backup og meta
Kategori

1

Tanya Dokter
Simpan
Cek Kondisi

7 Kelainan Rahim pada Wanita yang Bisa Jadi Penyebab Susah Hamil

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Adhenda Madarina · Tanggal diperbarui 10/06/2022

7 Kelainan Rahim pada Wanita yang Bisa Jadi Penyebab Susah Hamil

Anda sering mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur, perut bagian bawah sakit, dan nyeri saat berhubungan seks? Jangan sepelekan ya, karena keluhan tersebut bisa menandakan adanya kelainan pada rahim.

Kelainan pada rahim juga bisa menyebabkan infertilitas serta susah hamil. Untuk informasi selengkapnya simak penjelasan di bawah ini.

Apa itu kelainan rahim?

Rahim merupakan tempat di mana janin berkembang saat masa kehamilan. Namun, ada beberapa kondisi yang menyebabkan kelainan rahim hingga masalah yang lebih serius.

Kelainan rahim terkadang dapat menjadi faktor Anda susah punya anak setelah menikah. Selain itu, ini juga menjadi penyebab keguguran berulang.

Beberapa kelainan rahim tertentu mungkin lebih berisiko menyebabkan keguguran, sehingga penderitanya memerlukan perawatan dokter.

Namun, sebagian lainnya tidak menyebabkan masalah yang serius.

Sebagian besar wanita dengan kelainan rahim pun tidak memiliki gejala apapun. Mereka bahkan tidak menyadari kondisi ini sebelum mereka hamil.

Diagnosis kelainan bentuk rahim biasanya muncul setelah tes histerosalpingogram (HSG). Meski begitu, tes ini juga dapat melewatkan beberapa kondisi, seperti septum uterus.

Setiap HSG yang abnormal harus diikuti dengan histeroskopi.

Mengutip March of Dimes, sekitar 3 dari 100 wanita dilahirkan dengan kelainan bentuk rahim dan lainnya berkembang selama masa dewasa.

Jenis-jenis kelainan rahim

kelainan rahim

Sering kali, seorang wanita baru mengetahui ada masalah di rahimnya saat diperiksa oleh dokter.

Oleh karena itu, Anda juga perlu mengetahui beberapa kelainan bentuk rahim yang bisa terjadi pada wanita.

1. Arcuate uterus

Meski tidak tampak seperti adanya masalah, tapi jenis yang satu ini bisa menyebabkan adanya lekukan pada rahim.

Hal tersebut tidak memengaruhi masa kehamilan dan Anda tetap dapat memperoleh keturunan.

2. Bicornuate uterus

Kondisi ini terjadi ketika dua struktur tuba yang biasanya bergabung untuk membentuk rahim tidak bersatu selama perkembangan janin.

Kelainan rahim yang satu ini sering kali dikaitkan dengan hasil obstetrik yang buruk, seperti keguguran dan persalinan prematur.

3. Septate uterus

Septate uterus terjadi ketika jaringan dinding septum sisa tidak diserap ke dalam rongga rahim tunggal, seperti selama tahap akhir perkembangan normal.

Ini menghasilkan dinding septum di tengah yang membagi ruang menjadi dua rongga rahim. Kelainan ini berhubungan dengan keguguran berulang.

4. Unicornuate uterus

Jenis yang satu ini ini terjadi ketika hanya satu sisi rahim yang berkembang sepenuhnya.

Unicornuate uterus ini tidak dapat diobati dan dapat menyebabkan kelahiran prematur, kehamilan ektopik, dan kesulitan dalam melahirkan.

5. Didelphic uterus

Didelphic uterus atau rahim ganda adalah ketika seorang wanita memiliki dua rongga rahim yang terpisah, masing-masing memiliki leher rahim yang terpisah.

6. Retroverted uterus

Rahim terbalik atau retroverted uterus adalah kondisi ketika rahim seorang wanita sedikit miring ke arah belakang panggul.

Padahal, rahim wanita yang normal akan cenderung mengarah pada perut atau tegak terhadap panggul. Sekitar 20% wanita di seluruh dunia diperkirakan memiliki rahim terbalik.

Ada gejala tertentu yang menjadi tanda dari kondisi ini, seperti infeksi saluran kemih, sakit saat berhubungan seksual, tonjolan di perut bagian bawah, dan sering buang air kecil.

7. Anteverted uterus

Anteverted uterus merupakan salah satu jenis kelainan bentuk rahim membungkuk atau miring ke arah depan yang membuat rahim lebih condong ke arah perut.

Posisi rahim miring ke depan atau anteverted tidak terlalu memengaruhi kemampuan sperma untuk mencapai sel telur di dalam rahim. Jadi, hal ini tidak memengaruhi masalah kesuburan atau infertilitas.

Banyak wanita dengan bentuk rahim yang tidak normal tidak memiliki masalah untuk hamil atau melahirkan anak yang sehat, sehingga mungkin tidak memerlukan pengobatan apapun.

Namun, beberapa penderitanya mungkin bisa mendapat manfaat bila menjalani pengobatan, yang biasanya dengan koreksi bedah invasif minimal.

Di sisi lain, perlu Anda pahami, kondisi lain di dalam rahim juga dapat mempengaruhi kesuburan, seperti fibroid rahim.

Terkadang, operasi juga dapat menyebabkan masalah pada rahim.

Oleh karena itu, segera konsultasikan dengan dokter terkait kondisi yang Anda alami saat ini agar mendapat penanganan yang tepat.

Apa yang harus dilakukan ketika mengalami kelainan rahim?

pengobatan kelainan rahim

Berkonsultasi dengan dokter adalah hal yang tepat ketika Anda didiagnosis mempunyai kelainan rahim.

Apabila posisi rahim perlu diperbaiki agar bisa hamil, dokter mungkin akan merekomendasikan prosedur medis.

Prosedur medis melalu pembedahan adalah satu-satunya cara untuk memperbaiki bentuk rahim. Namun, banyak pula kasus wanita dengan kondisi tersebut yang tidak memerlukan tindakan medis.

Tindakan medis mungkin diperlukan bagi Anda yang mengalami keguguran berulang atau memiliki gangguan kesuburan karena gangguan pada rahim.

Konsultasikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Adhenda Madarina · Tanggal diperbarui 10/06/2022

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan