Cara Mencegah Anemia pada Ibu Hamil

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 6 Agustus 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Salah satu penyakit yang sering terjadi di kalangan ibu hamil adalah anemia. Tingkat keparahan anemia juga bervariasi hingga mampu memengaruhi kondisi janin dan ibunya. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan anemia pada ibu hamil agar ibu dan janin tetap sehat.

Mengapa anemia sering terjadi pada ibu hamil?

Menurut sebuah jurnal berjudul Anemia in Pregnancy, anemia merupakan sebuah kondisi ketika sel darah merah Anda kekurangan hemoglobin. Hemoglobin sendiri diketahui sebagai protein pembawa oksigen dalam darah.

Kurangnya hemoglobin dalam sel darah merah berakibat pada kurangnya oksigen pada tubuh. Anda pun jadi lemah, sakit kepala, hingga sesak napas. 

Anemia sering terjadi pada ibu hamil karena adanya perubahan fisiologis yang bisa memengaruhi kadar hemoglobin.

Selain itu, asupan nutrisi dan vitamin ibu hamil yang cenderung tidak seimbang dapat mengakibatkan tubuh kekurangan zat besi sehingga anemia akhirnya terjadi. 

Selain kekurangan zat besi, beberapa penyebab anemia pada ibu hamil lainnya, antara lain:

  • Kekurangan folat karena pola makan yang tidak seimbang
  • Kekurangan vitamin B12 akibat tidak cukup mengonsumsi produk susu, daging, dan telur yang menyebabkan sel darah merah tidak sehat. 

Anemia pada ibu hamil tentu membawa beberapa risiko yang berpotensi membahayakan ibu dan bayi. Beberapa yang mungkin dialami jika mengalami anemia saat hamil, yaitu:

  • Perdarahan post-partum atau perdarahan yang berlebihan setelah melahirkan
  • Plasenta previa atau tali plasenta berada di bagian bawah rahim
  • Kelahiran prematur
  • Berat badan lahir yang rendah
  • Kematian janin

Oleh karena berbagai komplikasi akibat anemia saat hamil itulah Anda tentu harus waspada dan benar-benar memerhatikan asupan makanan.

Melakukan tindakan pencegahan anemia pada ibu hamil dengan menerapkan pola makan seimbang bisa membantu Anda terhindar dari berbagai komplikasi tersebut. 

Pencegahan anemia pada ibu hamil

anemia pada ibu hamil perlu transfusi darah

Seperti yang dilansir dari Maternal and Child Health Integrated Program, salah satu cara efektif mencegah anemia pada ibu hamil adalah mengonsumsi suplemen zat besi

Selain itu, pencegahan anemia pada ibu hamil dapat mulai dilakukan dengan mengatur pola makan menjadi lebih baik, seperti:

  • Mengonsumsi suplemen asam folat dan zat besi. Dosisnya berdasarkan instruksi dari dokter, tetapi umumnya dianjurkan 60 mg zat besi dan 400 mcg asam folat. 
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi tinggi, seperti daging, ayam, ikan, telur, dan gandum. 
  • Memakan makanan yang kaya akan asam folat, seperti kacang kering, gandum, jus jeruk, dan sayuran hijau. 
  • Mengonsumsi suplemen dan makanan yang mengandung vitamin C, seperti buah dan sayur yang segar. 

Tidak jarang para ibu hamil kesulitan untuk mendapatkan asupan zat besi yang cukup, sehingga mereka membutuhkan suplemen zat besi.

Jika suplemen zat besi membuat perut Anda tidak nyaman, usahakan untuk mengonsumsinya bersamaan dengan beberapa suap makanan. 

Upaya pencegahan anemia pada ibu hamil adalah salah satu langkah memiliki kehamilan yang sehat. Akan tetapi, jika Anda masih khawatir sekalipun telah menjalankan pola makan yang sehat dan mengonsumsi suplemen, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter Anda.

Dokter Anda akan memberikan solusi yang tepat untuk membantu menjawab kekhawatiran Anda.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Manfaat Mengejutkan dari Vitamin B12 Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Tubuh tidak bosa memproduksi sendiri vitamin B12. Maka, Anda harus mendapatkannya dari makanan sehari-hari. Apa manfaat vitamin B12 bagi tubuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Fakta Gizi, Nutrisi, Hidup Sehat 30 Juli 2018 . Waktu baca 5 menit

Catat Baik-Baik, Ini Peran Zat Besi dan Daftar Sumber Makanannya untuk Anak

Anak tidak boleh sampai kekurangan zat besi karena nutrisi ini dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Lalu apa saja sumber zat besi untuk anak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Anak 6-9 tahun, Gizi Anak, Parenting 7 Mei 2018 . Waktu baca 6 menit

Pengaruh Defisiensi Zat Besi dan Anemia pada Kehamilan

Anemia dan defisiensi zat besi dapat membawa beberapa dampak saat hamil. Ketahui efek negatif anemia dan defisiensi zat besi di bawah ini.

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 5 Oktober 2016 . Waktu baca 7 menit

Pertanyaan Umum Seputar Anemia pada Anak-anak

Apa saja gejala-gejala anemia dan bagaimana cara mengobatinya?

Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 17 Mei 2016 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat buah plum untuk kesehatan

11 Manfaat Makan Buah Plum (Psst… Bisa Menurunkan Berat Badan!)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
tablet tambah darah untuk ibu hamil

Perlukah Ibu Hamil Minum Tablet Tambah Darah?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
Vitamin atau suplemen penambah darah dapat atasi anemia.

4 Jenis Suplemen dan Vitamin Penambah Darah untuk Anemia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
anemia hemolitik

Anemia Hemolitik

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit