home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Aborsi

Definisi|Pencegahan & peringatan|Proses|Komplikasi

Definisi

Apa itu aborsi?

Aborsi atau terminasi kehamilan adalah suatu prosedur yang dilakukan untuk mengakhiri masa kehamilan sebelum waktunya. Di beberapa negara, aborsi dianggap legal dan wanita boleh melakukan aborsi sebelum usia kehamilannya lebih dari 24 minggu. Di Indonesia, aborsi dianggap ilegal kecuali atas persetujuan dokter berdasarkan alasan atau pertimbangan medis tertentu, misalnya kondisi fisik dan psikologis komplikasi kehamilan yang dapat membahayakan nyawa ibu.

Pencegahan & peringatan

Apa saja metode aborsi?

Early medical procedure (hingga minggu ke­9)

Prosedur ini mengadopsi proses keguguran alami dan dilakukan pada minggu ke‐9 atau lebih awal. Prosedur ini diawali dengan pemberian tablet mifepristone yang akan menurunkan tingkat hormon kehamilan. Dua hari kemudian, pasien akan diberi 4 tablet prostaglandin. Obat ini dapat membuat uterus (rahim) meluruhkan embrio. Serupa dengan menstruasi, proses ini disertai dengan perdarahan dan kram perut. Obat penghilang rasa sakit dan tablet anti mual dapat diberikan untuk mengatasi masalah ini.

Vacuum aspiration procedure (hingga minggu ke­14)

Prosedur ini menggunakan alat bantu berupa tabung hisap untuk mengeluarkan embrio melalui vagina. Biasanya, prosedur ini dilakukan di bawah anestesi umum dan memakan waktu kurang dari 10 menit. Pasien mungkin akan merasakan beberapa gejala nyeri dan tidak nyaman seperti ketika mengalami menstruasi.

Medical termination (dari minggu ke‐13)

Metode ini mirip dengan early medical procedure. Biasanya pasien akan diberi beberapa dosis prostaglandin langsung melalui mulut dan vagina. Pasien akan dirawat di rumah sakit sekitar dua hari lamanya. Dokter akan mendiskusikan obat pereda nyeri yang cocok bagi pasien.

Dilatation and evacuation surgery (D&E) (dari minggu ke‐14)

Dilatasi dan operasi evakuasi biasanya dilakukan di bawah anestesi umum dan memakan waktu kurang dari 20 menit. Prosedur ini melibatkan pengosongan uterus melalui vagina dengan menggunakan tabung dan alat khusus.

Proses

Komplikasi apa yang bisa terjadi?

Untuk semua jenis terminasi, komplikasi umum yang dapat terjadi adalah:

● rasa nyeri, yang biasanya dapat dikendalikan dengan obat penghilang rasa sakit

● pendarahan, seperti menstruasi

● penggumpalan darah

● infeksi

● kehamilan tetap berlanjut, sehingga membutuhkan prosedur lain

● masalah psikologis

Untuk medical termination akhir, ada juga risiko retensio plasenta atau diperlukan prosedur lain untuk mengosongkan uterus.

Untuk dilatation and evacuation surgery, risiko komplikasinya meliputi:

➢ lubang di dalam rahim yang kemungkinan merusak struktur terdekat

➢ kerusakan pada leher rahim

Apabila informasi yang Anda dapatkan kurang jelas, diskusikan risiko komplikasi ini dengan dokter.

Komplikasi

Seberapa cepat proses pemulihan setelah aborsi?

Setelah menjalani operasi, Anda diperbolehkan pulang ke rumah pada hari yang sama, kecuali pada beberapa kasus terminasi, Anda perlu bermalam di rumah sakit.Beristirahatlah di rumah selama satu sampai dua hari dan konsumsi obat penghilang rasa sakit jika dibutuhkan. Selama beberapa hari, Anda mungkin merasa kram dan perdarahan seperti ketika mengalami menstruasi. Anda dapat berdiskusi dengan dokter atau petugas medis mengenai kebutuhan kontrasepsi, antibiotik, atau suntikan jika golongan darah Anda memiliki resus negatif. Aborsi yang sudah dilakukan seharusnya tidak memengaruhi kesuburan pasien. Namun jika hamil kembali, pasien mengalami peningkatan risiko kelahiran prematur. Beberapa wanita menjadi emosional setelah menjalani aborsi. Jika perasaan ini kian menjadi atau muncul terlalu lama, pastikan Anda memberi tahu dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi
Tanggal diperbarui 01/01/1970
x