Zumba Saat Hamil Boleh-Boleh Saja, Asal Ikuti 5 Aturan Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Bosan dengan olahraga yang itu-itu saja saat sedang berbadan dua? Jangan salah, Anda bisa lho mencoba olahraga zumba saat hamil. Selain menyenangkan, olahraga yang satu ini juga sangat bagus untuk kesehatan ibu dan janin. Namun, jangan asal gerak. Anda wajib mengikuti berbagai ketentuannya agar tetap aman dan tidak membahayakan kandungan.

Zumba saat hamil ternyata aman dan bermanfaat

olahraga saat hamil

Olahraga saat hamil sangat direkomendasikan agar ibu dan janin tetap sehat. Selain itu, membuat tubuh tetap aktif selama hamil membantu meningkatkan sirkulasi tubuh dan menghilangkan kram serta kaki bengkak. Bahkan, olahraga juga bisa membantu meningkatkan kekuatan dan mengurangi nyeri punggung, terutama saat kehamilan mulai membesar.

Nah, zumba bisa menjadi salah satu pilihan olahraga saat hamil selain berjalan kaki, berenang, atau yoga. Olahraga yang satu ini sangat menyenangkan karena dipadukan dengan musik dan gerakan yang menyerupai tarian.

Zumba mampu meningkatkan produksi endorfin atau hormon bahagia dalam tubuh. Endorfin berperan sebagai obat penghilang rasa sakit alami. Lonjakan kadar endorfin di dalam tubuh dapat membantu ibu hamil untuk mempersiapkan kelahiran dengan mood yang lebih baik. Dengan begitu, persalinan akan lebih lancar dan mudah.

Hal yang perlu diperhatikan ketika zumba saat hamil

jalan kaki saat hamil

Saat memutuskan untuk ikut kelas zumba atau mempraktikkannya sendiri, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

1. Konsultasi dulu dengan dokter

Olahraga termasuk zumba memang aman untuk ibu hamil. Akan tetapi, olahraga juga bisa berisiko tinggi pada sebagian kehamilan. Oleh karena itu, mengonsultasikannya terlebih dahulu ke dokter kandungan menjadi langkah pertama yang perlu dilakukan.

2. Sesuaikan gerakannya

Anda tidak bisa menyamakan gerakan zumba saat hamil dengan yang biasa Anda lakukan sebelum mengandung. Untuk itu, lakukan berbagai perubahan gerakan yang sesuai dengan kondisi. Misalnya mengganti lompatan dengan melangkah jauh atau menghindari liukan tubuh agar tidak jatuh.

3. Memperlambat dan membatasi gerakan

Selain menyesuaikan gerakan, Anda juga perlu memperlambat dan membatasinya agar tidak terlalu banyak tenaga yang keluar. Hal ini juga dilakukan untuk menghindari kenaikan suhu tubuh yang terlalu tinggi karena bisa membahayakan ibu dan janin.

Jika Anda tak bisa lagi mengobrol dengan rekan di samping karena kehabisan napas, ini berarti gerakan Anda terlalu berlebihan sehingga Anda perlu memperlambat gerakan. Usahakan untuk tidak terlalu terengah-engah hingga kesulitan untuk mengambil napas.

4. Minum banyak air

Poin selanjutnya yang tak boleh diabaikan ialah minum banyak air sebelum, selama, dan setelah berolahraga. Hal ini dilakukan agar Anda terhindar dari bahaya dehidrasi. Air juga membantu menstabilkan suhu tubuh ibu yang terlalu panas akibat berolahraga.

5. “Dengarkan” tubuh Anda sendiri

Jangan lupa, meski asyik mengikuti alunan musik dan gerakan dari instruktur, Anda tetap perlu peka. Peka di sini dalam artian “mendengarkan” dan mewaspadai sinyal-sinyal negatif dari tubuh Anda seperti keluarnya cairan dari vagina, sakit kepala, nyeri dada, pusing, sesak napas, kontraksi rahim, hingga lemah otot. Segera hentikan kegiatan ini jika Anda merasa ada yang tidak beres dengan kondisi tubuh Anda.

Dengan menerapkan berbagai syarat tersebut, Anda bisa merasakan manfaat zumba dan meminimalisir risiko negatifnya saat sedang hamil.

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir

Kalkulator ini dapat memperkirakan kapan hari persalinan Anda.

Cek HPL di Sini
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Antara Zumba dan Aerobik, Mana yang Lebih Ampuh Turunkan Berat Badan?

Zumba dan latihan aerobik sering dijadikan olahraga andalan untuk menurunkan berat badan. Lantas, mana yang lebih ampuh dibandingkan keduanya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Berat Badan Ideal, Hidup Sehat 17 September 2019 . Waktu baca 3 menit

Agar Hasilnya Maksimal, Harus Zumba Berapa Kali Seminggu?

Zumba memang seru karena gerakannya lincah dan lagunya semangat. Nah, jika mau turun berat badan atau badan bugar, harus senam Zumba berapa kali, sih?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Olahraga Kardio, Kebugaran 29 Oktober 2018 . Waktu baca 6 menit

Ibu Hamil yang Rajin Jalan Kaki Terhindar dari Risiko Preeklampsia

Rajin jalan kaki saat hamil tidak hanya membantu Anda menjaga kebugaran tubuh, tapi juga bermanfaat untuk bayi yang sedang dikandung. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 16 Oktober 2018 . Waktu baca 6 menit

6 Cara Jitu Mengatasi Rasa Gatal Saat Hamil Akibat Penyakit Prurigo

Gatal saat hamil bisa disebabkan oleh penyakit kulit seperti prurigo. Supaya tidak mengganggu aktivitas, atasi gatal akibat prurigo dengan cara mudah ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Prenatal, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 28 September 2018 . Waktu baca 2 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bersepeda saat hamil

Apakah Bersepeda Saat Hamil Aman Bagi Janin?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
garis hitam di perut linea nigra

Kenali Linea Nigra, Garis Hitam “Khas” di Perut Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
olahraga berat badan hamil

Bolehkah Ibu Hamil Berolahraga untuk Menurunkan Berat Badan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 7 November 2019 . Waktu baca 4 menit
perbedaan zumba dan senam aerobik

Serupa tapi Tak Sama, Ini Beda Zumba dan Senam Aerobik

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 20 September 2019 . Waktu baca 3 menit