Berbagai Penyebab Penyakit Infeksi Saluran Kencing yang Perlu Anda Ketahui

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 November 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Infeksi saluran kemih atau ISK adalah infeksi bakteri yang menyerang daerah saluran kemih pada tubuh. Infeksi saluran kencing terjadi karena kuman masuk ke dalam saluran kemih dan bergerak menuju uretra. Apa saja penyebab yang dapat menimbulkan terjadinya infeksi di saluran kemih?

Gejala infeksi saluran kemih

Sebelum mengetahui berbagai penyebab penyakitnya, ada baiknya Anda kenali dahulu berbagai gejala yang bisa muncul karena infeksi saluran kencing. Sebenarnya, gejala yang dirasakan bisa berbeda-beda, tergantung dari bagian mana yang terkena infeksi. Namun, penyakit ini juga tentunya memiliki tanda-tanda umum yang akan dirasakan oleh pasien.

Tahukah Anda seputar anyang-anyangan? Anyang-anyangan merupakan salah satu gejala umum terjadinya infeksi saluran kencing. Berikut beberapa gejala lain yang bisa menandakan adanya infeksi pada saluran kemih Anda.

  • Air seni akan keluar seperti darah atau berwarna keruh.
  • Sering merasa ingin kencing.
  • Jika sudah kencing, air seni yang dikeluarkan tidak akan keluar banyak, dan malah disertai rasa sakit.
  • Air seni akan berbau tajam dan tidak sedap.
  • Perut bawah di sekitar kemaluan akan terasa kram dan tidak nyaman.
  • Suhu tubuh akan naik sehingga kadang terjadi demam.

Penyebab infeksi saluran kencing

Pada dasarnya, penyebab utama penyakit ini adalah infeksi bakteri bernama escherichia coli, atau juga disebut E. coli, yang menyerang saluran kencing.

Perlu diketahui, ada sejumlah besar bakteri yang tinggal di sekitar kemaluan, dubur, dan kulit. Bakteri yang ada di sekitar kemaluan bisa masuk ke urin melalui uretra lalu berjalan ke kandung kemih.

Bahkanpada beberapa kasus, bakteri juga bisa masuk sampai ke ginjal. Ini sebabnya, infeksi saluran kencing bisa berujung pada komplikasi berupa pielonefritis (infeksi ginjal) jika tidak ditangani.

Semua orang berisiko terkena penyakit ini, tetapi lebih besar risikonya pada wanita karena wanita memiliki saluran uretra yang lebih pendek. Beberapa orang dengan kondisi tertentu juga lebih rentan terkena infeksi saluran kencing. Berikut berbagai faktor yang bisa menjadi penyebab infeksi saluran kencing.

1. Tidak membersihkan kelamin dengan benar

Bakteri bisa masuk ke dalam saluran uretra dan menyebabkan infeksi karena cara membersihkan alat kelamin yang tidak benar, terutama pada wanita. Jika Anda membersihkan kelamin dengan mengusap tangan dari anus ke depan, hal ini akan membawa bakteri dari anus menuju vagina, sehingga bisa memunculkan risiko infeksi.

Biasanya, penyebaran bakteri terjadi pada saat Anda membersihkan alat kelamin atau sesudah buang air kecil. Terkadang bakteri masih menempel dan berkembang biak. Oleh karena itu, salah satu langkah pencegahan yang harus Anda lakukan adalah mencuci kelamin dengan arah dari depan ke belakang atau dari vagina menuju anus.

2. Tidak buang air kecil setelah berhubungan seksual

Seks bisa menjadi salah satu penyebab infeksi saluran kencing. Biasanya bakteri ini disebarkan lewat aktivitas seksual antara pria dengan wanita.

Hal ini terjadi karena saat penetrasi, penis atau jari bisa mendorong bakteri untuk masuk ke dalam uretra dan kandung kemih. Jika Anda tidak buang air kecil setelah berhubungan seks, maka bakteri akan berkembang biak dan menyebabkan infeksi.

Dengan alasan inilah sangat dianjurkan bagi para wanita untuk segera buang air kecil setelah melakukan hubungan seks untuk menghindari risiko infeksi saluran kencing. Anda juga bisa buang air kecil sebelum melakukannya.

3. Kurang minum air

Saat tubuh kekurangan minum, ginjal akan kehilangan cairan. Padahal, ginjal membutuhkan cairan agar dapat berfungsi lebih baik. Kekurangan cairan akan membuat Anda jadi jarang buang air kecil sehingga urine berubah lebih pekat. Kekurangan cairan pada ginjal dapat memancing bakteri untuk menyerang, sehingga terjadilah infeksi saluran kencing.

Maka dari itu, hendaklah minum lebih banyak air atau penuhi kebutuhan yang dianjurkan per hari untuk mencegah terjadinya infeksi pada organ tubuh yang lainnya.

4. Sistem imunitas

Seperti yang telah diketahui, tubuh memiliki mekanismenya sendiri untuk melawan penyakit. Sistem imunitas bekerja untuk memerangi bakteri dan virus yang nantinya akan menghindari Anda dari masalah kesehatan.

Ketika sistem imunitas rendah atau terganggu, nantinya fungsi kerja dalam melawan patogen penyebab penyakit akan berkurang. Akibatnya, Anda akan lebih rentan terkena penyakit seperti infeksi saluran kencing.

Biasanya hal ini dialami oleh orang-orang yang memiliki masalah kesehatan seperti diabetes, mengingat tingginya kadar gula darah yang bisa melemahkan sistem imun.

5. Penyakit penghambat urine

Beberapa penyakit yang berhubungan dengan sistem kemih bisa menjadi penyebab infeksi saluran kemih. Biasanya, infeksi muncul sebagai komplikasi dari penyakit yang menghambat aliran urine seperti batu ginjal atau penyakit BPH (pembesaran prostat jinak) yang dialami pria.

Pada pembesaran prostat misalnya, penyakit ini membuat saluran uretra (saluran keluarnya urine dari tubuh) menyempit. Akibatnya, pasien tidak mampu mengosongkan kandung kemih. Urine yang tetap tinggal di dalamnya pun menjadi media pertumbuhan bakteri yang ideal.

Faktor ini juga hampir serupa pada kebiasaan menahan kencing untuk waktu yang lama.

6. Penggunaan alat kontrasepsi

Wanita yang menggunakan alat kontrasepsi berupa diafragma memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena infeksi saluran kencing dibandingkan mereka yang menggunakan bentuk kontrasepsi lainnya.

Selain itu, penggunaan agen spermisida dalam alat kontrasepsi juga dapat menjadi penyebab terjadinya infeksi pada saluran kencing.

7. Pemasangan kateter

Bagi orang-orang yang memiliki kondisi tertentu atau setelah operasi, mereka biasanya tidak bisa buang air kecil sendiri sehingga membutuhkan tabung bernama kateter untuk bantu mengalirkan urine keluar dari tubuh. Sayangnya, pemasangan kateter juga dapat menjadi penyebab munculnya infeksi saluran kencing.

Biasanya hal ini terjadi pada orang-orang yang dirawat di rumah sakit atau orang-orang dengan masalah saraf yang membuatnya sulit untuk mengendalikan kemampuan buang air kecil.

Memang, penyakit infeksi saluran kencing dapat terjadi karena ada faktor dari penyakit lain yang diderita oleh pasien. Meski demikian, ternyata banyak juga kebiasaan sehari-hari yang bisa memicu penyakit.

Oleh karena itu, jika Anda tak ingin terkena penyakitnya, maka lakukan segala kebiasaan  sehat yang sekiranya bisa menghindari Anda dari infeksi saluran kencing. Beberapa di antaranya adalah membersihkan kelamin dengan cara yang benar, minum air mineral yang cukup, dan senantiasa menjaga kesehatan dan kebersihan daerah kelamin atau kewanitaan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Khasiat Teh Chamomile yang Baik Bagi Tubuh

Pernahkan Anda mencicipi teh chamomile? Ternyata salah satu teh herbal ini banyak manfaatnya, lho! Simak manfaat teh chamomile bagi kesehatan tubuh.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Fakta Unik 25 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Pasangan Anda belum cukup luwes dan percaya diri saat berhubungan intim? Tenang, ini dia berbagai cara merangsang istri yang ampuh dan penuh kehangatan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit

6 Penyebab Tubuh Anda Mengeluarkan Kentut

Kentut adalah hal yang normal terjadi. Tapi apa yang jadi penyebab tubuh mengeluarkan kentut? Lalu, kenapa kentut bau dan berbunyi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Fakta Unik 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Selain Catokan, Inilah Ragam Jenis Cara Meluruskan Rambut

Catokan kerap menjadi kewajiban yang rutin dilakukan. Bagaimana cara meluruskan rambut yang baik agar rambut tetap sehat?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 24 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

akibat sering main hp

4 Jenis Gangguan Kesehatan Akibat Terlalu Sering Bermain Smartphone

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
gingsul, salah satu jenis maloklusi

Fakta Seputar Gigi Gingsul yang Harus Anda Tahu

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 6 menit
manfaat bengkoang

Tak Hanya Memutihkan Kulit, Ini 6 Manfaat Bengkoang Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit
diet tanpa sayur

5 Cara Diet Tanpa Sayur yang Aman untuk Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 3 menit