Ayo, ke Toilet! Ini Alasan Ibu Hamil Tidak Boleh Menahan Kencing

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Banyak wanita memilih untuk menahan kencing saat hamil. Ibu hamil mungkin memilih untuk menahan kencing karena takut repot atau karena malas ke kamar mandi di malam hari saat sedang tidur. Akan tetapi, apakah ibu hamil boleh menahan diri untuk buang air kecil? Simak jawabannya di bawah ini.

Bolehkah menahan kencing saat hamil?

Menahan kencing tidak boleh dilakukan, baik saat Anda sedang hamil maupun tidak. Mengapa begitu? Menahan kencing saat hamil dapat menyebabkan gangguan kesehatan, salah satunya adalah infeksi saluran kemih (ISK).

Ibu hamil memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena ISK. Semakin sering menahan kencing atau sudah terbiasa melakukannya, semakin tinggi risiko ibu hamil mengalami ISK selama kehamilan.

Wajarkah sering kencing dan punya kebiasaan menahan kencing saat hamil?

Berdasarkan Cleveland Clinic, sangat wajar ibu hamil mudah buang air kecil atau beser ketika sedang mengandung. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut inkontinensia yang terjadi selama kehamilan atau setelah melahirkan.

Tidak jarang, ibu hamil tidak mampu menahan kencing saat hamil yang membuat urine keluar begitu saja atau mengompol. Semakin besar janin di dalam rahim, menahan kencing saat hamil kerap jadi hal yang sulit dilakukan.

Kandung kemih memiliki sistem kerja yang unik. Kandung kemih merupakan organ bundar dan berotot yang letaknya berada di atas tulang panggul.

Sebuah kantong yang disebut uretra memungkinkan urine mengalir ke kandung kemih. Nah, otot kandung kemih ini akan mengendur saat terisi urine. Otot akan mengendur agar kandung kemih bisa menampung urine sebelum dikeluarkan.

Sementara itu, otot lain menjaga kandung kemih agar tertutup sampai Anda siap buang air kecil. Jika Anda menahan kencing, baik saat hamil maupun tidak, otot kandung kemih akan bekerja lebih keras dari biasanya.

Apabila dibiarkan menahan kencing terutama saat hamil, kondisi ini bisa menyebabkan berbagai masalah salah satunya infeksi saluran kencing.

Fase buang air kecil ibu hamil sesuai usia kehamilan

Intensitas buang air kecil yang semakin sering membuat sebagian dari Anda memilih untuk menahan kencing saat hamil. Meski kadang mengganggu, sebenarnya sering buang air kecil sangat umum terjadi ketika Anda sedang hamil.

Semakin besar usia kandungan, Anda akan semakin sering buang air kecil karena janin mulai sering bergerak dan mendorong kandung kemih.

Berikut intensitas buang air kecil sesuai trimester kehamilan:

Trimester pertama

Intensitas buang air kecil akan lebih sering ketika masuk dua minggu pertama setelah pembuahan atau sekitar waktu awal menstruasi. Rasa ingin menahan kencing saat hamil umumnya sudah terasa di usia kehamilan pertama ini. 

Tidak hanya intensitas buang air kecil, payudara Anda juga lebih lembut dan mulai merasa mual di pagi hari atau morning sickness.

Perubahan hormon di awal kehamilan membuat peningkatan aliran darah dan cairan dalam tubuh. Hal ini membuat ginjal bekerja cukup keras dan produksi urine meningkat.

Di trimester pertama ini, rahim mulai besar dan menekan kandung kemih. Perbesaran rahim inilah yang kemudian membuat Anda rasanya ingin terus menahan kencing saat hamil karena terlalu beser.

Trimester kedua

Masuk usia kehamilan di trimester kedua, tubuh Anda mulai beradaptasi dengan perubahan baru. Di fase ini, rahim mulai naik ke rongga perut seiring dengan bertambah besarnya ukuran janin.

Nah, mengingat rahim mulai naik ke rongga perut, kandung kemih Anda tidak terlalu tertekan. Hal ini membuat perasaan ingin menahan kencing saat hamil tak sesering di trimester pertama. 

Trimester tiga

Di usia kehamilan trimester ketiga, posisi rahim semakin masuk panggul dan mendorong kandung kemih. Tidak jarang ketika masuk usia kehamilan 28 minggu sampai saat melahirkan, Anda akan merasa beser dan sulit menahan kencing saat hamil.

Intensitas buang air dan volume urine yang dikeluarkan biasanya cukup banyak. Namun sebaiknya, Anda tidak menahan kencing saat hamil karena berisiko mengalami infeksi saluran kemih (ISK)

Kenapa menahan kencing saat hamil bisa meningkatkan risiko infeksi saluran kemih?

Selama kehamilan, wanita jadi lebih sering buang air kecil. Hal ini disebabkan oleh perubahan hormon selama kehamilan, peningkatan jumlah dan kecepatan darah yang beredar melalui tubuh Anda, serta pertumbuhan rahim.

Perubahan hormonal membuat aliran darah ke ginjal lebih cepat dan volume darah juga mengalami peningkatan sekitar 50 persen dari kondisi sebelum hamil.

Akibatnya, meningkatlah kecepatan pengisian kandung kemih serta volume urine yang menyebabkan ibu hamil jadi lebih sering bolak-balik ke kamar mandi. Kalau malas, mau tidak mau Anda jadi sering menahan kencing saat hamil.

Semakin sering menahan kencing saat hamil, bakteri akan tinggal lebih lama pada area kandung kemih dan saluran kencing ibu hamil.

Hal inilah yang bisa memicu berkembang biaknya bakteri sehingga membuat ibu hamil jadi lebih rentan mengalami ISK.

Gejala-gejala infeksi saluran kemih saat hamil

Ciri-ciri infeksi saluran kemih yang disebabkan kebiasaan menahan kencing saat hamil antara lain:

Sekitar 2 sampai 10 persen wanita hamil mengalami infeksi saluran kencing karena menahan kencing saat hamil. ISK cenderung sering terulang kembali selama kehamilan meski Anda mungkin sudah tak sering menahan kencing saat hamil.

Wanita yang pernah memiliki ISK sebelumnya lebih rentan untuk mendapatkannya lagi selama kehamilan. Hal yang sama berlaku untuk wanita yang sudah pernah melahirkan sebelumnya.

Apakah infeksi saluran kemih saat hamil membahayakan bayi?

Bila infeksi saluran kemih tidak diobati, hal ini bisa menyebabkan infeksi ginjal. Infeksi ginjal dapat menyebabkan bayi lahir prematur dan bayi berat lahir rendah. Jika ISK mendapatkan pengobatan secara dini, ISK tidak akan membahayakan calon bayi Anda.

Selain berisiko pada calon bayi, ISK saat hamil akibat menahan kencing juga dapat membahayakan ibu. Dilansir dari Healthline, seorang ibu hamil yang tidak mendapatkan pengobatan dapat mengalami ISK yang tidak terdiagnosis atau disebut dengan pyelonefritis.

Kondisi ini bisa menjadi penyakit yang mengancam nyawa, baik untuk ibu maupun bayi. Ini dapat menyebar ke ginjal dan menyebabkan kerusakan permanen.

Tips menghindari infeksi saluran kemih akibat menahan kencing saat hamil

Untuk mencegah terjadinya infeksi saluran kemih, salah satu cara ampuhnya yaitu jangan menahan kencing saat hamil. Buatlah jadwal untuk ke toilet, misalnya setiap dua sampai tiga jam.

Terlalu sering menahan kencing saat hamil, lambat laun bisa melemahkan otot dasar panggul dalam jangka panjang.

Selain itu, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengindari ISK akibat menahan kencing saat hamil, antara lain:

  • Hindari minum kopi, teh, alkohol atau minuman karbonasi seperti soda karena jenis minuman ini akan membuat Anda lebih sering buang air kecil.
  • Konsumsi vitamin C, beta karoten, dan zinc untuk melawan infeksi.
  • Ketika buang air kecil, kosongkan kandung kemih sampai tuntas.
  • Bersihkan organ intim dengan arah basuhan dari depan ke belakang, jangan sebaliknya.
  • Hindari hubungan intim saat sedang melakukan pengobatan untuk ISK.
  • Pilih pakaian dalam dari bahan katun dan yang tidak terlalu ketat, serta ganti pakaian dalam sesering mungkin.

Intinya, buang rasa malas yang menyelimuti dan tanamkan dalam pikiran bahwa risiko menahan kencing saat hamil jauh lebih besar daripada manfaatnya.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Desember 10, 2017 | Terakhir Diedit: Februari 4, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca