Hamil Saat Masih Pakai IUD? Ini 5 Risiko yang Mungkin Anda Hadapi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Intrauterine Device (IUD) adalah satu dari beberapa macam alat kontrasepsi dengan bentuk menyerupai huruf T. Menurut American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), IUD ampuh untuk mencegah kehamilan dengan tingkat kegagalan kurang dari satu persen selama tahun awal penggunaannya. Namun faktanya, tidak sedikit wanita yang dinyatakan kebobolan hamil meski sudah pakai IUD. Kenapa, ya? Lalu, adakah risiko dari hamil pakai IUD ini?

Sudah pakai IUD, memangnya masih bisa hamil?

IUD alias KB spiral, disematkan ke dalam rahim agar nantinya dapat melepaskan hormon progestin. Hormon ini yang akan bekerja untuk mengentalkan lendir yang ada di leher rahim agar sel telur tidak berhasil dibuahi oleh sperma. Jadi, kemungkinan besar Anda tidak dapat hamil pakai IUD.

Hal ini turut didukung oleh Sherry A. Ross, M.D., seorang spesialis kesehatan kewanitaan sekaligus penulis buku She-ology: The Definitive Guide to Women’s Intimate Health Period. Ross menjelaskan bahwa tingkat keefektifan IUD bisa mencapai hingga 99,9 persen.

Sayangnya, meski dipercaya ampuh bagi Anda yang ingin menghindari kehamilan, masih ada risiko Anda untuk hamil meski sudah menggunakan IUD. Kondisi ini biasanya terjadi ketika posisi IUD bergeser dari tempat awal, entah itu hanya sebagian atau hingga keluar dari rahim, seperti yang dituturkan oleh Jessica Shepherd, MD, seorang asisten dosen obstetri dan ginekologi di University of Illinois College of Medicine.

Alasan lainnya karena IUD hormonal baru akan bekerja efektif ketika dipasang pada tujuh hari pertama periode menstruasi. Jika IUD hormonal dipasang tidak dalam siklus menstruasi, maka IUD baru akan efektif tujuh hari kemudian.

sering kentut saat hamil

Apa risiko yang mungkin terjadi saat hamil pakai IUD?

Tugas utama IUD adalah untuk mencegah kehamilan, maka tentu akan ada risiko yang berbahaya bagi ibu dan calon bayinya bila hamil pakai IUD. Dalam kasus ini, biasanya dokter kandungan akan menyarankan agar IUD segera dikeluarkan demi menjaga keselamatan dan kesehatan saat Anda hamil.

Nah, beberapa risiko berikut ini yang ditakutkan akan terjadi bila IUD masih terpasang saat hamil:

1. Infeksi pada cairan ketuban

Wanita yang hamil pakai IUD berisiko untuk mengalami infeksi chorioamnionitis. Infeksi ini menyerang cairan ketuban yang berfungsi untuk melindungi bayi selama di dalam rahim. Chorioamnionitis tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi untuk mengancam jiwa ibu dan janin dalam kandungan.

2. Kelahiran prematur

Wanita yang masih pakai IUD saat hamil berisiko hingga lima kali lebih besar untuk melahirkan bayi prematur, dibandingkan wanita hamil yang tidak menggunakan IUD.

Namun, meski wanita yang dinyatakan hamil dengan masih menggunakan IUD segera melakukan pelepasan, kemungkinan mengalami kelahiran prematur memang akan berkurang. Hanya saja tidak benar-benar hilang seutuhnya.

3. Keguguran

Sama halnya seperti kelahiran prematur, wanita yang tiba-tiba hamil saat pakai IUD berisiko mengalami keguguran hingga sekitar 40-50 persen dibandingkan wanita lainnya.

4. Kehamilan ektopik

Ada sekitar 0,1 persen pengguna IUD yang mengalami kehamilan ektopik, dikutip dari Live Science. Kehamilan ektopik, atau yang dikenal dengan hamil di luar kandungan, terjadi saat sel telur yang telah dibuahi oleh sperma tidak berkembang di dalam rahim, melainkan di tuba falopi.

5. Abruptio plasenta

Kondisi lain yang mungkin terjadi bila IUD masih terpasang saat hamil adalah abruptio plasenta. Abruptio plasenta ditandai dengan plasenta yang lepas dari rahim sebelum proses persalinan.

Baca Juga:

Sumber
Pantau Perkembangan Janin Anda Dapatkan update mingguan di email Anda
untuk memantau perkembangan janin dalam kandungan.
Error message goes here
Pantau Bayi Saya
Tak tahu kapan akan melahirkan? Hitung di sini! *Dengan mendaftar, saya setuju dengan Syarat & Ketentuan Hello Sehat.
Anda hamil [num] minggu! Kami siap memandu Anda dalam perjalanan sebagai orangtua. Email pertama untuk Anda akan segera dikirim. Silakan klik tautan yang sudah kami kirim ke email Anda sebagai konfirmasi bahwa alamat email Anda sudah benar.
Sebelum mulai, silakan baca ini dulu:
Kapan hari pertama menstruasi terakhir Anda?
Hitung!
Error message goes here
Anda hamil [num] minggu! Perkiraan Melahirkan: [num] Dapatkan info setiap hari, sesuai dengan kebutuhan pribadi Anda dan bayi.
Error message goes here
Pantau sekarang!
Hitung ulang!
Yang juga perlu Anda baca