak jawabannya di bawah ini.

Bolehkah menahan kencing saat hamil?

Menahan kencing tidak boleh dilakukan, baik saat Anda sedang hamil maupun tidak. Mengapa begitu? Menahan kencing saat hamil dapat menyebabkan gangguan kesehatan, salah satunya adalah infeksi saluran kemih (ISK).

Ibu hamil memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena ISK. Semakin sering menahan kencing atau sudah terbiasa melakukannya, semakin tinggi risiko ibu hamil mengalami ISK selama kehamilan.

Wajarkah sering kencing dan punya kebiasaan menahan kencing saat hamil?

Berdasarkan Cleveland Clinic, sangat wajar ibu hamil mudah buang air kecil atau beser ketika sedang mengandung. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut inkontinensia yang terjadi selama kehamilan atau setelah melahirkan.

Tidak jarang, ibu hamil tidak mampu menahan kencing saat hamil yang membuat urine keluar begitu saja atau mengompol. Semakin besar janin di dalam rahim, menahan kencing saat hamil kerap jadi hal yang sulit dilakukan.

Kandung kemih memiliki sistem kerja yang unik. Kandung kemih merupakan organ bundar dan berotot yang letaknya berada di atas tulang panggul.

Sebuah kantong yang disebut uretra memungkinkan urine mengalir ke kandung kemih. Nah, otot kandung kemih ini akan mengendur saat terisi urine. Otot akan mengendur agar kandung kemih bisa menampung urine sebelum dikeluarkan.

Sementara itu, otot lain menjaga kandung kemih agar tertutup sampai Anda siap buang air kecil. Jika Anda menahan kencing, baik saat hamil maupun tidak, otot kandung kemih akan bekerja lebih keras dari biasanya.

Apabila dibiarkan menahan kencing terutama saat hamil, kondisi ini bisa menyebabkan berbagai masalah salah satunya infeksi saluran kencing.

Fase buang air kecil ibu hamil sesuai usia kehamilan

Intensitas buang air kecil yang semakin sering membuat sebagian dari Anda memilih untuk menahan kencing saat hamil. Meski kadang mengganggu, sebenarnya sering buang air kecil sangat umum terjadi ketika Anda sedang hamil.

Semakin besar usia kandungan, Anda akan semakin sering buang air kecil karena janin mulai sering bergerak dan mendorong kandung kemih.

Berikut intensitas buang air kecil sesuai trimester kehamilan:

Trimester pertama

Intensitas buang air kecil akan lebih sering ketika masuk dua minggu pertama setelah pembuahan atau sekitar waktu awal menstruasi. Rasa ingin menahan kencing saat hamil umumnya sudah terasa di usia kehamilan pertama ini. 

Tidak hanya intensitas buang air kecil, payudara Anda juga lebih lembut dan mulai merasa mual di pagi hari atau morning sickness.

Perubahan hormon di awal kehamilan membuat peningkatan aliran darah dan cairan dalam tubuh. Hal ini membuat ginjal bekerja cukup keras dan produksi urine meningkat.

Di trimester pertama ini, rahim mulai besar dan menekan kandung kemih. Perbesaran rahim inilah yang kemudian membuat Anda rasanya ingin terus menahan kencing saat hamil karena terlalu beser.

Trimester kedua

Masuk usia kehamilan di trimester kedua, tubuh Anda mulai beradaptasi dengan perubahan baru. Di fase ini, rahim mulai naik ke rongga perut seiring dengan bertambah besarnya ukuran janin.

Nah, mengingat rahim mulai naik ke rongga perut, kandung kemih Anda tidak terlalu tertekan. Hal ini membuat perasaan ingin menahan kencing saat hamil tak sesering di trimester pertama. 

Trimester tiga

Di usia kehamilan trimester ketiga, posisi rahim semakin masuk panggul dan mendorong kandung kemih. Tidak jarang ketika masuk usia kehamilan 28 minggu sampai saat melahirkan, Anda akan merasa beser dan sulit menahan kencing saat hamil.

Intensitas buang air dan volume urine yang dikeluarkan biasanya cukup banyak. Namun sebaiknya, Anda tidak menahan kencing saat hamil karena berisiko mengalami infeksi saluran kemih (ISK)

Kenapa menahan kencing saat hamil bisa meningkatkan risiko infeksi saluran kemih?

Selama kehamilan, wanita jadi lebih sering buang air kecil. Hal ini disebabkan oleh perubahan hormon selama kehamilan, peningkatan jumlah dan kecepatan darah yang beredar melalui tubuh Anda, serta pertumbuhan rahim.

Perubahan hormonal membuat aliran darah ke ginjal lebih cepat dan volume darah juga mengalami peningkatan sekitar 50 persen dari kondisi sebelum hamil.

Akibatnya, meningkatlah kecepatan pengisian kandung kemih serta volume urine yang menyebabkan ibu hamil jadi lebih sering bolak-balik ke kamar mandi. Kalau malas, mau tidak mau Anda jadi sering menahan kencing saat hamil.

Semakin sering menahan kencing saat hamil, bakteri akan tinggal lebih lama pada area kandung kemih dan saluran kencing ibu hamil.

Hal inilah yang bisa memicu berkembang biaknya bakteri sehingga membuat ibu hamil jadi lebih rentan mengalami ISK.

Gejala-gejala infeksi saluran kemih saat hamil

Ciri-ciri infeksi saluran kemih yang disebabkan kebiasaan menahan kencing saat hamil antara lain:

Sekitar 2 sampai 10 persen wanita hamil mengalami infeksi saluran kencing karena menahan kencing saat hamil. ISK cenderung sering terulang kembali selama kehamilan meski Anda mungkin sudah tak sering menahan kencing saat hamil.

Wanita yang pernah memiliki ISK sebelumnya lebih rentan untuk mendapatkannya lagi selama kehamilan. Hal yang sama berlaku untuk wanita yang sudah pernah melahirkan sebelumnya.

Apakah infeksi saluran kemih saat hamil membahayakan bayi?

Bila infeksi saluran kemih tidak diobati, hal ini bisa menyebabkan infeksi ginjal. Infeksi ginjal dapat menyebabkan bayi lahir prematur dan bayi berat lahir rendah. Jika ISK mendapatkan pengobatan secara dini, ISK tidak akan membahayakan calon bayi Anda.

Selain berisiko pada calon bayi, ISK saat hamil akibat menahan kencing juga dapat membahayakan ibu. Dilansir dari Healthline, seorang ibu hamil yang tidak mendapatkan pengobatan dapat mengalami ISK yang tidak terdiagnosis atau disebut dengan pyelonefritis.

Kondisi ini bisa menjadi penyakit yang mengancam nyawa, baik untuk ibu maupun bayi. Ini dapat menyebar ke ginjal dan menyebabkan kerusakan permanen.

Tips menghindari infeksi saluran kemih akibat menahan kencing saat hamil

Untuk mencegah terjadinya infeksi saluran kemih, salah satu cara ampuhnya yaitu jangan menahan kencing saat hamil. Buatlah jadwal untuk ke toilet, misalnya setiap dua sampai tiga jam.

Terlalu sering menahan kencing saat hamil, lambat laun bisa melemahkan otot dasar panggul dalam jangka panjang.

Selain itu, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengindari ISK akibat menahan kencing saat hamil, antara lain:

  • Hindari minum kopi, teh, alkohol atau minuman karbonasi seperti soda karena jenis minuman ini akan membuat Anda lebih sering buang air kecil.
  • Konsumsi vitamin C, beta karoten, dan zinc untuk melawan infeksi.
  • Ketika buang air kecil, kosongkan kandung kemih sampai tuntas.
  • Bersihkan organ intim dengan arah basuhan dari depan ke belakang, jangan sebaliknya.
  • Hindari hubungan intim saat sedang melakukan pengobatan untuk ISK.
  • Pilih pakaian dalam dari bahan katun dan yang tidak terlalu ketat, serta ganti pakaian dalam sesering mungkin.

Intinya, buang rasa malas yang menyelimuti dan tanamkan dalam pikiran bahwa risiko menahan kencing saat hamil jauh lebih besar daripada manfaatnya.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Vitamin E untuk Kesuburan, Benarkah Bisa Bikin Cepat Hamil?

Ingin mencoba suplemen vitamin E supaya cepat hamil? Eits, simak dulu penjelasan lengkap dari berbagai penelitian soal manfaat vitamin E untuk kesuburan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 22 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Proses Terjadinya Kehamilan: Dari Hubungan Intim Hingga Jadi Janin

Anda pasti sudah tahu bahwa kehamilan terjadi ketika sel sperma bertemu dengan sel telur. Namun, apakah Anda pernah berpikir bagaimana proses ini terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Program Hamil, Kesuburan, Kehamilan 22 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Cara Perawatan Tali Pusat Bayi Baru Lahir agar Cepat Kering

Saat bayi lahir, tali pusat akan dipotong dan disisakan sedikit. Tak perlu bingung, berikut perawatan tali pusat yang bisa dilakukan!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 18 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Bisakah Mencegah Autisme Sejak Anak dalam Kandungan?

Tentu kita tidak ingin memiliki anak autisme. Sebisa mungkin, kita ingin mencegahnya, bahkan sejak hamil. Apakah bisa mencegah autisme anak sedari hamil?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 18 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pembukaan persalinan

Kenapa Gerakan Janin Berkurang Menjelang Persalinan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
pengalaman program bayi tabung

Pengalaman 4 Kali Gagal Program Bayi Tabung, Kini Kami Dianugerahi 4 Bayi Kembar

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit
fungsi hormon fsh dan lh

Memahami Fungsi Hormon FSH dan LH pada Sistem Reproduksi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
pergerakan janin

Kapan Bisa Mulai Mendengar Detak Jantung Janin Dalam Kandungan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit